Buatlah target yang jelas, realistis dan terarah
Berdasarkan obrolan dengan para pembelajar bahasa yang telah berpengalaman, hal pertama yang mereka sarankan adalah menanyai dirimu sendiri:
Apa yang ingin kamu raih dan kapan kamu ingin itu terwujud. Menurut Donavan Whyte, wakil direktur dari sebuah institusi pendidikan di Rosetta Stone, mengatakan bahwa pembelajaran bahasa akan memeroleh hasil terbaiknya jika dibagi berdasar target yang dapat dikelola dan dapat dicapai dalam beberapa bulan sejak dimulainya belajar.
Ini jauh lebih memotivasi dan realistis.
Pada awalnya mungkin kamu merasa sangat optimis begitu memulai belajar bahasa baru, akan tetapi jika kamu menargetkan untuk langsung fasih, sebenarnya itu bukanlah hal yang baik. Phil McGowan, direktur Verbmaps, menyarankan agar sebaiknya kamu membuat target yang realistis dan jelas seperti misalnya membuat target dimana kamu bisa membaca sebuah artikel koran dalam bahasa target tanpa bantuan kamus. Hal ini terbukti lebih efektif dan memicu motif belajarmu karena sifatnya yang lebih nyata.
Ingatkan dirimu sendiri alasan utamamu belajar bahasa tersebut

Fokus sepenuhnya pada apa yang ingin kamu pelajari
Kadangkala—dan mungkin sering terjadi—ada perdebatan mengenai teknik yang tepat dalam belajar bahasa asing yaitu menggunakan pendekatan tradisional atau dengan memanfaatkan teknologi.
Bagi Aaron Ralby, direktur Linguisticator, perdebatan tentang cara yang tepat dalam belajar bahasa tersebut melewatkan suatu poin: “Yang perlu dipertanyakan bukanlah tentang bagaimana efektifitas teknik online versus offline atau aplikasi modern versus buku. Akan tetapi, lebih kepada bagaimana caranya kita mengerahkan elemen-elemen bahasa yang diperlukan untuk sebuah tujuan tertentu, kemudahan untuk menerapkannya, dan menyediakan sarana bagi para siswa untuk memahami elemen-elemen ini.”
Membaca untuk kesenangan
Bagi banyak pelajar bahasa, membaca tak hanya berperan besar dalam meningkatkan kemampuan mereka mempelajari bahasa baru, akan tetapi juga merupakan aspek yang sangat menyenangkan.
Kenali topik-topik yang menarik minatmu dan temukanlah buku-buku, artikel atau bahan bacaan lainnya yang berhubungan dengan itu dalam bahasa target, kemudian mulailah membaca. Kamu akan mendapati dirimu lebih menikmati proses belajar bahasa tersebut. Buku pertama dalam bahasa target yang bisa kamu baca sampai selesai akan menjadi suatu catatan penting yang akan selalu kamu ingat dalam waktu yang lama.
Mempelajari kosakata berdasar konteksnya
Menghafal daftar kosakata dari sebuah bahasa bisa jadi sangat sulit, apalagi hal ini bisa jadi sia-sia jika tidak menggunakan metode yang tepat.
Cara terbaik untuk meningkatkan kosakatamu dalam bahasa target adalah dengan memastikan bahwa daftar kosakata yang kamu pelajari berasal dari pengalamanmu sehari-hari atau setidaknya yang pernah kamu alami sendiri. Inilah yang dimaksud memelajari kosakata berdasar konteksnya.
Abaikan mitos: usia hanyalah sebuah angka
Banyak orang beranggapan—dan ini mungkin karena mitos yang beredar luas di masyarakat—bahwa semakin dewasa seseorang, semakin sulit ia memelajari bahasa baru.
Benar, anak-anak memang cenderung lebih cepat dalam menyerap bahasa baru yang diajarkan kepada mereka, akan tetapi tak berarti ini membuat orang dewasa tidak bisa belajar bahasa baru dengan baik. Hal ini karena bahasa merupakan sesuatu yang bersifat organis dan sistematis.
Saat kita kecil kita belajar bahasa secara organis, berdasar insting dan saat kita dewasa kita bisa belajar bahasa secara sistematis.
Perbaikilah bahasa pertamamu
Berbicara dalam bahasa ibu (bahasa pertama) mungkin sudah menjadi suatu yang alami bagimu, akan tetapi hal ini tidak berarti kalau kamu sudah memahaminya dengan baik.
Kerstin Hammes, editor Fluent Language Blog, meyakini bahwa seseorang tidak akan berkembang dengan baik dalam bahasa kedua hingga ia mengerti dengan baik bahasa pertamanya.
Believe it or not, orang Indonesia pun masih tidak mengerti penuh tentang bahasa Indonesia.
Pentingnya Translasi
Dalam belajar bahasa asing, sebaiknya kamu tidak terpaku pada satu macam pendekatan saja. Menggunakan beberapa macam metode dan teknik tentu akan lebih efektif dalam menunjang proses belajar.
Sekali kamu sudah meraih level tertentu dalam bahasa asing dan sudah menguasai sedikit tata bahasanya, perkembangan belajar seringkali justru akan menurun. Pada tahap inilah translasi memegang peranan yang cukup penting karena cara ini akan membantumu lebih memahami antara bahasa sumber dan bahasa target dengan lebih baik.
Mewaspadai kefasihan berbicara dalam bahasa target
Banyak pelajar bahasa mewaspadai kefasihan berbicara dalam bahasa target.
Kefasihan sendiri merupakan hal yang sangat sulit karena seseorang tentu tidak mungkin sepenuhnya fasih dalam bahasa asing selayaknya pembicara aslinya. Karena itu waspadailah kefasihan dengan wajar, jangan terlalu menekan diri untuk sefasih mungkin selayaknya pembicara asli karena bahasa merupakan hal yang alami, berhubungan dengan budaya yang telah mengakar dalam diri dan senantiasa berkembang.
Contoh simple soal bicara yang banyak dibuat-buat itu adalah bahasa Inggris–yang penting itu pronounce nya bukan logat yang dibuat-buat ala british.
Pergi ke negara yang menggunakan bahasa target
Opsi yang satu ini bisa jadi tidak cocok untuk beberapa orang, akan tetapi mengunjungi negara yang menggunakan bahasa target memegang peranan besar dalam peningkatan kemampuan bahasa tersebut. Melakukan perjalanan ke luar negeri dan tinggal di sana beberapa lama akan membuatmu lebih mudah meningkatkan kemampuan berbahasa target, terutama kemampuan mendengar dan berbicara.
Sekolah Bahasa Korea Langsung di Seoul National University, Korea
Worldwide School of English, Kuasai Bahasa Inggris langsung di Selandia Baru
Kuliah Sambil Perdalam Bahasa Jepang di Yokohama???Yokohama Design College is A Right Choice
Belajar Bahasa Jepang Intensive Di Yokohama Design College Comperehensive Japanese Department
Belajar Bahasa Inggris di Cornell Institute of Business and Technology, New Zealand
Belajar Bahasa Jepang di Marioka Japanese Language School Yuuukk~
Global Village, Kursus Bahasa Inggris di Kanada dan Hawaii~
Carl Duisburg Centren, Langkah Awal Buat Kamu Yang Pengen Kuliah di Jerman
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com
Kita hadir lagi dengan info beasiswa terbaru dari Korea! Tuh, buat kamu yang suka nanya tentang beasiswa Korea, pantengin nih. Beasiswa dari Kumoh National Institute of Technology (KIT) untuk mahasiswa internasional program Master, Doctoral dan Integrated Master + PhD untuk Fall semester 2015 (September 2015). Kamu bisa apply beasiswa ini melalui dua beasiswa, KGSP dan WENS scholarship. Cek persyaratan dibawah untuk dokumen yang diperlukan.
Yang harus dilakukan
Untuk informal, kamu hanya cukup bukung sedikit dan tersenyum. Setelah selesai bungkuk, lambaikan tangan dan katakana “halo” atau “selamat tinggal” jika ingin pergi. Salam ini lebih cocok untuk anak muda. Untuk salam kepada orang tua, lebih formal dan sopan.
Jangan lakukan ini
Kalo kamu bertemu orang Korea, jangan sekali-kali kamu memeluk mereka. Kebiasaan memeluk di Korea hanya untuk keluarga, teman dekat dan kekasih. Untuk orang yang baru bertemu, mereka akan merasa risih.

Jangan lakukan ini
Jangan memegang pundak, apalagi pundak orang tua Korea. Bagi orang Korea, memegang pundak adalah simbol kekuasaan dan orang tua di Korea sangat dihormati. Tidak masalah kalo melakukan hal ini terhadap anak muda.
Untuk posisi duduk, jangan langsung duduk disembarang tempat, semua posisi duduk di Korea sudah diatur. Jadi kalian hanya menunggu tuan rumah atau pembawa acara menyuruh duduk di tempat yang sudah mereka atur.
Rusia: Lomonosov Moscow State University
Peringkat dunia: 48
Lokasi: Moscow, Rusia
Kampus ini banyak disebut “complex” oleh orang-orang karena di kampusnya terdapat 1.000 bangunan. Perpustakaannya menjadi perpustakaan terbesar di Rusia dengan koleksi buku sebanyak 9 juta buku. Total mahasiswa yang kuliah disana sebanyak 47.000 mahasiswa dan 12 alumninya merupakan pemenang Nobel.
Arab Saudi: King Saud University
Peringkat dunia: 420
Lokasi: Riyadh, Arab Saudi
Berdiri sejak tahun 1957 dan menjadi universitas tertua di Arab Saudi. Yang paling menarik, biaya untuk 36.000 mahasiswanya gratis dan tersedia beasiswa juga. Jurusan yang paling diminati adalah natural and social sciences, humanities, dan professional studies.
Singapura: National University of Singapore
Peringkat dunia: 74
Lokasi: Singapura
Universitas ini memiliki 3 kampus di seluruh Singapura. Universitas ini terkenal akan penelitiannya dalam bidang teknik, life sciences and biomedicine, ilmu social, dan ilmu alam. Ada 37.500 mahasiswa yang berkuliah disana. Beberapa presiden Singapura pernah menjadi mahasiswa disana dan Margaret Chan, GM World Health Organization (WHO).
Afrika Selatan: University of the Witwatersrand
Peringkat dunia: 114
Lokasi: Braamfontein, Johannesburg, Afrika Selatan
Universitas ini memiliki 28.000 mahasiswa yang tersebar di fakultas yang ada seperti commerce, law and management; engineering and the built environment; health science; dan humanities and science. Universitas memiliki 2 perpustakaan utama dan 14 perpustakaan tambahan, 14 museum dan galeri seni, dan lebih dari 100 klub mahasiswa.
Korea Selatan: Seoul National University
Peringkat dunia: 24
Lokasi: Seoul, Korea Selatan
Univeritas ini merupakan universitas pertama di Korea Selatan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 28.011 yang kuliah di 16 fakultas, satu S2, dan 9 sekolah professional. Selain reputasinya yang baik, biaya kuiah universitas ini lebi murah dibanding private universities yang ada di Amerika. Banyak pemimpin dunia yang pernah kuliah disana seperti UN Security-General Ban Ki Moon dan Song Sang Hyn, presiden International Criminal Court.
Spanyol: University of Barcelona
Peringkat dunia: 120
Lokasi: Barcelona, Spanyol
Universitas yang berlokasi di kota klub sepak bola ternama FC Barcelona ini memiliki 6 kampus, satu university school dan 8 university institutes yang tersebar di Barcelona. Ada 63.020 mahasiswa dengan 64 mahasiswa S1 dan 138 mahasiswa S2.
Swedia: Karolinska Institute
Peringkat dunia: 73
Lokasi: Solna, Swedia
Universitas medis yang ikut andil dalam lebih dari 40% penelitian medis di Swedia. Jurusan farmasinya menduduki peringkat 7 dunia dan jurusan kedokterannya menduduki peringkat 16 dunia. Universitas hanya menerima mahasiswa sebanyak 7.050 mahasiswa.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Punya planning buat kuliah di luar negeri lalu kerja di luar negeri?
Cekidot info yang tentunya akan sangat berguna ini~
Selama ini mungkin yang kamu tahu kalo waktu kerja diseluruh dunia itu sama, tapi kalian salah. Masing-masing negara dan wilayah memiliki jam kerja yang berbeda, ada yang 36,6 jam per minggu sampai 60 jam per minggu, hamper sama kaya jam kerja di Indonesia yaitu 40 jam per minggu. Mau tau jam kerja di tiap negara dan wilayah? Nyok, cek dulu ya.
Statistic menunjukan kalo jam kerja di Kanada pada 2012 rata-rata 36,6 jam per minggu! Dari data yang di dapat, jam kerja di Quebec rata-rata 35,4 jam dan 39 jam di Alberta. Dalam satu negara jam kerja bisa berbeda, tergantung kota.
Data yang dirilis tahun kemarin menunjukan jam kerja di Amerika sekitar 1,700 jam per tahun dan jam kerja ini lebih tinggi dibanding Eropa (terutama Eropa Barat), tapi lebih rendah dibanding beberapa negara di Asia. Kadang di Amerika, waktu kerja yang biasanya 12 jam bisa menjadi lebih untuk beberapa pekerjaan seperti hukum, medis dan sektor penerbangan.
Berdasarkan statistic, rata-rata jam kerja di Eropa lebih rendah dibanding Amerika sekitar 35 jam per minggu. Berdasarkan data terakhir dari OECD data, dari tahun 2012 rata-rata jam kerja di Eastern Europe lebih tinggi seperti Yunani, Rusia, Polandia, Estonia, Hungaria, dan Republik Ceko, dan semua negara ini jam kerjanya lebih tinggi dibanding Amerika. Sedangkan negara-negara Eropa Barat seperti Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol dan Italia memiliki jam kerja yang lebih rendah dibanding Amerika.
Dari data OECD menunjukan bahwa Australia memasang 38 jam per minggu sebagai standart nasional jam kerja. Jika ada tambahan waktu atau lembur, harus dengan alasan yang jelas dan para pegawai yang kerja dengan tambahan waktu atau lembur akan mendapat upah tambahan, sama kaya di Indonesia ya.
Banyak negara di Asia yang punya jam kerja panjang seperti Singapura, Hong Kong dan Korea Selatan dan jam kerja negara-negara tersebut rata-rata lebih tinggi dibanding Amerika. Rata-rata jam kerja di negara-negara Asia rata-rata 60 jam per minggu. Untuk negara seperti Korea Selatan dan Jepang sangat memperhatikan kesehatan pegawainya, para pegawai akan mendapat jaminan kesehatan.
Setelah lihat jam-jam kerja negara-negara diatas, kamu pilih jam kerja di negara mana?
Kalo mau yang santai ada di Australia, tapi kalo mau yang ekstrim ada di Asia.




