Konsultan Pendidikan Luar Negeri Terbaik Empower Education

Menelusuri Perkembangan Pendidikan Online di Korea Selatan

online study1 Di Korea Selatan, status dan pendapatan masyarakatnya bergantung pada perguruan tinggi yang mereka masuki. Jadi, tidaklah heran kalo orang tua di Korea Selatan akan memaksakan anak-anak mereka agar dapat masuk ke sebuah universitas elit. Dan itu membutuhkan nilai tinggi pada ujian masuk perguruan tinggi. ===================================================================================== Pada 1990-an, Son Joo-eun adalah tutorial yang sangat sukses dalam mempersiapkan siswa-siswanya untuk ujian masuk perguruan tinggi nasional. Dia memiliki pendapatan tahunan yang sangat besar sekitar US$ 573.000, karena yang dididiknya adalah anak-anak dari keluarga kaya di Seoul. Suatu ketika, dia mulai melihat realita pada dirinya yaitu memperdalam kesenjangan dalam pendidikan si kaya dan si miskin. “Apa yang saya lakukan? Membantu orang-orang kaya untuk mengangkat anak-anak mereka ke puncak tangga pendidikan tetapi mendorong orang-orang ‘yang tidak berada’ ke bawah.” Pada tahun 1999, Mr. Son mendapatkan sebuah ide untuk mengadakan persiapan ujian sekolah secara online. Ide ini terpikirkan ketika Mr.Son sedang menonton acara Home Shopping, terbesit dalam benaknya, “Mengapa tidak membawa kelas ke rumah, juga? Apalagi internet broadband sudah merangkul seluruh lapisan masyarakat Korea Selatan.” Pada tahun 2000, Mr.Son mulai mewujudkan niatnya. Beliau mendirikan megastudy.net, hal ini juga menjadi konvergensi yang sempurna dari obsesi ganda Korea Selatan yaitu pendidikan dan internet. Dan perusahaan ini berkembang dengan sangat cepat. Sekitar 2,8 juta siswa telah tergabung menjadi anggota Megastudy. Mereka dapat mengakses ke beberapa tutor ujian paling terkenal. Siswa dapat menonton video tutorial pada komputer rumah atau mengunduh ke ponselnya agar dapat melihatnya ketika di kereta atau taman. Sehingga, mereka dapat mengalami kemajuan lebih cepat dari pengajaran konvesional dan dapat mem-bookmark untuk mengulang. Inovasi pendidikan online dari Megastudy telah mengilhami beberapa perusahaan untuk membuka usaha yang sama dan mendapatkan banyak apresiasi termasuk dari Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak. Sang Presiden Korea ini dahulu sangat menyesalkan bahwa peluang siswa untuk masuk universitas ternama seringkali ditentukan oleh kemampuan finansial orang tua mereka untuk membayar biaya les setelah sekolah. Saat ini di Korea, 8 dari 10 siswa dari SD sampai SMA akan mengambil kelas tambahan baik secara online ataupun offline. Biasanya program kelas tambahan offline akan memakan biaya hingga 5x lebih besar dari kelas tambahan yang diadakan secara online. Kini, anak pintar dari keluarga miskin berkesempatan untuk naik ke tingkat tertinggi dalam bisnis maupun pemerintah. Layanan pendidikan online seperti Megastudy mengenakan biaya yang relatif kecil, rata-rata US$ 30 – US$ 40 untuk setiap mata kuliah. Ide pendidikan online yang murah ini telah membuat Mr.Son menjadi salah satu orang terkaya di Korea Selatan. ===================================================================================== Namun demikian, kesenjangan tetap didapatkan walaupun tidak terlalu signifikan. Misalnya, pada Megastudy, contohnya adalah subjek bahasa Inggris, subjek ini dibagi menjadi beberapa kelas yang berbeda, seperti tingkat tata bahasa, sehingga menjadi beban keuangan bagi keluarga berpenghasilan rendah jika anak-anak mereka harus berlangganan beberapa kelas tersebut. Keluarga perkotaan yang umumnya lebih kaya akan memilih sekolah web komersial seperti Megastudy, yang lebih menarik namun membutuhkan biaya, sementara keluarga pedesaan atau berpenghasilan rendah lebih tertarik memilih pelayanan publik gratis seperti EBS, yang katanya agak membosankan. Untuk bersaing dengan sekolah online gratis, Megastudy mempekerjakan guru dengan pengikut yang menyaingi bintang pop. Beberapa guru akan kehilangan kontraknya jika popularitas mereka turun. ===================================================================================== Pada Megastudy, siswa SMA dapat memilih dari 2.500 mata kuliah yang dirancang khusus pada berbagai tahap prestasi akademik. mata kuliah ini terdiri dari 10 sampai 20 pengajaran yang berlangsung selama tiga jam. “Pikirkan ibumu!” Pesan menyesah jika siswa log off tanpa menyelesaikan tutorial. (hahaha..) Sekolah online ini sedikit banyak membuat guru berada di bawah tekanan karena harus terus tampil di khalayak umum. Bahkan beberapa guru menjalani operasi kosmetik dan menyewa makeup artis demi tampil sempurna. ===================================================================================== Walaupun demikian, program pendidikan online tetaplah ada kekurangan. Seorang murid yang mengambil mata kuliah di Megastudy mengatakan, “Jika saya memiliki pertanyaan, saya tidak menanyakannya kepada guru-guru. Mau ga mau saya harus pergi ke sekolah untuk mendapatkan jawabannya.” Kekurangan ini merupakan hal yang wajar, karena biaya yang dikeluarkan tidaklah terlalu tinggi sehingga mendapatkan kurang perhatian dari guru ‘sebenarnya’. Korea Selatan telah mengucurkan biaya miliaran dolar untuk membuat internet yang 10 kali lebih cepat pada tahun 2014, Mr.Son juga menyarankan kepada dunia untuk mengikuti inovasi yang dia lakukan di Korea Selatan karena pendidikan masa depan sudah di depan mata. “Sekolah offline akan menjadi tambahan untuk pendidikan online. Siswa akan pergi ke sekolah, mungkin seminggu sekali, sisanya untuk kegiatan kelompok seperti olahraga.”, ujar Mr.Son. ===================================================================================== Nah, apakah inovasi ini akan diikuti oleh negara kita?? Kita tunggu saja tanggal mainnya. Hehe Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Exit mobile version