Gaji dan Umur: Strategi Jitu Mengatur Keuangan Pribadi

22Berapa umurmu? 20-an, 30-an, 40-an? Well, ini tak akan menjurus pada masalah tulang atau penuaan dini atau hal-hal semacam itu kok. Karna kita akan bicara soal gaji di sini. Seperti yang kita tahun awal 20 adalah usia umum dimana seseorang menyelesaikan kuliah alias menjadi sarjana, jika ia kuliah tentunya. Sementara dari sisi psikologi, usia 25 misalnya, adalah awal dimulainya masa dewasa muda.

Nah, apa kaitan umur dengan gaji? Banyak orang—atau mungkin dari kita sendiri—yang berpikiran bahwa kita akan bisa mendapatkan gaji yang lebih tinggi setelah kita tua nanti. Seperti soal senioritas yang berbuah promosi jabatan dan kenaikan gaji begitu biasanya yang banyak dikira orang.

Tetapi, ternyata jika keuanganmu dibuat kurva, perkembangannya tak sebagus apa yang kamu kira lho. Menurut sebuah analisis dari PayScale.com, puncak karir wanita—tentunya dilihat dari perolehan gaji—adalah saat mereka mencapai usia 39 tahun dengan gaji rata-rata $60.000. Setelahnya, mungkin kamu akan mendapat sedikit kenaikan gaji atau posisi, tapi tak akan benar-benar terlihat perbedaannya. Jadi, rata-rata akan mentok pada kisaran $60.000 sampai masa pensiun.

gajianMemang gaji $60.000 tidak bisa dikatakan buruk, kecuali kalau kau mengaitkannya dengan perkembangan gaji kaum pria yang bisa terus berkembang hingga $95.000 hingga usianya 45 tahun. Diskriminasi gender? Tidak juga. Ada alasan di balik hasil analisis ini tentunya.

Dan, lepas dari soal gender, Lauren Lyons Cole—seorang perencana keuangan terkenal di New York—menyatakan bahwa kita ini terbiasa untuk berpikiran bahwa pendapatan kita akan terus naik seperti garis lurus secara konstan dan teratur, yang sayangnya, hal itu sama sekali tidak benar.

Jadi, apa yang benar? Atau tepatnya, apa yang sebenarnya terjadi dengan kurva gaji yang kita terima dalam hidup kita? Pada saat kita berumur 20-an, baru saja lulus kuliah, semuanya tampak terus meningkat. Kamu mungkin berhasil dalam awal karirmu, naik jabatan dan mendaki karir hingga ke puncak dengan penuh semangat, dan gajimu semakin tampak menarik dan menarik. Menurut penelitian yang dilakukan oleh PayScale, baik wanita atau pria sama-sama mengalami kenaikan gaji hingga sebesar 60% saat mereka berumur 30.

Setelahnya, kenaikan gaji menjadi lebih lambat, terutama bagi kaum hawa. Saat wanita mencapai usia 39, biasanya perkembangan gaji wanita berkurang hingga 20% jika dibandingkan dengan pertambahan gajinya saat ia berumur 30 tahun. Lalu setelahnya lagi, bagaimana? Mandek! Begitulah, setelah mencapai umur 40, pertumbuhan gaji wanita biasanya terhenti. Ya, memang, masih banyak di antaranya yang mendapat kenaikan gaji untuk menyesuaikan biaya hidup yang juga terus meningkat, tetapi hari-hari dimana kenaikan gaji sampai dua kali lipat sudah tak akan ada lagi.

money 1Gambaran kenaikan gaji ini sepertinya lebih menyenangkan bagi kaum adam, yang mana gajinya terus berkembang dan terus bertambah dengan baik hingga umur 48. Dalam penelitian ini, di usia 48, pertumbuhan gaji para pria hanya sekitar 45% dibandingkan dengan saat usia mereka masih 30 tahun. Ini bukanlah hal yang mengerikan, tapi juga tak terlalu bagus untuk menyambut datangnya hari tua.

Tetapi di atas semua itu, tentu saja semuanya bergantung kepada jenis karir yang kamu pilih. Misal kata kamu memilih bekerja sebagai ahli farmasi. Biasanya kamu akan dengan mudah menghasilkan uang yang sangat banyak sejak awal karir, tapi potensi pertambahan gaji untuk selanjutnya nyaris tidak ada. Kemudian, pengacara. Biasanya profesi ini menjanjikan gaji yang besar hingga mencapai puncaknya saat kamu sudah berusia 50an.

Menurut Katie Bardaro, ekonom di PayScale, semua pekerjaan yang jobdesk-nya hampir sama dengan pelatihan dan ilmu yang didapat seseorang semasa sekolah atau tahun pertamanya kerja adalah tipe pekerjaan yang tak akan memberikan pertumbuhan gaji yang signifikan. Tidak seperti pengacara yang mana makin tua makin bertambah gajinya karena sifat pekerjaannya yang terus berkembang.

Tetapi, tentu saja kamu tak lantas harus menetapkan atau menargetkan puncak karirmu di usia 39 atau 48. Strategi berikut ini mungkin bisa kamu terapkan mulai dari sekarang agar kamu sukses saat berhubungan dengan yang namanya gaji.

Usia 20

20

– Buatlah sebuah perencanaan

Begitu lulus, memang akan sangat menarik jika langsung bisa bekerja—atau malah sudah langsung bekerja setelah itu. Tetapi, ada satu kunci penting yang perlu kamu camkan baik-baik: pilihlah pekerjaan yang membuatmu bersemangat saat hari Senin tiba!

– Hati-hati dalam memilih jenis pekerjaan

jobPenyebab utama perbedaan pertambahan gaji pada pria dan wanita seperti di atas sebenarnya terletak pada jenis pekerjaan yang dipilih. Kaum pria memiliki perkembangan gaji yang lebih baik daripada para wanita karena bidang pekerjaan yang mereka pilih. Para pria cenderung memilih bidang teknik, komputer, manajemen dan pimpinan perusahaan yang mana bidang pekerjaan ini lebih menjanjikan konsistensi karir dan kenaikan gaji sepanjang tahunnya.

– Raih kesempatan

Jika ada kesempatan untuk naik jabatan di perusahaan tempatmu bekerja, apa kamu siap menyambutnya? Jika tidak, maka kamu harus segera mencari tahu alasannya karena itu bisa jadi masalah. Hal seperti ini harus segera diatasi sehingga kamu bisa bekerja dengan lebih baik.

– Rajin menabung

salaryAwal mula bekerja, saat usia masih begitu muda, ketika orang belum punya tanggungan yang cukup berarti tak lantas membuat para muda bisa cepat kaya. Bahkan, kalau kamu tidak hati-hati kamu mungkin tak akan akan punya banyak simpanan di rekeningmu. Karenanya, rajinlah menabung sehingga masa tuamu akan lebih terjamin.

 

Usia 30

– Cari peluang karir yang lebih baik

Jangan biarkan dirimu hanya berkutat dalam 1 pekerjaan di tempat yang sama lebih dari lima tahun. Secinta apapun kamu dengan pekerjaan itu, akan lebih baik bagimu untuk melongok keluar, mencari peluang karir yang lebih baik.

– Tunjukkan kelebihanmu di luar divisi/bagian kerjamu

Expertise ConceptIngin gaji dan wewenang lebih? Tunjukkan kemampuan yang kamu miliki dengan secara sukarela membantu divisi lain saat mereka membutuhkan. Lakukan dengan sebaik mungkin untuk menunjukkan pada perusahaan bahwa kamu siap untuk dilimpahi tugas yang lebih besar.

– Jangan berhenti kerja

Banyak wanita—terutama setelah mereka menikah atau punya anak—memutuskan untuk berhenti total dari pekerjaan mereka. Ini tentu sayang sekali. Akan lebih baik kalau kamu tetap go on meski kamu sudah punya anak. Jangan pernah berhenti total dan tidak bekerja sama sekali. Carilah pekerjaan yang bisa kamu lakukan dengan mudah tanpa mengganggu urusan rumahmu, seperti pekerjaan part time, freelance dan sebagainya.

Usia 40an-50an

– Hindari pengeluaran yang tidak perlu

Kontrol dengan baik setiap pengeluaran yang tidak perlu seperti membeli barang-barang branded dengan harga selangit demi gengsi. Ini memang sudah jadi sifat manusia yang ingin dipandang lebih oleh yang lainnya. Tapi jangan sampai hanya karena ini karirmu malah jatuh.

– Pikirkan masa pensiun

retired-coupleKetika sudah mencapai usia 40an, akan lebih tepat untuk memulai memikirkan masa pensiun yang sudah dekat. Bagaimanapun, kita akan menjadi tua dan tak lagi mampu bekerja seperti saat muda, ‘kan? Jadi, saat mencapai umur 40an, utamakan untuk menyisihkan dana pensiun.

– Membeli rumah

Bagi yang masih menyewa rumah atau apartemen, sudah saatnya untuk membeli rumah sendiri saat usia sudah mencapai 40an. Toh, tak akan menyenangkan kalau saat kamu pensiun kamu masih belum punya rumah sendiri ‘kan?

Buying_REpage

Nah, itulah beberapa strategi yang bisa kamu terapkan untuk meraih kesuksesan dalam karir, terutama saat hubungannya dengan neraca keuanganmu sendiri. Berhati-hati dan bijaksanalah. Kalau tidak, kau bisa saja terjerumus ke dalam lubang yang menganga.

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

Tinggalkan Balasan