Australia Awards Scholarship

australiaawardsindonesia.jpg

Beasiswa Pemerintah Australia 2022 – 2023 tersebut siap menerima aplikasi beasiswa S2 atau beasiswa S3 untuk studi di sejumlah universitas terkemuka Australia. Ada persamaan beasiswa Australia Awards dengan beasiswa NZS dari New Zealand. Yakni keduanya merupakan beasiswa penuh yang menawarkan beragam pilihan tujuan universitas. 

Beasiswa Australia Awards 2022 – 2023 memberi kesempatan bagi kandidat Indonesia yang memiliki kualitas pribadi maupun profesional, kompetensi akademik, dan yang paling penting potensi untuk memberikan pengaruh bagi tantangan pembangunan di Indonesia. Sangat dianjurkan bagi pelamar dari kalangan perempuan, penderita disabilitas, dan mereka yang berasal dari fokus area berikut, yakni Aceh, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Selain itu, pelamar juga ditargetkan kepada pegawai pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Juga bisa dilamar oleh kandidat yang berasal dari sektor swasta, mereka yang bekerja di universitas negeri dan perusahaan milik negara, dan pelamar umum.

Beasiswa yang disediakan mencakup biaya kuliah penuh, biaya hidup, tiket perjalanan pp ke Australia, asuransi kesehatan, pelatihan di Indonesia sebelum keberangkatan plus uang saku, serta program pengenalan akademik Australia. Selain itu disediakan pula dana penunjang saat kedatangan, biaya pemeriksaan kesehatan dan rontgen untuk pengajuan visa, dukungan penunjang akademik, visa pelajar, serta tunjangan kerja lapangan jika program master yang diambil mewajibkan kerja lapangan tersebut. 

Bidang studi prioritas: 

Health Security:
▪ Communicable Disease Prevention
▪ Health Management
▪ Health Services
▪ Maternal and Child Health
▪ Public Health
▪ Education and Training
▪ Education Management
▪ Human Reseource Development
▪ Development Studies
▪ International Studies

Stability:
▪ Law, legal and judicial systems
▪ Political Science and Government
▪ Public Administration
▪ Public Expenditure Management
▪ Public Sector Reform
▪ Environmental Law
▪ Anti-corruption
▪ Decentralisation
▪ Monitoring and Evaluation
▪ Transnational Crime Prevention
▪ Conflict Resolution
▪ Women and Gender Studies
▪ Disability Services
▪ Disaster Prevention and Management
▪ Cyber Security

Economic Recovery:
▪ Trade
▪ Small and Medium Enterprise Development
▪ Economics
▪ Infrastructure Planning
▪ Transport Safety
▪ Water and Sanitation
▪ Mining
▪ Livestock Management
▪ Animal Husbandry
▪ Agriculture
▪ Aquaculture/Fisheries
▪ Forestry
▪ Natural Resource Management
▪ Climate Change
▪ Rural Growth

Pendaftaran Beasiswa Australia Awards 2022 – 2023 dapat diajukan secara online. Siapkan semua dokumen aplikasi (sebagian bisa discan) sebelum diunggah, kemudian lakukan pendaftaran online di: https://oasis.dfat.gov.au/

Setelah melakukan pendaftaran dan mengajukan dokumen apliksai di laman Oasis tersebut, lengkapi juga formulir aplikasi online tambahan di laman Australia Awards.

Pendaftaran online ini dibuka mulai 1 Februari – 29 April 2022 pukul 20.59 WIB. Sebaiknya ajukan sebelum deadline.

Pelamar akan diseleksi berdasarkan aplikasi yang diajukan dan hanya mereka yang masuk pemeringkatan yang akan dihubungi untuk mengikuti tahap seleksi wawancara dan tes IELTS.  Pemberitahuan hasil seleksi tersebut disampaikan pada Juni 2022. Seleksi wawancara dan tes IELTS akan digelar pada Juli 2022. Calon yang berhasil terpilih beasiswa nantinya akan diberitahukan hasil final paling lambat Agustus 2022.

Sumber: beasiswapascasarjana.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

1.000 Pelajar Indonesia Berangkat Studi ke Australia

payyourintern.jpg

Dengan dibukanya kembali perbatasan Australia untuk pelajar Indonesia, kali ini para penerima beasiswa Australia Awards resmi dilepas oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams.

Hampir 1.000 pelajar Indonesia telah melakukan perjalanan ke Australia sejak perbatasan dibuka pada akhir 2021. Dari 1.000 pelajar, ada sekitar 118 penerima Beasiswa PhD dan Masters Australia Awards.  Mereka akan segera pergi ke Australia dalam waktu dekat. Lebih banyak lagi pelajar yang akan pergi ke Australia dalam beberapa bulan mendatang.

Australia Awards adalah beasiswa internasional bergengsi yang ditawarkan oleh Pemerintah Australia kepada generasi pemimpin Indonesia. Diharapkan, para penerima beasiswa terus menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mereka untuk berkontribusi pada pertumbuhan kemakmuran Indonesia. Melalui studi dan penelitian, para penerima beasiswa mengembangkan kemampuan untuk mendorong perubahan di Indonesia dan membantu membangun hubungan antar-warga yang langgeng dengan Australia.

Pelamar dinilai berdasarkan kualitas profesional dan pribadi mereka, kompetensi akademik, dan yang paling penting, potensi mereka untuk berdampak pada tantangan pembangunan di Indonesia. Aplikasi untuk studi pada tahun 2023 akan dibuka bulan depan. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di Australia Awards – Indonesia atau melalui situs australiaawardsindonesia.org.

Sumber: kompas.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Negara yang menjadi Favorit Siswa Indonesia melanjutkan Kuliah

studies-overseas.jpg

Sistem pendidikan tinggi berkualitas yang dimiliki sejumlah negara maju menjadi pertimbangan pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Semakin banyak kampus dan negara yang membuka kesempatan beasiswa kuliah bagi pelajar Indonesia. Tak sedikit pula yang menawarkan beasiswa penuh dengan tunjangan lengkap, mulai dari biaya kuliah hingga tunjangan bulanan. Negara yang kini masih membuka beasiswa lengkap antara lain Turki dan Brunei Darussalam. Setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri dan kembali ke negara asal, lulusan memiliki banyak peluang karier yang tersedia di negara asal bahkan di negara tempat berkuliah.

Bila kamu berkeinginan melanjutkan studi ke luar negeri, Berikut sejumlah negara favorit siswa Indonesia di lansir Global Flow of Tertiary-Level Students yang dikeluarkan Unesco Institute for Statistics 2021:

  1. Australia : 13.880 siswa
  2. Malaysia : 8.440 siswa
  3. Amerika Serikat : 7.984 siswa
  4. Jepang : 4,722 siswa
  5. Inggris : 3.087 siswa
  6. Jerman : 2.460 siswa
  7. Arab Saudi : 1.551 siswa
  8. Belanda : 1.373 siswa
  9. Turki : 1.218 siswa
  10. Kanada : 1.101 siswa
  11. Korea Selatan : 1.087 siswa
  12. Prancis : 840 siswa
  13. Selandia Baru : 765 siswa
  14. Hong Kong : 669 siswa
  15. Thailand : 410 siswa

Sumber: kompas.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami