MasterClass adalah situs e-learning dengan Pengajar selebriti dan Pemimpin Industri (Bagian II)

Apa yang akan Anda temukan di bawah:

  1. Ulasan pribadi MasterClass
  2. Beberapa FAQ umum
  3. Daftar 13 kursus MasterClass terbaik

Review dari MasterClass:

MasterClass adalah salah satu platform pembelajaran online favorit saya, dan saya memiliki pengalaman pribadi dengan sebagian besar platform tersebut (Coursera, Skillshare, edX, Rosetta Stone, dll.).

Dibandingkan dengan banyak kursus online, MasterClass mengikuti format percakapan satu sisi lebih dari sekedar pengaturan akademis, yang dapat membuat pembelajaran terasa lebih menarik jika Anda berada di kursus untuk memuaskan rasa ingin tahu Anda lebih dari Anda menguasai poin-poin penting. dari Python.

Saya senang bahwa saya dapat mempelajari trik dan tip konvensional dan tidak terlalu konvensional dari raksasa dari industri apa pun – beberapa di antaranya ada dalam daftar penulis, aktor, musisi, dan koki favorit saya. Kelasnya cukup singkat (total 2-5 jam), dan durasi pelajaran masing-masing antara 5-25 menit.

Anda juga akan mendapatkan akses ke catatan, sumber bacaan tambahan, dan komunitas. Dan sangat menyenangkan Anda dapat mengunduh pelajaran untuk pesawat, atau menggunakan Mode Audio di dalam mobil.

Saya menyukai keragaman, kualitas, dan fleksibilitas kelas online-nya. Jika saya akan melalui fase memasak, saya dapat menonton klip seukuran gigitan yang menarik dan berguna – dan, jika itu bukan hasrat nomor satu saya, daya pikat seorang “master” membantu saya tetap terlibat.

Secara pribadi, saya menikmati akses tahunan. Jika Anda adalah pembelajar seumur hidup, ini memberikan kemampuan untuk beralih ke topik yang berbeda dengan wawasan yang efisien dari para ahli dan alat seperti “daftar putar topik” yang menyusun hal-hal yang mungkin Anda sukai. Dan kursus tunggal menghasilkan hadiah yang luar biasa dan bijaksana.

Tapi, sementara saya menemukan saya mendapatkan cukup penggunaan $ 180 untuk langganan tahunan, saya pikir $ 90 per kelas mungkin terlalu mahal jika Anda membayar untuk diri sendiri – kecuali mengambil kelas akting dari Samuel L.Jackson adalah impian terbesar Anda, dan kedekatan serta spesialisasi semacam itu lebih berharga bagi Anda daripada keragaman dan fleksibilitas. Secara pribadi, saya akan membayarnya untuk hadiah, tetapi saya lebih suka mengaudit kelas di Coursera atau edX yang ada di bidang yang sama daripada menjatuhkan $100 untuk dua jam video saja. – Mara Leighton, reporter senior

Neil deGrasse Tyson mengajarkan pemikiran ilmiah dan komunikasi

Neil deGrasse Tyson

Pelajari cara berpikir seperti ilmuwan dengan Neil deGrasse Tyson

Gelar Ivy League, buku terlaris, dan penghargaan Grammy hanyalah sebagian dari penghargaan Neil deGrasse Tyson. Dalam kursus ini, astrofisikawan terkenal akan membantu Anda melihat ke dalam pikiran seorang ilmuwan, memberi Anda banyak keterampilan untuk membantu Anda memperkuat cara Anda berpikir dan berkomunikasi sepanjang jalan.

Kelly Wearstler mengajarkan desain interior

kelly wearstler

Pelajari cara mendesain ruang Anda dengan Kelly Wearstler

Pernah bertanya-tanya bagaimana cara membuat ruang Anda terlihat seperti diambil dari halaman Intisari Arsitektur sambil tetap merasa seperti milik Anda? Ini tugas yang sulit, Kelly Wearstler telah mendesain banyak rumah selebriti, hotel butik, dan sekarang dia memberi Anda semua tip dan trik yang perlu Anda ketahui untuk mendefinisikan ulang ruang Anda sendiri, seperti bagaimana memilih warna untuk ruangan mana pun, bagaimana membuat ruang terasa lebih besar, dan cara mengurasi koleksi seni. 

Chris Voss mengajarkan seni bernegosiasi

Chris Voss

Pelajari seni negosiasi dengan Chris Voss

Selama waktunya sebagai negosiator sandera FBI, Chris Voss menguasai semua aspek negosiasi yang hebat. Meskipun negosiasi sehari-hari Anda mungkin tidak terlalu dipertaruhkan, strategi Voss dapat membantu Anda mendapatkan hasil yang Anda inginkan – apakah itu promosi di pekerjaan Anda atau keputusan dalam hubungan Anda.

Christina Aguilera mengajar menyanyi

christina aguilera

Pelajari cara bernyanyi dengan Christina Aguilera

Apakah Anda ingin menyempurnakan keahlian Anda atau tidak memiliki pengalaman musik selain menyanyikan “selamat ulang tahun” untuk teman dan keluarga Anda, Christina Aguilera memiliki teknik untuk membantu Anda meningkatkannya. Artis pemenang penghargaan Grammy akan memberi Anda tip praktis tentang cara memoles suara Anda serta berbagi beberapa cerita tentang lintasan kariernya.

Dominique Ansel mengajarkan dasar-dasar kue Prancis

dominique ansel

Pelajari dasar-dasar kue Prancis dengan Dominique Ansel

Dominque Ansel dipuja karena kreatifnya membuat kue-kue lezat, seperti Cronut, hibrida croissant-donat yang menghasilkan antrean berjam-jam di luar toko roti SoHo di New York. Dalam kursus ini, Anda akan mempelajari teknik tepat yang digunakan Ansel untuk memanggang camilan terkenalnya. Tart buah, kue cokelat, dan madeleine mini hanyalah beberapa makanan penutup yang akan Anda pelajari untuk memanggang.

Carlos Santana mengajarkan seni dan jiwa gitar

carlos

Pelajari cara bermain gitar dengan Carlos Santana

Jika Anda mencari pelajaran gitar teknis klasik, kursus ini mungkin bukan untuk Anda. Jika Anda ingin memahami bagaimana salah satu gitaris paling populer di dunia mendekati instrumen, mendapatkan inspirasi untuk musiknya, dan menemukan suaranya yang unik, Anda akan menyukai kelas ini bersama Carlos Santana.

sumber: businessinsider.com

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Cara Belajar Generasi Sekarang, the Net Generation

imagesNet Generation adalah sebutan untuk generasi yang lahir setelah tahun 1982. Dan jika kamu termasuk yang lahir setelah tahun itu, maka kamu pun bagian dari Net Generation. Bagi generasi ini, yang tumbuh dan berkembang dalam era teknologi yang terus berkembang dengan pesat, segala sesuatu menjadi berbeda persepsinya. Penggunaan alat-alat canggih untuk berkomunikasi, misalnya. Net Generation bisa dikatakan sangat tergantung pada teknologi komunikasi berwujud gadget elektronik serta dukungan software untuk saling berhubungan dengan teman-teman sebaya atau untuk urusan lainnya. Akibatnya, gadget seperti handphone atau ponsel seolah menjadi tak terpisahkan dari genggaman tangan. Bicara, ngobrol, ngomong atau apalah kamu menyebutnya, yang dulunya identik dengan ketemu langsung, berhadap-hadapan, kini biasa dilakukan tanpa harus ketemu langsung. Aktivitas berkirim pesan teks via SMS, email, atau online chat kini bisa dianggap ngobrol. Fitur pesan teks yang bervariasi ini bahkan memiliki jangkauan yang sangat luas, menghubungkan seluruh orang-orang dari seluruh dunia. Berteman dan berhubungan dengan siapapun dari negara manapun kini bukan lagi hal yang sulit dilakukan. Dan yang lebih membuat Net Generation makin nyaman adalah kecepatan pesan-pesan tersebut tersampaikan. Dunia memang sudah sangat berubah. Teknologi berwujud software-software dirasakan seperti bagian hidup yang tak terpisahkan. Net Generation fokus pada aktivitas, tidak terlalu memerhatikan teknologi tertentu, yang memungkinkan mereka untuk melakukannya. Komunikasi yang terjadi dengan bertukar pesan teks bukan sekedar pesan teks, pesan instan atau saling berkirim email saja, tetapi bisa diartikan sebagai kegiatan bicara, berkolaborasi dan berkumpul. Dalam sejarah Amerika, Net Generation merupakan jumlah yang terbesar—lebih dari 100 juta dan terus bertambah—dan penggunaan teknologinya yang intuitif dengan cepat mengubah tata cara pengajaran di sekolah-sekolah serta budaya kerja di kantor-kantor. Sekarang ini, banyak universitas dan perusahaan yang masih terbagi berdasar garis umum, dibagi lagi antara apa yang disebut Marc Prensky dengan “Digital Natives” dan “Digital Immigrants”. digital-native Digital Natives terdiri dari kalangan siswa/mahasiswa dan pekerja muda. Mereka berbicara dengan ‘bahasa teknologi’ yang fasih dan dengan spontan. Mereka bisa menavigasikan dunia virtual dan fisikal dengan mulus. Digital Natives sangat menikmati bicara dengan teman-teman mereka melalui teks meski teman-teman mereka tersebut berasal jauh dari negeri asing. Semuanya begitu natural selayaknya bicara langsung dengan teman sebangku di kelas. Di sisi lainnya, mayoritas dosen dan staf pengajar lainnya di sekolah tinggi serta para pemimpin perusahaan merupakan Digital Immigrants. Kelompok ini mungkin memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan Net Generation—khususnya pada email, Google dan kesukaan membeli tiket online—tetapi mereka masih membatasi diri. Kelompok ini tidak akan pernah mengungkapkan pikiran dan perasaan yang mereka rasakan tiap hari di blog. Mereka tak bisa membuat laporan penjualan, chat dengan 6 orang sekaligus sambil menonton TV dalam waktu yang bersamaan. Dan bagi dua generasi ini agar bisa berkomunikasi secara efektif membutuhkan saling pengertian akan apa yang diinginkan Net Generation. Di sinilah kita akan mengulik dan mencoba mengerti bagaimana Net Generation belajar dan bekerja. Selanjutnya kita akan mengerti bagaimana Net Generation berkomunikasi, bagaimana mereka memandang dunia.

Bagaimana Siswa Net Generation Belajar dan Bekerja

image

Mahasiswa Net Generation bekerja sebagaimana internet sendiri. Pikiran mereka mirip “hypertext”, yang artinya gambar, suara dan link teks tergabung jadi satu membentuk informasi. Dan pikiran tersebut tidak bertahan lama. Net Generation terkenal akan keahlian mereka dalam multitasking dan pembelajar cepat. Tumbuh dalam era yang serba online, generasi ini terlatih dengan cepat dan simultan mencerna dan memroses informasi dari berbagai media dan sumber—dan tidak memedulikan hal-hal lainnya yang membosankan dan tidak menarik. Ketika hasil survey Net Generation dipublikasikan, 75% siswa terbukti suka melakukan online chatting sambil mengerjakan tugas sekolah mereka. Menurut survey ini, pada saat yang bersamaan, siswa yang chatting sambil mengerjakan tugas tersebut melakukannya sambil bermain dan mendownload musik, menonton acara TV yang tak sempat dilihatnya semalam dan berbicara di telepon. Net Generation dengan cepat bisa mengalihkan perhatiannya dari satu projek ke projek lainnya, selalu menekankan pada kecepatan. Kadangkala aspek kecepatan yang diinginkan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Para pendidik dan peneliti telah menemukan bahwa Net Generation kurang bisa mendetail dan menyeluruh dalam mengerjakan tugas penelitian. Seringkali Net Generation ini hanya menangkap informasi yang disajikan di halaman pertama yang muncul di Google saja, tanpa repot-repot mempertimbangkan kredibilitas website tempat ia memeroleh informasi tersebut. Penelitian menunjukkan bahwa siswa Net Generation merupakan pembelajar visual yang hebat dan pembelajar tekstual yang lemah. Suatu studi menguji sebuah perpustakaan di California State University – Hayward, dimana siswa seringkali mengabaikan petunjuk pengerjaan tugas yang panjang. Ketika kali pertama tugas ditulis ulang menggunakan gambar, nilai siswa naik dari 11% menjadi 16% dan penolakan untuk menyelesaikan tugas menurun dari 10% menjadi 14%. generation-300x300Net generation tidak hanya mahir dalam memroses informasi dari berbagai sumber, tetapi mereka juga secara intuitif tertarik untuk menciptakan presentasi multimedia . Dari masa kanak-kanak yang menghabiskan waktunya dengan menonton MTV, film dan vide klip online, generasi ini memiliki bakat alami untuk mengedit audi, vide dan teks. Dan karena mereka tumbuh besar di dunia online, di seputaran video kamera dan software editorial yang simpel, setiap orang dari generasi ini bisa dibilang sebagai seorang  filmmaker. Lihat saja bagaimana Youtube begitu penuh dengan video kreasi para muda, mulai dari video yang sekedar berwujud slide presentasi sederhana sampai film-film yang berkualitas dan digarap selayaknyan sineas handal. Net Generation juga merupakan pembelajar yang berpengalaman. Mereka lebih suka belajar dengan menemukan sendiri, daripada hanya sekedar mendengar cerita dari orang lain akan kebenaran tentang sesuatu.  Mereka terbiasa dengan dunia online dimana Google menjawab setiap pertanyaan yang terlontarkan. Mereka membaca dan menulis review pelanggan akan buku-buku, game dan gadget serta mereka percaya pada review sesama pengguna lebih daripada iklan TV atau bahkan kritikan “resmi”. Melebihi apapun, siswa Net Generation merupakan kolaborator handal. Mereka sudah terbiasa dengan networking dan suka bekerja dalam tim. Bagi Net generation, kolaborasi bisa terjadi di dalam kelas yang sama atau dengan anggota tim yang sama dari seluruh dunia. Mereka dengan nyaman bisa memulai dan menjaga hubungan dan menjadi teman baik dengan orang-orang yang tak pernah mereka temui secara langsung di dunia nyata. Dan itu semua karena bagi Net Generation, garis pemisah antara dunia fisik dan virtual sudah terkaburkan, jika malah sudah tak terlihat. Tak mengherankan jika Net Survey mendapati bahwa 80% mahasiswa melakukan online chat dengan seseorang di ruangan yang sama. Begitulah bagaimana Net Generation belajar dan bekerja dalam keseharian mereka yang tak terpisahkan—sesuai nama mereka—dari yang namanya internet dan gadget. Semoga post ini menambah wawasan kalian 😉 Access Education, berdiri sejak 1979 KONSULTASI GRATIS! Silahkan hubungi kami via

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami