Supaya Nggak Ngerasa Kesepian dan Bosan
|
Jadi, singkirkan perasaan-perasaan negatif dan rasa takut. Siapkan mental. Perasaan-perasaan negatif hanya membuat kita semakin sulit keluar dari culture shock. Bukannya berpikir bagaimana cara mengatasinya, kita malah sibuk membuat daftar kejelekan Negara asing. Melakukan itu nggak menyelesaikan persoalan yang kita hadapi. Hal yang harusnya kita lakukan adalah mengubah pola pikir dan menghadapinya. Hal inilah yang dilakukan Shinta. Ia berhenti menangis dan menghabiskan waktu sepanjang hari untuk menelpon hanya untuk ngobrol dengan keluarga dan teman-temannya di Indonesia. Ia memutuskan untuk ikut organisasi, termasuk organisasi pelajar Indonesia di London. Ia memutuskan mengikuti kegiatan kampus dan berusaha menyingkirkan rasa gak pede ketika akan berbicara dengan orang asing.
Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi culture shock? mencoba membalik cara berpikir tentang kemampuan bahasa kita. Yang harus dilakukan hanyalah terus mengasah kemampuan. Nggak ada satu pun teman asing yang menjauh hanya karena persoalan bahasa. Bahkan, mereka terkadang terganggu membantu memperbaikin pengucapan kita yang masih keliru. Menjelaskan kosa kata yang aneh, dan tetap mengajak kita hang-out bersama. So, apa yang kita takutkan? Lewat sebulan, kita sudah bisa mendengarkan mereka bicara tanpa harus berkosentrasi penuh dengan menatap wajah mereka!
Ternyata, berinteraksi dan tinggal bersama orang-orang yang berasal dari Negara berbeda bisa meningkatkan pemahaman kita terhadap diri sendiri. Kamu bakal kaget mendapati kenyataan, bahwa pola pikir dan pemahamanmu berkembang pesat dan serta lebih jauh dewasa dalam menyikapi banyak hal.
All of it depands on us. Jahat-baik bukan persoalan suku bangsa, kok. Di seluruh penjuru dunia, kamu bakal menemukan orang baik dan jahat. Termasuk di Negara sendiri. Sebagai pendatang, all you have to do is accept your host country. Jadilah tamu yang baik dan smile!
Tip:Mengatasi culture shock
ü Biasakan dirimu dengan face culture shock. Pengetahuan ini sama dengan ramalan cuaca untuk cuaca buruk mendatan. Kamu tetap harus mneghadapi badai sih, tetapi setidaknya kamu mempunyai persiapan menanggulanginya.
ü Jika memungkinkan, ambil kesempatan untuk ‘jalan-jalan’ melihat Negara tersebut. Kamu nggak hanya akan mendapat informasi mengenai tempat tinggal dan fasilitas lain yang mungkin kamu butuhkan, tetapi kamu bakal ngerasain langsung kontras kebudayaan yang akan kamu hadapi nanti.
ü Ketika kamu tiba di Negara tujuan, gunakan waktu dua atau tiga minggu pertama untuk berorientasi terhadap wilayah baru. Itu adalah waktu ideal. Cari tahu kemana kamu bisa membeli makanan, dimana kantor posnya, dan seperti apa atraksi untuk turis disana. Selesaikan urusan visa, KTP, dan SIM sebelum kamu terlanjur sibuk dengan urusan rumah atau apartemen yang baru.
ü Tetap open minded dan jaga selera humormu. Orang-orang di Negara asing mungkin melakukan atau mengatakan hal-hal yang nggak di lakukan oleh orang-orang di Negara asalmu.
ü Setiap kali “down” atau “feeling blue”, ingat kembali tujuan kamu belajar ke luar negeri. Berpikirlah positif!
ü Bukalah dirimu terhadap pergaulan dengan orang-orang dari Negara berbeda. Semakin banyak kamu memiliki teman, semakin menyenangkan hari-harimu!
Culture shock dan segala akibatnya dapat melalui beberapa tahap, tergantung kepada individu yang mengalaminya. Bagaimanapun, culture shock bukanlah suatu proses yang berurut; setiap pelajar nggak mengalami waktu secara bersamaan, dan belum tentu mereka mengalami hal yang sama pula. Sepuluh tahap penyesuaian budaya yang di tulis oleh Steven Rhinesmith bakal menunjukan kepada kita bahwa culture shock bisa jadi sebuah perjalan emosi seperti rollercoaster.
- Kecemasan pada tahap awal (karena menghadapi tempat tinggal baru).
- Kegembiraan yang meluap-luap (karena akan pergi).
- Culture shock tahap awal.
- Penyesuaian yang di paksakan (terhadap kebudayaan baru).
- Depresi-frustasi.
- Menerima kebudayaan baru.
- Kembali kepada kecemasan (karena akan pulang kampong).
- Kembali kepada kegembiraan (juga karena kepulangan kampong).
- Re-entry Shock (kaget dan tidak berharap/membayangkan keadaan di Indonesia/Negara asal).
- Perubahaan diri akibat dari kombinasi dua budaya yang telah kamu mulai.
Email: info@konsultanpendidikan.com
