UCL di Inggris Raya

i.guim.co.uk.jpg

UCL didirikan pada tahun 1826 untuk membawa pendidikan tinggi bagi mereka yang biasanya dikecualikan darinya. Pada tahun 1878, itu menjadi universitas pertama di Inggris yang menerima wanita dengan persyaratan yang sama dengan pria.

Terletak di jantung kota London, UCL adalah perguruan tinggi konstituen dari University of London dan anggota Russell Group, dengan sekitar 850 profesor dan lebih dari 6.000 staf akademik dan penelitian.

UCL terdiri dari 11 fakultas: Seni dan Humaniora, Lingkungan Buatan, Ilmu Otak, Teknik, Institut Pendidikan, Hukum, Ilmu Hayati, Ilmu Matematika dan Fisika, Ilmu Kedokteran, Ilmu Kesehatan Penduduk, dan Ilmu Sosial dan Sejarah.

Sepanjang sejarahnya, UCL telah menjadi tempat lahirnya banyak penemuan ilmiah yang signifikan, dengan 29 Hadiah Nobel diberikan kepada mahasiswa atau staf UCL, termasuk William Ramsay, yang memenangkan Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1904 untuk penemuannya tentang gas mulia.

Selain itu, komunitas akademik UCL termasuk 53 Fellows dari Royal Society, 51 Fellows dari British Academy, 15 Fellows dari Royal Academy of Engineering, dan 117 Fellows dari Academy of Medical Sciences.

Badan mahasiswa hampir 36.000-kuat dan UCL memiliki salah satu sistem studi pascasarjana terbesar di negara ini. Hampir 52 persen siswa terlibat dalam studi pascasarjana.

Mahasiswa berasal dari sekitar 150 negara di seluruh dunia yang merupakan lebih dari sepertiga dari seluruh populasi mahasiswa universitas.

UCL adalah universitas Inggris pertama yang membuka kampus di Doha, Qatar, di mana ia menjalankan pusat studi warisan budaya. Ia juga hadir di Adelaide, Australia Selatan, yang mencakup ilmu luar angkasa dan lembaga kebijakan energi.

Alumni UCL termasuk sutradara film Derek Jarman, penulis Lynne Truss, Baroness Patricia Scotland, yang menjadi Jaksa Agung wanita pertama di Inggris, dan Marie Stopes, yang mendirikan klinik keluarga berencana pertama di Inggris.

Moto universitas dalam bahasa Latin diterjemahkan sebagai ‘Biarkan semua datang yang berdasarkan prestasi pantas mendapatkan hadiah paling banyak.’

Sumber: timeshighereducation.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Artis Bergelar S1 di Inggris & S2 Awardee LPDP

denotasi.jpg

Meski sejak kecil terjun ke dunia tarik suara, Gita Gutawa tidak pernah mengesampingkan pendidikannya. Bahkan putri dari komposer musik Erwin Gutawa ini, telah berkomitmen sejak awal agar kariernya tidak menganggu sekolah.

“Saat aku masih sekolah dan nyanyi di waktu yang bersamaan, mengatur waktu bukan hal yang gampang. Prinsipnya, aku tidak mau kegiatan menyanyiku mengganggu sekolah, jangan sampai bolos kalau ga penting atau ga sedang sakit,” ungkapnya.

A. Manajemen waktu dalam belajar
Komitmen Gita dalam bermusik dan berpendidikan terbukti berhasil dengan selalu menjadi juara umum saat sekolah dan juga sempat didaulat menjadi Duta Pendidikan di tahun 2009. Bahkan Gita selalu belajar saat berada di belakang panggung.

“Senin sampai Jumat sekolah, terus weekend nyanyi. Untuk hari-hari biasa bisa juga manggung, cuman harus skala acaranya besar dan di Jakarta. Dalam sebulan aku selalu minta satu ‘weekend’ untuk main dan jalan-jalan sama teman,” katanya.

B. Berhasil kuliah S1 di Inggris
Dengan komitmen terhadap pendidikan yang kuat, akhirnya selepas lulus dari SMA Bina Nusantara, Gita memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S1 di luar negeri.

Gita mengaku sejak kecil memang ingin sekali kuliah di UK. Jadi dia akhirnya kuliah di University of Birmingham, Inggris dengan mengambil Jurusan Ekonomi.

“Dulu waktu kecil, sewaktu masih SD, pernah ikut Papa ke UK dan terus terang tertarik banget untuk kuliah di sini. Dalam hatiku berkata ‘one day’ aku harus kuliah di UK” ujarnya.

C. Sempat mendaftar ke Oxford dan LSE
Sebelum diterima Birmingham, Gita sempat mendaftar ke lima kampus di UK di antaranya ada Oxford University dan London School of Economics and Political Science (LSE). Namun, sayangnya ia belum memenuhi persyaratan sehingga tidak berhasil lolos.

Mesti begitu ia tetap berpikir positif dan berusaha semaksimal mungkin. Dengan belajar maksimal di Birmingham University, Gita berhasil menjadi mahasiswa berprestasi di jurusannya.

D. Lanjut S2 dengan beasiswa LPDP
Setelah lulus S1 Gita tidak langsung kembali ke dunia hiburan, tetapi melanjutkan pendidikan masternya di London School of Economics and Political Science, Inggris.

Bahkan ia berhasil kuliah S2 tersebut dengan beasiswa LPDP dan mengambil jurusan Culture and Society.

Hal itu memang keinginan Gita untuk melanjutkan pendidikan agar terus belajar di bidang lain dan bisa mengembangkan diri.

“Walaupun aku mungkin sudah punya ‘karier’, aku rasa banyak hal yang tetap harus aku kembangkan. Bahkan akhirnya untuk kuliah, aku justru memilih jurusan di luar musik,” terangnya.

Menurut Gita, bagi calon mahasiswa yang ingin meraih cita-cita harus memiliki tekad kuat dan berani mencoba karena hal itu penting untuk bermimpi.

“Jangan takut untuk meraih cita-cita. Kalau punya cita-cita langsung tekadkan saja. Jangan takut untuk bermimpi!” ungkapnya.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

London Series: Social Life at International Hall (English)

Social life is an incredibly important part of living in a student accommodation. The opportunity to live with your peers for socialisation or working together on schoolwork is part of the overall uni experience. International Halls is no exception to this common phenomena as social life is a massive part of living there.

Exposure:

For catered residents, social life will be very important as they will dine together frequently. When catered, residents will have to meet each other at least once a day or two assuming they are at the halls at both meal times. This is a great opportunity to meet other residents and befriend them as meeting them is both inevitable and frequent.

Also, there are various areas where students tend to meet up an interact. The common room is a popular choice amongst the students as there are a number of activities to do there. There is a ping-pong table, pool table and couches where students can just converse relaxingly.

Furthermore, the various events at International Hall become great opportunities to meet other students. For example, the weekly sporting events are great at bonding. Playing sports together is quite good at building relationships between people in general, especially if its done regularly. The regular sporting events at International Hall allow you to continue to hang out with the people you play with at various other times giving you an opportunity to deepen the relationship.

Interaction:

The resident interaction at International Hall is very positive. Residents here are generally welcoming and love the opportunity to make new friends. As a result, it is very easy to integrate yourself into the community to help make your uni experience a fun one.

Also, International Hall houses a very diverse resident pool. Residents will meet people from a large variety of backgrounds and should not worry about feeling out of place.

For more information please contact:

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Link to International Hall:

https://halls.london.ac.uk/international-hall

St George’s, Hospital Medical School di inggris

fastly.4sqi.jpg

St George’s, University of London (SGUL) adalah Sekolah Kedokteran yang berlokasi di Tooting di London Selatan dan termasuk dalam sistem Universitas London. Ini adalah satu-satunya universitas di Inggris yang didedikasikan sepenuhnya untuk pendidikan, pelatihan, dan penelitian ilmu kedokteran dan kesehatan.

Berasal dari tahun 1733, lembaga ini sebenarnya adalah lembaga kedua di Inggris yang menyediakan kursus pelatihan formal untuk dokter – setelah Universitas Oxford. St George berafiliasi dengan Universitas London segera setelah pendiriannya pada tahun 1836.

Universitas ini menawarkan program dasar dan sarjana dalam berbagai mata pelajaran, yang meliputi: ilmu biomedis, praktik perawatan kesehatan, ilmu perawatan kesehatan, kedokteran dan studi asosiasi dokter MSc. Untuk memfasilitasi pembelajaran, universitas berafiliasi erat dengan Rumah Sakit St George dan merupakan salah satu Rumah Sakit Serikat.

Selain itu, fakultas bersama didirikan dalam afiliasi dengan Universitas Kingston, menawarkan gelar seperti: fisioterapi, ilmu paramedis, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, pekerjaan sosial dan radiografi terapeutik.

Untuk memperluas pengalaman bagi siswa, ada kemitraan dengan University of Nicosia, yang menampilkan penempatan klinis internasional di Israel dan Amerika Serikat.

Untuk memfasilitasi pembelajaran, perpustakaan universitas menawarkan berbagai macam bahan kedokteran spesialis dan ilmu kesehatan. Ini juga menawarkan ruang belajar, ruang diskusi kelompok, dan ruang sumber daya komputer, serta ruang kerja sosial.

Khususnya, pada tahun 2015, sebuah pusat pelatihan realitas virtual paramedis baru dibuka oleh universitas, yang meniru berbagai adegan seperti kebakaran klub malam atau kecelakaan di pinggir jalan.

Untuk memastikan siswa merasa betah, setiap siswa tahun pertama ditugaskan seorang ‘ibu’ atau ‘ayah’ yang berada di tahun di atas. ‘Orang tua’ bertindak sebagai mentor bagi siswa baru, sambil memberi mereka nasihat tentang kursus dan sering mengajari mereka saat dibutuhkan.

Alumni terkenal termasuk Sir Benjamin Collins Brodie, seorang ahli fisiologi dan ahli bedah yang mempelopori penelitian tentang penyakit tulang dan sendi, Sir Francis Darwin seorang ahli botani dan putra Charles Darwin, dan Henry Vandyke Carter, seorang ahli anatomi, ahli bedah, dan seniman anatomi yang terkenal dengan ilustrasinya tentang buku, Gray’s Anatomy.

Sumber: timeshighereducation.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Potret El Rumi Masa-masa Kuliah di London

Potret El Rumi (Instagram/@elelrumi)

Hampir semua masyarakat Indonesia telah mengenal nama Ahmad El Jalauddin Rumi atau yang akrab dipanggil El Rumi. Selain karena statusnya sebagai anak Maia Estianty dan Ahmad Dhani, El juga dikenal oleh masyarakat luas karena prestasinya.

Semasa kecil, ia bersama kedua saudaranya, Al dan Dul, mulai terkenal lewat lagu mereka yang berjudul “Superman”. Memasuki masa remaja, El pun mengikuti jejak kedua orang tuanya terjun ke dunia entertainment dan menjajal karier sebagai seorang aktor. 

Di tengah popularitasnya tersebut, El Rumi justru memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di London. Kini, El Rumi telah berhasil mewujudkan mimpi sang bunda yang ingin punya anak lulusan luar negeri. Penasaran bagaimana potret El Rumi saat kuliah di London? Yuk kepo bareng di sini!

1. Belum lama ini, El Rumi resmi menyandang gelar sarjana dari University of Westminster, London, UK. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya di jurusan Bisnis di salah satu universitas terbaik di dunia tersebut hanya dalam waktu tiga tahun saja.

Potret El Rumi (Instagram/@elelrumi)

2. Jadi wisudawan corona, El Rumi pun terpaksa hanya bisa merayakan momen istimewanya tersebut secara daring di rumah saja. Beruntungnya, ia masih bisa kembali ke Tanah Air di tengah pandemi Covid-19 ini dan merayakan wisudanya bersama sang bunda, Maia Estianty, dan ayah sambungnya, Irwan Mussry. 

Potret El Rumi (Instagram/@elelrumi)

3. Momen kedekatan El Rumi dan Daddy Irwan terlihat jelas dalam potret wisuda ini. Keduanya tampak tidak canggung dengan satu sama lain. Bahkan, El Rumi dan Irwan bertukar posisi sehingga justru Irwan Mussry lah yang diwisuda dalam momen tersebut.

Potret El Rumi (Instagram/@maiaestiantyreal)

4. Sejak awal merebaknya virus Covid-19, El Rumi diketahui sudah pulang ke Indonesia dan mengikuti perkuliahan secara daring. Namun pada awal tahun ini, ia sempat kembali ke London selama beberapa bulan untuk menyelesaikan semua administrasi dan urusannya di kampus. 

Potret El Rumi (Instagram/@elelrumi)

5. Selama kembali ke Londong, El Rumi menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa tempat sebelum benar-benar boyongan dari negeri Ratu Elizabeth tersebut. Potret El Rumi selama berada di kota yang memberikan kesan autentik khas Kerajaan Inggris itu bikin iri, ya.

Potret El Rumi (Instagram/@elelrumi)

Sumber: matamata.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

El Rumi Lulus dari University of Westminster Diwisuda di Rumah

El Rumi berfoto bareng suami Maia Estianty, Irwan Mussry seusai diwisuda online

Ahmad Jalaludin Rumi atau yang akrab dipanggil El Rumi, memberikan kabar menggembirakan dia baru saja diwisuda sebagai lulusan University of Westminster.

Kabar gembira tersebut diposting El Rumi dalam Instagram pribadinya @elelrumi. Dalam postingannya tersebut, pemain musik berusia 22 tahun itu menggungah foto diapit Maia Estianty dan suaminya, Irwan Mussry di kediaman mereka di kawasan Pejaten Jakarta.

Karena masih dalam kondisi pandemic Covid-19, wisuda terpaksa dilakukan jarak jauh atau secara online, dengan mengambil tempat di rumah Maia Estianty.

“Alhamdulillah, sore tadi akhirnya resmi Lulus dan menjadi bagian dari Alumni University of Westminster @uniwestminster,” tutur El Rumi dalam captionnya yang diposting Selasa 10 Agustus 2021.

El Rumi mengaku bangga bisa mewujudkan impian bundanya tersebut untuk memiliki anak lulusan luar negeri

“Senengnya bisa mengkabulkan salah satu impian Bunda @maiaestiantyreal yaitu punya anak lulusan Luar Negeri,” paparnya.

Mai Etsianty pada hari yang sama juga memposting momen menggembirakannya itu.

Lucunya, dalam foto yang diunggah di poingan Maia, selempang yang bertuliskan Ahmad Jalaludin Rumi justru dipakai Irwan Mussry.

“Yang wisuda online ternyata daddy nya @irwanmussry hahaa… ,” tutur Maia.

“Terimakasih @elelrumi sudah mewujudkan cita-cita bunda dan daddy, untuk mencapai ilmu setinggi2nya…. Love you..,” paparnya.

Dalam acara wisuda onlie di rumah Maia Estianty dan Irwan Mussry tersebut, tidak terlihat kaka El Rumi yakni Al, dan adiknya Dul. Demikian pula ayahnya yakni Ahmad Dhani tidak tampak.

Seperti diketahui, El Rumi kuliah di University of Westminster, London, Inggris sejak tahun 2017.

El Rumi memang beberapa kali pulang ke Indonesia, namun hingga saat ini kuliahnya di London masih terus berjalan.

Tentu untuk kuliah di luar negeri apalagi di Eropa, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tudak saja untuk biaya kuliah, tetapi juga untuk biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari.

Dalam tayangan YouTube Sule Channel yang diunggah 17 September 2020, El Rumi mengungkapkan bahwa yang membiayai dirinya selama kuliah di London adalah Maia dan suaminya Irwan Mussry.

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami