Kuliah di program bisnis sejatinya memang memiliki harga yang cukup mahal, dengan biaya kuliah sekitar USD60.000 setahun ditambah biaya lainnya, total sekitar USD100.000 per tahun. Sekolah bisnis datang dengan harga yang lumayan. Dengan biaya kuliah tersebut mungkin akan lebih layak jika Anda memilih program yang tepat.
MBA dapat mengharapkan untuk menerima gaji awal rata-rata sekitar $ 100.000, Fortune melaporkan. Bandingkan dengan gaji awal 2014 rata-rata pemegang gelar sarjana: $ 45.000 per tahun, menurut National Association of Colleges dan Pengusaha.
Terlebih lagi, sebagai lulusan sekolah top-tier maju ke tahap pertengahan karir (setidaknya 10 tahun pengalaman di bidang mereka), mereka dapat mengharapkan gaji rata-rata yang mendekati $ 200.000
Berdasarkan peringkat PayScale yang terbaik lulusan sekolah bisnis dengan potensi gaji, di sini top 5 program MBA dari kampus-kampus ini yang memiliki gaji yang cukup menarik:
Stanford University’s Graduate School of Business
Biaya Kuliah senilai USD64.050 per tahun, tapi karier kamu setelah lulus dari kampus ini juga akan terjamin. Karena setiap lulusannya mendapatkan gaji rata-rata di awal karier kamu sebesar USD132,100. Tapi pada pertengahan karier kamu, rata-rata gaji yang kamu terima adalah USD184,600.
Harvard Business School
Biaya Kuliah senilai USD61,225 per tahun, tapi karier kamu setelah lulus dari kampus ini juga akan terjamin. Karena setiap lulusannya mendapatkan gaji rata-rata di awal karier kamu sebesar USD103,800. Tapi pada pertengahan karier kamu, rata-rata gaji yang kamu terima adalah USD181,100.
University of Pennsylvania’s Wharton School
Jika kamu kuliah di program MBA di kampus ini, biaya kuliah yang akan kamu keluarkan adalah USD70,870 per tahun. Tapi, setelah kamu lulus dari kampus ini, maka gaji yang akan kamu terima di awal karier kamu sebesar USD124,000 dan di pertengahan karier kamu gaji kamu akan meningkat menjadi USD180,300.
University of California Berkeley’s Haas School of Business
Sejatinya, kuliah di negara bagian Amerika Serikat yang satu ini memang memberlakukan biaya kuliah yang berbeda untuk penduduk asli dan pendatang. Program MBA di kampus ini membebani mahasiswanya dengan biaya sebesar USD40,476 per tahun untuk warga asli California dan sebesar USD42,537 per tahun untuk non penduduk. Rata-rata gaji yang kamu terima setelah kamu lulus dari kampus ini sebesar USD127,300. Setelah pertengahan karier, gaji kamu yang kamu terima adalah USD172,000.
Columbia Business School
Jika kamu kuliah di program MBA di kampus ini, biaya kuliah yang harus kamu keluarkan adalah USD65,988 per tahun. Tapi setelah kamu lulus dari kampus ini, gaji yang akan kamu terima di awal karier kamu adalah USD101,000 dan pada pertengahan karier gaji yang kamu terima adalah USD168,100.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com



Kampus yang satu ini menempati peringkat pertama perguruan tinggi yang banyak menghasilkan lulusan dengan jabatan tinggi atau gaji yang besar. Para lulusan dari kampus yang terletak di bagian utara New York, Amerika Serikat ini rata-rata mendapat gaji awal sebesar USD54.000.
Sebagian besar lulusan Colgate University mendapat pekerjaan di beberapa perusahaan besar di New York atau Boston. Kampus ini juga mengarahkan lulusannya untuk bekerja di Google dan IBM. Beberapa alumninya adalah CEO NBC, pendiri, Ben and Jerrys Ice Cream dan Pembuat Trivial Pursuit.
2. Stanford University
Stanford University memang merupakan kampus terkenal di dunia. Tapi untuk penghasil lulusan dengan jabatan tinggi, kampus ini masih berada di peringkat kedua. Rata-rata lulusan universitas ini mendapat gaji sebesar USD62.900.
Beberapa alumni universitas ini adalah Steve Ballmer yang bekerja di Microsoft, dua pendiri Google yaitu Sergey Brin dan Larry Page dan juga CEO Yahoo. Sekolah ini terkenal dengan gelar bisnisnya dan berbagai aspek mengenai teknologi komputer.
3. MIT
MIT telah menjadi salah satu perguruan tinggi yang sangat terkenal di dunia. sangat membanggakan jika seseorang bisa masuk dan lulus di perguruan tinggi ini.
Rata-rata gaji buat lulusan MIT adalah USD70.300. Lulusan perguruan tinggi ini sangat mumpuni di bidang teknik. Oleh sebab itu lulusannya pun masuk ke beberapa perusahaan teknologi seperti Boeing, Apple dan Microsoft.
4. United States Naval Academy
Lulusan dari United States Naval Academy rata-rata mendapat gaji sebesar USD80.700. sebuah angka yang sangat besar. Kampus ini memang sengaja mengkhususkan diri untuk mengembangkan ilmu di bidang matematika, science dan juga teknologi mesin.
5. Harvey Mudd College
Sekolah yang lulusannya mendapat gaji paling besar Harvey Mudd College. Rata-rata lulusan dari perguruan tinggi ini mendapat gaji sebesar USD75.600. Mereka yang masuk perguruan tinggi ni mempelajari ilmu-ilmu pasti seperti fisika, kimia dan biologi.
Alumni terkenal dari sekolah ini antara lain Jonathan Gay yang merupakan pencipta sofware Flash.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Saat ini kita berada di era dimana perusahaan menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar lulusan MBA. Mereka ingin seseorang yang bergerak maju, terbuka pada sesuatu yang baru, dan penuh perencanaan. Karena itulah kita harus mendapatkan pendidikan dari sekolah bisnis terbaik.
Financial Times membuat penelitian akan sekolah bisnis di dunia untuk melihat yang manakah dari mereka yang memberikan efek terbaik dalam pertumbuhan pribadi maupun karir dari mahasiswa. Data penelitian diambil dari 10.986 responden yang berasal dari 153 sekolah bisnis terkemuka dunia.
Peringkat keempat ditempati oleh Harvard Business School dan IESE Business School dari Spanyol berada di peringkat kelima. Harvard Business School sendiri berada di peringkat pertama pada tingkat kepuasan yang diperoleh oleh alumni. Secara keseluruhan pada posisi 25 besar ada 8 sekolah bisnis yang berasal dari United Kingdom dan ada 7 sekolah bisnis yang berasal dari Amerika.
Sementara itu University of Wisconsin tetap berada pada peringkat keseratus selama 2 tahun berturut-turut meskipun mereka berada pada peringkat kedua puluh enam dalam peningkatan karir dan memiliki 104 persen kenaikan gaji hanya dalam jangka 3 tahun setelah mahasiswa lulus.
Beberapa universitas yang lulusannya menerima gaji yang lebih kecil dari lulusan univ top di atas adalah Melbourne Business School, Washington University, University of California Irvine, dan the University of Toronto.
Sementara itu ada beberapa universitas yang diharapkan menempati peringkat yang lebih dalam hal perkembangan karir malah mendapatkan peringkat yang jauh lebih rendah yaitu University of Chicago pada peringkat ke-46, Duke University pada peringkat ke-63, dan Indiana University pada peringkat ke-92.
Kebanyakan mahasiswa yang berhasil mencapai kesuksesan dalam karir mereka berasal dari Stanford Graduate Schoolof Business dan IMD di Switzerland. Posisi teratas pada tahun sebelumnya didapatkan oleh London School of Business. Namun alumni dari IMD berhasil menggesernya setelah mahasiswanya berhasil mendapatkan gaji dengan angka 142.446 dollar hanya dalam jangka 3 tahun setelah mereka lulus.
Yang mengherankan adalah Ahmedabad yang berhasil mencapai posisi ketiga dalam kesuksesan karirnya justru berada pada peringkat ke-96 dalam pencapaian karir. Artinya meskipun alumni tersebut berhasil memperoleh karir yang baik namun mereka merasa belum melakukan hal yang mereka ingin capai setelah lulus kuliah.
Padahal pada kenyataannya kesuksesan dan pencapaian karir memiliki cara pengukuran yang sama. Para alumni yang memberikan data tentang perkembangan karir mereka untuk diteliti. Namun demikian berhasil mendapatkan suatu hal yang mereka ingin capai setelah lulus kuliah bukan berarti mereka akan berhasil dalam karir mereka.
Karena itulah agar kedua ranking bisa lebih adil maka seharusnya kedua rangking tersebut dibuat rata-ratanya. Setelah hasil rata-rata dikeluarkan ternyata Stanford Graduate School of Business tetap berada di posisi pertama dengan nilai rata-rata satu setengah point.
Tabel peringkat Sekolah Bisnis Terbaik berdasarkan penelitian Financial Times