UWA Global Excellence Scholarship 2026: Beasiswa Kuliah di Australia Hingga AUD 48.000 untuk Mahasiswa Internasional

UWA Global Excellence Scholarship 2026: Kesempatan Kuliah di Australia dengan Beasiswa Hingga AUD 48.000

Bagi siswa dan mahasiswa Indonesia yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Australia, kabar baik datang dari The University of Western Australia. Melalui program UWA Global Excellence Scholarship 2026, mahasiswa internasional berkesempatan mendapatkan potongan biaya kuliah yang signifikan untuk jenjang Sarjana (S1) maupun Pascasarjana (S2).

Program beasiswa ini dirancang untuk memberikan penghargaan kepada calon mahasiswa berprestasi yang ingin menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik di Australia.

Apa Itu UWA Global Excellence Scholarship 2026?

UWA Global Excellence Scholarship merupakan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa internasional yang memenuhi persyaratan akademik tertentu saat mendaftar ke The University of Western Australia.

Keunggulan utama program ini adalah tidak diperlukan aplikasi beasiswa terpisah. Seluruh pelamar yang memenuhi syarat akan secara otomatis dipertimbangkan untuk mendapatkan beasiswa saat mengajukan aplikasi studi ke UWA.

Nilai Beasiswa UWA Global Excellence Scholarship 2026

Beasiswa S1 (Undergraduate)

Mahasiswa yang mengambil program Sarjana dapat memperoleh:

  • Hingga AUD 48.000 untuk program studi berdurasi 4 tahun
  • Hingga AUD 36.000 untuk program studi berdurasi 3 tahun

Beasiswa S2 (Postgraduate)

Mahasiswa yang mengambil program Pascasarjana dapat memperoleh:

  • Hingga AUD 24.000 untuk program studi berdurasi 2 tahun

Dengan nilai beasiswa tersebut, mahasiswa dapat menghemat biaya pendidikan hingga ratusan juta rupiah selama masa studi di Australia.

Siapa yang Bisa Mendaftar?

Beasiswa ini terbuka bagi:

  • Lulusan SMA Indonesia
  • Siswa dengan kualifikasi A-Level
  • Siswa International Baccalaureate (IB)
  • Lulusan Diploma
  • Mahasiswa internasional yang memenuhi persyaratan akademik UWA

Keunggulan UWA Global Excellence Scholarship

1. Tidak Perlu Aplikasi Beasiswa Terpisah

Calon mahasiswa akan otomatis dipertimbangkan untuk mendapatkan beasiswa saat mengajukan pendaftaran ke UWA.

2. Potongan Biaya Kuliah yang Besar

Nilai beasiswa mencapai AUD 48.000 untuk program S1 dan AUD 24.000 untuk program S2.

3. Berlaku untuk Berbagai Program Studi

Beasiswa dapat digunakan untuk berbagai jurusan yang tersedia di The University of Western Australia.

4. Mendukung Mahasiswa Berprestasi

Program ini memberikan kesempatan lebih besar bagi siswa dengan rekam jejak akademik yang baik untuk meraih pendidikan internasional berkualitas.

Mengapa Memilih The University of Western Australia?

The University of Western Australia merupakan salah satu universitas ternama di Australia yang berlokasi di Perth. UWA dikenal memiliki standar akademik tinggi, fasilitas modern, serta jaringan alumni yang tersebar di berbagai negara.

Mahasiswa internasional juga mendapatkan kesempatan untuk belajar di lingkungan multikultural dan membangun koneksi global yang bermanfaat untuk karier masa depan.

Cara Mendaftar UWA Global Excellence Scholarship 2026

Langkah pendaftarannya cukup sederhana:

  1. Pilih program studi yang sesuai di UWA.
  2. Siapkan dokumen akademik yang diperlukan.
  3. Ajukan aplikasi ke The University of Western Australia.
  4. Jika memenuhi syarat, Anda akan otomatis dipertimbangkan untuk menerima UWA Global Excellence Scholarship.

Konsultasi Kuliah di Australia

Masih bingung memilih jurusan, universitas, atau proses pendaftaran ke Australia?

Tim konsultan pendidikan kami siap membantu Anda mulai dari pemilihan universitas, persiapan dokumen, hingga proses aplikasi beasiswa dan visa pelajar.

Hubungi Kami:
📞 0877 0877 8670
📞 0877 0877 8671

Website:
🌐 konsultanpendidikan.com

Beasiswa S2 S3 University of Melbourne 2026 – Tunjangan Hidup AUD 39.500 Plus Biaya Kuliah Penuh

Beasiswa S2-S3 University of Melbourne 2026: Tunjangan AUD 39.500 + Biaya Kuliah Penuh

Impian kuliah ke Australia khususnya di salah satu universitas terbaik di dunia kini semakin terbuka lebar. University of Melbourne (Unimelb), universitas yang konsisten menempati peringkat teratas dunia versi QS World University Rankings, kembali membuka program beasiswa penuh untuk jenjang S2 dan S3 riset melalui Graduate Research Scholarship.

Yang membuatnya istimewa: beasiswa ini tidak hanya menanggung biaya kuliah sepenuhnya, tapi juga menyertakan tunjangan hidup sebesar AUD 39.500 per tahun — setara sekitar Rp 497 juta — serta dana relokasi dan asuransi kesehatan bagi mahasiswa internasional. Dan yang lebih menarik lagi, Anda tidak perlu mendaftar beasiswa secara terpisah. Cukup daftarkan diri ke program studi pilihan, dan sistem beasiswa Unimelb akan bekerja secara otomatis.

Empower Education merangkum informasi lengkap beasiswa ini beserta tips dan panduan persiapan yang perlu Anda ketahui jauh sebelum deadline agar peluang berharga ini tidak terlewat begitu saja.


Tentang University of Melbourne dan Keunggulannya

Sebelum membahas detail beasiswa, penting untuk memahami mengapa University of Melbourne menjadi destinasi yang sangat diperebutkan oleh calon mahasiswa pascasarjana dari seluruh dunia — termasuk dari Indonesia.

  • Peringkat dunia yang konsisten tinggi: University of Melbourne secara konsisten masuk dalam 30 besar universitas terbaik dunia versi QS World University Rankings dan Times Higher Education — menjadikannya salah satu universitas paling prestisius di Asia-Pasifik.
  • Ekosistem riset kelas dunia: Unimelb memiliki fasilitas riset yang sangat lengkap, laboratorium berstandar internasional, dan jaringan kolaborasi dengan lembaga-lembaga riset terkemuka di seluruh dunia.
  • Komunitas internasional yang kaya: Lebih dari 40% mahasiswanya adalah mahasiswa internasional dari lebih dari 130 negara — termasuk komunitas mahasiswa Indonesia yang aktif dan solid.
  • Kota Melbourne sebagai lingkungan hidup: Melbourne secara konsisten dinobatkan sebagai salah satu kota paling layak huni di dunia — dengan infrastruktur transportasi yang sangat baik, kuliner yang beragam, dan komunitas kreatif yang hidup.
  • Graduate Route yang luas: Lulusan Unimelb memiliki akses ke jaringan alumni yang sangat luas di industri-industri kunci Australia dan global — membuka peluang karir internasional yang sangat konkret.

Graduate Research Scholarship University of Melbourne: Gambaran Umum

Graduate Research Scholarship (GRS) adalah program beasiswa utama University of Melbourne yang diperuntukkan bagi mahasiswa program magister berbasis riset (Master by Research) dan program doktor (PhD). Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa domestik Australia maupun mahasiswa internasional — termasuk warga negara Indonesia yang ingin kuliah di Australia di level pascasarjana riset.

Salah satu keistimewaan terbesar beasiswa ini: tidak diperlukan aplikasi terpisah. Setiap calon mahasiswa yang mendaftar ke program magister riset atau doktor di Unimelb secara otomatis akan dipertimbangkan untuk menerima beasiswa ini. Dalam 10 hari kerja setelah mendaftar ke program studi, notifikasi status permohonan beasiswa akan muncul secara otomatis.


Komponen Beasiswa: Apa Saja yang Ditanggung?

Beasiswa Graduate Research Scholarship Unimelb hadir dalam dua jenis. Berikut rincian lengkapnya:

Jenis 1 — Beasiswa Tunjangan dan Penggantian Biaya (Stipend Scholarship)

Ini adalah paket beasiswa paling komprehensif yang mencakup:

  • Bebas biaya kuliah (tuition fee) penuh: Hingga 2 tahun untuk mahasiswa magister riset, atau hingga 4 tahun untuk mahasiswa program doktor
  • Tunjangan hidup (living allowance) AUD 39.500/tahun (sekitar Rp 497 juta): Diberikan maksimal 2 tahun untuk magister riset, atau maksimal 3,5 tahun untuk program doktor
  • Dana relokasi:
    • AUD 3.000 (sekitar Rp 37,7 juta) untuk mahasiswa yang pindah dari luar Australia
    • AUD 2.000 (sekitar Rp 25,1 juta) untuk mahasiswa yang pindah dari negara bagian/wilayah lain di Australia di luar Victoria
  • Asuransi kesehatan pelajar internasional (OSHC — Overseas Student Health Cover): Wajib dimiliki oleh semua pelajar internasional yang memerlukan visa pelajar untuk belajar di Australia — ditanggung penuh oleh beasiswa

Jenis 2 — Beasiswa Pengurangan Biaya (Fee Offset Scholarship)

  • Pembebasan biaya kuliah penuh: Hingga 2 tahun untuk mahasiswa magister riset, atau hingga 4 tahun untuk mahasiswa program doktor
  • Tidak menyertakan tunjangan hidup — namun tetap merupakan penghematan sangat signifikan mengingat biaya kuliah pascasarjana riset di Unimelb untuk mahasiswa internasional bisa mencapai AUD 30.000–45.000 per tahun

“Tunjangan hidup AUD 39.500 per tahun dari beasiswa ini cukup untuk menutupi kebutuhan hidup layak di Melbourne — termasuk akomodasi, makan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari. Ini adalah beasiswa yang benar-benar memungkinkan Anda fokus penuh pada riset tanpa tekanan finansial.”


Bidang Studi yang Tersedia

Graduate Research Scholarship tersedia untuk hampir semua bidang studi yang memiliki program magister riset dan doktor di University of Melbourne. Berikut daftar bidang yang bisa dilamar:

  • 🌾 Ilmu pertanian dan kedokteran hewan
  • 🏛️ Arsitektur, bangunan, perencanaan, dan desain
  • 🎨 Seni, humaniora, dan ilmu sosial
  • 💼 Bisnis dan ekonomi
  • 📚 Pendidikan
  • ⚙️ Rekayasa (Engineering)
  • 🌿 Lingkungan hidup
  • 🏥 Kesehatan
  • 💻 Teknologi informasi dan ilmu komputer
  • ⚖️ Hukum
  • 🎵 Musik, seni visual, dan seni pertunjukan
  • 🔬 Sains

Cakupan bidang yang sangat luas ini menjadikan Graduate Research Scholarship relevan untuk hampir semua latar belakang akademik. Baik Anda lulusan teknik, kedokteran, hukum, ekonomi, maupun seni — selama program studi Anda berbasis riset, beasiswa ini bisa menjadi jalur beasiswa S2 Australia yang sangat layak untuk dikejar.


Syarat dan Kriteria Seleksi

Memahami syarat kuliah di Australia dan kriteria seleksi beasiswa ini secara menyeluruh adalah langkah pertama persiapan yang tidak bisa dilewati. Berikut faktor-faktor yang menjadi pertimbangan seleksi:

1. Prestasi Akademik

Komponen utama dan paling menentukan. Unimelb mengharapkan calon penerima beasiswa memiliki rekam jejak akademik yang sangat kuat dari jenjang studi sebelumnya — setara dengan First Class Honours (H1) dalam sistem Australia, atau IPK minimal 3.5/4.0 dalam sistem Indonesia sebagai patokan umum.

2. Potensi Riset

Selain nilai, Unimelb sangat mempertimbangkan penelitian potensial calon mahasiswa. Hal ini tercermin dari:

  • Proposal riset yang kuat, relevan, dan menunjukkan pemahaman mendalam terhadap bidang yang akan diteliti
  • Publikasi ilmiah yang sudah ditinjau sejawat (peer-reviewed) — meski tidak wajib, ini sangat memperkuat aplikasi
  • Pengalaman penelitian sebelumnya yang relevan

3. Riwayat Pendidikan Setara Program Riset

Apakah pendaftar pernah menyelesaikan program pendidikan pada jenjang yang setara dengan program berbasis riset yang akan didanai. Ini menjadi faktor penilaian apakah calon mahasiswa sudah memiliki fondasi metodologi riset yang memadai.

4. Pengalaman Profesional yang Relevan

Untuk beberapa bidang — terutama hukum, bisnis, kesehatan, dan teknik — pengalaman profesional yang signifikan dan relevan dengan topik riset yang diajukan dapat memperkuat daya saing aplikasi.

5. Kualifikasi Khusus (Berlaku untuk Bidang Tertentu)

  • Kualifikasi medis spesialis untuk bidang kesehatan dan kedokteran
  • Komposisi musik orisinal untuk bidang musik
  • Portofolio karya untuk bidang seni visual dan pertunjukan

6. Kemampuan Bahasa Inggris

Mahasiswa internasional wajib membuktikan kemampuan bahasa Inggris akademik. Persyaratan umum Unimelb untuk program pascasarjana riset:

  • IELTS Academic: Overall minimal 6.5, dengan tidak ada band di bawah 6.0 (beberapa program mensyaratkan 7.0)
  • TOEFL iBT: Minimal 79–100 tergantung program
  • PTE Academic: Minimal 58–65

Cara Mendaftar Beasiswa Graduate Research Scholarship Unimelb

Prosesnya lebih sederhana dari yang mungkin Anda bayangkan — karena beasiswa ini terintegrasi penuh dengan proses aplikasi program studi:

  1. Daftarkan diri ke program magister riset atau doktor pilihan Anda di University of Melbourne
    Pilih program yang sesuai dengan latar belakang akademik dan minat riset Anda melalui portal aplikasi resmi Unimelb. Pastikan program yang dipilih adalah program berbasis riset (research degree), bukan program coursework.
  2. Tunggu notifikasi otomatis dalam 10 hari kerja
    Setelah mendaftar ke program studi, notifikasi bahwa permohonan beasiswa Anda sudah terekam dalam sistem akan muncul secara otomatis dalam 10 hari kerja. Anda tidak perlu mengisi formulir beasiswa secara terpisah.
  3. Proses seleksi berjalan paralel dengan seleksi program studi
    Tim seleksi Unimelb akan mengevaluasi kelayakan aplikasi beasiswa Anda bersamaan dengan evaluasi aplikasi program studi. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan semua dokumen yang Anda submit.
  4. Terima pemberitahuan hasil beasiswa berdekatan dengan pengumuman penerimaan program studi
    Jika Anda diterima di program studi dan memenuhi kriteria beasiswa, pemberitahuan penerimaan beasiswa akan dikirimkan berdekatan dengan pengumuman penawaran kuliah dari program studi tujuan.

Catatan penting: Jika mendapat tawaran program magister riset/doktor namun harus menunda studi, formulir pendaftaran online untuk dipertimbangkan ulang sebagai penerima beasiswa harus dikirimkan paling lambat 31 Oktober tahun yang bersangkutan. Kewajiban ini juga berlaku bagi mahasiswa ongoing yang memperoleh beasiswa.


Tips Mempersiapkan Aplikasi yang Kompetitif

Karena beasiswa ini diberikan berdasarkan seleksi kompetitif dari semua pelamar program riset, kualitas aplikasi Anda — terutama proposal riset dan rekam jejak akademik — sangat menentukan. Berikut tips dari tim Empower Education berdasarkan pengalaman mendampingi klien yang berhasil diterima di universitas Australia:

  • Hubungi calon supervisor sebelum mendaftar
    Ini adalah langkah yang sering dilewatkan — namun sangat krusial. Menemukan supervisor yang tertarik dengan topik riset Anda dan bersedia membimbing Anda secara langsung memperkuat aplikasi secara signifikan. Email prospective supervisor dengan ringkasan riset Anda dan tanyakan apakah mereka menerima mahasiswa baru.
  • Tulis proposal riset yang spesifik dan terukur
    Proposal riset yang lemah adalah alasan paling umum penolakan aplikasi pascasarjana riset. Proposal yang kuat mencakup: latar belakang masalah yang jelas, research gap yang teridentifikasi, pertanyaan riset yang spesifik, metodologi yang terencana, dan relevansi kontribusi yang akan diberikan.
  • Persiapkan sertifikat bahasa Inggris jauh sebelum deadline
    IELTS, TOEFL, atau PTE — pastikan skor Anda memenuhi syarat minimum program target. Proses persiapan tes bahasa Inggris idealnya dimulai 6–12 bulan sebelum deadline aplikasi.
  • Kumpulkan surat rekomendasi yang kuat
    Surat rekomendasi dari akademisi atau profesional yang mengenal kemampuan riset Anda secara langsung jauh lebih berpengaruh dibanding surat yang generik. Pilih recommender yang bisa berbicara spesifik tentang potensi riset dan kontribusi akademik Anda.
  • Mulai persiapan minimal 12 bulan sebelum intake target
    Program doktor di Unimelb memiliki intake utama di bulan Maret dan Juli. Untuk mendaftar dengan persiapan yang matang, proses sebaiknya dimulai setidaknya 12 bulan sebelumnya.

Mengapa Australia? Keunggulan Kuliah S2-S3 di Negeri Kangguru

Bagi banyak mahasiswa Indonesia, Australia adalah destinasi kuliah di Australia yang menawarkan kombinasi unik yang sulit ditandingi:

  • Kedekatan geografis dan kultural: Penerbangan 5–7 jam dari Jakarta, zona waktu yang tidak terlalu berbeda jauh, dan komunitas Indonesia yang besar di kota-kota besar Australia membuat transisi jauh lebih mudah.
  • Kualitas pendidikan riset kelas dunia: 7 universitas Australia masuk dalam 100 besar dunia versi QS 2025. Ekosistem riset yang didukung pemerintah dengan dana yang sangat besar menghasilkan lingkungan akademik yang sangat produktif.
  • Jalur karir dan imigrasi yang kompetitif: Australia menawarkan jalur residensi pascastudi yang relatif lebih accessible dibanding Amerika atau Inggris — lulusan universitas Australia di kota-kota tertentu mendapatkan poin tambahan signifikan dalam sistem imigrasi points-based.
  • Kualitas hidup yang tinggi: Melbourne, Sydney, dan Brisbane secara konsisten masuk dalam daftar kota paling layak huni di dunia — dengan sistem kesehatan, keamanan, dan infrastruktur yang sangat baik.
  • Beasiswa yang kompetitif dan banyak pilihan: Selain GRS Unimelb, tersedia juga Australia Awards, program beasiswa per universitas, dan LPDP yang bisa dikombinasikan untuk membiayai studi di Australia.

Empower Education: Mitra Perjalanan Studi Anda ke Australia

Mendaftar ke program pascasarjana riset di universitas sekelas University of Melbourne — sekaligus mempersiapkan aplikasi beasiswa yang kompetitif — adalah proses yang membutuhkan perencanaan yang matang, persiapan dokumen yang presisi, dan strategi yang tepat.

Sebagai konsultan pendidikan luar negeri dan agen kuliah ke Australia yang berpengalaman, Empower Education mendampingi Anda dalam:

  • Asesmen profil dan pemilihan program yang tepat: Mengidentifikasi program riset di Unimelb — atau universitas Australia lainnya — yang paling sesuai dengan latar belakang akademik dan tujuan riset Anda
  • Strategi menghubungi calon supervisor: Panduan cara menyusun email cold-contact ke calon supervisor yang efektif — langkah pertama yang paling menentukan dalam aplikasi program doktor
  • Bimbingan penulisan proposal riset: Dari brainstorming topik, identifikasi research gap, hingga penulisan dan revisi proposal yang memenuhi standar ekspektasi Unimelb
  • Persiapan dan review dokumen aplikasi: Transkrip, terjemahan tersumpah, surat rekomendasi, CV akademik, dan semua dokumen pendukung lainnya
  • Pengurusan visa pelajar Australia (Student Visa subclass 500): Dari persiapan dokumen, Overseas Student Health Cover (OSHC), hingga pengajuan visa secara online
  • Persiapan keberangkatan: Orientasi kehidupan di Melbourne, tips akomodasi, transportasi, dan segala hal praktis yang membuat Anda siap dari hari pertama

Informasi resmi dan lengkap tentang Graduate Research Scholarship University of Melbourne dapat diakses di: scholarships.unimelb.edu.au/awards/graduate-research-scholarships

Peluang sebesar in, beasiswa penuh dengan tunjangan hidup hampir setengah miliar rupiah per tahun hanya akan berarti jika Anda benar-benar mempersiapkan diri dengan serius. Jangan biarkan persiapan yang kurang matang menjadi satu-satunya alasan Anda tidak berhasil meraihnya.

Hubungi tim Empower Education dan mulai langkah pertama perjalanan studi Anda ke Australia.


Empower Education

Siap Raih Beasiswa S2–S3 di Australia?
Mulai Persiapan Bersama Kami

Konsultan Pendidikan Luar Negeri & Agen Kuliah ke Australia Terpercaya

HUBUNGI KAMI DI:

0877-0877-8671

0877-0877-8670

0818-0606-3962

Kunjungi lebih lengkapnya

www.konsultanpendidikan.com

www.instagram.com/empowereducation_id

www.tiktok.com/@konsultanstudiluarnegeri

Lagi Kepikiran Lanjut S2 di Australia? Go8 Wajib Masuk Wishlist!

Kalau kamu ingin kuliah S2 di Australia dan targetnya kampus top, Group of Eight (Go8) ini nggak boleh dilewatin. Go8 adalah kumpulan universitas paling bergengsi di Australia — setara dengan Russell Group di UK atau Ivy League di US 🌍

🎓 𝐔𝐧𝐢𝐯𝐞𝐫𝐬𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐠𝐚𝐛𝐮𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐆𝐨𝟖:
🔹 The University of Melbourne
🔹 The University of Sydney
🔹 The Australian National University
🔹 Monash University
🔹 The University of Queensland
🔹 UNSW Sydney
🔹 The University of Adelaide
🔹 The University of Western Australia

👀 𝐄𝐡, 𝐚𝐝𝐚 𝐛𝐨𝐧𝐮𝐬 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐧𝐢𝐡👇
Apply bareng kami & dapetin 𝐂𝐚𝐬𝐡𝐛𝐚𝐜𝐤 𝐕𝐢𝐬𝐚 𝐑𝐩 𝟐.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎 💸✨

Kami bisa bantu dari A–Z:
📌 pilih jurusan & kampus yang paling cocok
📌 cek & susun dokumen
📌 apply sampai dapet LOA
📌 lanjut urus visa Australia

📲 Mau mulai dari mana?
Yuk ngobrol dulu — konsultasi 𝐆𝐑𝐀𝐓𝐈𝐒!
📞 0877 0877 8670 | 0877 0877 8671
👉 konsultanpendidikan.com

✨ 𝐊𝐮𝐥𝐢𝐚𝐡 𝐒𝟐 𝐝𝐢 𝐀𝐮𝐬𝐭𝐫𝐚𝐥𝐢𝐚? 𝐁𝐢𝐤𝐢𝐧 𝐫𝐞𝐧𝐜𝐚𝐧𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠, 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐧𝐚𝐧𝐭𝐢🎓

Krisis ‘melambung’ picu 800 pemutusan hubungan kerja di Australia

Serikat akademisi Australia menuduh para administrator universitas lebih mendengarkan para konsultan daripada bukti-bukti yang ada, setelah dua institusi lainnya menguraikan rencana pemangkasan pekerjaan secara besar-besaran.

Western Sydney University (WSU) dan University of Technology Sydney (UTS) mengusulkan untuk memangkas sekitar 400 posisi, dengan mengatakan bahwa keterbatasan pendapatan mereka telah membuat mereka tidak dapat menutupi pengeluaran yang membengkak.

UTS, yang telah memperingatkan adanya pemangkasan besar-besaran untuk memenuhi target penghematan sebesar A$100 juta (£48 juta), sedang berkonsultasi dengan para stafnya mengenai usulannya untuk memangkas sekitar 400 pekerjaan. Wakil rektor Andrew Parfitt mengatakan rencana pemulihan Covid untuk “mengelola defisit” hingga tahun 2026 tidak lagi dapat dilakukan karena berkurangnya pendanaan, “pertumbuhan pendapatan jangka pendek yang terbatas” dan “tekanan inflasi global terhadap biaya”.

WSU mengatakan bahwa mereka “tidak memiliki pilihan” selain mengurangi tenaga kerja antara 300 dan 400 orang, dimulai dengan penghapusan hingga 120 posisi kosong. Wakil rektor George Williams menyalahkan kebijakan pendidikan internasional, meningkatnya persaingan domestik dan tekanan biaya hidup yang telah memaksa banyak mahasiswa untuk berhenti kuliah atas peningkatan defisit yang diperkirakan akan terjadi tahun depan dari A$7 juta menjadi A$79 juta.

“Posisi anggaran kami yang memburuk berarti [kami] tidak akan memiliki pendapatan yang cukup untuk menutupi gaji dan biaya-biaya lain pada tahun 2026,” katanya. “Saya merasakan tanggung jawab yang berat dalam mengambil tindakan ini.”

Pemutusan hubungan kerja berskala besar telah terjadi di tempat lain, dan akan lebih buruk lagi. Serikat Pendidikan Tersier Nasional (NTEU) telah mengatur konsiliasi Fair Work Commission mengenai perubahan yang dikatakannya dapat menghilangkan 638 pekerjaan di Australian National University. Universitas Canberra telah mengundang ungkapan minat untuk melakukan pemutusan hubungan kerja secara sukarela, setelah memberhentikan sekitar 150 staf.

Universitas Wollongong dan Queensland Selatan, yang baru-baru ini memangkas sekitar 100 pekerjaan, sekarang sedang berkonsultasi mengenai proposal untuk menghapus setara dengan 335 posisi penuh waktu tambahan di antara keduanya. Universitas Griffith dan James Cook juga telah mengusulkan sejumlah pemutusan hubungan kerja, sementara institusi lain mengurangi jumlah staf lepas mereka.

NTEU menyalahkan “pola pengambilan keputusan” di mana “para eksekutif mengesampingkan keahlian staf, mengisolasi pengambilan keputusan dan mengabaikan peringatan internal”. Dikatakan bahwa proposal-proposal UTS bertentangan dengan “bukti dan logika”, namun permintaan staf untuk “dokumen-dokumen keuangan penting” telah ditolak karena konsultan-konsultan yang “hampir tidak memiliki pengalaman di sektor ini” menghasilkan “solusi-solusi” yang “jauh berbeda dengan kenyataan di lapangan”.

Presiden cabang UTS, Sarah Attfield, mengatakan bahwa “kegagalan dalam konsultasi dan transparansi” telah “melumpuhkan staf, membuat mereka semakin tidak mampu mengidentifikasi dan menantang” keputusan dari para pemimpin yang “jauh dari fungsi sehari-hari universitas”.

Presiden cabang WSU, David Burchell, mengatakan bahwa data keuangan dan pendaftaran tidak membenarkan skala pemutusan hubungan kerja yang diusulkan di universitasnya. “Ini bukan krisis yang besar,” tegasnya.

Laporan keuangan institusi, yang sejauh ini hanya diterbitkan oleh universitas-universitas negeri di Queensland dan Australia Barat, menunjukkan bahwa tahun 2024 merupakan tahun pemulihan keuangan yang kuat. Ke-11 institusi tersebut mencatat surplus rata-rata sebesar 9 persen karena pendapatan mereka tumbuh 13 persen dan pengeluaran mereka hanya naik 6 persen. Pendanaan federal dan pendapatan pinjaman mahasiswa meningkat rata-rata 10 persen, sementara pendapatan dari mahasiswa internasional melonjak 21 persen.

Aliran pendapatan ini, semuanya jauh lebih tinggi daripada masa sebelum pandemi, mendorong pendapatan rata-rata naik sebesar A$120 juta di 11 institusi. Hanya satu yang mengalami defisit, dibandingkan dengan enam institusi pada tahun 2023.

Namun, angka-angka ini didorong oleh pendapatan investasi yang kuat dan tingkat indeksasi yang sangat tinggi yang menambah 7,8 persen untuk hibah pemerintah dan kontribusi mahasiswa. Angka-angka ini juga mendahului dampak perubahan visa tahun lalu yang diperkirakan akan memicu penurunan tajam dalam pendapatan biaya kuliah internasional mulai tahun ini.

Laporan tahunan New South Wales, yang diperkirakan akan diterbitkan dalam beberapa minggu mendatang, dapat memberikan gambaran keuangan tahun 2024 yang kurang cerah bagi universitas negeri di negara bagian ini. Sembilan dari 10 universitas di tahun 2023 mengalami defisit, dan universitas-universitas di Sydney sangat bergantung pada pendapatan mahasiswa internasional.

UTS dan WSU sama-sama dirugikan oleh usulan pembatasan jumlah mahasiswa internasional yang akan menghambat rencana mereka untuk meningkatkan pendaftaran mahasiswa luar negeri pada tahun 2025. Meskipun batasan tersebut tidak pernah terwujud, para pengamat mengatakan bahwa proposal tersebut telah mengurangi permintaan secara efektif sehingga sebagian besar universitas hanya memiliki sedikit peluang untuk mencapai kuota yang diperdebatkan tahun ini.

WSU juga menghadapi persaingan yang semakin meningkat dari universitas-universitas di Sydney dan Wollongong, yang baru-baru ini mendirikan kampus di pusat kota Sydney barat, Parramatta dan Liverpool.

Sementara itu, UTS mendekati tenggat waktu 2027 untuk melunasi obligasi senilai A$300 juta yang ditanggungnya pada pertengahan 2017. Utang tersebut hanya sebagian dilunasi dari hasil

Sumber: timeshighereducation.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Permintaan internasional untuk gelar Australia meningkat kembali

Permintaan internasional untuk gelar sarjana Australia telah pulih kembali, sebagai tanda terbaru dari ketahanan industri ini.

Sebanyak 24.451 aplikasi visa yang diajukan oleh mahasiswa pendidikan tinggi pada bulan Maret merupakan rekor untuk bulan tersebut, dan merupakan pembalikan dari angka yang lemah di awal tahun.

Permohonan pada bulan Januari dan Februari berada pada tingkat terendah sejak perbatasan ditutup selama Covid, yang memicu kekhawatiran bahwa perubahan kebijakan visa pemerintah selama 18 bulan terakhir mungkin telah menenggelamkan permintaan luar negeri untuk gelar Australia seperti halnya pemberlakuan pembatasan visa di Ottawa yang hampir mengurangi separuh arus pelajar ke Kanada.

Namun, angka-angka bulan Maret yang menggembirakan di Australia – yang terungkap dalam data Departemen Dalam Negeri – telah mengembalikan jumlah aplikasi visa di pendidikan tinggi hampir mencapai norma-norma sebelum pandemi.

Pengajuan visa sejauh ini tahun ini hanya 11 persen di bawah periode yang sama pada tahun 2019, meskipun masih 30 persen lebih rendah daripada tahun 2023, ketika permintaan yang terpendam selama pandemi memicu rekor minat setelah perbatasan dibuka kembali.

Aplikasi yang diajukan pada bulan Maret yang diajukan langsung dari luar negeri jauh di atas tingkat sebelum pandemi, tidak seperti angka bulan Januari dan Februari. Pengajuan aplikasi dari pasar pelajar terbesar di Tiongkok mencapai titik tertinggi sepanjang masa, meskipun angka dari India kurang dari setengah dari puncaknya pasca pandemi.

Namun, peningkatan pada bulan Maret terutama didorong oleh aplikasi visa dalam negeri, yang mencapai 63% dari total keseluruhan.

Pakar kebijakan pendidikan tinggi dari Monash University, Andrew Norton, mengatakan bahwa visa pelajar sering kali habis masa berlakunya pada bulan Maret. Rekor jumlah aplikasi visa pendidikan tinggi di dalam negeri menunjukkan bahwa ribuan mahasiswa mencari visa baru untuk melanjutkan studi atau “menunda keberangkatan”.

Norton mengatakan bahwa permintaan pendidikan tinggi dari orang asing yang sudah berada di Australia telah “memberi sektor ini sedikit ruang untuk bernafas” yang dapat bertahan selama beberapa waktu. Departemen ini menghadapi “tumpukan besar” aplikasi yang belum diproses untuk visa pendidikan kejuruan, yang menjanjikan pasokan calon pelamar yang potensial ketika visa awal mereka berakhir.

“Namun pada akhirnya tumpukan itu akan hilang,” kata Norton. “Prediksi jangka panjangnya cukup buruk, kecuali jika aturan migrasi berubah.”

Sementara universitas menyalahkan pendapatan internasional yang menurun atau tidak menentu sebagai penyebab serentetan penghematan besar-besaran, mahasiswa asing menghabiskan rekor A$16,9 miliar (£8,1 miliar) untuk biaya pendidikan tinggi tahun lalu. Dan sebuah survei pada bulan Maret terhadap lebih dari 6.000 siswa internasional yang sedang dan akan belajar di Australia menemukan bahwa Australia telah mencuri pangsa pasar dari negara-negara besar lainnya, meskipun ada kenaikan biaya aplikasi visa sebesar 125% pada bulan Juli lalu.

Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan jasa pendidikan IDP menemukan bahwa Australia dinilai sebagai tujuan pilihan pertama oleh 28 persen responden, naik 5 poin persentase dari tahun sebelumnya, sementara minat telah menurun untuk AS, Inggris dan khususnya Kanada.

Permintaan terhadap Australia telah melonjak meskipun biaya dan keuangan menjadi kekhawatiran terbesar para pelajar, dan biaya visa Australia yang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia telah mendorong sejumlah besar pelajar untuk membatalkan rencana studi di luar negeri.

Joanna Storti, direktur kemitraan Asia-Pasifik IDP, mengatakan bahwa “pergeseran kebijakan dan komunikasi” di tempat lain – termasuk peraturan visa yang lebih ketat dan ketegangan diplomatik telah meningkatkan minat terhadap Australia. Ia mengatakan bahwa peluang kerja pasca studi di Negeri Kanguru merupakan “daya tarik utama”, meskipun ada kekhawatiran seputar biaya visa.

“Saat Kanada dan AS mengalami penurunan permintaan mahasiswa internasional, Australia memiliki posisi strategis untuk menangkap momentum ini,” kata Storti.

Sementara pendidikan tinggi tampaknya telah mengabaikan upaya pemerintah untuk menekan arus masuk secara keseluruhan, setidaknya untuk saat ini, sektor pendidikan lainnya terbukti kurang beruntung. Perguruan tinggi pendidikan kejuruan menarik lebih sedikit pendaftaran dibandingkan pada masa Covid dan hampir sepenuhnya bergantung pada permintaan dari siswa dalam negeri, dengan hanya 20 persen tawaran visa yang diajukan dari luar negeri.

Situasi ini bahkan lebih mengerikan bagi perguruan tinggi bahasa Inggris yang berdiri sendiri, dengan jumlah pendaftar hampir 50 persen lebih rendah dibandingkan masa sebelum pandemi dan sebagian besar berasal dari luar negeri – menunjukkan bahwa sektor ini tidak dapat mengharapkan keselamatan dari pelamar dalam negeri.

Sumber mengatakan bahkan biaya visa sebesar A$2.000 yang diusulkan oleh Partai Buruh yang berkuasa kemungkinan tidak akan menyurutkan minat mahasiswa pendidikan tinggi, yang biaya kuliahnya bisa melebihi A$100.000, tetapi dapat menjadi penghalang bagi orang-orang yang menginginkan program kejuruan atau bahasa yang lebih singkat dan lebih murah.

Ian Aird, kepala eksekutif kelompok perwakilan English Australia, mengatakan bahwa sektornya telah menjadi “kerusakan kolateral” dalam upaya pemerintah untuk mengurangi tekanan perumahan dengan mengurangi jumlah mahasiswa di luar negeri.

Menulis di situs Koala, Aird mengatakan bahwa pelajar bahasa Inggris adalah “target yang salah” atas tindakan keras pemerintah dalam hal visa karena sebagian besar mengambil kursus hanya beberapa bulan dan tidak berkontribusi pada angka migrasi. Namun demikian, aplikasi visa telah mencapai rekor terendah sejak kenaikan biaya visa, katanya.

Sumber: timeshighereducation.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Partai Buruh Australia mengusulkan kenaikan biaya visa

Mengikuti jejak perubahan yang dijanjikan Koalisi terhadap visa kerja pasca-studi dan biaya visa, Partai Buruh yang berkuasa di Australia telah mengumumkan rencana serupa menjelang pemilihan federal minggu ini.

Pada hari Senin, Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers dan Menteri Keuangan Katy Gallagher mengumumkan bahwa Partai Buruh akan menaikkan biaya visa pelajar internasional menjadi AUD$2.000, naik dari AUD$1.600 saat ini, jika terpilih kembali, sebagai bagian dari perhitungan kebijakan partai menjelang pemilihan federal hari Sabtu.

Kenaikan biaya visa dapat menghasilkan AUD$760 juta selama empat tahun ke depan, menurut pernyataan dari perwakilan pemerintah Australia, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.

Langkah ini menandai upaya kedua pemerintah Buruh untuk membuat pendidikan Australia kurang terjangkau bagi banyak mahasiswa internasional, menyusul kenaikan biaya visa belajar tahun lalu dari AUD$710 menjadi AUD$1.600 pada bulan Juli.

Pengumuman ini muncul hanya beberapa bulan setelah oposisi yang dipimpin Peter Dutton, Koalisi berjanji untuk memperkenalkan biaya visa baru sebesar AUD$5.000 bagi pelamar internasional yang menargetkan universitas-universitas bergengsi Australia dari Kelompok Delapan.

Koalisi tidak hanya mengusulkan kenaikan biaya visa tetapi juga berjanji untuk melakukan “kajian cepat” terhadap Visa Lulusan Sementara Australia (subkelas 485).

Mereka berpendapat bahwa pengaturan kerja pasca-studi saat ini disalahgunakan sebagai sarana untuk mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal tetap di Australia.

Selain itu, Koalisi telah mengusulkan pembatasan kedatangan mahasiswa internasional pada 240.000 per tahun sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk sektor pendidikan internasional.

Sementara para pemangku kepentingan memandang pengumuman kenaikan terbaru dari partai yang berkuasa sebagai upaya lain untuk membatasi mahasiswa internasional, mereka telah menyoroti kontras yang mencolok antara pendekatan Partai Buruh dan Koalisi terhadap isu tersebut.

“Jelas, setelah pengumuman Koalisi sebelumnya tentang biaya visa pelajar sebesar $2.500 hingga $5.000, sangat menggoda untuk mencoba lagi pada anak muda yang bercita-cita tinggi yang berpikir Australia mungkin menyambut mereka untuk belajar di sini,” kata Phil Honeywood, CEO International Education Association of Australia (IEAA), dalam sebuah posting LinkedIn.

“Setidaknya kami memiliki komitmen dari Partai Buruh bahwa mereka akan terbuka untuk berdiskusi tentang pengurangan biaya visa sesuai dengan Platform Pemilihan IEAA, yang menyerukan diskon 50% untuk program studi kurang dari 12 bulan termasuk bahasa Inggris dan belajar di luar negeri,” tambahnya.

Beberapa organisasi juga telah menyuarakan kekhawatiran tentang ketidakpastian yang dapat ditimbulkan oleh perubahan kebijakan potensial terhadap sektor pendidikan internasional.

Menyoroti bahwa kenaikan biaya visa akan menjadi peningkatan sebesar 181,7% selama dua belas bulan terakhir, Dewan Pendidikan Tinggi Independen Australia (ITECA) mengecam usulan tersebut.

“Biaya aplikasi visa yang tidak dapat dikembalikan sebesar $2.000 dalam “undian persetujuan visa” membuat Australia menjadi tujuan yang kurang menarik bagi para pelajar,” demikian pernyataan ITECA.

“Bagi para pelaku bisnis yang mendukung para pelajar tersebut, pengumuman hari ini menciptakan lebih banyak ketidakpastian dan ketidakstabilan dalam lingkungan bisnis yang sudah sulit.”

Biaya visa Australia, yang sudah termasuk yang tertinggi di antara tujuan studi utama, hanyalah salah satu dari beberapa pembatasan yang diberlakukan pada mahasiswa internasional dalam beberapa tahun terakhir.

Selain mengumumkan arahan pemrosesan visa pelajar untuk lembaga-lembaga Australia, yang terkait dengan batasan penyedia individu yang ditetapkan sebelumnya, pemerintah juga memperketat persyaratan bahasa Inggris untuk visa pelajar dan pascasarjana tahun lalu.

Pengumuman terbaru ini muncul karena Australia telah memulai pemungutan suara awal untuk pemilihan federal, meskipun ada kekhawatiran mengenai perencanaan dan logistik kampanye.

Lebih dari 18 juta warga Australia diperkirakan akan berpartisipasi dalam pemungutan suara awal, yang dimulai pada 22 April dan akan berakhir pada 1 Mei, serta pemilihan umum resmi pada 3 Mei.

Sumber: thepienews.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com