Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Konsultan Pendidikan Luar Negeri Terbaik Empower Education
Kuliah ke Luar Negeri Anti Ribet
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com

Setelah memisahkan diri dari Korea Utara pada tahun 1948 menjadi negara yang diperintah secara terpisah, Korea Selatan telah sangat berbeda dari tetangganya, berkembang menjadi kekuatan Asia yang diakui secara internasional di bidang teknologi, pendidikan, dan pariwisata. Merangkul tradisi dan modernitas, ‘Macan Asia’ ini menawarkan banyak hal kepada siswa internasional dan ibu kota Seoul saat ini berada di peringkat 10 kota pelajar terbaik dunia.
Investasi dalam pendidikan dan penelitian telah menjadi jantung dari pertumbuhan Korea Selatan menjadi ekonomi terbesar ke-11 di dunia dan ekonomi terbesar keempat di Asia. Investasi dan pertumbuhan dalam inovasi dan teknologi inilah yang membuat negara ini dikenal sebagai salah satu dari empat ekonomi ‘Macan Asia’, selain Hong Kong, Singapura, dan Taiwan.
Lebih dari 123.000 siswa internasional belajar di Korea Selatan pada tahun 2017 (lebih dari setengahnya berasal dari China) dan pemerintah telah menetapkan pandangannya lebih tinggi, dengan target 200.000 siswa internasional pada tahun 2023. Sebagai bagian dari fokus berkelanjutan pada internasionalisasi ini , beberapa universitas di Korea Selatan, termasuk Universitas Yonsei, membuka kampus internasional baru untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, sementara empat universitas telah membuka kampus cabang di Incheon Global Campus (IGC), termasuk Universitas Negeri New York (SUNY).
Dengan total lebih dari 370 penyedia perguruan tinggi resmi, Korea Selatan memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada siswa yang tertarik. Negara ini memiliki tidak kurang dari enam entri 20 teratas dan 57 perwakilan secara total dalam QS Asia University Rankings 2019 dan 29 institusi peringkat di QS World University Rankings 2019®.
Melihat lebih dekat universitas top di Korea Selatan dapat diperoleh dengan menggunakan QS South Korea University Rankings yang baru, yang menampilkan 50 institusi terbaik di negara itu, berdasarkan metodologi yang sama yang digunakan untuk menyusun peringkat Asia.
Universitas National Seoul (SNU) ditempatkan bersama ke-36 dan nomor satu di Korea Selatan dalam QS World University Rankings 2019® dan berada di urutan kedua dalam QS South Korea University Rankings *. Didirikan pada tahun 1946 sebagai universitas nasional pertama Korea Selatan, Universitas National Seoul adalah salah satu dari tiga universitas SKY yang bergengsi dan menyediakan pendidikan liberal berbasis penelitian kepada sekitar 28.378 siswa dari tingkat sarjana hingga PhD. Menurut data yang dikumpulkan oleh Institut Pengembangan Pendidikan Korea, Universitas Nasional Seoul membelanjakan lebih banyak untuk mahasiswanya per kapita daripada universitas Korea Selatan lainnya yang memiliki lebih dari 10.000 siswa.
Sekolah ini memiliki dua kampus di kota Seoul – satu di Gwanak di sisi selatan kota dan satu lagi di pusat kota di distrik Jongno, yang juga merupakan kampus terbesar di ibu kota. Universitas Nasional Seoul juga memiliki portofolio kemitraan internasional yang mengesankan dengan sebanyak 289 universitas di 58 negara bekerja sama dengan sekolah tersebut.
Terletak di Daejeon, KAIST menjadi yang pertama dalam Peringkat Universitas QS Korea Selatan yang baru. Sebuah universitas riset publik dengan populasi siswa saat ini lebih dari 10.000, KAIST didirikan sebagai lembaga sains dan teknik pertama yang dipimpin oleh penelitian di negara itu. Itu peringkat ke-40 dalam Peringkat Universitas Dunia QS dan juga berada di urutan ketiga dalam QS Top 50 Under 50, peringkat universitas terkemuka dunia di bawah 50 tahun. Mayoritas program di KAIST berada dalam bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) dan universitas ini berada di antara 100 institusi teratas dunia dalam 13 mata pelajaran.
Lebih dari dua jam naik kereta ke selatan ibu kota, KAIST adalah bagian dari pusat teknologi kota Daejeon, kota metropolis terbesar kelima di Korea Selatan dan salah satu yang paling setara di Asia dengan Lembah Silikon di AS.
Universitas lain yang menawarkan kurikulum yang berfokus pada sains dan teknologi, POSTECH adalah universitas riset swasta yang menduduki peringkat ke-83 bersama di dunia dan keenam dalam peringkat Korea Selatan dan QS Top 50 Under 50. Kampus cerdas seluas 378 hektar milik POSTECH terletak di sekitar 20 menit berkendara dari pusat kota Pohang, tidak hanya mencakup semua fasilitas biasa – akomodasi siswa, kafe, dan sebagainya – tetapi juga perpustakaan digital, multipleks olahraga, taman yang indah dan fitur air, taman patung dan pub yang disebut Log Cabin, yang sesuai dengan namanya, seluruhnya dibangun dari log. Ada juga “78 anak tangga horor” yang terkenal, yang harus dinaiki dari asrama ke ruang kuliah – hal yang cukup menakutkan jika Anda terlambat masuk kelas.
POSTECH adalah universitas Korea Selatan pertama yang secara resmi diberi label sebagai kampus bilingual pada tahun 2010, dengan sebagian besar acara dan program di tingkat junior, senior dan pascasarjana diajarkan dalam bahasa Korea dan Inggris.
Lembaga penelitian swasta ketiga yang termasuk dalam trio SKY, Universitas Korea memiliki persaingan yang telah lama terjalin dengan Universitas Yonsei yang tercermin dari banyaknya pertandingan olahraga kompetitif antara keduanya. Peringkat 86 di dunia dan ketiga di peringkat Korea Selatan, Universitas Korea saat ini memiliki sekitar 37.000 mahasiswa, dan, dari 1.700 fakultasnya, lebih dari 95 persen memegang gelar PhD atau setara dalam bidang mereka. Fakultas hukum sekolah terkenal karena menawarkan salah satu program hukum sarjana paling bergengsi di negara ini. Universitas yang memiliki gelanggang es seukuran untuk Olimpiade di dalam kampusnya, juga memiliki peringkat tinggi untuk teknik kimia, kebijakan dan administrasi sosial, bahasa modern, politik dan akuntansi dan keuangan.
Terletak di Seoul, Universitas Korea secara departemen dibagi di seluruh kota, dengan kampus utama Anam hanya beberapa menit dari pilihan restoran, bar, toko dan atraksi budaya yang populer, termasuk kuil Buddha yang terkenal.
Menduduki peringkat ke-100 tahun ini dalam peringkat global dan keempat dalam peringkat Korea Selatan, Universitas Sungkyunkwan adalah institusi swasta lain yang memiliki dua kampus utama, kampus Humaniora dan Ilmu Sosial di Seoul dan kampus Ilmu Pengetahuan Alam lebih jauh ke selatan di Suwon. Universitas memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1398 oleh Dinasti Joseon, dan saat ini memiliki sekitar 34.700 siswa yang terdaftar. Sungkyunkwan dianggap memiliki salah satu sekolah kedokteran terbaik di negeri ini (peringkat 101-150 secara global dalam peringkat subjek dan ketiga di Korea Selatan), yang berafiliasi dengan Pusat Medis Samsung yang terkenal di dunia. Universitas muncul di antara yang terbaik di dunia untuk 29 mata pelajaran lainnya, termasuk 50 teratas untuk teknik mesin, perpustakaan dan manajemen informasi, dan ilmu material.
sumber :topuniversities.com
Email: info@konsultanpendidikan.com

Sebagian besar jurusan di Korea Selatan memiliki beberapa persyaratan dasar seperti pendaftaran, sertifikat kualifikasi pendidikan menengah (atau setara), serta kemahiran dalam bahasa Inggris (beberapa universitas mewajibkan bahasa Korea). Selain persyaratan dasar untuk belajar dan tinggal sebagai pelajar di Korea Selatan juga harus mempunyai visa belajar.
Yuk simak!
Jurusan Teknik Mesin di Korea
Sarjana Teknik Mesin dari Universitas ULSAN di Korea Selatan adalah program yang bagus untuk menggabungkan studi akademis dan praktis.
Jurusan Teknik Elektro di Korea
Universitas Ulsan juga menawarkan jurusan ini.
Selain itu, persyaratan dan tenggat waktu pengajuan sama dengan spesialisasi Teknik Mesin.
Jurusan Administrasi Bisnis di Korea Selatan
Handong Global University terkenal dengan subjek ini. Kampus ini menawarkan gelar sarjana jurusan Administrasi Bisnis dengan akreditasi dari Dewan Nasional Pendidikan Mongolia serta Dewan Akreditasi Bisnis ACBSP.
Teknik Lingkungan dan Sipil di Korea Selatan
Universitas Kookmin menawarkan jurusan ini. Padahal, jurusan lingkungan dan teknik sipil meliputi bidang teknik struktur, geoteknik, hidrologi, lingkungan serta transportasi. Selain itu, jurusan ini diakreditasi oleh ABEEK (Badan Akreditasi Pendidikan Teknik Korea Selatan).
Jurusan Teknologi Informasi di Korea Selatan
Universitas Suny di Korea Selatan menawarkan program studi ini. Pada dasarnya, program ini berfokus pada metode pengembangan teknologi untuk mengimbangi dunia modern. Mata kuliah ini mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja di bidang pemerintahan, industri dan juga akademisi, seperti Manajemen Jaringan dan penjaminan mutu.
Jurusan Ilmu Kedokteran di Korea Selatan
Diploma terbaik dalam bidang ilmu kedokteran di Korea Selatan adalah Seoul National University. Universitas ini menempati peringkat ke-48 universitas kedokteran di dunia. Kampus ini menempati peringkat pertama dari seluruh universitas Korea Selatan. Selain itu, ada Universitas Nasional Pusan di Korea Selatan, yang menempati peringkat di antara 10 universitas terbaik di Korea Selatan dan juga berada di antara 401-500 universitas teratas di seluruh dunia.
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Pulang kuliah kadang rasanya capek ya tapi kalo inget cuman diem aja di dorm pas weekend rasanya malah tambah bosen. Masa ga mau eksplor tempat-tempat menarik waktu kuliah di Korea? Yuk ah ajak temen buat keliling tempat-tempat bersejarah di Korea.
Istana kerajaan yang di dirikan oleh Raja Taejo, pendiri dinasti Joseon, tahun 1394 ini berdiri megah di antara Gunung Bugaksan dan Gwanghamun Square. Saat ini istana menjadi objek wisata utama baik wisatawan asing maupun lokal.

Istana ini menyimpan seribu kisah. Di sini lah dilahirkan Raja Korea yang paling termayshur Raja Sejong yang Agung, raja yang membawa masa keemasan Kerajaan Korea. Dalam pemerintahannya Korea mengalami terobosan dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, dan militer, serta perluasan teritori. Raja Sejong membawa bangsanya keluar dari kebodohan. Dengan di kembangkannya Hangul, rakyat kecil pun bisa membaca. Sebelumnya Korea memakai karakter China yang disbeut Hanja. Saat itu hanya kaum cendekiawan dan bangsawaan (Yangban) yang bisa membaca, smentara rakyat umumnya buta huruf. Hangul yang di pakai sampai saat ini sangat mudah untuk pelajari, di butuhkan untuk waktu beberapa jam saja untuk menguasainya.
Gyeongbokgung merupakan kota mandiri yang terdiri atas rumah tinggal, kantor pemerintahan, kuil-kuil, dan taman-taman. Areanya sangat luas, Istana ini adalah lambing kebanggan bangsa. Oleh sebab itu pada saat invasi Jepang pertama di Korea tahun 1592, istana ini di bumi hanguskan. Selama beberapa abad Gyeongbokagung rata dengan tanah sampai ada usaha untuk merestorasinya pada abad ke-19. Saat itu, kemegahan Istana Gyeongbokagung yang merupakan kediaman dinasti Joseon dipulihkan. Bangunan yang sudah roboh dan hangus terbakar di dirikan kembali. Proyek ini membutuhkan usaha dan dana yang tidak kecil, namun untuk mengembalikan apa yang dulu menjadi kebanggaan bangsa, pengorbanan itu tidak seberapa.
Istana Gyeongbokagung kembali berdiri megah tapi sayangnya tidak bertahan lama. Beberapa tahun kemudian, istana tersebut kembali dihancurkan Jepang. Kali ini tidak tanggung-tanggung, hanya 10% bangunan yang dibiarkan berdiri. Beberapa diantaranya di pakai sebagai kantor administrasi pemerintahan Jepang saat mereka menduduki Korea.
Setelah kemerdekaan Korea tahun1945, pemerintah kembali melakukan pemugaran. Saat ini pemugaran telah memakan waktu hampir tujuh puluh tahun, namun masih 40% persen dari seluruh bangunan yang bisa diselesaikan. Lamanya waktu untuk melakukan pemugaran pada dasarnya di sebabkan oleh keinginan pemerintah mempertahankan keaslian bangunan-bangunan tersebut. Satu per satu bangunan dibangun kembali secara detail dan akurat mendekati bangunan asli sbelumnya. Gerbang utama Gwanghamun baru selesai dibangun tahun 2010.
Sekitar dua jam dari Seoul, terdapat pulau yang juga terkenal di antara penggemar Korea dan wisatawan asing, Nami Island. Pulau kecil yang terletak di wilayah Chungcheong ini menyimpan keindahan alami karena dikelilingi pegunungan, sungai, dan danau yang indah. Namun, tidak ada yang memperhatikan pulau kecil ini sampai pada tahun 1960 seorang pengusaha kaya mengubah Pulau Nami menjadi objek wisata, yang sekarang di kunjungi tidak kurang 1,5 juta orang per tahun.
Di pulau itu pengunjung seperti dimanjakan oleh pelayan khusus, pepohonan tertata indah, binatang-binatang jinak berkeliaran, dan bangunan-bangunan dengan konsep kuno tapi alami, membuktikan bahwa manusia dan alam bisa hidup dengan harmoni. Setiap musim palau ini menyuguhkan pemandangan spektakuler. Pada musim gugur, setiap pohon menampilakan jamuan terbaik mereka, pohon gingko yang berdaun seperti kaki bebek akan akan menjadi kuning menyala. Daun-daun pohon mapel tidak kalah dengan warna daunnya yang merah darah. Sementara phon-pohon deciduous lainnya berwarna cokelat keemasan dan pohon cemara tetap hijau. Ini adalah simfoni alam yang tidak dapat dinilain dengan uang.
Demikian juga pada musim semi saat bunga berwarna-warni bermunculan di setiap dahan pohon, semuanya memberikan kesan ceria di hati. Setelah kering beberapa bulan lamanya, bunga-bunga kecil dan kuncup-kuncup daunnya seakan tidak sabar untuk menyapa dunia. Seperti kanak-kanak kecil yang bermain hide and seek tiba-tiba muncul dengan million dollars smile-nya seakan tidak sadar bahwa semua telah menantikannya dengan cinta.

Musim dingin juga tidak kalah indahnya, apalagi ketika permukaan yana diselimuti putih dan lembutnya salju sementara pohon-pohon cemara berdiri kokoh melambai-lambaikan daunnya yang tetap hijau. Musim panas juga memberikan kesejukan dengan hijaunya daun, desir angin pegunungan, germercik air mancur, serta teduhnya air danau yang mengelilingi pulau itu.
Di luar negeri, Nami Island mungkin dikenal karena menjadi tempat pembuatan drama Winter Sonata. Beberapa site pembuatan film itu masih ada sampai saat ini. ada patung dan foto dari kedua sejoli Bae Young-joon dan Choi Ji-woo, tempat pertama kali mereka berciuman, bahkan sepeda yang mereka pakai berdua dipamerkan disana.
Legenda dan cerita rakyat pun tidak kalah menarik. Nami sebenarnya berasal dari nama seorang jendral yang hidup pada saat pemerintahan Raja Sejo (1417-14-68) dan anaknya, Raja Yejong (1450-1469). Name sudah menjadi jendral pada saat usia tujuh belas tahun. Ia adalah jendral favorit Raja Sejo. Ia menunjukan kemampuan militernya yang luar bisa dan berhasil memadamkan kerusuhan serta pemberontakan yang terjadi saat itu. Sebagai seorang nasionalis yang cinta dengan negaranya, Nami pernah berajanji pada dirinya sendiri, “jika seorang muda tidak dapat membawa kedamaian bagi bangsanya pada saat berusia dua puluh, maka siapakah yang menyebutnya pahlawan?” ia kemudian mengukir penggalan puisi itu pada sebuah batu.
Kesuksesan Nami membuat iri salah seorang menteri saat itu, Yu Ja-gwang. Ia menumukan penggalan puisi Jendral Nami dan mengganti kata yang berarti “membawa damai” menjadi “menguasai”. Dengan demikian Nami dibawa kehadapan Raja dengan tuduhan pengkhianatan. Saat itu Korea diperintah oleh Raja Yejong, anak Raja Sejo, yang memang tidak menyukai Jendral Nami. Ia menyetujui eksekusi Jendral Nami dan mengangkat Yu Ja-gwang menjadi petinggi negeri dan memberinya pangkat Pengeran. Raja Yejong hanya memerintah Korea selama empat belas bulan, ia meninggal karena penyakit.
Selama empat ratus tahun Jendral Nami dikenal sebagai pengkhianat bangsa, sementara Jendral Yu sebagai pahlawan. Jendral Yu dikubur di tempat yang terhoramat sementara itu tidak ada yang mengetaui di mana tubuh Jendral Nami berada, sampai pada pemerintaha Raja Sunjo (1818), Raja yang kembali pembelajari sejarah dan menyadari kekeliruan tersebut. Raja Sunjo memerintahkan untuk memberikan penghormatan anumetra bagi Jendral Nami sementara itu memberikan hukuman bagi Yu Ja-gwang. Hukuman bagi Jendral Yu yang telah meninggal empat ratus tahun adalah dengan membongkar kembali kuburanya dan meyebarkan sisa abunya.
Sementara itu bagi Jendral Nami dibangun kuburan selayaknya pahlawan serta kuil untuk menghormatinya di Hwaseong. Geyonggi-do. Namun, legenda rakyat percaya bahwa tubuh Jendral Nami berada di pulau kecil di Chungceon yang sekarang dikenal dengan Pulau Nami tersebut. Oleh karena itu jika berkunjung ke sana, kita akan menemukan kuburan Jendral Nami beserta batu yang berukiran penggalan puisi tersebut. Menurut legenda, Jendral Nami kala itu dihukum dengan cara diikat tangan, kaki, dan kepalanya ke lima kuda kemudian ditarik sampai terputus-putus. Menurut perinta Jendral Yu, tidak ada yang boleh mengumpulkan apalagi menguburkan sisa-sisa tubuhnya tersebut. Tapi satu keluarga petani yang mengenal perjuangan Jendral Nami mengumpulkan potongan tubuhnya dan membawanya ke pulau di Chungceon yang sejak saat itu disebut Pulau Nami. Mereka menguburkannya di sana dan secara turun-temurunmengadakan penghormatan kepadanya. Ada kepercayaa rakyat bahwa orang yang mengambil batu dari kuburan Jendral Nami akan mengalami sial.
Hangang Bride merupakan salah satu landmark kota Seoul. Jembatan yang terbentang di atas Sungai Han ini memisahkan bagian utara (Yongsan-gu) dan Selatan Seoul (Dongjak-gu). Saat ini jembatan terlihat kokoh dan setiap hari menopang ratusan ribu kendaraan yang lalu lalang melintasinya.

Dibangun mulai tahun1917, hangang bridge merupakan saksi bisu dari tragdei perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan tahun1950. Tanggal 25 juni 1959, Korea Selatan diserang oleh saudara mereka Utara. Presiden Ree Syng-man memberikan perintah untuk mempertahankan Seoul sampai titik darah penghabisan. Kekuatan tentara Korea Selatan masih jauh dibandingkan Korea Utara yang kala itu didukung pengaruh tentara Soviet yang komunis. Kepahlawanan Korea Selatan yang siap mati itu hanya mampu bertahan tiga hari.
Pada tanggal 28 juni 1950, pukul 01.45 dini hari dikeluarkan perintah untuk meledakan Hangan Bridge. Pukul 02.30 perintah itu dijalankan. Tujuan utama ledakan itu adalah memperlambat ekspansi tentara Utara yang saat itu sudah tidak terbendung lagi. Sayangnya, rencana itu tidak di umumkan kepada masyarakat. Padahal saat itu ada sekita lima ribu pengungsi yang memadati Hangang Bridge, semuanya adalah penduduk Korea Selatan. Diperkirakan lima ratus sampai seribu pengungsi tersebut tewas hari itu.
Bukan Cuma itu, Divisi 5 dari tentara Korea Selatan masih berada di seberang jembatan. Mereka juga tidak tahu-menahu tentang perintah ledakan tersebut. Banyak dari mereka yang kemudian menjadi tawanan tentara Korea Utara dan tewas sebagai POW (Prisoner of War).
Tentara Korea Selatan tidak bisa menghadapi kenyataan banyak korban jiwa. Tanggal 1 September 1950, Kolonel Choi Chang-sik dinyatakan bertanggung jawan atas kejadian tersebut dan dieksekusi. Tapi, enam belas tahun kemudian atas tuntutan istrinya, nama Choi Chang-sik dibersihkan. Ia dinyatakan tidak bersalah karena sebenarnya yang memberi perintah adalah atasannya.
Sejak pecahnya perang saudra yang memisahkan Korea Utara dan Selata, 25 Juni 1950, kedua bersaudara ini sebenarnya masih dalam gencatan senjata. Sampai sekarang hubungan keduanya masih menunjukkan sikap bermusuhan dan saling membenci terutama dari pihak Korea Utara.
Korea Utara tidak beruntung seperti Korea Selatan baik dalam hal kemajuan ekonomi maupun politik. Paham komunis ditambah sikap tutupnya terhadap dunia luar telah menyengsarakan rakyatnya. Tidak ada yang tahu persis keadaan masyarakatnya, tetapi banyak penduduk Korea Utara yang menyelundup masuk ke Korea Selatan meskipun dengan resiko bayaran nyawanya sendiri dan keluarganya jika terangkap. Banyak informasi kehidupan di Korea Utara berasal dari mereka. kehidupan kedua negeri ini, jika dibandingkan, seperti langit dan bumi jauhnya.
Tapi apakah seperti itu sebelumnya? Dalam War Museum Memorial, Yongsan, terdapat posisi kekuatan kedua partai sebelum pecah perang. Dalam hal jumla tentara, perlengakapan perang seperti senjata, pesawat tempur, kapal laut, Korea Selatan kalah dari Korea Utara. Dalam hal asset, sumber daya alam, bahkan luas area alam juga demikian. Inilah yang memberikan keberania Korea Utara yang didukung superpower Rusia menyerang Korea Selatan dan bertekad menundukkannya di bawah bendera komunis. Perang korea sering disebut Perang Dunia III karena melibatkan Rusia dan China di pihak Korea Utara sementara Amerika dan PBB ada di pihak Korea Selatan.
Perang tersebut menelan korban tiga juta orang dan memisahkan banyak keluarga. Saat ini dibawah perjanjian gencatan senjata, kedua Negara memelihara kebersamaan yang pahit hanya melalui daerah DMZ. Daerah tempat penduduk dari kedua Negara hidup bersama dengan penjagaan ketat tentara kedua belah pihak. Daerah DMZ ini disebut sebagai “daerah yang paling berbahaya di dunia”, di tempata itu berajaga-jaga sekitar 500 ribu tentara Korea Utara dan 200 ribu tentara Selatan lengakap dengan tank-tank dan misil yang siap diluncurkan. Sewaktu-waktu ada perintah untuk meluncurkan perang maka daerah ini lah yang akan menjadi garis depan.
Saat ini DMZ dijadikan salah satu tempat kunjungan wisata. Mereka yang tertarik akan sejarah Perang korea ditambah yang senang dengan petualangan yang mendebarkan akan memilih tempat ini. hanya berjarak sekitar 50 KM dari pusat kota Seoul, DMZ dengan mudah dicapai dalam waktu satu jam. Dari RMZ ini pengunjung dapat melihat Korea Utara baik dengan telanjang mata maupun dengan teropong. Yang menarik, kita akan meliha gedung-gedung megah namun kosong tanpa penghuni dibagian Korea Utara. Konon dibalik gdeung-gedung itu telah ditanam bom yang akan diledakan jika Korea Selatan mencoba melakukan invasi ke Utara. Pemerintah Korea Selatan juga menemukan beberapa terowongan yang digali oleh Korea Utara yang berujung di Korea Selatan, sarana yang akan mereka pakai untuk menyerang atau untuk menyelundupkan mata-mata. Ada tujuh terowongan yang sudah ditemukan, nau dicurigai ada banyak lagi terowongan sejenis yang belum ditemukan.
Sampai saat ini kabar mengenai perang dingin antar kedua Negara sering dibesar-besarkan oleh media. Faktanya penduduk Korea Selatan jauh lebih tenang dan lebih percaya diri. Selain mendapat dukunga dari tentara Amerika yang ditempatkan di Seoul, mereka juga memiliki persiapan sendiri. Setiap pria di Korea yang berusia diantara 18-35 tahun harus menjalani wajib militer selama dua tahun sehingga pada dasarnya setiap penduduk pria tahu bagaimana berperang dan membela negaranya.
Tidak banyak negara yang masih memelihara peninggalan sejarah selama itu dengan apiknya. Area kota kuno ini dapat dijelajahi dengan berjalan kaki atau dengan bersepeda.
Gyeongju adalah ibu kota kerajaan Shilla kuno yang memerintah di semenanjung Korea antara 57SM-935M. lokasi ini adalah salah satu peninggalan budaya Korea yang terbaik. UNESCO mengklaim paling tidak tiga tempat sebagai World Heritage Sites: Biara Buddha Bulguksa tempat Seokuram Grottoo yang indah, Gyeongju National Park yang menyimpan tak terhitung koleksi relic Shilla, dan Yang-dong Village yang memberi gambaran kehidupan di zaman Dinasti Joseon. Pada musim semi tempat-tempat ini memberikan gambaran keindahan alam yang menakjubkan.
Gyeongju didirikan oleh Raja Park Hyeokgeose tahun 57SM. Saat kerajaan itu Berjaya, semenanjung Korea dikuasai oleh dua kerajaan lainnya, Baekje dan Goegoryo. Zaman ini dikenal dengan “The Three Kingdoms”. Shilla terletak dibagian Selatan, di lembah yang dipagari oleh pegunungan, dan itu menjadikannya tempat yang relatif aman dari invasi asing. Kondisi itu membuat Shilla memiliki kesempatan untuk mengembangkan kebudayaannya, dengan banyak mengadopsi dari kebudayaan China. Pada masa pemerintahan Raja Beopheung (514-540) agama Buddha menjadi agama Negara.
Pada abad ketujuh, dengan bantuan DInasti Tang China, Shilla mengalahkan Baekje dan Geoguryeo lalu mendirikan kerajaan Shilla Bersatu (Unified Shilla). Saat itu tentara Shilla dipimpin oleh jendral yang brilian bernama Kim YU-sin. Setelah membantu Shilla mencaplok Baekje dan Geoguryeo, Dinasti Thang China ingin menjadikan Shilla sebagai koloninya, tetapi melalui perang enam tahun, Shilla dan para prajurit tangguhnya bertahan dan berhasil mengusir Dinasti Tang kembali ke China. Pada masa aman itu Unified Shilla mengalami banyak kemajuan dan Berjaya dalam seni serta kebudayaan. Dari zaman inilah semua peninggalan yang dapat kita saksikan di Gyeongju sekarang.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Di Korea, berani beli mobil berarti berani naik taraf hidupnya. Karena biaya parkir, asuransi, dan pajak lumayan besar, lebih dari itu biaya bahan bakar sangat mahal. Akhir 2012, biaya bensin mencapai 200 won per lliter, bahan bakar di Korea lebih mahal dari pada di Amerika Serikat dan tergantung pada pasar bebas.
Mungkin kamu berpikir lebih enak punya mobil ya bisa jalan-jalan kemana aja. Ternyata tinggal di Seoul tidak perlu mobil. Selain mengurangi biaya hidup, kita pun jadi lebih sehat. Tanpa mobil kita diharuskan aktif bergerak, jalan kaki dan naik-turun tangga. Bukan hanya itu, kita juga memiliki kesempatan untuk menjumpai banyak orang. Kita jadi sering mengamati tingkah laku orang di jalanan.
Seoul memiliki sistem transportasi yang aman, nyaman, dan teratur. Orang-orang berpergian menggunakan bus dan subway. Semuanya terintegrasi dengan baik dan menjangkau setiap pelosok kota. Seoul subway memiliki 9 line, yang di oprasikan oleh beberapa perusahaan yang berbeda. Setiap harinya melayani Sembilan juta orang yang pulang-pergi.
Untuk jarak jauh, baik jarak antara kota dan provinsi di layani oleh korail. Misalnya dari Seoul menuju Busan, kota nomor dua terbesar, orang dapat menumpang Korail atau bullet train yang di beri nama KTX (Korea Train Express). Perjalanan yang biasanya memakan waktu 5-6 jam dipercepat menjadi 3 jam. Hal ini mempermudah dan mempercepat transportasi antara dua kota besar itu atau dengan kota-kota lainnya.
Korea Selatan adalah Negara kecil yang luasnya sedikit lebih kecil dari Pulau Jawa. Areanya meliputi 100.210 Km², bandingkan dengan pulau jawa yang berukuran 138.744 Km². sementara Seoul berukuran 605,25 Km², bandingkan dengan Jakarta yang luasnya 740,28 Km². dengan cara demikian tidak sulit untuk menjangkau seluruh penjuru negeri, terutama bagi mereka yang memang hobi traveling dan tertarik pada Korea. Seoul termasuk salah satu megacity yang memiliki transportasi umum yang paling baik dan nyaman di dunia. Busan, sebagi kota pelabuhan dan kota nomor dua terbesar juga memiliki subway dan transportasi yang tidak kurang nyamannya.
Di Seoul, penggunaan transportasi umum memiliki banyak keuntungan. Pertama mereka tidak harus membayar biaya pemilikan seperti gas, pajak, asuransi, dan parkir. Kedua, mereka bisa menhindari macet terutama pada saat pulang-pergi kantor. Dengan subway waktu tempuh perjalanan lebih akurat dan bisa diprediksi. Ketiga, mereka meningkatkan aktivitas fisik. Karena kebanyakan orang kota terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk berolahraga, berjalan kaki adalah sarana untuk membakar kalori. Keempat, sambil berjalan kaki kita bisa menikmati banyak pemandangan, jualan kaki lima, atau pertokoan bawah tanah yang biasanya ada setiap stasiun kereta.
Bagaimana seandainya jika ingin berpergian jauh dan memerlukan kendaraan? Ada tempat penyewaan kendaraan yang menyediakan berbagai macam kendaraan. Ongkosnya 50 ribu – 25 ribu per 24 jam. Jika hanya untuk waktu yang singkat dan tujuan pendek, taksi bisa menjadi pilihan.
Transportasi umum bukan hanya memberikan kenyamanan tetapi juga meningkatkan efisiensi dan aktivitas warga. Korea mengalami pertumbuhan pembangunan yang sangat cepat dalam jangka waktu empat dekade terakhir. Bangunan tinggi dan apartemen berdiri seakan-akan mereka tumbuh dari tanah, dan sekarang meenuhi penjuru kota Seoul. Penduduk Seoul di perkiran kan sepuluh juta, ditambah dengan area sekitarnya seperti Incheon dan Gyeonggi-do bisa di sebut Seoul Metropolitan, jumlahnya menjadi 25 juta. Berarti 50% dari total populasi Korea ada di Seoul dan sekitarnya. Populasi Seoul tidak berbeda jauh dengan Jakarta yang juga sepuluh juta, serta Jabodetabek berjumlah 28 juta penduduk.
Salah satu stasiun subway yang paling padat adalah Sindorim. Sepuluh tahun sebelumnya kompleks apartemen terbaru saat itu adalah Tae Young Apt yang kelihatan megah dan mewah. Tahun 2000, salah satu apartemen berkamar tiga harganya 600 juta won. Sekarang, Sindorim menjadi distrik yang di penuhi oleh gedung pencakar langit, apartemen, kondominium, perkantoran, hotel, dan mal modern. Kompleks Tae Young sudah kelihatan ketinggalan zaman. Tumbuhnya gedung-gedung tinggi seperti jamur ini tidak disertai dengan hiruk-pikuk, semerawut, atau kekotoran jika ada konstruksi besar. Semuanya berlangsung tenang, dalam hitungan bulan satu gedung baru tiba-tiba berdiri didepan mata.
Di stasiun Sindorim terdapat dua pintu keluar, yang pertama menuju ke D-Cube dan kedua ke Technomart, dua mal terbaru dan paling modern. D-Cube yang selesai di bangun tahun 2010 dan merupakan bagian dari kompleks Sheraton hotel dan apartemen, adalah mal yang dilengkapi design dan teknologi terkini. Di dalam mal, bisa di katakan alam terpadu dengan modernisasi. Ada lobi tempat pelanggan duduk santai sambil menikmati desiran air mancur yang dilengkapi dengan tata cahaya yang memberi keteduhan. Beberapa wahan yang bisa ditemui adalah tempat permainan anak-anak, restoran yang berkonsep alami, pusat seni dan kebudayaan, serta toko-toko yang menjual produk mewah. Di luar mal ini terdapat outdoor theater yang berkapasitas 300 orang ditambah dengan beberapa kursi malas, juga untuk pelanggan yang ingin beristirahat atau penumpang kereta yang kebetulan melintas tempat tersebut. Pada waktu-waktu tertentu ada pertunjukan panggung dan snack gratis.
Technomart tidak kalah populer, tapi karena di bangun pada tahun 2007, dengan desain yang lebih sederhana, maka ini bukanlah tempat santai keluarga. Para penduduk sekitar dan pengunjung dari distrik lain berkunjung untuk berbelanja. Pusat belanja bawah tanah, supermarket (E-Mart), food court, pusat elektronik, dan playground bagi anak-anak semuanya menawarkan harga yang lebih murah dari mal tetangganya.
Diapit oleh dua mal besar dan sebagai pertemuan dua line utama (Line1 dan 2 ), stasiun Sindorim adalah salah satu stasiun yang paling ramai di Seoul. Saat jam kantor, lautan manusia melewati jalur ini . kereta selalu penuh dan berdesak-desakkan. Bisa jadi karena Line1 dan 2 melewati titik-titik penting sperti kantor pemerintah dan swasta, universitas, atraksi wisata, dan pusa perbelanjaan. Tempat-tempat terkenal seperti Dongdaemun, Sinchon, City Hall, Gangnam, dan Jamsil melewati jalur ini. juga beberapa universitas terkenal seperti Seoul National University, Ewha University, Hongik University (Hongdae), dan Konkuk University ada di jalur yang sama.
Di City Hall, stasiun terdekat untuk mencapai Gwangnaru Square dan Seoul Plaza adalah tempat diadakannya evan-evan besar tingkat nasional. Hi-Seoul biasanya diadkan setiap tahun. Di sana Pay mengadakan konser Gangnam Style-nya yang menarik 80.000 penggemar. Di musim dingin ice skate ring menjadi objek rekreasi.

Hanya dengan berjalan kaki, kita akan menjumpai Cheonggychon atau dalam bahasa Korea berarti Sungai Cheonggye. Tempat ini sangat indah terutama di malam hari dan ada even khusus. Sungai kecil tersebut dialiri sungai yang jernih, sementara koridor ditepinya menjadi tempat orang berjalan kaki, dan banyak juga pasangan muda-mudi yang berpacaran di situ. Dulunya Chenggyechon memang sungai kecil tapi selama lima puluh tahun, ketika pembangunan kota Seoul membutuhkan jalan, sungai itu ditimbun dan dijadikan jalan raya. Di masa Lee Myun Bak menjadi walikota di Seoul ia mengembalikan Chenggyechon menjadi sungai. Kebijakannya banyak dikecam karena dianggap pemborosan dan ia di tuduh pemimpin yang terobsesi dengan air. Tapi saat ini Chenggyechon menjadi objek wisata penduduk Seoul dan wisatawan asing; itu membuktikan bahwa kebijakan Lee Myun Bak membawa keuntungan. Setelah menjadi walikota Seoul, Lee Myun Bak menjadi Presiden Korea untuk periode 2008-2013.
Bisa di katakan di Seoul tercipta keseimbangan antara pemerintah dan masyarakat, tradisi dan moderenisasi, alam dan teknologi. Semuanya untuk memberikan kenyamanan bagi penduduknya yang memiliki tingkat mobilitas tinggi, juga bagi pengunjung yang ingin menikmati kompleksnya sebuah kota metropolitan.
Quick FactsEmail: info@konsultanpendidikan.com
WhatsApp us