Detektif telah menggunakan bukti darah untuk membantu menyelesaikan kejahatan sejak zaman Sherlock Holmes. Ilmu analisis pola noda darah—menggunakan konfigurasi darah yang tertinggal di TKP untuk merekonstruksi detail kejadian—sama pentingnya dengan investigasi TKP seperti halnya sidik jari atau analisis DNA. Namun seperti ilmu pengetahuan yang sudah berusia satu abad, ilmu pengetahuan harus memperbarui pedomannya agar bisa mengikuti teknologi kehidupan kita sehari-hari dan material modern yang ditemukan di TKP.
Di Lab Cairan Universitas Boston, James Bird berkarier dengan mempelajari interaksi antara cairan dan lingkungannya—dan penelitian terbarunya dapat membantu memberikan alat baru bagi para ilmuwan forensik untuk menganalisis noda darah. Dengan dukungan hibah dari National Institute of Justice, laboratorium Bird melakukan serangkaian eksperimen yang dirancang untuk mensimulasikan jenis bukti darah yang ditemukan di TKP: mulai dari pola penyebaran kompleks yang terkait dengan luka tusuk hingga dinamika setetes darah manusia. darah jatuh ke permukaan.
Dalam video mendalam kami, kami duduk bersama Bird dan rekan-rekannya saat mereka mempelajari interaksi kompleks darah manusia di berbagai permukaan—dan melihat bagaimana pekerjaan mereka dapat mempengaruhi investigasi TKP di masa depan.
Email: info@konsultanpendidikan.com