Yang lebih kerennya lagi nih, saat kamu kuliah disini kamu bisa kuliah sambil bekerja. Kamu bisa bekerja asalkan tidak lebih dari 28 jam perminggunya.
Beberapa persyaratan untuk bisa masuk institusi ini adalah sudah melewati 12 tahun masa pendidikan atau sudah lulus SMA. Selain itu kamu juga tidak boleh lebih dari 4 tahun setelah lulus dari SMA itu. Dan yang paling penting nih ya kamu sudah harus bisa bahasa Jepang.
Kalo kamu mau daftar di kampus ini ada beberapa kali intake yang bisa kamu pilih, antara lain
Masa studi 2 tahun intake dibulan April, masa studi 1 tahun 9 bulan intake dibulan Juli, masa studi 1 tahun 6 bulan intake dibulan Oktober, masa studi 1 tahun 3 bulan intake dibulan Januari.
Disini kamu akan belajar hanya dua kelas per hari dan masing-masing hanya 100 menit. Perkuliahannya pun berjalan dari Senin hingga Jumat dan dibagi menjadi kelas pagi dan siang. Untuk kelas pagi berlangsung dari jam 9 pagi hingga jam 10.40. Kemudian jam 11.00-12.40. Sedangkan untuk kelas siang dari jam 13.10-14.50 dan 15.15-16.50.
Nah, berikut beberapa gambar yang mengenalkan kamu dengan Nishinihon International Education Institute:
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com











Jurusan fashion di universitas sangatlah kompetitif, jadi apa yang perlu kamu lakukan agar personal statement alias essay yang kamu buat bisa tampak menonjol? Kuncinya tentu saja harus asli, berunsur bisnis dan jangan meniru!
“Fashion is not simply a matter of clothes; fashion is in the air, born upon the wind; one intuits it.” Ini adalah ucapan Coco Chanel—dan ini bukanlah cara yang boleh kamu gunakan untuk mengawali sebuah personal statement kalau kamu mau masuk jurusan fashion.
Ketika kamu mau kuliah di luar negeri dengan mengambil program studi pada bidang fashion, personal statement tidak akan dibaca jika portofolio yang kamu lampirkan tidak cukup menarik. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Willie Walters yang merupakan ketua jurusan fashion di Central St Martins. Ia tak akan mau repot membaca personal statement calon mahasiswa jika portofolionya tak tampak menarik.
Walter menyarankan para calon mahasiswa untuk membuat portofolio sejelas mungkin, menyertakan karya penelitian dan buku sketsa juga foto-foto dari karya desain. Hal ini karena yang dicari adalah originalitas dan sesuatu yang benar-benar baru.
Sementara itu, menurut Josephine Collins, seorang pengajar Fashion Journalism di London College of Fashion, mengatakan dirimu punya “passion for fashion” saat menulis sebuah pernyataan, adalah jelas sebuah kesalahan karena hal itu sudha biasa dilakukan oleh banyak orang. Umumnya, bagian penerimaan mahasiswa bahkan akan berjengit kalau lagi-lagi mereka harus membaca ucapan yang sama yang seolah sudah menjadi ikon jurusan fashion itu.

Selanjutnya, akurasi dan alur yang yang baik adalah hal-hal yang dianjurkan oleh banyak tutor jika kamu ingin membuat sebuah personal statement yang baik, tapi kamu tetap harus ingat untuk fokus pada apa yang benar-benar kamu ingin pelajari dalam jurusan fashion yang kamu ambil.
Ada banyak mata kuliah seperti fashion marketing, misalnya, tapi isi dari mata kuliah sangatlah luas dan bervariasi. Memahami jurusan yang kamu ambil dengan baik akan membantumu untuk membuat personal statement yang lebih baik.
Sementara itu, untuk program studi fashion dimana sebuah portofolio berporsi lebih besar daripada personal statement, kamu tetap saja perlu mengekspresikan dirimu dalam pernyataan yang baik.
Para tutor mengatakan bahwa individualitas dan karakter kuat adalah hal yang paling penting untuk disampaikan dalam personal statement. Tapi, jangan merekayasa sesuatu hanya untuk mengesankan tutor. Kamu cukup jujur, alami dan jadi dirimu sendiri.
Sekali lagi, intinya, dalam membuat personal statement kamu tak perlu mengutip Coco Chanel.

