
Salah satu universitas terbesar di Estonia, Universitas Tallinn dibentuk di ibu kota pada tahun 2005 dengan penggabungan sejumlah institusi, yang tertua adalah Institut Guru Tallinn, didirikan pada tahun 1919. Juga termasuk Perpustakaan Akademik, Institut Pendidikan Humaniora dan Sejarah dan Sekolah Film dan Media.
Kampus terletak di pusat kota, antara pelabuhan dan Taman Kadriorg, dan juga memiliki perguruan tinggi regional yang berafiliasi di Haapualu dan Rakvere. Bangunan kampus utama, yang tertua, Terra, dibangun pada tahun 1938, memiliki nama Latin. Yang terbaru, Vita, akan selesai pada tahun 2019. Semua kegiatan universitas mengoperasikan “kuartal akademik”, mulai dari jam 15 menit lewat.
Meskipun ada sekolah ilmu alam dan kesehatan, penekanannya adalah pada humaniora melalui sekolah pendidikan, seni dan komunikasi, pemerintahan, hukum dan masyarakat, humaniora dan film dan media. Fakultas teknologi digital menyediakan layanan dan keahlian di seluruh universitas.
Pada tahun 2018 terdapat 7.130 mahasiswa termasuk hampir 3.000 mahasiswa pascasarjana, ditambah 12.226 mahasiswa program pendidikan lanjutan. Sekolah film dan media mengklaim menawarkan program bahasa Inggris terluas dalam disiplin ilmunya di Eropa Utara.
Bagian studi Asia dari sekolah humaniora menyelenggarakan kursus dalam bahasa Jepang, Cina, Turki, Arab, Sanskerta, Korea, dan Persia, sedangkan Institut Studi Kependudukan dianggap sebagai badan utama nasional. Teknolog digital universitas mengembangkan tiga permainan serius sebagai mitra dalam program Lean and Agile Practice yang menghubungkan Pendidikan Tinggi Teknik dengan Industri (LEAP).
Sumber: timeshighereducation.com
Email: info@konsultanpendidikan.com

Punya planning buat kuliah di luar negeri lalu kerja di luar negeri?
Cekidot info yang tentunya akan sangat berguna ini~
Selama ini mungkin yang kamu tahu kalo waktu kerja diseluruh dunia itu sama, tapi kalian salah. Masing-masing negara dan wilayah memiliki jam kerja yang berbeda, ada yang 36,6 jam per minggu sampai 60 jam per minggu, hamper sama kaya jam kerja di Indonesia yaitu 40 jam per minggu. Mau tau jam kerja di tiap negara dan wilayah? Nyok, cek dulu ya.
Statistic menunjukan kalo jam kerja di Kanada pada 2012 rata-rata 36,6 jam per minggu! Dari data yang di dapat, jam kerja di Quebec rata-rata 35,4 jam dan 39 jam di Alberta. Dalam satu negara jam kerja bisa berbeda, tergantung kota.
Data yang dirilis tahun kemarin menunjukan jam kerja di Amerika sekitar 1,700 jam per tahun dan jam kerja ini lebih tinggi dibanding Eropa (terutama Eropa Barat), tapi lebih rendah dibanding beberapa negara di Asia. Kadang di Amerika, waktu kerja yang biasanya 12 jam bisa menjadi lebih untuk beberapa pekerjaan seperti hukum, medis dan sektor penerbangan.
Berdasarkan statistic, rata-rata jam kerja di Eropa lebih rendah dibanding Amerika sekitar 35 jam per minggu. Berdasarkan data terakhir dari OECD data, dari tahun 2012 rata-rata jam kerja di Eastern Europe lebih tinggi seperti Yunani, Rusia, Polandia, Estonia, Hungaria, dan Republik Ceko, dan semua negara ini jam kerjanya lebih tinggi dibanding Amerika. Sedangkan negara-negara Eropa Barat seperti Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol dan Italia memiliki jam kerja yang lebih rendah dibanding Amerika.
Dari data OECD menunjukan bahwa Australia memasang 38 jam per minggu sebagai standart nasional jam kerja. Jika ada tambahan waktu atau lembur, harus dengan alasan yang jelas dan para pegawai yang kerja dengan tambahan waktu atau lembur akan mendapat upah tambahan, sama kaya di Indonesia ya.
Banyak negara di Asia yang punya jam kerja panjang seperti Singapura, Hong Kong dan Korea Selatan dan jam kerja negara-negara tersebut rata-rata lebih tinggi dibanding Amerika. Rata-rata jam kerja di negara-negara Asia rata-rata 60 jam per minggu. Untuk negara seperti Korea Selatan dan Jepang sangat memperhatikan kesehatan pegawainya, para pegawai akan mendapat jaminan kesehatan.
Setelah lihat jam-jam kerja negara-negara diatas, kamu pilih jam kerja di negara mana?
Kalo mau yang santai ada di Australia, tapi kalo mau yang ekstrim ada di Asia.