Uang Kuliah
Besar kecilnya uang kuliah pasti menjadi slaah satu pertimbangan utama bagi banyak orang. Bagi kamu yang ingin kuliah di luar negeri, tentu faktor biaya kuliah menjadi hal paling mendasar yang dipertimbangkan. Untuk mahasiswa asing, kuliah di luar negeri sangat bervariasi biayanya. Untuk yang program 4 tahun biaya kuliahnya bisa mencapai $40,000 USD per tahunnya. Tapi, tahukah kamu kalau di community college kamu bisa membayar uang kuliah sebesar $10,000 saja per tahunnya?
Banyak pelajar asing memilih community college untuk menghemat uang, bukan karena mereka tidak bisa diterima di universitas.
Perbandingan antara mahasiswa dan dosen
Universitas atau perguruan tinggi program 4 tahun biasanya mensyaratkanmu untuk mengikuti mata kuliah umum dalam 2 tahun pertama dari prodi yang kamu ambil. Ini artinya kelas yang kamu ikuti bisa jadi merupakan kelas-kelas besar. Tapi, kalau di community college, kelas-kelas yang ada cenderung lebih kecil sehingga mahasiswa bisa mendapatkan lebih banyak perhatian dari dosen.
Materi kuliah
Mata kuliah yang ditawarkan di community college cenderung pada mata kuliah fundamental. Hal ini membuat kamu berpeluang untuk memadatkan pengetahuan tertentu atau mengeksplorasi topik baru tanpa ada biaya tambahan atau beban akademis sebagaimana yang biasa terjadi jika kamu kuliah di universitas program 4 tahun.
Kemungkinan transfer
Tak seperti di banyak negara, termasuk beberapa negara Asia, transfer ke universitas lainnya biasanya cukup mudah di Amerika. Meski demikian, mahasiswa universitas program 4 tahun cenderung tinggal di universitas yang sama dan menyelesaikan semua mata kuliah yang diwajibkan di sana.
Akan tetapi jumlah transfer dari community college biasanya jauh lebih banyak. Tak sedikit mahasiswa community college yang menggunakan community college sebagai batu pijakan sebelum memasuki program 4 tahun di universitas yang lebih bagus. Mereka transfer ke universitas dan bisa jadi diterima di universitas top dunia.
Beberapa community college bahkan memiliki program yang menjamin penerimaan mahasiswa di universitas untuk jenjang S1. Sebagai contoh, mahasiswa di Santa Barbara City College yang memenuhi persyaratan khusus dijamin akan diterima di University of California – Davis.
Dengan perbedaan-perbedaan yang disebutkan di atas antara community college dan program S1 universitas, tidak heran jika ada mahasiswa-mahasiswa yang mulai ingin mempertimbangkan community college sebagai permulaan kuliah mereka di Amerika.
Dan karena biaya community college lebih terjangkau daripada universitas, maka program-program di community college bisa menjadi pilihan buat kamu yang lebih ingin berhemat atau bagi yang punya sedikit masalah dengan keuangan. Dua tahun di community college ditambaha 2 tahun di universitas merupakan kombinasi yang sangat bagus untuk menghemat pengeluaran akan biaya kuliah di luar negeri.
Sebagaimana yang telah disebutkan dii muka, mata kuliah di community college cenderung lebih fundamental. Hal ini memberikan peluang besar bagi pelajar yang tidak punya fondasi akademis yang kuat atau bagi mereka yang ingin lebih mendapatkan bimbingan akademis untuk mengejar ketertinggalannya. Pelajar asing juga bisa menggunakan 2 tahun di community college untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka untuk meraih prestasi akademis yang lebih tinggi.
Banyak pelajar yang merasa bahwa mendapatkan IPK tinggi di community college cenderung lebih mudah. Dengan kelebihan ini, maka pelajar yang bersangkutan bisa berpeluang untuk masuk universitas favoritnya.
Associate Degree, Apaan sih Itu?
Pengen Kuliah di Amrik tapi Terkendala Biaya? Coba di Cek Foothill College 🙂
COLLEGE OF SAN MATEO CALIFORNIA, COLLEGE DENGAN SISTEM “GUARANTEED TRANSFER CONTRACT”
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com
Nah, itu tadi 20 kampus kece yang bisa kamu pilih mau kuliah dimana untuk bisa bekerja di perusahaan kece juga…
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .



Jakarta – Mata publik tertuju pada prosesi wisuda Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah pada pertengahan 2014 lalu. Seorang mahasiswi lulusan terbaik dengan IPK 3,96 datang dengan kendaraan spesial yang diantar langsung oleh sang ayah.
Menjadi wisudawan atau wisudawati terbaik saja sudah menjadi sorotan, tetapi lengkap sudah momen Raeni (22) hari itu. Ayahnya yang bernama Mugiyono, seorang pengayuh becak, bersedia mengantar dia hingga kampus dari rumahnya di Kendal. Hari ini, Jumat (10/7/2015) Raeni pun akan terbang menuju Inggris.
“Saya akan berangkat ke Inggris untuk melanjutkan S2 di program Magister of Science in International Accounting and Finance di Birmingham University. Jadi linear dengan studi sarjana saya,” ujar Raeni saat berbagi cerita inspiratif dengan detikcom, Kamis (9/7) kemarin.
Dia akan segera menjemput mimpinya untuk berkuliah di negara tersebut. Sudah sejak lama dia menginginkan studi akuntansi di negara yang cukup memimpin di bidang ekonomi.
Raeni berangkat ke Inggris dengan beasiswa Presiden RI yang dikelola oleh LPDP dari Kemenkeu. Tahun lalu pun Raeni sempat bertemu langsung dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
“Jadi beasiswa Presiden RI itu diberikan oleh siapa pun yang jadi Presiden. Walau pun tahun lalu masih Pak SBY dan tahun ini Pak Jokowi, namanya tetap beasiswa Presiden RI dan saya tetap dapat. Tapi saya tetap ikut tes administrasi dan lain sebagainya,” kata Raeni.
Orang tua Raeni akan mengantar sampai Bandara Ahmad Yani, Semarang. Raeni kemudian menuju Bandara Halim Perdana Kusumah untuk melanjutkan perjalanan ke Inggris.
“Mungkin tidak diantar pakai becak. Kebetulan sewaktu saya urus administrasi dan pelatihan segala macam, di Jakarta ada ‘orang tua angkat’. Jadi saya kalau ke Jakarta tinggal di rumah orang itu yang kebetulan asalnya juga dari Kendal,” kata Raeni.
Akhirnya satu lagi anak bangsa yang akan menjemput mimpinya untuk belajar ke negeri orang. Tetapi bukan berarti Raeni akan melupakan Tanah Airnya.
“Saya mau ambil studi yang linear supaya bisa jadi dosen. Jadi nanti apa yang saya dapat di sana bisa diajarkan di sini,” kata Raeni.
Tak lupa Raeni pun minta didoakan agar studinya berhasil dan dapat membawa manfaat bagi bangsa Indonesia. Semoga sukses dan selamat ya, Raeni!
(bag/ega)
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .