Beasiswa S2 University of Cambridge 2022

facebook.com

Gates Cambridge Scholarship yang didirikan sejak 2000 kembali memberi kesempatan bagi calon mahasiswa studi pascasarjana (S2 dan S3) untuk kuliah di semua program studi di University of Cambridge, Inggris, tahun ajaran 2022-2023. Menariknya, dari beasiswa Gates Cambridge, pelamar tidak dibatasi umur. Selama memenuhi syarat, kamu bisa mengajukan diri.

Setiap tahun ada 80 kandidat akan dipilih untuk menerima beasiswa Gates Cambridge. Dari jumlah kuota tersebut, 55 kursi akan diberikan bagi kandidat internasional, termasuk pelamar Indonesia, selebihnya yakni 25 kursi ditujukan bagi warga AS. Beasiswa ini sudah dibuka sejak 1 September 2021 dan berakhir pada Desember 2021 atau Januari 2022.

Dilansir dari laman gatescambridge.org, komponen inti yang ditanggung oleh Beasiswa Gates Cambridge 2022 meliputi biaya kuliah penuh di University of Cambridge, tunjangan pemeliharaan sekitar 17.848 poundsterling atau Rp 351 juta per tahun.

Penyelenggara juga mempertimbangkan untuk memberikan dana tambahan berdasarkan kebijakan, seperti biaya pengembangan akademik sekitar 500-2.000 poundsterling atau sekitar Rp 9 hingga 39 juta untuk menghadiri konferensi dan perkuliahan.

Tunjangan keluarga hingga 10.120 poundsterling atau Rp 199 juta bagi yang memiliki seorang anak dan maksimal 14.440 poundsterling atau Rp 284 juta untuk dua orang anak atau lebih. Selain itu, fasilitas yang didapatkan antara lain:

  • Biaya kuliah penuh di University of Cambridge
  • Tiket pesawat pemberangkatan dan pemulangan
  • Biaya visa masuk
  • Biaya layanan kesehatan
  • Dana tambahan

Persyaratan umum

  1. Terbuka bagi siapa pun kecuali warga negara Inggris.
  2. Melamar untuk perkuliahan secara penuh waktu di University of Cambridge dengan kriteria sebagai berikut : MLitt atau MSC, PhD, Kuliah pascasarjana 1 tahun.
  3. Pelamar yang sedang menjalani perkuliahan di jenjang yang sama tidak berhak menerima beasiswa kecuali mendaftar pada perkuliahan yang baru.

Kriteria pelamar beasiswa

  1. Memiliki alasan yang kuat memilih jurusan yang dituju.
  2. Memiliki prestasi akademik.
  3. Memiliki jiwa dan kapasitas kepemimpinan.
  4. Memiliki komitmen untuk meningkatkan kehidupan orang lain.

Program yang tidak memenuhi syarat Beasiswa Gates Cambridge:

  • Semua undergraduate degree seperti BA (undergraduate) atau BA yang berafiliasi (BA kedua)
  • Business Doctorate (BusD)
  • Master of Business (MBA)
  • Master of Finance (MFin)
  • PGCE
  • MBBChir Clinical Studies
  • MD Doctor of Medicine degree (6 tahun, paroh waktu)
  • Graduate Course in Medicine (A101)
  • Part-time degrees
  • Non-degree courses

Cara mendaftar

  • Pelamar terlebih dahulu mendaftar ke program pascasarjana di University of Cambridge dan mengajukan beasiswa Gates Cambridge.
  • Lengkapi formulir yang tersedia pada kolom Gates Cambridge Statement.
  • Isi kolom referensi yang tersedia.
  • Daftar secara online di laman Graduate Admission Office University of Cambridge.
  • Lampirkan dokumen yang diperlukan.
  • Persiapkan dokumen tambahan sesuai dengan pihak universitas.

Syarat dokumen

  • Formulir aplikasi GRADSAF
  • 2 surat referensi akademik.
  • Transkrip akademik.
  • Dibutuhkan 1 referensi personal yang ditujukan khusus untuk Gates Cambridge Scholarship.
  • Resume/CV
  • Proposal riset.

Beasiswa ini sudah dibuka sejak 1 September 2021 dan berakhir pada Desember 2021 atau Januari 2022. Apabila kandidat lolos dalam seleksi berkas, akan dilakukan interview pada Februari atau Maret 2022. Info lengkap seputar beasiswa dapat dilihat melalui tautan.

Sumber: kompas.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Dewi Nur Aisyah S3 di Inggris dan Bawa Anak Tanpa Pengasuh

images-tm.tempo.jpg

Peran seorang ibu rumah tangga (IRT) tentu enggak mudah. Tapi bagi Dewi Nur Aisyah, S.KM, M.Sc, PhD, DIC, seorang perempuan yang kemudian jadi IRT tetap bisa berdaya dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kini, Dewi sudah memiliki tiga anak, Bunda. Saat menjabat sebagai Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, lulusan S3 di Inggris ini hamil anak ketiga dan tetap bekerja hingga melahirkan.

Dewi masuk gugus tugas sejak awal Satgas terbentuk, tepatnya 25 Maret 2020. Saat tiga bulan pertama, anak keduanya baru berusia 1,5 tahun. Karena panggilan negara yang menyangkut nyawa banyak orang, ia minta izin dulu ke orang tua, suami, dan anak-anak.

“Izinkan Dewi untuk mengabdi untuk negara. Karena konsekuensinya pada saat itu, datang pagi dan pulang bisa jam 12 malam, atau jam 1 malam,” kenang Dewi Nur Aisyah, dalam seminar online Awesome Mom: Bertumbuh, Berkarya, dan Bermakna.

Dalam acara yang digelar oleh Komunitas Bunda 1011 itu, Dewi juga bercerita bahwa kondisi Satgas saat itu hectic banget, Bunda. Pekerjaan yang biasanya diselesaikan dalam tempo sebulan, mereka harus selesaikan dalam sehari.

Tugas Dewi dan tim antara lain membuat Instruksi Menteri hingga Surat Edaran Ketua Satgas. Di tengah bertugas, ternyata Dewi hamil anak ketiga dan tetap bekerja. Bahkan, lima hari setelah melahirkan, ia sudah presentasi di rapat koordinasi nasional.

“Saya paham pasti lelah. Tahu lah rasanya bagaimana habis melahirkan, stres, capek banget, bayinya masih nangis, malam tidurnya sedikit. Tapi, itu adalah bagian dari komitmen saya,” tuturnya.

Ya, Dewi menganggap bahwa itu adalah bagian dari semangat dan dedikasi terhadap tugas negara. Saat berkomitmen memberikan yang terbaik untuk bangsa, dalam kondisi apapun pasti ia lakukan, Bunda.

“Ketua Satgas pasti meminta saya paparan di depan semua gubernur. Bisa tiba-tiba, Presiden meminta data dadakan dan dua jam harus selesai. Mau tidak mau, tetap kita kerjakan,” ucapnya.

Wah, ternyata sesibuk itu ya tugasnya. Selain pengalaman bertugas di Satgas, Dewi juga menceritakan perjuangan menyelesaikan studi S3 di Inggris. Ia ditemani sang suami dan membawa anak pertama mereka. Tanpa pengasuh lho.

Sumber: haibunda.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Sekolah S2 di Luar Negeri, Nadia Atmaji Kompak Urus Anak dengan Suami

No photo description available.
facebook.jpeg

Wanita yang akrab disapa Nadia ini menjadi salah satu sosok inspiratif, lho. Bagaimana tidak, selain memiliki kesibukan sebagai pengusaha, penulis dan content creator di platform YouTube maupun Instagram, Bunda seorang anak perempuan ini juga menjadi mahasiswa master di Universitas UCL London, Inggris, lho.

Diketahui, Nadia menjadi salah satu dari ribuan calon mahasiswa program beasiswa LPDP, Bunda. Di kampus UCL London, ia mengambil jurusan Digital Media, Culture and Education dengan durasi selama 12 bulan.

Meski memiliki kesibukan yang luar biasa, Nadia tampaknya berhasil mengatur semuanya, ya. Bahkan, Nadia sendiri mengaku tak menyangka bahwa dirinya bisa diterima di kampus tersebut.

“Alhamdulillah, jujur sangat tidak menyangka bisa diterima di kampus terbaik ke 8 di dunia”.

“Saya ingin menjadi individu yang lebih baik.”

“Mempunyai karir yang lebih maju, sehingga bisa bermanfaat untuk keluarga dan lebih banyak orang di lingkungan sekitar saya”.

Nadia nyatanya juga sudah merencanakan untuk membawa anaknya, Ayana, dan sang suami, Bisma Anugerah, ke Inggris. Mereka bahkan sudah menyiapkan berbagai hal, mulai dari riset pada bunda-bunda mahasiswa di sana, akomodasi, hingga cara berhemat hidup di negara tersebut.

Suami dan anak Nadia juga sudah membuat paspor baru serta cek kesehatan untuk keperluan visa.

“Semula anak dan suami saya memang direncanakan untuk ikut ke Inggris. Semua hal telah dipersiapkan, sudah riset ke teman ‘student mama’ yang berhasil membawa keluarga ke luar negeri, sudah survei tempat tinggal atau akomodasi, sudah cari tahu cara berhemat juga”.

Akan tetapi, rencana tersebut tak dapat diwujudkan, Bunda. Ini karena Indonesia masuk dalam daftar negara yang dilarang masuk di masa pandemi COVID-19.

“Namun tiba-tiba Indonesia menjadi red-list countries. Artinya kami harus mengikuti karantina wajib di hotel dengan biaya yang luar biasa besar.”

“Padahal untuk suami dan anak, tidak ditanggung oleh LPDP”.

Dengan berat hati, akhirnya Nadia dan suami pun merundingkan hal tersebut. Mereka lantas mengambil keputusan untuk Nadia sendiri yang berangkat. Dari hasil keputusan itu, Nadia berharap agar suatu saat nanti, keluarganya dapat mengunjunginya di sana.

“Setelah saya dan suami berdiskusi dengan mendalam dan mempertimbangkan berbagai aspek serta masukan dari orang tua, akhirnya diputuskan saya saja yang berangkat ke Inggris.”

“Suami dan anak tetap di Indonesia. Harapannya suatu saat mereka bisa visit ke London”.

Nadia mengaku sedih karena ia pernah membayangkan sang buah hati berlari-lari di taman di Inggris. Menurut Nadia, alasan utama ia tak mengajak anak dan suami karena situasi pandemi yang penuh ketidakpastian.

Selain itu orang tua Nadia dan suami juga memberi masukan agar ia tak membawa anaknya untuk alasan kesehatan dan keamanan.

“Suami saya juga pernah S2 di Australia, ia paham bagaimana tugas mahasiswa master bisa sangat menyita waktu dan mental. Ia ingin saya fokus berkuliah”.

Lebih lanjut, Nadia berterima kasih kepada kedua orang tuanya karena telah mengajarkan dirinya untuk mengejar mimpi. Bahkan, kata Nadia, orang tuanya berkenan turut menjaga anaknya selama ia kuliar.

“Ayah saya bilang saat di bandara, “Nadia fokus belajar saja. Anakmu di tangan yang benar.” Air mata di pelupuk mata saya tak terasa menetes begitu saja”.

Begitu pula dengan kedua mertua Nadia. Menurutnya, sang mertua tidak menghakimi dan sangat mendukung keputusannya.

“Mereka menguatkan saya dalam proses yang berat ini”.

Sumber: haibunda.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Pertukaran Pelajar di Kampus Mirip Hogwarts

University of Glasgow
akcdn.detik.jpeg

Siapa bilang kuliah di Hogwarts hanya ada di khayalan saja? Berkuliah di kampus mirip Hogwarts berhasil diwujudkan oleh salah satu mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Dina Rizqyatuzzahra merupakan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Unsoed angkatan 2018. Dia lolos mengikuti seleksi Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Di Unsoed sendiri ada enam mahasiswa yang lolos dalam seleksi IISMA.

Dina lolos seleksi dan mendapatkan kesempatan satu semester berkuliah di kampus mirip Hogwarts yaitu University of Glasgow, Inggris.

Dina memilih University of Glasgow tentu bukan tanpa alasan. Menurutnya, University of Glasgow adalah salah satu universitas top dan tertua ke 4 di UK. Dina menganggap kampus ini seperti di film Harry Potter.

Bangunannya antik dan unik seperti cerminan Hogwarts dalam serial Harry Potter.

Dina juga menyampaikan, kampus ini juga terletak di kota Glasgow yang indah dan aman bagi pelajar.

Menurut Dina, dengan adanya program beasiswa IISMA kerjasama Kemendikbud dan LPDP dapat memberikan kesempatan berharga bagi para mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman baru. Ia juga mengatakan jika belajar di luar negeri akan menambah wawasan dan teman baru.

Dengan mengikuti program ini, kita dapat menambah wawasan mengenai negara yang kita kunjungi dan menambah ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di kampus tempat kita belajar di Indonesia.

Adapun, Dina juga memberikan tips agar dapat lolos seleksi program IISMA. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dikarenakan seleksinya ketat dan memiliki banyak pesaing.

Dina mengungkapkan salah satu syarat utamanya adalah memiliki kemampuan bahasa Inggris.

Kemudian yang tak kalah penting tentunya adalah tekad, mental, dan doa yang kuat untuk dapat mengikuti seleksi dengan menonjolkan keunggulan yang dimiliki di diri masing-masing dan berdoa semoga selalu diberikan kelancaran.

Selain itu, program ini juga dapat menjadi motivasi bagi saya untuk mengikuti program beasiswa lain untuk studi lanjut dan memotivasi teman-teman khususnya dari Unsoed untuk mengikuti program IISMA sehingga mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang tidak didapatkan di tempat lain.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Mahasiswa Unair Peraih Beasiswa Inggris

Mahasiswa Unair
akcdn.detik.jpeg

Naufalluthfi Widodo mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) merasa senang karena mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di Inggris melalui program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA).
Selama berkuliah di Inggris, mahasiswa kedokteran tersebut mengaku merindukan masakan Indonesia dan dirinya merasakan perbedaan berkuliah di Inggris dan Indonesia.

Yang paling berkesan adalah terkait dengan cuaca di Inggris yang cukup dingin. Selain itu, durasi waktu berkuliah yang hanya 8 jam per minggunya dan makanan yang lebih hambar dari Indonesia adalah perbedaan berkesan yang saya rasakan.

Naufal sendiri berkesempatan berkuliah di salah satu universitas terbaik dunia yakni University of Sussex. Walaupun merasakan perbedaan waktu yang cukup banyak, Naufal sangat bersyukur karena berhasil mewujudkan impiannya untuk berkuliah di luar negeri dan mempelajari budayanya.

Ia juga bercerita kesibukannya sebagai mahasiswa Kedokteran tidak menyulitkan dirinya untuk mempersiapkan program tersebut.

Karena banyak pihak yang membantu, sehingga saya tidak merasa terbebani dan proses seleksi sangat mudah saya jalani.

Di University of Sussex, Naufal mengambil program studi Psikologi. Ia memiliki ketertarikan pada program tersebut. Sebabnya, prodi Psikologi memiliki relevansi dengan kuliahnya di Unair yaitu Kedokteran.

Materinya sedikit serupa dengan kedokteran dan University of Sussex adalah salah satu yang terbaik di United Kingdom.

Naufal sendiri membutuhkan dua bulan untuk melalui proses seleksi. Awal mulanya dengan pendaftaran pada bulan Juni 2021 hingga jadwal keberangkatan di bulan Agustus pada tahun yang sama.

Adapun, Naufal sempat mengalami kesulitan karena masalah visa. Beruntungnya banyak pihak yang membantu sehingga dapat terselesaikan dengan baik.

Selain persiapan administrasi, Naufal mengaku pentingnya untuk mempersiapkan mental dan niat yang kuat.

Utamanya juga harus mempersiapkan mental dan kemauan untuk mengikuti program tersebut. Saya juga mempersiapkan dokumen lain seperti nilai transkrip akademik dan sertifikasi bahasa Inggris yang menjadi hal penting dalam program ini.

Naufal juga berpesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti IISMA agar tetap percaya diri.

Terus mencoba, adalah hal yang terpenting. Sertai dengan proaktif untuk bertanya mengenai program tersebut dan tingkatkan kemampuan diri.

Mahasiswa Unair tersebut juga berharap agar dapat melanjutkan studi di luar negeri.

IISMA menjadi langkah awal saya dalam menggapai mimpi saya tersebut.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Beasiswa S2 di 12 Kampus UK Dibuka

britishcouncil.id.png

Terdapat 12 perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam program beasiswa untuk tahun akademik 2022-2023. Tiga diantaranya merupakan beasiswa keadilan dan hukum yang tersedia di Universitas Nottingham Trent, Universitas Warwick, dan Universitas Southampton.

Melansir British Council, beasiswa GREAT menawarkan beasiswa dari universitas di UK di berbagai mata pelajaran untuk mahasiswa dari 18 negara. Masing-masing mahasiswa akan menerima beasiswa sebesar £10,000 untuk biaya kuliah program pascasarjana yang diajarkan selama satu tahun.
Berikut daftar 12 perguruan tinggi penyedia beasiswa GREAT untuk tahun akademik 2022-2023:

1. Keele University
2. Sheffield Hallam University
3. Swansea University
4. University of Bath
5. University of Derby
6. University of Dundee
7. University of Nottingham
8. University of Stirling
9. University of Wolverhampton
10. Universitas Nottingham Trent
11. Universitas Warwick
12. Universitas Southampton

Syarat Pendaftaran Beasiswa
1. Merupakan warga negara Indonesia.

2. Memiliki gelar sarjana, termotivasi dan memiliki minat pada bidang studi yang diusulkan.

3. Memenuhi persyaratan bahasa Inggris dari UK HEI (Higher Education Institution).

4. Menjalin hubungan dengan Inggris sebagai seorang sarjana, melalui pemenuhan pribadi dan akademik.

5. Bersedia menghadiri acara komunitas penerima beasiswa GREAT yang berbasis di Inggris, untuk mendiskusikan pengalaman dan menangkap persepsi belajar di Inggris.

6. Bersedia untuk mempertahankan kontak dengan British Council dan HEI mereka dan bertindak sebagai duta besar untuk beasiswa GREAT.

7 Sebagai alumni beasiswa GREAT, bersedia untuk berbicara dengan kandidat potensial tentang pengalamannya sendiri belajar di Inggris.

Cara Pendaftaran Beasiswa
1. Kunjungi halaman universitas di atas untuk mengetahui informasi lebih lanjut dan kemudian ikuti tautan melalui situs web universitas.

2. Pendaftaran untuk beasiswa individu mengikuti instruksi yang diberikan di halaman web beasiswa masing-masing universitas.

3. Batas waktu untuk mengajukan beasiswa GREAT bervariasi sesuai dengan masing-masing institusi. Untuk detail tentang tenggat waktu masing-masing institusi, silakan lihat halaman institusi.

4. Sarjana yang berhasil akan diinformasikan oleh masing-masing universitas tentang hasil aplikasi mereka.

5. Pendanaan beasiswa akan diberikan kepada para sarjana yang berhasil oleh masing-masing universitas setelah pendaftaran.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami