Jurusan perguruan tinggi yang paling tidak berharga mungkin memberi Anda pekerjaan impian – tetapi bukan gaji impian Anda.
Terkadang, pekerjaan impian Anda tidak selalu sejalan dengan prospek impian dan bayaran impian. Dan itu tergantung pada gelar apa Anda lulus dari perguruan tinggi.
Perusahaan pendidikan keuangan Bankrate baru-baru ini melihat jurusan perguruan tinggi yang paling dan paling tidak berharga berdasarkan data dari Survei Komunitas Amerika Biro Sensus AS. Dengan menggunakan data tertimbang, mereka menentukan tingkat pekerjaan dan pengangguran serta pendapatan bagi lulusan untuk tahun pertama mereka setelah lulus kuliah di 162 jurusan yang mempekerjakan setidaknya 15.000 orang. Mereka juga mempertimbangkan jumlah lulusan perguruan tinggi yang memiliki gelar lebih tinggi.
Pendapatan rata-rata untuk semua pemegang gelar yang diamati dalam penelitian ini adalah $ 55.000, dan tingkat pengangguran rata-rata adalah 2,8%. Dengan jurusan perguruan tinggi paling berharga di bidang STEM, tidak terlalu tidak dapat diprediksi bahwa jurusan perguruan tinggi yang paling tidak berharga jatuh ke bidang seni dan kreatif.
Hal itu tidak berarti lulusan dengan gelar di bidang tersebut akan gagal.
Tata rias dan Kuliner
Pendapatan rata-rata: $ 35.000
Media Massa
Pendapatan rata-rata: $ 40.000
Musik
Pendapatan rata-rata: $ 36.000
Seni Rupa
Pendapatan rata-rata: $ 38.000
Film, video, dan Fotografi
Pendapatan rata-rata: $ 37.000
Linguistik dan Bahasa Komparatif dan Sastra
Pendapatan rata-rata: $ 40.000
Komposer dan Retorika
Pendapatan rata-rata: $ 37.800
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com


Yang harus kamu ketahui adalah semakin kamu berambisi untuk bisa diterima di salah satu sekolah targetmu maka akan semakin besar juga kemungkinan bahwa kamu harus menghadapi persaingan yang lebih sulit dari apa yang kamu perlukan untuk mendaftar di tahun sebelumnya. Terbukti, delapan dari sepuluh sekolah lebih sulit lagi dimasuki pada tahun 2013 daripada tahun 2012. Namun tetap ada pengecualian dalam hal ini, jika banyak sekolah mengalami penurunan sekolah ini justru mengalami peningkatan jumlah pelamar dan tingkat penerimaan meskipun tidak begitu signifikan, sekolah tersebut adalah Dartmouth College’s Tuck School of Business and UC-Berkeley’s Haas School. Dartmouth College’s Tuck School of Business and UC-Berkeley’s Haas School mengakui adanya sedikit peningkatan jumlah pendaftar dari tahun 2012 ke tahun 2013 yaitu dari 20,4% menjadi 20,8%, sementara untuk Haas tingkat penerimaannya lumayan tinggi yaitu dari 13,8% menjadi 14,3%. Sementara untuk beberapa universitas seperti University of Chicago’s Booth School, MIT Sloan, and Columbia Business School terjadi penurunan tingkat penerimaan yang cukup signifikan. Booth School dari 23,0% menjadi 21,0%, MIT dari 15,6% menjadi 13,1% dan Columbia dari 20,8% turun hingga 15,6%.
Penurunan jumlah pelamar dan tingkat penerimaan tidak hanya dialami oleh 10 sekolah-sekolah terbaik saja. Beberapa sekolah di luar peringkat 10 sekolah terbaik pun mengalami nasib yang sama. The University of Michigan Ross School of Business, misalnya, tingkat penerimaan di sekolah ini mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu dari 40,6% menjadi 33,7% pada tahun 2012. Ross school memilih untuk menutup program pinjaman co-signer untuk siswa internasional karena terjadi penyimpangan dari pihak Ross School. Ross School mengakui bahwa banyaknya kandidat mengimbangi jumlah penurunan yang diharapkan dalam penawaran dari calon mahasiswa yang memutuskan untuk tidak pergi ke Michigan karena masalah peminjaman.
Jika sudah membicarakan tentang jumlah pendaftaran maka cerita yang disampaikan itu benar adanya. Sebagian besar sekolah-sekolah yang masuk 50 sekolah-sekolah terbaik melaporkan bahwa mereka menerima pelamar lebih banyak pada tahun 2013 dari pada tahun 2012. Secara umum, sekolah-sekolah dengan peringkat tertinggi juga tidak jauh lebih baik karena sembilan dari sepuluh sekolah-sekolah terbaik di program MBA melaporkan adanya peningkatan aplikasi dengan satu-satunya pengecualian yaitu Duke University’s Fuqua School. Namun, bahkan untuk penurunan aplikasi dari Duke University’s Fuqua School sendiri penurunannya tidak terjadi secara drastis. Pada tahun 2012 sekolah ini menerima 3.161 pelamar, sementara pada tahun 2013 hanya 3.150 pelar. Penurunan yang terjadi hanya selisih 11 pelamar saja.