Beasiswa Internasional di cina dan hong kong

mydearpakistan.jpg

Beasiswa di Cina

  • Program Beasiswa PhD Presiden CAS-TWAS – Beasiswa PhD untuk siswa internasional yang mengejar studi PhD di Cina.
  • Beasiswa Cina-Program Tembok Besar – Beasiswa untuk siswa internasional dari negara berkembang untuk belajar di Cina selama satu tahun di tingkat gelar apa pun.
  • Beasiswa Pemerintah Tiongkok – Beasiswa pemerintah terbuka untuk siswa UE yang ingin mendapatkan dana untuk belajar di China. Terbuka untuk siswa dari semua tingkatan.
  • Universitas Tsinghua – Berbagai beasiswa untuk belajar di Universitas Tsinghua di Beijing.
  • Program Beasiswa USTC – University of Science and Technology of China (USTC) menawarkan beasiswa untuk pelajar internasional yang mencari gelar atau pertukaran pelajar, yang memberikan biaya kuliah gratis, perumahan gratis, asuransi kesehatan, dan tunjangan hidup bulanan.

Beasiswa di Hong Kong 

  • Dana Beasiswa Pemerintah HKSAR – Beasiswa pemerintah untuk siswa lokal dan non-lokal untuk mendapatkan dana untuk belajar di Hong Kong di institusi tertentu, seperti Beasiswa Belt and Road untuk siswa berprestasi dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
  • Hong Kong PhD Fellowship Scheme (HKPFS) – Beasiswa PhD bagi siswa internasional untuk belajar di Hong Kong di universitas tertentu.

Universitas di Hong Kong menawarkan beasiswa internasional:

Sumber: qschina.cn

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Beasiswa s1 Jardine di University of Oxford dan Cambridge

media-exp1.licdn.jpg

Salah satu sasaran dari program beasiswa Jardine adalah Indonesia. Tidak semua negara Asia berkesempatan mengikuti beasiswa ini. Hanya dibuka untuk beberapa negara, yakni Camboja, China, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapore, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Sejak didirikan, Jardine Foundation telah menganugerahi 370 penerima beasiswa Jariden. Mungkin Anda kandidat selanjutkan yang memperoleh beasiswa ini?

Apa saja yang diperoleh dari beasiswa Jardine 2022 – 2023? Selain biaya kuliah penuh program S1, penerima beasiswa juga berhak mendapatkan tunjangan tahunan untuk menutupi biaya makan, tempat tinggal, biaya buku dan peralatan, serta biaya insidentil lainnya. Uang saku dibayarkan empat kali dalam setahun. Selain itu, diberikan juga dana untuk biaya tambahan kesehatan imigrasi Inggris (UK Immigration Health Surcharge), serta biaya penggantian tiket pesawat kelas ekonomi saat keberangkatan dari negara tujuan ke Inggris dan biaya kepulangan saat program beasiswa berakhir.

Prioritas akan diberikan kepada pelamar yang mendaftar ke college di bawah ini:

(a) University of Oxford:
    ▪ Exeter College
    ▪ Oriel College
    ▪ The Queen’s College
    ▪  Trinity College
(b) University of Cambridge:
    ▪ Downing College
    ▪ Magdalene College
    ▪ Peterhouse
    ▪ Trinity College
Persyaratan:
1. Sudah meraih standar akademik untuk memenuhi syarat masuk ke salah satu college (lulus SMA/sederajat)
2. Penduduk tetap di salah negara di mana Jardine Matheson Group memiliki kepentingan bisnis signifikan, yang meliputi  Kamboja, Cina daratan, Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
3. Memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik

Dokumen aplikasi:
1. Personal statement yang menjelaskan tujuan, aspirasi, rencana pelamar setelah lulus dan khususnya kegiatan ekstra kurikuler, termasuk olahraga, dan tingkat keterlibatan mereka di masyarakat
2. Pasfoto ukuran paspor terbaru
3. Salinan formulir aplikasi UCAS yang telah dilengkapi
4. Salinan resmi dari transkrip GCSE, A / AS Level dan IB, atau kualifikasi setara yang tunduk pada sistem ujian di negara atau teritori yang bersangkutan. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada, sertifikat HKDSE, sertifikat SPM atau STPM, dan sertifikat SKHU.
5. Testimoni yang ditandatangani oleh kepala sekolah yang menetapkan:
   a. Hasil akademis yang dicapai dan / atau sementara
   b. Catatan yang akan membantu Komite Beasiswa dalam penilaiannya; dan
   c. Informasi relevan lainnya untuk aplikasi.

Jika testimoni disampaikan langsung dari sekolah, email akan dikirim ke kepala sekolah / referee dan meminta untuk menulis surat referensi dan, jika pelamar memiliki nilai yang tertunda, untuk juga memberikan nilai sementara. Pelamar diminta untuk mengisi nama dan rincian kontak kepala sekolah / referee mereka pada formulir online.

Pendaftaran:
Pengajuan beasiswa Jardine 2022 – 2023 dilakukan secara online di laman: jardinesrecruit.com

Lengkapi semua kolom formulir online tersebut dan unggah juga dokumen aplikasi seperti yang diminta. Batas akhir pendaftaran beasiswa adalah 22 Oktober 2021 (pukul 8.00 malam waktu Hong Kong). Bagi kandidat yang masuk pemeringkatan akan diminta untuk mengikuti wawancara melalui video pada November 2021. Kemudian nanti jika lolos wawancara tahap pertama, pelamar akan mengikuti seleksi akhir yakni diundang untuk menghadiri wawancara pribadi secara langsung di Hong Kong pada Januari 2022.

Selain capaian akademik pelamar, penilaian seleksi juga didasari pada kualitas dan karakter pribadi, prestasi di kegiatan  ekstrakurikuler termasuk olahraga, keterlibatan di masyarakat, serta indikator lain yang menurut Komite Beasiswa kandidat dianggap memiliki komitmen tinggi terhadap kinerja tugas publik dan/atau keterlibatan di masyarakat.

Sumber: beasiswapascasarjana.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Beasiswa Kalla 2021 – 2022

lh3.googleusercontent.jpg

Ini kabar baik bagi Anda warga Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Beasiswa Kalla 2021 – 2022 kembali dibuka. Pendaftaran tersedia bagi para lulusan SMA/sederajat yang telah diterima masuk pada salah satu PTN/PTS atau mereka yang saat ini berstatus mahasiswa aktif maksimal semester 7.

Beasiswa Kalla memberi peluang cukup luas bagi warga empat provinsi tersebut untuk mendaftar. Pelamar bisa mengajukan diri melalui beberapa jalur yang disediakan, di antaranya jalur akademik, jalur hafiz Alquran, jalur prestasi di bidang olahraga/seni, jalur keaktifan berorganisasi, dan jalur disabilitas. 

Beasiswa yang diberikan berupa bantuan tunai senilai uang kuliah tunggal (UKT) setiap semester, kemudian diberikan penguatan kapasitas kepemimpinan sekaligus berkesempatan untuk terlibat langsung pada program-program sosial yang dijalankan oleh Yayasan Hadji Kalla.
Nah, bagi Anda warga Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra yang telah diterima atau sedang menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi yang memenuhi kriteria, peluang beasiswa ini bisa Anda daftar secara online sebelum masa pendaftaran berakhir.  

Persyaratan:Persyaratan umum:
1. Berdomisili di wilayah Provinsi Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra.
2. Berasal dari keluarga duafa atau ekonomi lemah. Diutamakan dari keluarga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.
3. Mahasiswa program sarjana (S-1) maksimal semester 7 pada T.A. 2021-2022.
4. Tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari pihak/lembaga lain.
5. Usia maksimal pada tanggal 31 Desember 2021 adalah 21 tahun bagi mahasiswa baru dan 24 tahun bagi mahasiswa semester berjalan (on-going). Persyaratan khusus:▪ Jalur Akademik I
1. Aktif kuliah atau telah diterima kuliah pada 20 Perguruan Tinggi Terbaik versi Kemendikbud tahun 2020.
2. Nilai IPK semester terakhir minimal 3,00 skala 4,00.
3. Khusus bagi mahasiswa baru, nilai rata-rata ijazah SMA/Sederajat minimal 80 skala 100.

▪ Jalur Akademik II
1. Aktif kuliah atau telah diterima kuliah pada Perguruan Tinggi wilayah Provinsi Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra (selain 20 Perguruan Tinggi Terbaik 2020 versi Kemendikbud).
2. Nilai IPK semester terakhir minimal 3,00 skala 4,00.
3. Khusus bagi mahasiswa baru, nilai rata-rata ijazah SMA/Sederajat minimal 80 skala 100.

▪ Jalur Hafiz Alquran
1. Aktif kuliah atau telah diterima kuliah pada Perguruan Tinggi wilayah Provinsi Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra.
2. Nilai IPK semester terakhir minimal 2,75 skala 4,00.
3. Khusus bagi mahasiswa baru, nilai rata-rata ijazah SMA/Sederajat minimal 75 skala 100.
4. Memiliki hafalan Alquran minimal 10 juz.

▪ Jalur Prestasi di Bidang Olahraga/Seni
1. Aktif kuliah atau telah diterima kuliah pada Perguruan Tinggi wilayah Provinsi Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra.
2. Nilai IPK semester terakhir minimal 2,75 skala 4,00.
3. Khusus bagi mahasiswa baru, nilai rata-rata ijazah SMA/Sederajat minimal 75 skala 100.
4. Memiliki prestasi di bidang olahraga atau seni, minimal tingkat kabupaten/kota.

▪ Jalur Keaktifan Berorganisasi
1. Aktif kuliah atau telah diterima kuliah pada Perguruan Tinggi wilayah Provinsi Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra.
2. Nilai IPK semester terakhir minimal 2,75 skala 4,00.
3. Khusus bagi mahasiswa baru, nilai rata-rata ijazah SMA/Sederajat minimal 75 skala 100.
4. Menjadi pengurus di lembaga internal kampus atau umum lainnya.

▪ Jalur Disabilitas
1. Aktif kuliah atau telah diterima kuliah pada Perguruan Tinggi wilayah Provinsi Sulsel, Sulbar, Sulteng, dan Sultra.
2. Nilai IPK semester terakhir minimal 2,75 skala 4,00.
3. Khusus bagi mahasiswa baru, nilai rata-rata ijazah SMA/Sederajat minimal 75 skala 100.
4. Merupakan penyandang disabilitas.

Pendaftaran:
Tahapan pendaftaran Beasiswa Kalla cukup muda. Pelamar hanya perlu mendaftar secara online di laman Yayasan Hadji Kalla dengan melengkapi formulir yang disediakan serta menggunggah dokumen yang diminta seperti tertera pada persyaratan khusus. Pendaftaran online beasiswa Kalla 2021 – 2022 dibuka mulai 23 Juli s/d 30 September 2021. Semoga berhasil!

Sumber: beasiswapascasarjana.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Raih Beasiswa di Ceko: Lolos Tanpa Ujian Seleksi

Kisah Inspiratif Mahasiswa RI Raih Beasiswa di Ceko: Lolos Tanpa Ujian Seleksi

Mahasiswa asal Indonesia di Ceko bernama Surya Gentha Akmal patut diacungi jempol. Sebab, ia berhasil mendapatkan beasiswa mahasiswa PhD bidang studi Applied Zoology dengan fokus keilmuan pada biota native, non-native, dan invasive alien species di Czech University of Life Sciences Prague di Ceko.

Pria yang akrab disapa Gentha ini pun menceritakan bagaimana ia mendapatkan beasiswa di Ceko dalam Program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia).

“Saya mendapatkan beasiswa ČZU Doctoral Scholarship adalah implementasi dari MoU antara IPB University dengan Czech University of Life Sciences Prague. Kerja sama tersebut di inisiasi oleh Dr. Yonvitner yang merupakan pembimbing sekaligus sebagai mentor saya di IPB University,”.

Gentha juga bercerita bahwa dirinya berhasil menjadi mahasiswa PhD tanpa ujian seleksi. Saat itu Ia direkomendasikan oleh Luky Adrianto, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB dan Lukáš Kalous Wakil Dekan Faculty of Agrobiology and Natural Resources, ČZU.

“Dalam mendapatkan beasiswa ČZU Doctoral Scholarship, saya direkomendasikan oleh Prof. Ing. Jiří Patoka. Berdasarkan rekam jejak studi dan progres studi saya di ČZU. Perjuangan mendapatkan beasiswa ini hampir satu tahun dari 2019 dan akhirnya saya berangkat ke Republik Ceko untuk studi pada September 2020,” papar mahasiswa Departemen Zoology and Fisheries ini.

Rupanya untuk berkuliah di luar negeri, Gentha tak asal memilih negara. Alasan dirinya menerima beasiswa di Ceko karena Republik Ceko punya sejarah pendidikan yang panjang, Institusi Perguruan Tinggi Tertua di Eropa Tengah telah berdiri di Republik Ceko sejak tahun 1348.

Menurutnya, sistem pendidikan yang dibangun kurang lebih 673 tahun yang lalu telah terstruktur dengan sangat baik dan mumpuni. Sehingga, alasan kuat Gentha terbang ke Ceko adalah banyaknya pemikir-pemikir dan ilmuan-ilmuan andal dunia di sana.

Sedangkan untuk pemilihan jurusan, diakui Gentha karena kesesuaiannya dengan latar belakang keilmuan sebelumnya. “Saya adalah seorang peneliti yang fokus pada bidang tersebut dan ingin mendapatkan pengetahuan yang lebih luas lagi dari keilmuan yang saya tekuni dari ahli-ahlinya langsung,” papar Gentha.

Tak lupa ia membagikan tips untuk mendapatkan beasiswa di Ceko. Baginya, yang paling penting menurut Gentha adalah tidak malu bertanya dan mencari informasi dari sumber yang tepat mengenai beasiswa.

“Buat list daftar beasiswa yang diminati, persiapkan dari jauh-jauh hari, susun timetable, lengkapi semua persyaratan dengan detail dan yang paling penting adalah persiapkan mental dan fisik untuk apapun yang terjadi,” cerita Gentha.

Gentha juga berpesan Ketika tidak mendapatkan beasiswa di Ceko untuk memperbaiki kesalahan, menjadikannya sebagai pengalaman dan terus bergerak maju untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Raih Beasiswa di Kampus Almamater Albert Einstein

Kisah Inspiratif

Kisah inspiratif meraih beasiswa datang dari Choirul Anam. Anam kuliah di kampus almamater Albert Einstein yakni Charles University di Ceko.

Albert Einstein adalah ilmuwan fisika yang terkenal berkat teori umum relativitasnya, yang dikenal dengan rumus E=MC². Melansir situs resmi kampus Charles, ilmuwan asal Jerman tersebut lulus menjadi profesor fisika teoretis di Universitas Charles University pada sekitar tahun 1911.

 lain yang kebanyakan mendapatkan beasiswa dari program khusus di luar kampus, Anam justru mendapatkan beasiswa langsung dari Charles University, tempat kuliahnya saat ini.

“Kalau di Charles saya mendapatkan beasiswa penuh dari kampus. Jadi kuliahnya gratis bahkan mendapat gaji untuk penelitian setiap bulan,” terang koordinator PPI Dunia ini.

Kisahnya dalam meraih beasiswa juga diakui Anam melalui jalan yang cukup panjang. Berawal dari tesis saat menempuh gelar magister kebijakan publik di Universitas Indonesia.

“Saat itu tesis saya tentang dampak akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana desa terhadap kemiskinan dipilih oleh UI untuk mengikuti seminar internasional di UGM. Lalu pasca seminar, saya didorong oleh profesor-profesor untuk melanjutkan studi dan mendalami penelitian saya,” papar pria yang akrab disapa Cak Anam ini.

Atas dukungan yang kuat, Anam akhirnya mencoba mengirimkan proposal penelitiannya ke profesor-profesor dari ratusan kampus terbaik di dunia. Termasuk di dalamnya ada Charles University.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 7 negara tertarik dengan penelitian yang diajukan Anam. Bahkan banyak profesor yang pada akhirnya mengajukan diri untuk mendampingi penelitiannya untuk meraih beasiswa.

“Alhamdulillah saat itu ada USA, UK, Denmark, Belanda, Prancis, Jerman, dan Ceko. Namun, setelah saya memperdalam diskusi dan saya lihat kampus-kampusnya, akhirnya saya fokus ke Charles karena mereka yang paling terlihat minat dengan penelitian saya,” jelasnya.

Tak hanya daya tarik kampus almamater Albert Einstein saja, Anam juga mengakui bahwa Charles University-lah yang saat itu justru menawarkan diri sebagai pendamping penelitiannya. Maka dari itu Sarjana Akuntansi Universitas Indonesia ini akhirnya mantap memilih kampus yang berada di pusat kota Praha ini.

Selain perjalanan yang cukup panjang dalam meraih beasiswa, Anam juga memiliki tugas sebagai seorang Koordinator PPI Dunia setelah sebelumnya menjadi Ketua PPI Ceko.

Sebagai koordinator, Anam pun menaruh harapan bahwa PPI Dunia baik di Ceko maupun di negara lain bisa memberi dampak nyata untuk negara Indonesia ke depan.

“PPI sendiri kan berdiri pada era Bung Hatta ketika kuliah di Amsterdam tahun 1921-1922 yang secara resmi ada perhimpunan pelajarnya pada tahun 1925. Pada saat itu mahasiswa yang berkuliah di luar negeri memiliki gagasan bahwa Indonesia bisa merdeka dan lebih maju,” papar Anam.

Di akhir ceritanya kepada detikEdu, Anam menambahkan bahwa dia ingin mendorong mahasiswa penerima beasiswa yang ada di luar negeri untuk kembali ke Indonesia setelah lulus kuliah. Hal ini demi kemajuan bangsa.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Raih Beasiswa di Prancis: Lolos Usai 10 Kali Interview

Kisah inspiratif

Muhammad Idham Habibie melalui jalan yang panjang untuk meraih beasiswa di Prancis jurusan Telekomunikasi. Bahkan Idham harus mencari beasiswa selama 3 tahun dengan berkali-kali penolakan.

Usahanya menemui hasil setelah Oktober 2020 lolos di kampus INSA Lyon (The Institut National des Sciences Appliquées de Lyon) melalui program INRIA (National Institute for Research in Digital Science and Technology).

“Perjuangan selama tiga tahun mencari-cari (beasiswa S3), akhirnya baru pada tahun 2020 diterima. Bahkan dalam kurun waktu 3 tahun saya sudah melewati 10 kali interview (beasiswa) dan baru diterima saat interview ke-10,” cerita Idham kepada detikEdu (19/05) dalam Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia).

Bahkan pria asal Depok, Jawa Barat, ini mengaku sebelum tahap interview, sudah berulang kali ditolak pada tahap-tahap awal seleksi beasiswa.

“Ada momen di mana satu minggu saya mengajukan beasiswa sebanyak 3 sampai 4 kali. Jadi bisa dibayangkan berapa kali saya ditolak selama 3 tahun. Mungkin sangat banyak,” lanjut Idham.

Meski begitu, keinginan dan cita-citanya untuk meraih beasiswa S3 selalu bisa mengalahkan penolakan yang mencapai berkali-kali. Tekadnya selalu kuat dan tak pernah berhenti mengajukan beasiswa ke berbagai kampus di luar negeri.

“Kuncinya ya istiqomah dan belajar. Setiap hari coba daftar beasiswa satu kali, tapi waktu itu saya coba menerapkan satu minggu sekali dan kalau ditolak ya saya daftar lagi,” terang Sarjana Universitas Indonesia itu.

Usahanya yang tidak berhenti tak lepas dari latar belakangnya saat menempuh pendidikan S2 di University College London melalui program pemerintah RI yakni LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami