
Nah, apa kaitan umur dengan gaji? Banyak orang—atau mungkin dari kita sendiri—yang berpikiran bahwa kita akan bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi setelah kita tua nanti. Seperti soal senioritas yang berbuah promosi jabatan dan kenaikan gaji begitu biasanya yang banyak dikira orang.
Tetapi, ternyata jika keuanganmu dibuat kurva, perkembangannya tak sebagus apa yang kamu kira lho. Menurut sebuah analisis dari PayScale.com, puncak karir wanita—tentunya dilihat dari perolehan gaji—adalah saat mereka mencapai usia 39 tahun dengan gaji rata-rata $60.000. Setelahnya, mungkin kamu akan mendapat sedikit kenaikan gaji atau posisi, tapi tak akan benar-benar terlihat perbedaannya. Jadi, rata-rata akan mentok pada kisaran $60.000 sampai masa pensiun.
Dan, lepas dari soal gender, Lauren Lyons Cole—seorang perencana keuangan terkenal di New York—menyatakan bahwa kita ini terbiasa untuk berpikiran bahwa pendapatan kita akan terus naik seperti garis lurus secara konstan dan teratur, yang sayangnya, hal itu sama sekali tidak benar.
Jadi, apa yang benar? Atau tepatnya, apa yang sebenarnya terjadi dengan kurva gaji yang kita terima dalam hidup kita? Pada saat kita berumur 20-an, baru saja lulus kuliah, semuanya tampak terus meningkat. Kamu mungkin berhasil dalam awal karirmu, naik jabatan dan mendaki karir hingga ke puncak dengan penuh semangat, dan gajimu semakin tampak menarik dan menarik. Menurut penelitian yang dilakukan oleh PayScale, baik wanita atau pria sama-sama mengalami kenaikan gaji hingga sebesar 60% saat mereka berumur 30.
Setelahnya, kenaikan gaji menjadi lebih lambat, terutama bagi kaum hawa. Saat wanita mencapai usia 39, biasanya perkembangan gaji wanita berkurang hingga 20% jika dibandingkan dengan pertambahan gajinya saat ia berumur 30 tahun. Lalu setelahnya lagi, bagaimana? Mandek! Begitulah, setelah mencapai umur 40, pertumbuhan gaji wanita biasanya terhenti. Ya, memang, masih banyak di antaranya yang mendapat kenaikan gaji untuk menyesuaikan biaya hidup yang juga terus meningkat, tetapi hari-hari dimana kenaikan gaji sampai dua kali lipat sudah tak akan ada lagi.
Tetapi di atas semua itu, tentu saja semuanya bergantung kepada jenis karir yang kamu pilih. Misal kata kamu memilih bekerja sebagai ahli farmasi. Biasanya kamu akan dengan mudah menghasilkan uang yang sangat banyak sejak awal karir, tapi potensi pertambahan gaji untuk selanjutnya nyaris tidak ada. Kemudian, pengacara. Biasanya profesi ini menjanjikan gaji yang besar hingga mencapai puncaknya saat kamu sudah berusia 50an.
Menurut Katie Bardaro, ekonom di PayScale, semua pekerjaan yang jobdesk-nya hampir sama dengan pelatihan dan ilmu yang didapat seseorang semasa sekolah atau tahun pertamanya kerja adalah tipe pekerjaan yang tak akan memberikan pertumbuhan gaji yang signifikan. Tidak seperti pengacara yang mana makin tua makin bertambah gajinya karena sifat pekerjaannya yang terus berkembang.
Tetapi, tentu saja kamu tak lantas harus menetapkan atau menargetkan puncak karirmu di usia 39 atau 48. Strategi berikut ini mungkin bisa kamu terapkan mulai dari sekarang agar kamu sukses saat berhubungan dengan yang namanya gaji.
Usia 20
– Buatlah sebuah perencanaan
Begitu lulus, memang akan sangat menarik jika langsung bisa bekerja—atau malah sudah langsung bekerja setelah itu. Tetapi, ada satu kunci penting yang perlu kamu camkan baik-baik: pilihlah pekerjaan yang membuatmu bersemangat saat hari Senin tiba!
– Hati-hati dalam memilih jenis pekerjaan
– Raih kesempatan
Jika ada kesempatan untuk naik jabatan di perusahaan tempatmu bekerja, apa kamu siap menyambutnya? Jika tidak, maka kamu harus segera mencari tahu alasannya karena itu bisa jadi masalah. Hal seperti ini harus segera diatasi sehingga kamu bisa bekerja dengan lebih baik.
– Rajin menabung
Usia 30
– Cari peluang karir yang lebih baik
Jangan biarkan dirimu hanya berkutat dalam 1 pekerjaan di tempat yang sama lebih dari lima tahun. Secinta apapun kamu dengan pekerjaan itu, akan lebih baik bagimu untuk melongok keluar, mencari peluang karir yang lebih baik.
– Tunjukkan kelebihanmu di luar divisi/bagian kerjamu
– Jangan berhenti kerja
Banyak wanita—terutama setelah mereka menikah atau punya anak—memutuskan untuk berhenti total dari pekerjaan mereka. Ini tentu sayang sekali. Akan lebih baik kalau kamu tetap go on meski kamu sudah punya anak. Jangan pernah berhenti total dan tidak bekerja sama sekali. Carilah pekerjaan yang bisa kamu lakukan dengan mudah tanpa mengganggu urusan rumahmu, seperti pekerjaan part time, freelance dan sebagainya.
Usia 40an-50an
– Hindari pengeluaran yang tidak perlu
Kontrol dengan baik setiap pengeluaran yang tidak perlu seperti membeli barang-barang branded dengan harga selangit demi gengsi. Ini memang sudah jadi sifat manusia yang ingin dipandang lebih oleh yang lainnya. Tapi jangan sampai hanya karena ini karirmu malah jatuh.
– Pikirkan masa pensiun
– Membeli rumah
Bagi yang masih menyewa rumah atau apartemen, sudah saatnya untuk membeli rumah sendiri saat usia sudah mencapai 40an. Toh, tak akan menyenangkan kalau saat kamu pensiun kamu masih belum punya rumah sendiri ‘kan?
Nah, itulah beberapa strategi yang bisa kamu terapkan untuk meraih kesuksesan dalam karir, terutama saat hubungannya dengan neraca keuanganmu sendiri. Berhati-hati dan bijaksanalah. Kalau tidak, kau bisa saja terjerumus ke dalam lubang yang menganga.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com