
Jangan takut untuk mencoba masakan khas dari negara yang kamu datangi. Bukankah Korea terkenal dengan berbagai makanan lezatnya? Selain itu pada dasarnya lidah orang Indonesia biasanya bisa menyesuaikan diri lebih cepat dengan cita rasa Korea. Kalo ke restoran baru, kadang suka ngerasa gambling ya akan rasa masakannya? haha emang gitu sih.. apalagi kalo pelayan sekaligus pemilik, tukang masak, dan kasirnya dengan senyum lebar berkata, “ Good choice, makanannya ini bagus untuk kesehatan.” Firasat jadi tidak enak. Ketika pesanan keluar, ternyata itu adalah bubur rumput laut, yang baunya seperti rumput yang langsung diangkat dari laut ke meja makan. Pernah juga nih pengalaman orang yang pesen makanan baru, tiba-tiba yang keluar adalah sup daging anjing yang juga dipercaya orang Korea sangat baik untuk kesehatan.
Untuk itu berhati-hatilah jika kamu bertemu dengan makanan asing yang bergelar “baik untuk kesehatan”.
Untuk mengategorikan makanan Korea yang cukup banyak, dan masih banyak yang asing dengan telinga dan lidah orang Indonesia, kita akan bagi menurut harga dan dimana makanan itu akan ditemukan.
-
Food Street (harga berkisar 2.000-5.000 won)
Food street terdapat di sepanjang jalan yang ramai dilalui orang, outdoor market, sekitar stasiun subway, atau sekitar sekolah dan universitas. Bisa dijadikan snack, ganjelan atau makanan utama. Yang senang gorengan dan makanan instan, inilah tempatnya.
Beberapa makanan yang bisa kita jumpai dipinggir jalan:
- Kimbab (sushi berisi sayuran dan rumput laut)
- Odeng (fish cake mirip pempek)
- Tokpokki (rice cake yang di campur saus pedas)
- Sundae (sosis Korea yang berisi bihun di campur darah binatang)
- Twigim (bermacam-macam gorengan)
- Takkochi (sate ayam)
- Mandu (siomai)
-
Regular Food (harga berkisar 5.000-15.000 won)
Beberapa contoh makanan restoran yang kurang lebih cocok dengan lidah orang Indonesia :
- Samgetang (sop ayam utuh di campur ginseng, bawang putih, dan jujube-sejenis kurma, kata nutrisi, protein, dan digolongkan sebagai makanan untuk memberikan tenaga dan memulihkan kesehatan)
- Kalbitang (sop rusuk sapi dengan kaldu bening di campur dengan bihun kentang, ginseng, dan jujube)
- Kamjatang (sop tulang babi di campur dengan bergbagai sayuran dan kentang, sangat pedas)
Takgalbi (daging ayam kupas yang dipanggang atau ditumis dicampur kol, rice cake, dan sweet potato, cukup pedas)- Bulgogi (BBQ, biasanya dari daging sapi atau babi yang di celup ke minyak wijen, mustar, soy sauce, atau flavor lainnya dan dimakan dengan berbagai macam side dish, sayuran dan selada)
- Samgeopsal (daging babi yang diiris tipis kemudian dipanggang dan dimakan dengan berbagai macam sayuran mentah dan selada)
- Berbagai jenis mi: nengmyeon (mi dingin), kuksu (mi gandunm), ramyeon (mi instan)
- Bibimbab (nasi campur dengan berbagai sayuran di campur kochujang)
- Bokkumbab (nasi goreng dengan berbagai pilihan rasa, keju, kimchi, sosis, daging, seafood)
Apa yang tidak bisa dipesan di restoran?
Ikan goreng. Ikan dan seafood adalah makanan yang lumayan mahal, biasanya dimakan mentah, diasap, atau di panggang. Busan dan sekitarnya lebih terkenal dengan seafood dari pada Seoul.
Makanan Indonesia. Di Korea, kita bis amendpaati makanan Thailand, Vietnam, dan China, tapi tidak bisa menemukan makanan Indonesia. Kuliner Indonesia adalah makanan Asia yang belum populer di Korea. Ini adalah PR bagi kita untuk lebih agresif mempromosikan makanan Nusantara. Beberapa warung Indonesia terdapat di daerah Ansan yang banyak orang asing dan migrant worker-nya, tapi biasanya orang Korea tidak makan di sana.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com