
Sylvia Ann Hewlett mengatakan dalam bukunya “Executive Prsence: The Missing Link Between Merit and Success”, bahwa ada 3 cara untuk melihat tanda apakah seseorang itu memiliki karakter pemimpin yaitu dari bagaimana mereka bersikap, bagaimana mereka menilai sesuatu dan bagaimana mereka bicara.
Oleh karena itu, ada beberapa perkataan yang diangga kurang pantas untuk dikatakan saat di tempat kerja. Berikut adalah 11 perkataan yang sebaiknya kamu hindari untuk diucapkan saat di kantor:
-
Apa itu masuk akal?
Jika kamu mengucapkan perkataan ini—atau yang intinya seperti ini—orang yang mendengarkanmu akan berkesan bahwa kamu ternyata tak benar-benar mengerti apa yang sedang dibicarakan. Karenanya menurut pelatih pekerja Tara Sophia Mohr, lebih baik kamu mengatakan, “Bagaimana menurutmu?”
-
Itu sungguh tidak adil
Komplain akan suatu ketidakadilan yang kamu temui di kantor tak akan mengubah apapun. Tidak peduli hal apa yang kamu complain, apakah itu hal yang berhubungan tempat kerja atau masalah lainnya yang lebih serius yang berhubungan dengan keselamatan bumi misalnya, kamu sebaiknya menghindari ungkapan tersebut. Komplain seperti itu juga mirip dengan mengeluh, dan hal ini sangat tidak dianjurkan untuk dikatakan di tempat kerja.
-
Aku tak punya cukup waktu
-
Hanya saja
Menyelipkan kata “hanya saja” mungkin tak terkesan apa-apa. Tapi tahukah kamu bahwa jika kamu berkata-kata dengan menyelipkan kata tersebut, kesannya kamu ingin melindungi dirimu sendiri agar tidak disalahkan. Dengan mengatakan, misalnya, “Saya sudah mengeceknya, hanya saja …” kamu akan memberi kesan kalau kamu orangnya suka beralasan. Nah, negative ‘kan jadinya?
-
“Tapi saya sudah mengirimkan e-mail minggu lalu”
Jika seseorang yang kamu kirimi e-mail tak membalas e-mailmu, maka sudah menjadi tugasmu untuk melakukan follow-up. Jadilah orang yang proaktif dalam komunikasi dengan orang lain daripada menjadi orang yang suka menyalahkan orang lain atau menjadikan orang lain sebagai alasan.
-
“Aku tak suka …” atau ”Sangat menyebalkan saat …”
-
“Itu bukan tanggung jawab saya”
-
“Kamu seharusnya …”
Mengatakan kepada orang lain—bahkan meski dia bawahanmu—dengan “Kamu seharusnya …” sebaiknya perlu dihindari karena hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa kamu menyalahkan dia. Akan lebih positif jika kamu mengatakan, “Kedepannya saya sarankan kamu …”
-
“Saya mungkin salah, tapi …”
10. “Maaf, tapi …”
Hal ini mengindikasikan kalau kamu itu sportif, bahkan cenderung menyebalkan. Jangan meminta maaf jika di belakangnya kamu masih mengemukakan alasan atas kesalahan yang kamu buat.
11. “Sebenarnya …”
Jika kamu mengawai perkataanmu dengan kata “Sebenarnya”, seperti pada kalimat “Sebenarnya, kamu bisa melakukannya,” akan menciptakan jarak antara kamu dan orang yang kamu ajak bicara. Dengan berkata demikian seolah kamu mengatakan kalau kamu salah.
Itulah 11 ungkapan atau perkataan yang sebaiknya kamu hindari saat kamu berada di tempat kerja. Ingat, berhati-hatilah dengan apa yang kamu ucapkan karena dari caramu berbicaralah orang lain akan menentukan seperti apa kamu sebenarnya.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com