
Universitas Óbuda adalah universitas teknik berorientasi praktik nomor satu di Budapest, Hongaria. Didirikan pada tahun 2000 sebagai Budapest Tech setelah penggabungan tiga universitas politeknik (Bánki Donát Technical College, Kandó Kálmán Technical College, Light Industry Technical College). Itu diberikan status universitas pada tanggal 1 Januari 2010 dengan nama Universitas Óbuda. Salah satu alumni Universitas yang paling terkenal adalah József Galamb, kepala desainer di Ford Motor Company dan desainer Ford Model T.
Universitas ini terdiri dari enam fakultas berbeda yang meliputi: Fakultas Teknik Alba Regia (AMK), Fakultas Teknik Mesin dan Keselamatan Donát Bánki (BGK); Kálmán Kandó Fakultas Teknik Elektro (KVK); Kálmán Kandó Fakultas Teknik Elektro (KVK); John von Neumann Fakultas Informatika (NIK) dan Sándor Rejtő Fakultas Industri Ringan dan Teknik Perlindungan Lingkungan (RKK).
Universitas memiliki tiga sekolah doktoral: Informatika Terapan dan Matematika Terapan; Ilmu Keselamatan dan Keamanan; dan Ilmu dan Teknologi Material. Program gelar tersedia dalam bahasa Hungaria dan Inggris. Universitas memiliki 8 pusat penelitian, inovasi, dan layanan yang mendukung dan mengelola inovasi, R&D, dan pendidikan dengan fasilitas penelitian robotika paling signifikan untuk aplikasi robot medis, industri, dan layanan umum.
Universitas ini memiliki 4 lokasi di Budapest, Kampus Óbuda di sisi Buda dan Kampus Józsefváros di sisi Pest kota dan 1 lokasi di Székesfehérvár.
Institusi ini memiliki hubungan yang kuat dengan sejumlah universitas di 56 negara di seluruh dunia dan di 275 institusi pendidikan tinggi. Tersedia beberapa program pertukaran pelajar dan akademik internasional serta beasiswa.
Ada banyak area wisata sejarah dan budaya untuk dilihat di dalam dan sekitar Budapest, di mana siswa dapat menghabiskan waktu luang mereka seperti Kastil Buda, Parlemen, Basilika St. Stephen, Pulau Margaret, dan Spa Termal yang menenangkan.
Sumber: timeshighereducation.com
Email: info@konsultanpendidikan.com




Punya planning buat kuliah di luar negeri lalu kerja di luar negeri?
Cekidot info yang tentunya akan sangat berguna ini~
Selama ini mungkin yang kamu tahu kalo waktu kerja diseluruh dunia itu sama, tapi kalian salah. Masing-masing negara dan wilayah memiliki jam kerja yang berbeda, ada yang 36,6 jam per minggu sampai 60 jam per minggu, hamper sama kaya jam kerja di Indonesia yaitu 40 jam per minggu. Mau tau jam kerja di tiap negara dan wilayah? Nyok, cek dulu ya.
Statistic menunjukan kalo jam kerja di Kanada pada 2012 rata-rata 36,6 jam per minggu! Dari data yang di dapat, jam kerja di Quebec rata-rata 35,4 jam dan 39 jam di Alberta. Dalam satu negara jam kerja bisa berbeda, tergantung kota.
Data yang dirilis tahun kemarin menunjukan jam kerja di Amerika sekitar 1,700 jam per tahun dan jam kerja ini lebih tinggi dibanding Eropa (terutama Eropa Barat), tapi lebih rendah dibanding beberapa negara di Asia. Kadang di Amerika, waktu kerja yang biasanya 12 jam bisa menjadi lebih untuk beberapa pekerjaan seperti hukum, medis dan sektor penerbangan.
Berdasarkan statistic, rata-rata jam kerja di Eropa lebih rendah dibanding Amerika sekitar 35 jam per minggu. Berdasarkan data terakhir dari OECD data, dari tahun 2012 rata-rata jam kerja di Eastern Europe lebih tinggi seperti Yunani, Rusia, Polandia, Estonia, Hungaria, dan Republik Ceko, dan semua negara ini jam kerjanya lebih tinggi dibanding Amerika. Sedangkan negara-negara Eropa Barat seperti Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol dan Italia memiliki jam kerja yang lebih rendah dibanding Amerika.
Dari data OECD menunjukan bahwa Australia memasang 38 jam per minggu sebagai standart nasional jam kerja. Jika ada tambahan waktu atau lembur, harus dengan alasan yang jelas dan para pegawai yang kerja dengan tambahan waktu atau lembur akan mendapat upah tambahan, sama kaya di Indonesia ya.
Banyak negara di Asia yang punya jam kerja panjang seperti Singapura, Hong Kong dan Korea Selatan dan jam kerja negara-negara tersebut rata-rata lebih tinggi dibanding Amerika. Rata-rata jam kerja di negara-negara Asia rata-rata 60 jam per minggu. Untuk negara seperti Korea Selatan dan Jepang sangat memperhatikan kesehatan pegawainya, para pegawai akan mendapat jaminan kesehatan.
Setelah lihat jam-jam kerja negara-negara diatas, kamu pilih jam kerja di negara mana?
Kalo mau yang santai ada di Australia, tapi kalo mau yang ekstrim ada di Asia.