-
Sorry, I Don’t Eat Pork!
Bagi kamu yang menganut agama Islam, sebaiknya berhati-hati dengan jenis makanan yang disajikan atau dijual. Baca dengan cermat bagian ingredient atau komposisi bahan makanan pada kemasan. Kalau kamu ragu makanan tersebut dibuat dari daging apa, maka nggak ada salahnya kamu menanyakannya terlebih dahulu kepada tuan rumah atau penjualnya. Mereka nggak bakalan marah atau tersinggung, kok.

Kebetulan, di lingkungan saya, saya satu-satunya yang beragama Islam. Jadi, kalau urusan makan, saya memang yang paling rewel. Sedari awal, saya suda memberi tahu teman-teman saya kalau saya nggak makan babi. Kawan Amerika saya adalah salah satu dari orang yang sangat memerhatikan kebiasaan saya makan. Setiap kali membeli makanan, dia yag terlebih dahulu akan bertanya mana yang babi dan bukan. Ketika saya mengundang untuk menghabiskan liburan awal musim dingin ke Virginia di rumah tantenya, dia sengaja menelpon tantenya dan memberitahu kalau saya nggak makan babi.
Nggak ada seorang pun yang berani berkomentar. Mereka semua melirik kearah saya. Suasana sempat agak kaku. Salah seorang kawan saya menegur si Estonia. Bilang kalau becandaannya kali ini sudah kelewata. “C’mon, it wasn’t a sin, right? You said, if you don’t know it, then it’s not a sin!” kilah kawan Estonia. Saya sempat bingung harus ngomong apa. Suasana menjadi kikuk. Kawan-kawan yang lain sepertinya nggak berani terlalu berkomentar. Akhirnya saya menjawan, “it’s okay. I already said bismillah before eating!” semua tertawa dan suasana kembali cair.
Malamnya, ketika semua sudah masuk kamar, kawan Estonia saya datang ke kamar. Ia meminta maaf karena telah melakukan hal tersebut. “that’s fine! But, please, don’t do it again,” kata saya menegaskan.
Ini yang saya maksud selera humor. Kamu nggak bisa marah dan mencak-mencak untuk membuat mereka mengerti. Buat saya, ini salah satu melatih cara kemampuan berdiplomasi kita.
2. Jangan sembarangan menyentuh
3. Party identik dengan minuman alkohol
Suatu saat, bisa saja kamu menerima undangan party. Party di luar negeri identik dengan minuman alkohol, sperti bir, vodka mix, atau cocktail. Kalau kamu nggak terbiasa minum- minuman berakohol, katakan terus terang. Menghindari undangan party terus-terusan hanya akan membuat kamu dituduh nggak suka bergaul. Sesekali datanglah. Jangan paksakan diri untuk minum kalau memang nggak bisa dan menurut agamamu nggak boleh. Di party biasanya juga menyediakan jus, kok.
4. Jangan sembarang meneraktir tanpa ada kesepakatan
Kalau kamu menerima ajakan keluar, bukan berarti si pengajak lantas akan menjamumu. Prinsipnya, kalian hanya hang-out together for fun. Kalau mereka ingin menjamumu, biasanya mereka akan mengatakan terus terang. Kalau mereka sudah mengatakannya, maka jangan menolak. Tindakanmu akan sangat menyinggung mereka.
5. Jangan menolak tip
Budaya memberi tip di luar negeri sudah jamak. Kalau seseorang memberi mu tip, maka terimalah. Mereka bakal tersinggung kalau kamu menolaknya. Bagi orang bule, memberi tip adalah bentuk penghargaan atas kerja kamu yang dinilai bagus dan memuaskan.
Email: info@konsultanpendidikan.com