Analisis data dan teknologi canggih menggerakkan industri keuangan. Creighton University tidak ingin mahasiswanya tertinggal dan menciptakan gelar FinTech untuk memastikannya.

Di antara yang pertama di negara ini, mahasiswa Creighton University Heider College of Business akan dapat memperoleh gelar di bidang Keuangan dan Teknologi, dimulai pada musim gugur. Hampir setengah dari kurikulum akan terdiri dari kelas-kelas yang baru dikembangkan yang berfokus pada pemrograman Python, pembelajaran mesin, blockchain, dan dasar-dasar FinTech. Gelar ini ditujukan untuk mempersenjatai siswa dengan keterampilan yang diperlukan di pasar keuangan saat ini dan untuk memberi mereka pemahaman yang mendalam tentang bagaimana teknologi mengganggu sektor keuangan.
Creighton University bukan satu-satunya sekolah yang memberikan pelatihan FinTech. “Banyak universitas menawarkan satu atau dua kursus FinTech, dan ada beberapa universitas yang menawarkan gelar pascasarjana di bidang FinTech.
Ide tersebut sudah beresonansi dengan siswa Creighton. Dunham mengatakan beberapa siswa yang mengejar gelar traditional finance telah beralih ke jurusan baru. “Sasaran akhirnya adalah bahwa jurusan FinTech baru Creighton akan membuat siswa kami sangat kompetitif di pasar kerja keuangan setelah lulus,” kata Dunham. “Hasil lainnya adalah bahwa siswa akan berada dalam posisi untuk mendapatkan pekerjaan dalam spektrum yang lebih luas dari peran yang baru-baru ini dikembangkan di bidang FinTech, seperti analis inovasi dan ilmuwan data.”
Email: info@konsultanpendidikan.com
BPP yang memiliki 4 kampus di Inggris (Leeds, Manchester, Holborn dan Waterloo di London) adalah perusahaan swasta yang fokus pada pendidikan professional untuk bisnis dan hukum. Menurut BPP Chief Executive Peter Crisp, BPP lebih fokus ke pendidikan tinggi untuk mencetak lulusan professional yang ngerti cara praktek; bukan sekedar jago teori.
Crisp juga dekan BPP law school, yang akhir-akhir ini sukses mencetak lulusan-lulusan terbaik. Dua gelar baru di law school LLB akan mengambil akselerasi selama 2 tahun, fokus pada pasar luar negeri, LLB selama 3 tahun dan LLM. LLM merekrut mahasiswa yang sudah mengambil Legal Practice Course (LPC), yang sudah diajarkan pada program master. LLM menawarkan mahasiswa kesempatan untuk prakter langsung dibanding teori dan penelitian.
Mahasiswa BPP bekerja keras selama 40 jam/minggu dan mereka menganggap ini bukan pendidikan mereka menempuh program undergraduate, tapi seperti kerja sesungguhnya karena BPP mengharapkan profesionalitas tinggi. Keprofesionalannya terlihat dari pengajar yang melihat mahasiswa sebagai rekan kerja.
LPC diajar oleh lembaga professional resmi. Graduate Diploma in Law (GDL) memiliki perbandingan 50-50 dengan LPC. Meskipun LLM dan LLB akan diluncurkan tahun depan, course paling utama di law school BPP adalah GDL dan LPC. Lembaga-lembaga hukum terbaik seperti Lovells Herbert Smith dan Norton Rose mengirim traineenya ke BPP.
Fasilitas LPC sangat baik, karena itulah biayanya juga mahal. Untuk mengambil GDL lalu LPC, membayar sekitar £15,000.
FYI, pengajar di sini semuanya sudah menginjak ruang sidang. Mereka memang professional di bidangnya, bukan sekedar si jago teori.
Gak hanya berhubungan dengan kegiatan keagamaan, islam juga mengatur ekonomi dan keuangan, yaitu ekonomi syariah. Ekonomi syariah melarang melarang riba (bunga) dan gahrar (pembagian tidak merata). Sejarah awalnya dimulai pada abad pertengahan, para pedagang dari Timur Tengah mempraktekan hukum ini dengan mengambil acuan dari Al-quran. Tapi, saat ini umat Islam memiliki banyak pilihan untuk menabung dan berbisnis secara syariah karena sudah banyak bank yang menyediakan tabungan syariah. Ekonomi syariah sekarang ini sedang popular di Inggris dan Amerika.
Bank Syariah Modern
Bank Islam pertama didirikan di Mesir pada tahun 1964, tetapi yang pertama secara eksplisit berdasarkan prinsip syariah diciptakan oleh Organisasi negara-negara Islam (OKI) pada tahun 1974. Bank syariah terus berkembang sepanjang tahun 80-an dan 90-an dan hari ini keuangan Islam pasar meningkat tiap tahunnya rata-rata 10 – 15% per tahun dan tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Ekonomi Syariah menyediakan kerangka etika untuk lembaga-lembaga keuangan yang menekankan kesejahteraan ekonomi dan perkembangan individu serta nilai-nilai seperti keadilan, kejujuran, dan kemurahan hati. Ekonomi Syariah menjadi lembaga yang menghilangkan bunga, risiko, dan spekulasi. Lembaga keuangan Islam telah mengembangkan berbagai metode untuk membangun ekonomi syariah, pembelian rumah dan investasi kendaraan.
Ijarah
Ijarah-wa-Iqutina adalah metode pembiayaan rumah syariah (sewa dan kepemilikan) menetapkan perjanjian sewa antara pelanggan dan penyewa. Proses Ijarah membuat properti dan sewa lebih dipercayai oleh pemilik rumah. Proses Ijarah telah digunakan di Amerika Serikat selama lebih dari 20 tahun.
Musyarakah
Musyarakah memberi “patungan” untuk pelanggan pada transaksi keuangan, bank atau lembaga keuangan. Ketika digunakan untuk pembiayaan rumah, musyarakah memberi perjanjian antara pelanggan dan perusahaan investasi, yang membayar sebagian dari harga pembelian rumah tersebut. Pelanggan membayar sewa bulanan kepada perusahaan investasi dan membuat investasi rutin. Transaksi Musyarakah adalah Syariah karena menggunakan dana mandiri nasabah dan tidak bergantung dengan dana dari bank.
Murabahah
Murabahah, di mana perusahaan investasi membeli rumah dan menjualnya kepada pembeli dengan biaya tinggi untuk menutupi biaya yang dikeluarkan selama penjualan. Murabahah mengatur keuangan seperti penjualan dan angsuran, di mana pembeli membayar untuk item dari waktu ke waktu di disepakati angsuran.
Ekonomi syariah berkembang pesat di Inggris, bahkan Inggris ditetapkan sebagai Negara non-muslim yang ekonomi syariahnya berkembang pesat. Beberapa hal yang mendasari adalah :

