Risiko yang Pantas Diambil

Ketika saya masih sarjana, saya memiliki impian untuk bekerja di Amerika Serikat di masa depan nanti. Rasanya ada sesuatu yang menakjubkan tentang industri teknologi dan silicon valley yang ingin saya alami. Nah, saya kira pada saat itu akan terkejut mengetahui tentang kesulitan yang harus dia tempuh untuk mengejar impian itu.

Beginning
Setahun setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB), saya melamar ke beberapa perusahaan di AS tanpa hasil. Saya tidak mendapat satu pun undangan wawancara. Mungkin karena saya hanya memiliki pengalaman satu tahun dan lulusan baru dengan magang di perusahaan besar terlihat lebih menjanjikan bagi mereka. Sederhananya, saya tidak cukup baik. Selain itu, saya yakin masalah visa H1B memang berkontribusi pada keputusan mereka. Berdasarkan asumsi itu, saya memutuskan untuk merancang rencana besar saya.

Master’s Plan
Bersemangat dengan rencana tersebut, saya mengumpulkan daftar universitas yang ingin saya terapkan, termasuk Cornell University, Carnegie Mellon University (CMU), dan University of Southern California (USC).

Pada akhirnya, itu Sepadan

Pada Desember 2018 adalah gong saya. Saya secara resmi menandatangani penawaran dari Google, secara resmi lulus dari UIUC. Intinya adalah, perjuanganya sepadan. Ini bukan tentang hasil itu sendiri, tetapi pengalaman yang benar-benar hebat.

Mungkin, jika Anda mengesampingkan ketidakpercayaan Anda, menyingsingkan lengan baju, mengambil risiko, dan benar-benar melakukannya, suatu hari Anda akan bangun dan menyadari bahwa Anda menjalani kehidupan yang dulu membuat Anda iri.

Alif Raditya Rochman, Masters Student, Computer Science, University of Illinois Urbana Champaign

Saya bohong jika saya mencapainya karena usaha sendiri. Saya menerima bantuan luar biasa dari keluarga dan teman-teman saya yang mendukung. Saya mengucapkan terima kasih atas keluarga saya atas semua dukungan mereka. Untuk teman saya yang telah membantu saya selama tiga tahun terakhir, saya juga mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah mendengarkan cerita saya, terima kasih telah membantu saya dalam wawancara saya, terima kasih telah membalas pesan saya meskipun saya tahu bahwa saya kadang-kadang bisa mengganggu 🙂

sumber : Alif Raditya Rochman

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Program MBA di Cornell University, Kampus unik dan dinamis di Tengah kota New York

Cornell University adalah salah satu kampus bisnis terbaik di New York. Tidak heran dikatakan terbaik karena peringkatnya saja terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 kampus ini berhasil menempati posisi kedua hasil survey alumni yg puas dengan pendidikan disana. Kampus yg terletak di Ithaca, New York ini memiliki fakultas yg sangat peduli sekali kepada mahasiswanya. Tidak hanya itu di sini kamu akan merasa seperti memiliki keluarga karna mereka selalu menciptakan atmosfer kekeluargaan. Hal inilah yg menjadikan kampus ini sangat unik karna tidak semua kampus di Amerika Serikat sangat peduli sekali dengan mahasiswanya dan menciptakan suasana kekeluargaan. 01_cornell_dysonschool_55b6 Salah satu jurusan terbaiknya adalah Curtis Johnson Graduate School of Management, dimana lulusannnya selalu sukses dalam  industry di dunia. Disini kamu punya lima pilihan program yaitu:
  1. Two-year MBA in Ithaca

programini di peruntukkan buat kamu yg mau mengembangkan leadership kamu dan memiliki karir yg terbaik.
  1. cornell univOne-year MBA in Ithaca

Kalo program yg satu ini, di peruntukkan untuk kamu yg mau melanjutkan ke jenjang yg lebih tinggi lagi.
  1. One-year MBA at Cornell NYC Tech

Program ini ada pada mey 2014. Untuk kamu yg juga suka dengan dunia teknologi dan bisnis program ini sangat cocok buat kamu.
  1. Cornell Executive MBA in Metro NYC

Program ini menyiapkan lulusan yg siap untuk bersaing dalam dunia bisnis dan menjadi pionir dalam menciptakan inovasi baru di dunia bisnis. Buat kamu yg ingin menaikkan level karir kamu, program ini pas banget untuk diambil.
  1. Cornell-Queen’s Executive MBA

Program yg satu ini agak unik memang karna kamu gk harus dateng ke kelas untuk mengikuti perkuliahan. Kamu cukup terhubung dengan interactive technology session.

Kuliah di Amrik Asyik Ada di Cornell University

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

19 Orang-orang Berprestasi di Cornell University

226px-Cornell_Seal.svg Nggak cuma Harvard University dan Oxford yang punya orang-orang keren dan berprestasi di dunia. Cornell University juga ada, mereka merupakan orang-orang keren dan beprestasi di Amerika. Bagaimana sih kisah mereka? Ini dia ulasan lengkapnya.

Adarsh Jayakumar

Adarsh jayakumar Adarsh Jayakumar, pemain catur internasional juga mahasiswa teknik lingkungan Cornell yang mendapat peringkat ke 5 sebagai pemain catur internasional seusianya. Sebagai pemain catur Jayakumar juga sukses di bidang akademiknya.

Ahmed Elsamadisi

ahmed elsamadisi Mahasiswa Cornell yang sukses mengembangkan algoritma untuk mengajar robot, navigasi tanah, dan mengetahui kebohongan seseorang ini juga pemimpin dalam proyek di Laboratorium Sistem Otonom Cornell dalam membuat robot cerdas yang bertujuan untuk dapat mencegah terjadinya kecelakaan.

Ali Hamed

ali hamed Seorang investor muda yang telah menabung inverstasi ke lebih dari selusin perusahaan ini bernama Ali Hamed. Hingga sekarang Hamed sukses dengan perusahaan perangkat lunaknya yaitu CoVenture yang ada di Amerika.

Amy Zhao

amy zhao Amy Zhao adalah mahasiswa Cornell berprestasi ke 4 yang dapat membuat perawatan anti kanker. Amy memulai penelitiannya di laboratorium kampus dan akhirnya ia sukses membuat terapi Photodynamic yang dapat mengurangi efek samping pada penderita kanker. Selain sebagai mahasiswa, Amy juga ketua dari Cornell Pre-Veterinary Society.

Brianne Jenner

brianne Jenner Brianne Jenner, yup mahasiswa Cornell yang telah memenangkan medali emas di Sochi Winter Olympics 2014 ini berhasil membawa pulang medali emas dalam kejuaraan hoki wanita di Amerika.

Georgia Crowther

georgia crowther Georgia Crowther merupakan pemimpin tim Cornell Mars Rover yang mendirikan percetakan 3D dan Laser Cutting. Georgia juga salah satu mahasiswa terbaik dan berprestasi di Cornell yang telah membuat sebuah penemuan hebat dan dapat digunakan oleh mahasiswa Cornel lainnya.

Graham Montgomery

graham montgomery Graham Montgomery telah menemukan spesies serangga yang belum pernah ada sebelumnya, selain itu ia juga menemukan BugGuide.net yaitu sebuah database yang dapat digunakan online untuk fotografer dan ahli entomologi.

Hope Batcheller

hope batcheller Hope Batcheller ada di peringkat ke 8 sebagai mahasiswa berprestasi di Cornell. Hope telah mengumpulkan 340 rekaman audio burung selama ekspedisi globalnya. Sebagai penggemar ilmu biologi dan khususnya keberagaman burung, Batcheller juga menjadi wakil dari Cornell World Series tim Birding di kampus Cornell Amerika.

Jana Wilbricht

jana wilbricht Salah satu mahasiswa berprestasi Cornell ini membuat aplikasi yang dapat memudahkan penduduk Amerika dalam mendapatkan akses informasi kesehatan. Jana memfokuskan dalam penggunaan smartphone agar penduduk Amerika dapat dengan gampangnya mengetahui informasi kesehatan dan cara pencegahannya.

Jeff Mathews

Mathews_Jeff_2010_Dartmouth_TMA.JPG Jeff Mathews, pemain Rugby yang satu ini adalah pemain terbaik di Cornell, beberapa kali Mathews mendapat juara dalam kejuaraan Rugby Ivy League di Amerika. Jeff Mathews juga aset masa depan yang dapat membanggakan Amerika.

Justine Lee

justine lee Satu lagi mahasiswa berprestasi Cornell yaitu Justin Lee yang membuat clothing line 3D pertama di dunia. Ia berhasil menciptakan brand baju sendiri dengan menggunakan laser cutting dan 3D sehingga clientnya dapat membuat desain sesuai apa yang mereka mau. Hal ini membuat Lee unggul di bidang fashion design.

Kelechi Umoga

kelechi umoga Ini dia Kelechi Umoga salah satu mahasiswa Cornell yang membuat klinik medis di desa Nigeria. Umoga mendirikan klinik di Jeida untuk membantu penduduk yang tinggal disana. Ide kreatif yang dibuat oleh Umoga ini juga sukses karena mahasiswa yang lain dari Cornell yang ingin bekerja di klinik medis itu juga mendapatkan pengalaman barunya. Setelah lulus Umoga berniat melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan.

Ray Li

ray li Sebagai seorang insinyur di Cornell Ray Li juga ternyata menyukai musik. Ia berusaha mendesain dan mengembangkan alat musik dengan teknologi canggih. Alat musik seperti cello dan piano ia mainkan dengan menggunakan bayangan tangan yang dapat mengeluarkan bunyi, ia menambahkaan sensor pada teknologi canggih buatannya. Hal ini yang membuat Ray Li masuk sebagai salah satu mahasiswa berprestasi di Cornell.

Ryan Radwanski

ryan-radwanski Ryan memberikan pengobatan gratis di Republik Dominika setelah ia mengabdi di marinir Afganistan. Ia memfokuskan member pelayanan di bidang medis untuk para penduduk yang tidak mampus di Dominika. Setelah lulus ia juga berencana menjadi dokter ahli saraf untuk membantu orang yang membutuhkan.

Saramoira Shields

SONY DSC Sara membuat video tentang matematika di media sosial YouTube. Video yang dibuatnya ini untuk mengenalkan pada semua orang bahwa matematika itu bukanlah pelajaran seburuk yang kebanyakan orang lain pikirkan. Untuk itu ia membuat sebuah inovasi baru bahwa matematika adalah pelajaran yang menyenangkan.

Sean Willard

0751_13_011_select.jpg Sean Willard, pendiri restoran nomor 1 di Hightstown, New Jersey. Setelah berkecimpung di inidustri restoran selama enam tahun akhirnya Sean sukses menjadi pemilik dan pendiri Fernado Grille Resto bersama teman kokinya di Hightstown New Jersey Amerika. Ia menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di Cornell University.

Spencer Reed

[ANNUAL EVENT TITLE] Reed sukses dengan penelitiannya mengenai ilmu gizi di konverensi internasional di seluruh dunia. Hal ini membuat Reed menjadi siswa berprestasi di Amerika khususnya di Cornell University.

Thaddeus Talbot

0432_13_019.CR2 Talbot meningkatkan tingkat kelulusan dan lapangan kerja bagi laki-laki kulit hitan di Cornell. Dengan membantu para lulusan pria di Cornell dalam meraih kelulusan dan lapangan kerja membuat Talbot sukses menjadi siswa berprestasi di Cornell.

Timothy Smith

timothy smith Mahasiswa berprestasi diposisi terakhir ada Timothy Smith, Smith rela keluar dari pekerjaannya demi mengabdi pada masyarakat di Kamerun. Smith mengembangkan kebun cokelat cocoa organik di Kamerun agar masyarakat disana dapat membantu dan mendapat pekerjaan dan kehidupan yang layak dengan usahanya ini. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami