
QS Quacquarelli Symonds telah mengumumkan akuisisi HolonIQ, dan organisasi-organisasi tersebut akan beroperasi sebagai entitas terpadu untuk lebih memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data di seluruh ekosistem pendidikan global.
Persatuan strategis ini diumumkan pada tanggal 16 Oktober, dengan organisasi-organisasi tersebut menekankan visi yang selaras: untuk memberdayakan komunitas pendidikan dan pemberi kerja global dengan wawasan yang mendorong pengambilan keputusan yang tepat, mendorong inovasi, dan memungkinkan satu miliar pelajar masa depan untuk memenuhi potensi mereka.
“Akuisisi ini menandai tonggak penting dalam evolusi QS sebagai pemimpin global dalam intelijen pendidikan,” kata Jessica Turner, CEO QS.
“Dengan bekerja sama dengan HolonIQ, kami semakin memperkuat kapasitas kami untuk menyediakan data dan wawasan penting yang memberdayakan klien kami untuk berkembang di dunia yang berkembang pesat.
“Bersama-sama, kami akan mendorong inovasi sebagai mitra tepercaya bagi komunitas pendidikan global, dengan tetap setia pada visi kami untuk memberdayakan satu miliar pelajar masa depan untuk memenuhi potensi mereka.”
Seiring dengan meningkatnya permintaan akan data pendidikan yang akurat dan dapat ditindaklanjuti, entitas gabungan ini akan menggunakan integrasi kemampuan analisis dan perkiraan HolonIQ yang didukung AI dengan keahlian QS di bidang pendidikan tinggi dan analisis komparatif universitas serta peningkatan kinerja.
“HolonIQ dan QS memiliki komitmen yang sama untuk memajukan pendidikan melalui data dan wawasan,” kata Maria Spies, co-CEO HolonIQ.
“Kami sangat senang dapat menggabungkan kekuatan kami dengan QS untuk menciptakan nilai lebih bagi komunitas pendidikan global. Akuisisi ini membuka peluang baru untuk mempercepat inovasi dan memberikan dampak positif pada sistem pendidikan dan peserta didik di seluruh dunia.”
Selain peningkatan analisis data dan intelijen pasar, integrasi QS terhadap HolonIQ akan memperluas jangkauan global dan pengembangan produk inovatif dengan penawarannya “dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dari lembaga pendidikan, pemerintah, dan bisnis, khususnya di bidang-bidang seperti digital. transformasi, keberlanjutan, dan kesiapan tenaga kerja”.
Menurut QS, konvergensi ini akan memungkinkannya memperluas jejaknya di seluruh agenda inovasi dan teknologi pendidikan yang berkembang pesat, sekaligus meningkatkan penawaran intinya dalam evaluasi institusi, rekrutmen mahasiswa, dan penelitian pendidikan tinggi.
Organisasi gabungan yang baru ini akan fokus pada beberapa inisiatif strategis, termasuk platform Intelijen pendidikan globalnya. Dengan membangun platform generasi mendatang yang memberikan wawasan prediktif dan real-time mengenai tren pendidikan global, organisasi ini bertujuan membantu institusi dan pembuat kebijakan menavigasi lanskap yang semakin kompleks.
Hal ini juga akan memperluas upaya untuk mengukur dan mendorong keberlanjutan dan dampak sosial dalam sektor pendidikan, sejalan dengan semakin pentingnya isu-isu ini bagi siswa, institusi, dan pengusaha.
Entitas terpadu ini berupaya menawarkan peningkatan dukungan bagi institusi pendidikan yang menjalani transformasi digital, termasuk alat dan sumber daya untuk membantu mereka memanfaatkan teknologi secara efektif dan berkelanjutan.
Terakhir, gabungan organisasi ini berupaya mengembangkan produk dan layanan baru yang bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan pekerjaan, serta memastikan bahwa lulusan dibekali dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan dunia kerja.
Sumber: thepienews.com
Email: info@konsultanpendidikan.com


Nah, kali ini Access Education akan membawa sharing dari Carl Bianco, seorang MD dari Amerika Serikat (kalau kalian belum mengerti apaan sih MD itu; berarti kalian wajib untuk baca ulasan ini ampe tuntas) dan tentunya berdasarkan
Seperti yang disebutkan diatas, proses menjadi Dokter ini memerlukan suatu dedikasi tinggi. Kamu harus bisa menelaah diri sendiri apakah memang bidang ini yang kamu inginkan atau cuma sekedar karena Papa / Mama kamu dokter maka kamu pun ikut-ikutan jadi Dokter; alasan itu tidak bisa diterima.
Rata-rata, siswa yang kuliah di bidang Medicine (yang merupakan dasar wajib untuk meneruskan ke kedokteran) menyelesaikan pendidikannya di usia 26 tahun. Setelah itu mereka wajib untuk menjalani magang selama 3 tahun; akibatnya karir kedokteran mereka baru dimulai di usia 29 tahun. Itu kan baru rata-ratanya ya, kalau mau ambil specialis bisa saja magangnya ini berlanjut sampai usia 30an.
Konsekuensinya apa? Ya jelas karena harus berfokus dalam belajar ini berarti telat untuk menikah dan berkeluarga.
Apakah kalian punya komitmen dan dedikasi kuat untuk belajar selama bertahun-tahun?
Punya nilai tinggi pas masih sekolah? Kalian masuk jurusan IPA?
Ini bukan berarti kalian pasti sukses bisa jadi Dokter loh ya. Kepandaian memang dibutuhkan, tapi selain itu kamu juga butuh yang namanya empati karena sudah jadi hal umum untuk diketahui kalau kerjaan sebagai Dokter itu mengabdi dan menolong masyarakat dibidang kesehatan.
Jika kamu memang punya empati tapi sudah merasakan kalau Dokter bukan jalan hidupmu, ada bidang lain yang bisa kamu pilih seperti pekerja sosial, pendeta, atau politik. Jangan paksakan diri untuk memilih kedokteran hanya karena ingin menolong orang tapi tidak punya minat dan bakat yang diperlukan.
Dunia kedokteran ini penuh dengan pilihan. Kalian bisa menjadi bidan, spesialis anak, mengabdi dibagian Unit Gawat Darurat, penyakit dalam, atau menjadi psikiater; bisa juga jadi ilmuwan yang meneliti penyakit yang belum bisa disembuhkan hingga saat ini.
Karir dibidang kedokteran ini bergengsi, terhormat, dihargai, dan sudah terjamin pasti dibutuhkan ke mana saja kamu pergi; bagaimana pun juga selama dunia ini masih ada penyakit akan tetap ada.
Walau begitu semua yang manis mengenai menjadi Dokter ini ada harganya; kalian akan mengorbankan waktu bertahun-tahun, dedikasi, dan tanggung jawab. Ada juga resiko dituduh malpraktek oleh pasien atau keluarga pasien.
Kalau kamu mau menjadi Dokter karena uang, sebaiknya urungkan niatmu memilih kedokteran dan cari jurusan lain.
Dasar yang harus dipersiapkan sejak dini adalah kalian harus memilih jurusan IPA saat penjurusan di SMU.
Persyaratan untuk diterima di sekolah kedokteran itu punya dasar pengetahuan di Biologi, Kimia, Fisika, dan Matematika (termasuk Matematika Kalkulus). Karena itu SMU ini merupakan dasar yang penting, kalau kalian milih IPS ya jelas ga bisa.
Dalam memilih sekolah juga pastinya kita maunya masuk ke sekolah top donk? Karena alasan ini juga maka kalian sebaiknya kejar nilai akademis yang tinggi juga ya.
Setelah lulus SMU yang harus kalian lakukan adalah memilih college dengan jurusan yang tepat.
Biasanya jurusan yang dipilih itu Biologi baru setelah beres dari college lah kalian bisa memilih medical schoolnya.
Syarat untuk masuk ke medical school itu antara lain: