ApplyBoard meluncurkan platform pendaftaran internasional baru

Platform AI Capio, yang diluncurkan minggu lalu sebagai badan hukum yang terpisah dari ApplyBoard, menjanjikan sistem “end-to-end” yang membantu universitas mengelola pendaftaran mahasiswa internasional.

“Sektor pendidikan internasional sedang mengalami transformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun lembaga-lembaga terus bergantung pada sistem lama yang terputus dan proses manual,” kata manajer umum Capio, Darin Lee.

“Kami menciptakan Capio untuk merevolusi cara institusi melakukan pendekatan terhadap manajemen pendaftaran, memberikan mereka solusi canggih yang dapat memecahkan tantangan terbesar mereka. Ini bukan hanya tentang mengotomatisasi proses yang sudah ada – ini tentang menciptakan perjalanan pendaftaran yang intuitif dan tanpa hambatan.”

Capio beroperasi secara independen dari ApplyBoard, yang berarti tersedia untuk semua institusi, “terlepas dari kemitraan rekrutmen yang ada” dan “mempertahankan protokol perlindungan data yang ketat” sementara juga terintegrasi dengan baik dengan sistem yang ada di institusi, kata perusahaan tersebut.

“Karena institusi menghadapi sistem yang terfragmentasi, proses manual, dan keterbatasan sumber daya saat bekerja untuk memenuhi target pendaftaran, platform end-to-end Capio yang terintegrasi menyederhanakan perencanaan dan pelaksanaan,” kata perusahaan itu.

Capio menyebut dirinya sebagai “rangkaian solusi komprehensif yang dirancang untuk institusi modern” dengan wawasan “real-time” tentang visa pelajar, manajemen agen terintegrasi, alat perencanaan pendaftaran berbasis AI, dan pelacakan kepatuhan.

Berita ini muncul di tengah klaim bahwa valuasi ApplyBoard yang pernah diperkirakan mencapai $ 3,2 miliar telah menurun tajam, dengan analisis dana Fidelity oleh OPM Wire yang mengindikasikan bahwa nilai perusahaan telah menurun sebanyak 74% dari nilai puncaknya.

Menanggapi hal ini, ApplyBoard mengatakan bahwa valuasi semacam itu hanya mewakili “momen dalam waktu” dan menekankan bahwa mereka sebenarnya siap untuk pertumbuhan lebih lanjut.

Sumber: thepienews.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Hindari 10 Jurusan Kuliah Ini

Mungkin Anda yang sedang mempertimbangkan jurusan kuliah mungkin bingung memilih antara minat dan masa depan. Banyak pakar menyarankan calon mahasiswa untuk selalu memilih bidang yang disukai agar lebih mudah saat menjalaninya. Namun tak sedikit pula yang menyarankan agar Anda juga memikirkan apakah jurusan itu menjanjikan di masa depan. Jika begitu, hasil riset berikut mungkin bisa jadi referensi.

Setelah lulus kuliah, mahasiswa tentu menginginkan ilmu yang telah dipelajarinya berguna dan menghasilkan banyak uang. Meski jurusan kuliah tak jadi standar kesuksesan, tapi tak dapat dipungkiri pula jika hal tersebut juga mempengaruhi. Pemilihan jurusan yang tepat bisa membuat Anda mendapat kerja lebih cepat dan berpenghasilan lebih besar.

Mengetahui hal tersebut, sebuah riset dilakukan Institure of Fiscal Studies dan BCC. Temuan dari penelitian tersebut pun cukup menarik. Terungkap bahwa orang-orang yang mengambil 10 jurusan kuliah berikut tergolong berpendapatan lebih rendah dalam lima tahun terakhir.

10. Ilmu sejarah dan filosofi
9. Ilmu sosial
8. Sains biologis
7. Ilmu gabungan
6. Pendidikan
5. Bahasa Inggris
4. Psikologi
3. Komunikasi (termasuk ilmu media, jurnalistik, dan publikasi)
2. Agrikultur
1. Seni kreatif dan desain

Meski begitu, sukses atau tidaknya seseorang memang tidak selalu bergantung dengan jurusan kuliah. Apalagi standar kesuksesan semua orang tidak melulu soal finansial. Banyak pula pekerja yang mengambil jalur karier yang bertolak belakang dengan jurusan kuliah pilihannya dan menjadi sukses di bidang tiu.

Nah, Jadi Jurusan kuliah yang diketahui menghasilkan pendapat lebih besar, seperti kedokteran atau hukum mungkin memang tampak lebih menjanjikan. Namun disarankan pula untuk kemampuan dan ketertarikan Anda dengan jurusan tersebut agar bisa lebih menjiwai dalam mempelajarinnya. Dengan kesungguhan, setiap orang pasti bisa tetap sukses apapun jurusan kuliahnya.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

International General Certificate of Secondary Education (IGCSE)

Sering kali ketika melihatan persyaratan memasuki (kebanyakan) universitas di Britania Raya, pasti ada kualifikasi GCSE. Sebenarnya, GCSE itu apa sih?? General Certificate of Secondary Education atau bisa yang disingkat GCSE adalah ijazah akademis yang khusus menilai berdasarkan mata pelajaran tertentu yang diperoleh melalui ujian kualifikasi. Ujian ini biasanya diambil oleh anak-anak berusia 15-16 tahun atau seusia siswa tahun terakhir SMP di negara Inggris, Wales, dan Irlandia Utara, serta di negara-negara yang merupakan bekas jajahan Britania Raya, seperti Australia dan Afrika Selatan. Nah berhubung Indonesia tidak mempunyai ikatan ‘batin’ dengan Britania Raya, jadinya kami tidak akan membahas CGSE terlalu spesifik. Namun sebagai gantinya, kami akan membahas versi internasionalnya, yaitu International General Certificate of Secondary Education (IGCSE).

International General Certificate of Secondary Education (IGCSE)

nProgram kurikulum yang dikembangkan oleh Cambridge University ini adalah program paling popular yang telah diajarkan di lebih 125 negara dan memiliki kualifikasi yang diakui secara internasional untuk siswa usia 14-16 tahun. Sama dengan GCSE di Inggris, program ini merangsang siswa untuk lebih ingin tahu dan menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan di dunia nyata. Adanya perbedaan budaya dan kefasihan dalam berbahasa Inggris merupakan bagian yang penting dari kurikulum IGCSE. Apa bedanya International GCSE dengan GCSE di Inggris? Perbedaan utama adalah IGCSE dirancang secara khusus untuk siswa internasional sehingga lebih fleksibel dan kurikulumnya memberikan sekolah dan guru-gurunya kepandaian untuk melihat kemampuan masing-masing siswa pada subyek yang berbeda. Ada lebih dari 70 subyek untuk dipilih dan siswa akan fokus di subyek yang mereka butuhkah. Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains adalah mata pelajaran yang wajib dipelajari. Selain itu, siswa juga akan belajar bahasa asing, humaniora, teknologi informasi, dan subyek lainnya. Kegiatan di luar kelas akan membantu siswa untuk mengembangkan bakatnya. Siswa akan menjalani ujian tertulis dan verbal di penghujung program dan ujian akan dinilai oleh penilai dari luar sekolah. Siswa juga akan mendapatkan tugas dimana siswa akan menerima nilai A* (nilai tertinggi) sampai dengan G. Setelah menyelesaikan IGCSE, pada umumnya siswa akan melanjutkan ke A-Level atau IB Diploma. Siswa yang berhasil menyelesaikan IGCSE dengan baik akan membawa pengetahuan yang mereka dapatkan ke tingkat selanjutnya. Kemampuan ini akan sangat membantu mereka di kehidupan universitas dan lebih menonjol diantara komunitas global.

Penghargaan

nnnSistem penilaian dari IGCSE menggunakan 8 skala poin dari A* hingga G, plus 1 lagi yaitu “U” yang menandakan “Ungraded”. Sebelumnya, poin A* tidak dipergunakan, namun kemudian ditambahkan pada tahun 1994 untuk menandai prestasi paling tertinggi atau superior. Cambridge menawarkan kualifikasi ICE (International Certificate of Education) untuk siswa yang 7 subjeknya berhasil mencapai poin A* – C dalam kelompok berikut:
  • Group I: Languages
  • Group II: Humanities and Social Sciences
  • Group III: Sciences
  • Group IV: Mathematics
  • Group V: Creative, Technical and Vocational
ICE ini diberikan dalam tiga kelas, yaitu Distinction, Merit, dan Pass. Selain itu, Cambridge juga memberikan penghargaan “Outstanding Achievement Awards” dalam kategori “top in country” dan “top in world” untuk setiap mata pelajaran.

Kurikulum

nnIGCSE menawarkan kurikulum lebih banyak daripada GCSE atau sekolah menengah lainnya. Semua mata pelajaran di bawah ini tersedia melalui University of Cambridge International Examinations kecuali jika dinyatakan bahwa itu adalah subjek Edexcel.
  1. Bahasa Banyak sekali pilihan bahasa yang diajarkan, salah satunya adalah Bahasa Indonesia.
  2. Matematika
  • Mathematics (Ordinary Level)
  • International Mathematics
  • Additional Mathematics
  • Further Pure Mathematics (Edexcel)
  1. Sains
  • Agriculture
  • Environmental Management
  • Food and Nutrition
  • Physical Education
  • Physical Science
  • Science – Combined
  • Sciences – Co-ordinated (Double)
  • Sciences (Triple)
    • Biology
    • Chemistry
    • Physics
  1. Ilmu Sosial
  • Accounting
  • Business Studies
  • Child Development
  • Commerce (Edexcel)
  • Development Studies
  • Economics
  • Enterprise
  • Sociology
  • Travel and Tourism
  1. Humaniora
  • Bangladesh Studies
  • Geography
  • Global Perspectives
  • History
  • Pakistan Studies
  • Religious Studies
  • Global Citizenship (Edexcel)
  • Islamiyat (Edexcel)
  1. Seni dan Teknologi
  • Computer Studies
  • Design and Technology
  • Information and Communication Technology
  • Art and Design
  • Drama
  • Music
FYI.. Kini, terdapat 166 sekolah berkurikulum IGCSE di Indonesia. Mata pelajaran yang paling popular di Indonesia adalah matematika, fisika, dan biologi. Nah buat adik-adik yang ingin melanjutkan ke jenjang A-Level atau IB, kurikulum IGCSE ini pilihan yang ideal sebab kurikulum ini dirancang untuk mengembangkan kreativitas, pemikirian intelektual, dan pemecahan masalah serta memberikan kemampuan yang akan meningkatan kesuksesan siswa ke jenjang pendidikan berikutnya. simak videonya ya,
Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami