Stop Berpikir Harus Langsung MBA Begitu Baru Lulus S1!

MBA - Master of Business Administration MBA memang seperti roket pelejit, tapi gelar ini hanya bisa melejitkan karir seseorang berdasarkan pengalaman kerja sebelumnya. Tak sedikit orang mengambil gelar MBA mereka pada usia yang sangat muda dengan harapan mereka segera menikmati kemapanan karir begitu mereka menyelesaikan program studi ini. Akan tetapi sebelum terlanjur ikut dengan kebanyakan orang ini, sebaiknya kamu mempertimbangkan baik-baik keinginanmu untuk mengambil MBA sebelum umur 25. Inilah yang dikatakan oleh seorang bijak berusia 35 tahun. MBA adalah gelar profesional yang memerlukan pengalaman kerja. Adalah berapa lama dan seperti apa kualitas pengalaman kerja yang kamu miliki yang akan memberikanmu kesempatan untuk menyuarakan pendapat dalam setiap diskusi di kelas dan akan memberikan peluang karir lebih luas setelah kelulusanmu. MBA adalah roket pelejit, tapi apa yang kau miliki sebelum MBA adalah bahan bakarnya sendiri yang menentukan seberapa jauh roket MBA-mu akan mengangkasa ke dunia kerja nantinya. Bisa dibayangkan ‘kan kalau kamu mengambil gelar MBA tanpa pengalaman kerja apapun? Mengambil program MBA tanpa memiliki pengalaman kerja sedikit pun akan merusak masa depan karirmu. Dan inilah empat alasan utama kenapa sebaiknya kamu tak tergesa-gesa mengambil MBA sebelum kamu punya pengalaman kerja yang nyata:

Tidak mempunyai jaringan kerja

Ungkapan lama mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling berharga. Dan ini benar adanya dalam kelas MBA. Pengalaman tak hanya terbukti mengalahkan pengetahuan dalam praktek kehidupan sehari-hari, tapi juga dalam setiap kelas MBA yang kamu ikuti. Karenanya kalau kamu mengambil program MBA ini tanpa pengalaman kerja sedikit pun, maka jangan heran jika teman sekelasmu yang jauh lebih berpengalaman akan memandang rendah dirimu sebagai kutu buku penuh teori. Tak hanya itu, mereka yang berpengalaman ini bisa jadi enggan membantumu dan membuka jaringan kerja mereka kepadamu untuk membantumu mendapatkan pekerjaan. Dan ini bukan karena mereka membencimu, tetapi karena mereka akan merasa malu berasosiasi denganmu. Tanpa adanya jaringan kerja yang mendukung, maka bersiaplah untuk mendapati MBA milikmu diperlakukan tak jauh beda dengan gelar strata satu lainnya.

Tidak diterima di universitas terbaik

Ini adalah fakta yang simpel tapi sangat menuntut. Orang dengan pengalaman kerja lebih lama dan berkualitas akan lebih bisa diterima masuk di universitas-universitas terbaik dunia. Sisanya, akan terpinggirkan dan ditampung di universitas-universitas yang tidak difavoritkan. Sekedar informasi saja,  The Association of MBA tidak mengakreditasi universitas yang menerima mahasiswa program MBA dengan pengalaman kerja kurang dari 3 tahun setelah lulus S-1. Dan, kalau kamu tak bisa diterima di universitas terbaik, gelar MBA yang kau sandang tentu biasa-biasa saja dan akan menjadi kurang dipertimbangkan saat kau ingin berkarir di perusahaan besar dunia, ‘kan?

Jebakan akan gaji yang diharapkan

Jika pada akhirnya kamu diterima di sebuah kelas program MBA yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa yang sudah berpengalaman dan tidak berpengalaman, kamu akan cenderung merancang karir masa depanmu berdasar gaji dari teman-temanmu yang lebih berpengalaman—khususnya jika kamu secara akademis lebih bagus dari mereka. Di sisi lain, perusahaan tidak akan pernah menawarkan padamu posisi dan gaji yang sama dengan yang sudah berpengalaman kerja. Ini memang sangat tidak menguntungkan bagimu, tetapi inilah kenyataannya. Peluang karir adalah sesuatu yang sangat bergantung pada pengalaman kerjamu sebelumnya. Sebagai hasilnya, harapan gaji yang kamu sudah set akan membuatmu kesulitan dalam perburuan kerja dan akhirnya akan membuat prospek karirmu suram untuk waktu yang lama.

MBA: kesempatan sekali seumur hidup

Seperti emas permata yang abadi, gelar MBA adalah untuk seumur hidup. Kamu tentu tak akan mengambil gelar MBA sampai dua kali. Banyak universitas yang akan memandang rendah para pendaftar MBA yang sudah pernah mengambil MBA sebelumnya di tempat lain karena mereka menganggap itu sebagai pertanda karir yang rusak. Karenanya meski kamu lebih baik mengambil program MBA-mu setelah cukup umur dan punya pengalaman kerja yang cukup, minimal 25 misalnya, tak ada salahnya bagimu untuk mulai menyiapkan MBA impianmu lebih dini: bicara kepada alumni, melakukan GMAT sampai mengunjungi universitas yang ingin kamu jadikan tempat untuk meraih gelar MBA-mu nantinya. Akan tetapi, jangan pernah menghancurkan peluangmu menjadi MBA sukses dengan mengambil program ini terlalu dini. Seperti kata-kata yang sudah sering kamu dengar mungkin, jadikan MBA-mu indah pada waktunya. Nah, setelah mengetahui 4 alasan utama mengapa mengambil program MBA sebaiknya tidak dilakukan sebelum umur 25, kamu tentu sudah punya gambaran sendiri ‘kan setelah lulus S-1 mau kemana dulu. Jadi lebih baik kamu berkarir di bidang yang sesuai dengan gelar S-1mu dahulu baru setelah beberapa tahun berpengalaman, kamu ambil deh program MBA ini sehingga nantinya MBA akan benar-benar menjadi roket pelejt karir masa depanmu. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan