Bagi kamu yang akan atau berminat kuliah di luar negeri, khususnya di Amerika, ada berita baru nih. Kali ini adalah tentang adanya perubahan yang terjadi pada tes SAT. Seperti yang mungkin kamu sudah tahu bahwa SAT adalah salah satu tes wajib yang dikeluarkan oleh College Board yang diperlukan untuk mendaftar pada hampir semua universitas atau perguruan tinggi di negeri Barack Obama alias Amerika(lebih lengkapnya disini. Selain itu SAT ini juga banyak sekali kelebihan lainnya untuk kamu disamping untuk urusan admisi (lebih lengkapnya disini).
Dikatakan bahwa perubahan besar akan diberlakukan pada tes SAT dikarenakan tes tersebut sudah terlalu tidak nyambung dengan apa yang diajarkan di sekolah menengah. Tes tersebut dianggap terlalu menegangkan bagi para calon mahasiswa, terlalu penuh misteri dan “trik” untuk meningkatkan skor yang mana semuanya tidak diperlukan untuk mencetak seorang mahasiswa yang siap masuk perguruan tinggi.
Oleh karena itu SAT 2016 yang akan mulai dipublikasikan musim semi tahun depan (Spring) dirancang secara khusus untuk mengubah semua sisi negatif dari SAT sebelumnya. Tes ini akan mencakup 3 sesi: evidence-based reading and writing, math dan optional essay. Semuanya diperlengkap untuk mencegah para siswa mengerjakannya secara asal.
Tes SAT akan mengubah skor maksimalnya dari 2400 kembali menjadi 1600, dengan skor yang terpisah pada kategori essay. Dengan begini, tak akan ada lagi cerita peserta tes ini dihukum karena memilih jawaban yang salah.
Untuk mempersiapkan para siswa menjalani tes SAT, College Board akan bekerja sama dengan Khan Akademi untuk menyediakan persiapan materi tes gratis mulai musim semi tahun 2015. Selanjutnya, para calon mahasiswa yang memnuhi syarat akan menerima surat pernyataan bebas biaya sehingga mereka bisa mendaftar secara gratis di perguruan tinggi yang bersangkutan.
Kenapa tes SAT berubah
Terakhir, perubahan pada tes SAT adalah pada tahun 2005. Waktu itu beberapa format pertanyaan diubah, ada tambahan esai tertulis dan mengubah skor maksimalnya dari 1600 menjadi 2400.
Untuk perubahan ini, David Coleman selaku College Board President mengatakan bahwa keinginan untuk menciptakan lebih banyak peluang kepada para calon mahasiswa daripada menggugurkan mereka dengan pertanyaa-pertanyaan ujian yang dirasa tidak cocok dengan pendidikan mereka dan persiapan masuk universitas yang diperlukan.
Coleman, yang bergabung di College Board pada tahun 2012, secara kritis telah mengupayakan agar tes yang dikeluarkan oleh organisasi yang dipimpinnya ini bisa dikembangkan dengan lebih baik.
Para petugas bagian penerimaan mahasiswa baru dan konselor menyatakan bahwa mereka mendapati data ujian penerimaan sangat berguna tetapi juga menyatakan bahwa ujian ini sepertinya telah tidak cocok lagi dengan pembelajaran yang didapat para calon mahasiswa di sekolah menengah mereka dan ditambah lagi dengan tes persiapan yang mahal.
Pada beberapa tahun terakhir, ujian masuk universitas lainnya, ACT, telah menjadi sangat terkenal jika dilihat dari banyaknya negara yang menggunakan tes tersebut sebagai tes standar mereka untuk ujian masuk.
Sementara kebanyakan universitas program empat tahun (S-1) mewajibkan calon mahasiswanya memenuhi skor tes tertentu, ratusan sekolah telah mengubah kebijakan tesnya dimana mereka mengijinkan para siswa untuk memutuskan apa yang ingin mereka serahkan saat pendaftaran atau hanya sekedar menyerahkan nilai tes saja.
Sebenarnya, seperti yang dilaporkan oleh National Association for College Admission Counselling 2013, prestasi akademis dan pengalaman siswa yang bersangkutan lebih dipertimbangkan daripada skor standar tes, ranking atau minat yang dimiliki dalam penerimaan mahasiswa baru. Laporan tersebut berdasar pada survey yang dilakukan di sekolah menengah negeri dan swasta, lembaga pendidikan pasca skeolah menengah dan data dari College Board, U.S. Department of Education dan U.S. Census Bureau.
Steve Syverson, salah satu anggota NACAC dan dekan dari Lawrence University di Appleton, Wisconsin, mengatakan bahwa perubahan pada tes SAT ini diharapkan akan membawa lebih banyak kebaikan meskipun ia belum tahu pasti bagaimana tes ini akan memberikan pengaruh sebesar itu.
Bagaimana tes SAT akan berubah
Sesi dari SAT yang telah dirancang ulang mungkin tak jauh beda dengan tes SAT yang sekarang, tetapi menurut David Coleman, perubahan tersebut sangatlah berpengaruh.
Sesi reading dan writing akan mencakup pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan siswa untuk mencantumkan bukti-bukti dari jawaban pilihan mereka dan mencakup bacaan dari cabang ilmu yang lebih luas termasuk sains, sejarah, ilmu sosial dan literatur.
Peserta ujian tak akan lagi diminta untuk melengkapi kalimat dengan kata-kata yang kurang jelas yang mungkin mereka ingat dari menghapalkan flash card. Malah, para peserta tes tersebut harus memikirkan konteks tentang suatu kata seperti bagaimana kata “synthesis” dan “empirical” digunakan.
Sementara itu pada sesi matematika, penggunaan kalkulator tidak akan diperbolehkan. Ujian pada bidang matematika akan difokuskan pada analisis data dan pemecahan masalah dan beberapa di antaranya konsep matematika tingkat lanjut.
Sementara itu kategori esai, yang pada tahun 2005 ditambahkan sebagai bagian utama, kini menjadi opsional.
Nah jadi begitu guys info sekilas tentang wacana perubahan sistem SAT yang emang kebanyakan dipake sama siswa Indonesia buat masuk Universitas di USA. Semoga bermanfaat ya 🙂
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com



































