Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Konsultan Pendidikan Luar Negeri Terbaik Empower Education
Kuliah ke Luar Negeri Anti Ribet
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com

Hobi kuliah berbuah 32 gelar akademik bagi Welin Kusuma. Pria berusia 38 tahun ini berdomisili di Surabaya, Jawa Timur.
Deretan gelar yang diraihnya hasil dari menempuh pendidikan di sejumlah universitas, baik yang dibiayai beasiswa, maupun biaya sendiri.
Dengan banyaknya gelar yang dimiliki Welin, bagaimana panjangnya penulisan nama jika diikuti gelar akadamiknya?
Seperti ini penulisan nama Welin jika diikuti berbagai gelar akademiknya:
Welin Kusuma, ST, SE, S.Sos., SH., S.Kom., SS., S.AP, S.Stat., S.Akt, S.IKom., S.IP, M.T., M.SM., M.Kn., RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA, CPMA, CIBA, CBV, CERA, CSA, ACPA.
“Kuliah sebagai hobi,” kisah Welin mengenai aktivitas akademiknya.
Ya, menurut dia, sejak kecil ia sudah hobi belajar.
Kesenangan ini berlanjut hingga ia menduduki bangku pendidikan tinggi. Pada suatu masa, Welin pernah menempuh pendidikan dalam waktu bersamaan untuk beberapa jurusan yang dipilihnya.
Contohnya, pada 1999 ia menempuh pendidikan jurusan Teknik Industri di Universitas Surabaya. Dua tahun berselang, pada 2001, ia mengambil kelas Sabtu-Minggu untuk jurusan Manajemen di universitas yang sama pada 2001.
Setahun berikutnya, ia memulai kuliah di jurusan Hukum, Universitas Airlangga, tepatnya pada 2002. Dalam waktu bersamaan, ia masuk kuliah Teknik Informatika di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya, dan Administrasi Niaga di Universitas Terbuka. “Kuliah itu hobi saya.
Benar-benar saya merasakan kuliah itu tidak menjadi beban, malah menjadi kesenangan. Saya setiap kuliah selalu datatng kalau tidak ada halangan,” ujar dia.
Menurut Welin, kesenangannya menempuh pendidikan ini mendapatkan dukungan dari kedua orangtuanya. Pembiayaan kuliah di berbagai tempat ini ada yang berasal dari beasiswa, ada pula yang dibiayai sendiri.
Dengan banyaknya gelar yang dikantongi, Welin tercatat sebagai pemegang rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada 2012. Dua rekor itu adalah Peraih Gelar Multi-disiplin Terbanyak (saat itu 18 gelar) dan Pengambil Sistem Kredit Semester (SKS) Terbanyak dalam 1 Semester (111 SKS).
Apa pekerjaannya saat ini? Saat ini, Welin mengaku bekerja di sebuah perusahaan nasional di Surabaya. Selain itu, ia juga merupakan konsultan pajak. “Setiap hari juga aktif sebagai trader saham di Bursa Efek Indonesia (IDX). Untuk dunia pendidikan, saya menjadi motivator pendidikan di sekolah dan kampus,” kata dia.
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com

Pengalaman hidup diluar negeri jadi modal yang sangat bagus saat mencari pekerjaan. Karna kamu akan lebih lebih dilirik oleh perusahaan
2.Menguasai bahasa asing
Belajar bahasa inggris disekolah tentu jauh berbeda dengan hidup langsung di Negara Inggris. Tentu kamu akan lebih fasih ketika berinteraksi langsung, karna tidak ada pilihan untuk komunikasi selain bahasa dimana kamu tinggal
Bertemu dengan orang dari berbagai kalangan tidak hanya mengembangkan kemampuan sosialisasi, tp juga anda akan mengetahui karakter orang lain terutama mereka yang berasal dari budaya dan negara yang berbeda
Karna kalau sudah bertemu dengan teman yang cocok/akrab pasti pertemanan ini akan sangat berkesan seumur hidup bahkan ketika sudah kembali ke Indonesia
Tentu tiap negara beda menu makanannya , dan ini menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu buat kamu yang suka makan
Ini bisa menjadi hal yang menakutkan, tapi ini juga akan membuka wawasan kita sehingga lebih variatif
Belajar diluar negeri mengharuskan kita meninggalkan kenyamanan rumah dan fasilitasnya, tapi lihatlah ini sebagai tantangan baru bukan hal yang menakutkan
Berada diluar Negeri mengubah pandangan kita tentang budaya yang selama ini kita anggap benar atau salah, pikiran kita jadi lebih toleransi terhadap segala budaya yang ada
Ada banyak diskon untuk kamu yang punya kartu mahasiswa
Meskipun, sebagai siswa internasional banyak yang memilih untuk tetap tinggal dan mengajukan visa kerja
Kuliah di luar negeri tidak harus membuat kamu jadi kere, ada banyak beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa internasional.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Foundation Programs are primarily targeted for international students who did not study a curriculum which awards grades accepted for admission into UK unis such as IB or A-Levels. These program are set up by universities and other education institutions who wish to assist international students to study in the UK. As a result, you will primarily befriend international students who are from asian countries, the middle-eastern countries and some European countries such as Russia and Ukraine. You will also find students who preferred taking foundation courses as opposed to conventional international high-school curriculums.
Indonesian students who opt into attending foundation programs are usually graduates of high-schools that teach the national curriculum and don’t mind spending an extra year studying for grades before the typically 3-year UK university course that awaits them. Furthermore, some foundation programs award grades that also allow admission into UK foreign universities such as US universities.
Video taken from UCL Centre of Languages & International Education at https://www.youtube.com/channel/UCG-elZaaSmjoQb93GhiircQ
UCL Undergraduate Preparatory Certificate
Overview
UCL’s UPC is set up by UCL themselves where they run a foundation program for the humanities (UPCH) and science and engineering (UPCSE). This is a 1 year course which equips students for university life and its ability to do so is very reputable amongst UK unis. Its classes are set up in the typical UK uni format (Seminars of smaller group discussions and Lectures involving all students of the module) with high-quality tutors or lecturers who graduated from universities such as Oxford and Cambridge. Students of this foundation program are entitled to all the facilities and services (student support, communities, etc) that are made available by UCL. This account of UCL Undergraduate Preparatory Certificate is Provided by Sutan Akbar, a graduate of the program and recipient of an offer for Politics and International Relations from UCL.
Core Teaching Principle
UPC’s main focus education-wise is spending the entirety of the year drilling the UK uni mindset; arguing academically using critical thinking. For example, in the UPC you will be required to write a research project (RP) about one of your main subject modules. If you are doing a research project for Modern European History and Politics (MEHP), a UCPH’s core subject module, you might focus on a topic such as the Enlightenment. A possible scenario in writing your RP is discussing whether the Enlightenment was beneficial to humanity or not. At first glance, the general consensus would be that the Enlightenment was crucial in the development of humanity. However, if you could use evidence such as the viewpoint of parties opposing the Enlightenment such as monarchies and anti-enlightenment philosophers, you could argue against that notion. This example shows that UPC is able to equip you with tools that allow you to manipulate information to whatever you desire it to represent. This is extremely crucial in UK uni as most assessments, especially in the humanities, require analysis of information. A students’ interpretation of that information determines the quality and message conveyed from the analysis.
Progression Rate
In terms of progression rate, UPC is very reliable in getting students an offer from unis. Firstly, It is highly regarded amongst a vast majority of UK unis so its grades are well received in the UCAS application process. Additionally, UPC is one of the few foundation programs which annually progresses students into Imperial College London and LSE plus occasionally into Oxbridge. However, there are some outliers such as City University of London who demand slightly more difficult grades from UPC students.
Furthermore, there are a wide range of subjects that are guaranteed a conditional offer for UPC students such as History, Politics and Economics, Biomedical Sciences, Mechanical Engineering and Economics and Statistics. This is an incredibly important fact to note as it will make a students application process much less stressful.
In addition, UPC provides extensive support during the application process. This is shown in the weekly meetings with your personal tutor to discuss Uni choices and personal statements. Although these sessions may be very rigorous, they are very beneficial specifically in writing a good personal statement as the tutors have years of experience and success in that matter.
However, a notable downside to UPC is that its final exams are known to be quite difficult. Annually, there have been cases where students were not able to attend their first choice uni due to their final exam grades being insufficient. This is due to the relative difficulty of these exams.



For more information please contact:
Email: info@konsultanpendidikan.com
Link to UCL UPC website:

Para pelajar internasional yang ingin melanjutkan kuliah di Perancis tidak diwajibkan mahir berbahasa Inggris. Sebaliknya, mereka akan didorong untuk menguasai bahasa Perancis minimal level Delf B2 untuk dapat mendaftar di berbagai perguruan tinggi terbaik di Perancis. Untuk belajar bahasa Perancis di Indonesia, anda dapat mencari informasi di Pusat Kebudayaan Perancis (IFI) yang terdapat di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.
Jerman telah menjadi salah satu negara favorit tujuan studi para pelajar Indonesia. Kuliah di Jerman memang bisa menjadi alternatif yang tepat apabila kemampuan bahasa Inggris anda biasa-biasa saja. Namun, sebagai gantinya anda harus menguasai bahasa Jerman supaya kuliah anda dapat berjalan lancar.
Jika anda merasa kurang yakin dengan kemampuan bahasa Inggris anda, anda juga bisa mendaftar di universitas yang terdapat di Rusia. Ya, Negeri Beruang Merah ini bahkan menyediakan kelas persiapan selama setahun untuk mempelajari bahasa Rusia bagi para pelajar internasionalnya sebelum memasuki masa pendidikan. Contohnya saja beasiswa kuliah di Rusia yang disediakan oleh NRTPU dalam skema NRTPU Rosatom State Scholarships. Tawaran beasiswa S2 di Rusia ini sudah termasuk pembiayaan pendidikan bahasa Rusia selama 1 tahun.
Kalau anda tidak ingin mencari negara yang jauh-jauh seperti 3 negara di atas, anda juga bisa melanjutkan studi di China. Setiap tahunnya, Negeri Tirai Bambu tersebut menerima pelajar internasional termasuk dari Indonesia dengan kemampuan bahasa Inggris standar namun dapat menguasai bahasa China dengan baik. Pada beberapa universitas ada yang menawarkan program master dan doktoral dengan bahasa pengantar Mandarin dan dengan bahasa Inggris. Nah, jika anda memilih untuk bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar, maka pihak universitas akan memberikan kursus bahasa Mandarin terlebih dahulu selama maksimal 2 tahun sebelum memulai perkuliahan.
Email: info@konsultanpendidikan.com
WhatsApp us