Beasiswa Kuliah di Leiden University

beasiswa Kabar gembira lagi nih untuk kamu yang ingin kuliah di Leiden University, Belanda. Ada beasiswa diberikan oleh Leiden University kepada mahasiswa yang mau lanjut kuliah s2 disana. Berikut adalah tiga pembagian beasiswa:
  • 10.000 Pound dari biaya kuliah
  • 15.000 Pound dari biaya kuliah
  • Full biaya kuliah dikurangi biaya tempat tinggal
scholarship Beasiswa ini untuk tahun ajaran 2016 dan untuk mahasiswa yan gnon EU/EEA. Batas waktu untuk beasiswa ini adalah pad atanggal 01 Oktober 2015 Nah, kalo kamu tertarik dengan beasiswa ini dan ingin info lebih lagi, klik aja disini. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Jurusan Paling Populer di Coventry University Part II

Hai guys, kali ini kita mau lanjutin nih kasi info ke kamu tentang jurusan-jurusan top di Coventry University. Kalo sebelumnya kita udah bahas dari urutan 10 hingga 6 ( klik disini), nah sekarang kita akan kasih tau top 5 jurusan di Coventry University. Berikut jurusannya Coventry University

Electrical and Electronic Engineering MSc

Jurusan ini bertujuan untuk lebih mengembangkan pengetahuan mahasiswa dalam hal jurusan enginering yang berhubungan dengan aplikasi utama di bidang elektronik. Yang akan kamu pelajari di jurusan ini antara lain:
  • VHDL for Digital System Design
  • Electrical Machines and Drives
  • Power System
  • Digital Signal Processing Technology
  • Robotic-Kinematics, Dynamics
  • Sensor and measurement technology

Oil and Gas Management MSc

Jurusan ini dikembangakan oleh kelompok terbesar para ahli minyak dan gas dari Coventry University. Yang akan kamu pelajari di jurusan ini adalah:
  • Potreleum contract & economics
  • Project management
  • Risk management
  • Environmental management

Business Management BA (Hons)

Untuk kamu yang ingin sukses menjadi manager, jurusan ini pas banget nih buat kamu. Di jurusan ini kamu akan dikembangkan skil dan kemampuan kamu dalam memimpin suatu perusahaan, bisnis, dll. Yang akan kamu pelajari di jurusan ini adalah
  • Pengetahuan dan skil dalam berbisnis
  • Organisation management
  • Managing business

Accounting & Financial Management

Jurusan Accounting and Financeal Management didesain untuk menyediakan pelatihan yang behubungan dengan finansial dan keuangan. Untuk kamu yang ingin berkaris di dunia keuangan, jurusan ini pas banget buat kamu.

International Business MSc

International Business adalah jurusan nomor wahid di Coventry University. Jurusan ini menawarkan kepada mahasiswa pemahaman yang lebih dalam untuk mengubah lingkungan organisasi. Jurusan ini juga didesain untuk kamu yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam bisnis internasional. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Raeni, Peraih IPK 3,96 di Unnes Akan Kuliah ke Inggris. Selamat Yaa…

Hai guys, kamu masih inget kan tentang Raeni, seorang anak tukang becak, yang mendapatkan IPK 3,96. Nah, kali ini kita mau bagiin info dari Detik.com (Detiknews) tentang Raeni yang akan terbang ke Inggris untuk kuliah. Let’s Cekidot Hari Ini Raeni Peraih IPK 3,96 di Unnes Akan ke Inggris, Selamat Ya! Jakarta – Mata publik tertuju pada prosesi wisuda Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jawa Tengah pada pertengahan 2014 lalu. Seorang mahasiswi lulusan terbaik dengan IPK 3,96 datang dengan kendaraan spesial yang diantar langsung oleh sang ayah. Menjadi wisudawan atau wisudawati terbaik saja sudah menjadi sorotan, tetapi lengkap sudah momen Raeni (22) hari itu. Ayahnya yang bernama Mugiyono, seorang pengayuh becak, bersedia mengantar dia hingga kampus dari rumahnya di Kendal. Hari ini, Jumat (10/7/2015) Raeni pun akan terbang menuju Inggris. “Saya akan berangkat ke Inggris untuk melanjutkan S2 di program Magister of Science in International Accounting and Finance di Birmingham University. Jadi linear dengan studi sarjana saya,” ujar Raeni saat berbagi cerita inspiratif dengan detikcom, Kamis (9/7) kemarin. Dia akan segera menjemput mimpinya untuk berkuliah di negara tersebut. Sudah sejak lama dia menginginkan studi akuntansi di negara yang cukup memimpin di bidang ekonomi. Raeni berangkat ke Inggris dengan beasiswa Presiden RI yang dikelola oleh LPDP dari Kemenkeu. Tahun lalu pun Raeni sempat bertemu langsung dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. “Jadi beasiswa Presiden RI itu diberikan oleh siapa pun yang jadi Presiden. Walau pun tahun lalu masih Pak SBY dan tahun ini Pak Jokowi, namanya tetap beasiswa Presiden RI dan saya tetap dapat. Tapi saya tetap ikut tes administrasi dan lain sebagainya,” kata Raeni. Orang tua Raeni akan mengantar sampai Bandara Ahmad Yani, Semarang. Raeni kemudian menuju Bandara Halim Perdana Kusumah untuk melanjutkan perjalanan ke Inggris. “Mungkin tidak diantar pakai becak. Kebetulan sewaktu saya urus administrasi dan pelatihan segala macam, di Jakarta ada ‘orang tua angkat’. Jadi saya kalau ke Jakarta tinggal di rumah orang itu yang kebetulan asalnya juga dari Kendal,” kata Raeni. Akhirnya satu lagi anak bangsa yang akan menjemput mimpinya untuk belajar ke negeri orang. Tetapi bukan berarti Raeni akan melupakan Tanah Airnya. “Saya mau ambil studi yang linear supaya bisa jadi dosen. Jadi nanti apa yang saya dapat di sana bisa diajarkan di sini,” kata Raeni. Tak lupa Raeni pun minta didoakan agar studinya berhasil dan dapat membawa manfaat bagi bangsa Indonesia. Semoga sukses dan selamat ya, Raeni! (bag/ega) Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Jurusan Paling Populer di Coventry University Part I

Coventry University merupakan slah satu kampus terkenal di Inggris. kualitas pendidikan di kampus ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Dan berikut adalah Jurusan terpopuler di Coventry University: Coventry University

Biotechnology MSc

Jurusan ini ditujukan untuk lulusan life science yang ingin mengembangkan pengetahuan dan ketrampilannya. Lulusan dari jurusan menghasilkan ilmuwan-ilmuwan yang mampu berkontribusi dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini. yang dipelajari dalam jurusan ini antara lain:
  • Genomes & DNA technology
  • Topik seputar bioteknologi
  • Cell culture
  • Pharmaceutical discoveries
  • Research methods & project

Biomedical Science BSc

Biomedical Scientist memegang peranan penting dalam mendiagnosis dan mncegah penyakit. Dijurusan ini kamu akan mendapatkan pengetahuan yang tepat dan keahlian di laboratorium untuk menunjang kamu mendapatkan karir yang terbaik. Yang akan kamu pelajari dalam jurusan ini adalah
  • Diagnosis & pathology of desease
  • Molecular biology
  • Genetics
  • Cell biology
  • Microbiology

Media & Communication

Di jaman sekarang ini yang namanya media komunikasi dan informasi berkembang sangat cepat. Jurusan ini menjawab kebutuhan para mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuannya dalam dunia media. Yang akan kamu pelajari di jurusan ini antara lain:

New media

Global and international context of media & culture

Historical context

Media & cultur research

Media & culture production

Mechanical Engineering Beng

Mechanical Engineering merupakan dasar dari jurusan Engineering yang lainnya seperti automotive, aero, dan medical. Kuliah di jurusan ini tentu akan membawa kamu kepada peluang besar dalam mendapatkan kerja. Yang akan kamu pelajari di jurusan ini antara lain
  • Analisis product & system
  • Resolution of design problem
  • Sustainability
  • Practical: Investigasi dan analisis

Communication, Culture and Media

Jurusan Communication, Culture and Media memungkinkan kamu belajar antara media dan budaya. Jurusani ni juga membantu kamu untuk mengembangkan metode dan analisis dari media dan ilmu budaya. Yang akan kamu pelajari di jurusan ini antara lain semua hal tentang pengembangan lebih dalam ilmu komunikasi, media dan budaya serta analisisnya, juga pemahaman mengenai isu-isu seputar media dan budaya, juga industri media sekarang ini. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Beasiswa Kuliah untuk Para Musisi

scholarships Kabar gembira untuk kamu yang ingin menjadi musisi kerena ada beasiswa untuk kamu kuliah di Musicians Institute. Beasiswa ini diberikan oleh Takamine Guitar Company kepada gitaris akustik yang mampu menunjukkan bahwa mereka musisi hebat dengan keahlian mereka bermain gitar. csvpa music
  • Berikut adalah persyaratannya:
  • Beasiswa tersedia bagi mahasiswa internasional
  • Pelamar beasiswa harus mengajukan permohonan penerimaan beasiswa sebelum waktu yang ditentukan.
  • Beasiswwa ini berlaku di program Associate of Arts in Performance.
  • Beasisa ini tidak bisa diberikan untuk orang lain
Adapun batas waktu pendaftaran beasiswa ini adalah pada 28 Agustus 2015. Pendaftaran yang melewati batas waktu akan dianggap tidak lolos seleksi. Kalo kamu tertarik dengan beasiswa ini dan ingin info lebih lanjut, kamu bisa klik disini. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Internet Membuat Makin ‘Bodoh’

Halo temans 🙂 kali ini kita mau bagiin satu tulisan yang sangat bagus dari Pak Hilman Fajrian, seorang kompasiana.

Internet Membuat Makin ‘Bodoh’

google “Of course it’s true, because this is internet and posted by an anonym.” Jawaban kelakar sarkasme itu kerap ditemui di 9gag, sebuah situs humor. Diawali pertanyaan seseorang apakah meme yang dilihatnya berisi informasi yang benar atau tidak, maka responnya adalah jawaban itu. Lucu sekaligus ironis karena menggambarkan apa yang terjadi dengan kita semua, para pengguna internet.

BUBARNYA HIERARKI

Saat mampir ke SMA tempat saya bersekolah 17 tahun lalu, guru-guru berkeluh-kesah. Murid sekarang, kata guru saya, jauh lebih kritis dibanding zaman saya dulu. Bedanya, kritisnya murid zaman dulu kepada gurunya karena mereka punya buku bacaan yang lebih banyak dibanding buku pelajaran. “Sekarang murid-murid mendebat bahan pelajaran pakai sumber dari internet. Dari blog, situs berita, forum, bahkan Facebook dan Twitter. Padahal kita sebagai guru belum memeriksa validitas sumber mereka,” keluh salah satu mantan guru saya. Saya ikut prihatin. Membaca paper John Gehl dan Suzanne Douglas berjudul From Movable Type to Data Deluge, membuat saya makin prihatin. Laporan yang diterbitkan jurnal Educom Review itu menjelaskan tentang berubahnya kendali informasi dan pengetahuan. Di era sebelumnya, kita menganggap pembawa pesan memiliki lebih banyak informasi dan pengetahuan daripada pembaca. Di era internet, posisi itu berubah: pemilik kontrol bukan si pembawa pesan, tapi si pemegang tetikus. Internet, kata Gehl dan Douglas, telah membuat penggunanya memiliki rasa percaya diri yang tinggi karena akses dan kesetaraan informasi. Dengan ketersediaan informasi sangat luas yang bisa mereka akses lewat ujung jari, pengguna internet merasa bahwa level pengetahuan mereka setara dengan si pembawa pesan. Elias Aboujaoude, doktor ilmu kejiwaan klinis Standford University bercerita tentang Ashley dalam bukunya Virtually You. Ashley adalah seorang remaja yang dibawa ibunya berobat ke Elias. Ibunya menduga Ashley menderita depresi karena melihat tanda-tanda yang sesuai dengan yang ia baca di internet. Dari internet pula ibunya tahu bahwa obat antidepresan yang cocok adalah Wellbutrin. Maka datanglah mereka berdua ke Elias. Si ibu ngotot meminta Elias meresepkan Wellbutrin bahkan ketika Elias belum melakukan pemeriksaan. Internet, ditulis Aboujaoude, meyakinkan kita bahwa kita lebih terpelajar, lebih dewasa atau lebih pintar dibanding kita yang sebenarnya. Fenomena ini mengancam runtuhnya hubungan hierarki sosial terhadap informasi seperti hierarki dokter-pasien, guru-murid, orangtua-anak, ahli-orang awam. “Internet telah menjadi mesin peningkat rasa percaya diri yang belum pernah ada dalam peradaban manusia,” tulis Aboujaoude yang menyebut internet sebagai The Great Equalizer. Ketika Mayweather mengalahkan Pacquaio, orang-orang mendadak jadi pengamat tinju dalam semalam. Pernyataan pengamat tinju yang punya reputasi jadi tak penting dan tak populer. Ketika Polda Bali belum menetapkan Margriet sebagai tersangka pembunuhan Engeline, ramai orang jadi detektif dan menuduh polisi tidak kompeten. Ketika Air Asia QZ8501 jatuh, tidak sedikit yang merasa dirinya pakar penyelamatan.

KEPUNAHAN LITERASI

Mungkin kita menganggap membaca buku sama nilainya dengan membaca blog, atau membaca majalah sama dengan membaca situs berita. Nyatanya tidak. Dalam laporan British Library tahun 2008,pembaca buku dan pembaca digital punya perilaku berbeda. Otak pun bekerja dengan cara berbeda antara membaca buku dan digital.Pembaca digital cenderung tak menyortir, tak konsisten, tak kritis, melompat-lompat dan tak sabar. Rata-rata pembaca online hanya menghabiskan 4 menit untuk sebuah buku elektronik. Setelah itu melompat ke buku elektronik lain atau internet. 60% pembaca buku elektronik hanya membaca 3 halaman, dan 65% tidak pernah membaca ulang halaman sebelumnya. Di laporan itu juga disebut 89% mahasiswa Inggris menggunakan Google untuk mendapatkan informasi. Sebenarnya, sebut British Library, pembaca online atau digital tidak benar-benar membaca, tapi ‘memindai’ (scanning/skimming) halaman. Pemindaian inilah yang kita kenal dengan istilah power browse: cepat dan melompat-lompat. Perilaku ini sangat berbeda dengan cara membaca buku yang kita kenal: perlahan, sabar dan bersedia mengulang. Power browse berimplikasi pada kedalaman pemahaman bacaan, daya kritis, dan daya ingat. Yang ujung-ujungnya adalah rendahnya kualitas pengetahuan yang didapat. Hasil riset Nielsen Norman Group mengatakan pembaca online rata-rata hanya membaca 28% konten dari sebuah halaman. Pemindaian juga merupakan perilaku umum pembaca online. Menurut Buffer, seorang pembaca online hanya punya daya tahan maksimal 7 menit atau 1.600 kata saat membaca online. Dikatakan pakar web usability Jakob Nielsen, 79% pembaca online melakukan pemindaian ketimbang membaca kata per kata. Hal ini beralasan, karena membaca di layar itu lebih melelahkan ketimbang membaca buku dan lebih lambat 25%. Selain itu, pembaca online lebih berperilaku sebagai ‘pengendara’ ketimbang pencari pengetahuan. Sebagai pengendara, mereka ingin memutuskan sendiri bagian mana yang ingin mereka baca dan lompati. “Pembaca online itu egois, pemalas dan zalim. Mereka tak mau menginvestasikan waktu mendapatkan pengetahuan berkualitas dengan cara membaca seperti membaca buku,” tulis Nielsen. Perilaku aneh pembaca online lainnya adalah inkonsistensi yang tak masuk akal. Mereka tak bergerak mencari informasi secara linear, tapi melompat-lompat ke sumber yang tak relevan. Misal, saat ini kita sedang giat membaca berita dan tulisan tentang terorisme di internet. Tapi kita bisa saja tiba-tiba membaca tulisan tentang resep masakan, lalu lompat lagi membaca resensi film. Mensiasati ini, pengembang website dan konten online berjibaku dengan model-model data baru dan studi mutakhir psikologi pengguna internet. Misal, data page view sudah ketinggalan zaman dan digantikanheat map yang bisa mengetahui di paragrap mana yang lebih mendapatkan perhatian. Perilaku eye-scanning juga dicari tahu. Di antaranya bulleted list dan penebalan bisa menghentikan pemindaian. Penggunaan kalimat pendek, menghindari permainan kata sampai headline engineering adalah beberapa cara menghadapi pembaca online. Termasuk ilusi tautan (hyperlink). Tautan bisa membuat seolah-olah konten lebih kredibel, padahal pembaca juga tidak mengklik tautan itu. Ilusi ini saya pakai di beberapa tautan sebelum paragrap ini. Beberapa tautan itu tidak valid. Tapi toh anda tidak mengkliknya, kan? Twitter dengan 140 karakter juga dianggap sebagai cara baru berkomunikasi. “It’s not too many words, but that makes it great. Twitter means you do not ever have to read long messages,” tulis Twitter di lamannya. Dengan demikian, Twitter memang ingin kita berkomunikasi dengan singkat, tapi sekaligus ingin nilai informasi itu dianggap sangat berarti. Maka budaya literasi digeser ke cara penyampaian pengetahuan lewat 140 karakter. Nicholas Carr dalam bukunya ‘Is Google Making Us Stupid?’ mengatakan, budaya literasi sebelum masa internet seperti berenang di lautan: perlahan tapi penuh pengalaman. Dengan internet, kita seperti mengendarai jet ski: cepat tapi minim pengalaman. Kalau dihubungkan ke Indonesia, bisa lebih prihatin lagi. Laporan UNESCO tahun 2012 menyebut indeks minat baca di Indonesia baru 0,001 atau peringkat ketiga terbawah di dunia. Artinya dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca.Sementara di negara maju indeks minat membaca sampai 0,62, atau 62 dari 100 orang suka membaca.

KEBANGKITAN ERA HOAX

Apakah Neil Armstrong benar-benar mendarat di bulan? Apakah 9/11 murni aksi terorisme? Apakah pembalut berklorin itu berbahaya? Apakah ayah Jokowi seorang komunis? Jawaban ya atau tidak semua terserah anda. Informasi yang mendukung pro dan kontra jawaban pertanyaan di atas tersebar luas dan bebas di internet. Kita tinggal comot dan gunakan yang mau kita percayai atau pakai untuk kepentingan kita. Internet sebagai The Great Equalizer memang membuat setiap orang bisa memproduksi dan mendapatkan informasi. Tapi juga sekaligusmembuat kita kesulitan memisahkan yang benar dan yang bohong, yang fakta dan yang opini. Seperti yang saya tulis di Distorsi Kebenaran di Era Internet of Things, tak ada lagi salah-benar di internet. Yang ada adalah yang populer dan yang tidak. Berita dan foto hoax atau bohong juga setiap hari seliweran di internet. Mulai dari foto jenazah, foto pengungsi sampai foto awan yang mirip ini-itu. Setiap informasi hoax pasti diimbangi dengan klarifikasinya, atau biasa disebut debunk. Tapi klarifikasi ini tidak jarang dibalas lagi dengan informasi hoax tambahan. Jadi, kalau urusannya berbalas informasi dan klarifikasi, internet adalah ladang pertempuran yang tak habis-habis. Kata Aboujaoude, pengguna internet jauh lebih mudah terkesan dibanding curiga atau skeptis. Itu sebabnya hoax bisa sangat populer dan dipercaya. Pengguna internet cenderung kehilangan tantangan untuk menguji akurasi ketimbang bila informasi itu mereka terima di dunia nyata. Ditambah lagi dengan yang disebut Jakob Nielsen di atas bahwa pembaca online ingin jadi ‘pengemudi’. Mereka memutuskan sendiri mana yang mau mereka baca dan percaya. Soal kepercayaan ini tentu berhubungan dengan keyakinan, sentimen kelompok, ekonomi dan pilihan politik. Yang terjadi sebenarnya bukan cara kita menemukan kebenaran, melainkan pertempuran opini untuk kepentingan kelompok atau pribadi. “Kalau anda menginginkan informasi yang sejati di internet, berarti anda punya masalah,” tulis Ghel dan Douglas.

ANCAMAN E-LEARNING

“Anak-anak, perhatikan!” Teriakan model begini sangat akrab di telinga kita saat masih sekolah dulu. Guru di sekolah mengajarkan kita untuk fokus dan memperhatikan penyampaian pelajaran. Tapi tantangan guru saat ini jauh lebih kompleks. Dari penelitian psikolog Inggris Susan Blackmore, murid saat ini lebih sulit untuk fokus. Model perhatian yang murid berikan di kelas mirip dengan cara mereka memperhatikan Facebook: mudah teralih, tidak fokus dan multi-tasking. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) perilaku seperti ini termasuk gangguan psikis Attention deficit/hyperactivity disorder (ADHD). Mereka yang mengidap ADHD akan punya masalah dalam pelajaran, hubungan sosial, bahkan karier. Gejala ADHD antara lain: sulit fokus, sulit berpikir detil, sulit memperhatikan, tidak mendengarkan ketika orang lain berbicara langsung, sulit mengikuti instruksi, tidak teratur, tidak sabar/telaten dan pelupa. Penelitian di Korea Selatan menunjukkan 33% anak yang menderita ADHD adalah mereka yang kecanduan internet. Sementara, penelitian di Taiwan terhadap orang dewasa menunjukkan 32% pecandu internet menderita ADHD. Hal ini, kata Blackmore, diperparah lagi dengan sistem pengajaran e-learning. Dalam pendidikan, pendidik akan menanamkan pengetahuan ke dalam otak murid. Tapi e-learning bukan menanamkan, tapi mengajarkan navigasi cara mencari informasi digital. Otak bekerja dengan cara sangat berbeda antara menerima informasi yang coba ditanamkan dan navigasi. Hal ini mengancam daya ingat. Itu sebabnya informasi yang kita baca dari internet cenderung mudah terlupakan. Bukan saja karena kita hanya melakukan pemindaian, tapi informasi itu tak tertanam kuat dalam otak. Kita tahu, tapi belum tentu ingat. Kita ingat, tapi belum tentu paham. Kita paham, tapi belum tentu komprehensif. Kita komprehensif, tapi belum tentu skeptis. Namun segala kemudahan yang ditawarkan internet memang mengubah perilaku manusia dalam menggunakan ingatannya. Buat apa diingat kalau bisa di-bookmark atau diunduh untuk dibaca lagi kemudian? Buat apa diingat kalau bisa dicari lagi di Google kapan saja?Mengingat jadi tak relevan lagi ketika informasi itu bisa akses kapan saja lewat sentuhan jari. Kunjungan kita beberapa detik ke sebuah situs informasi dan memindai konten bukan waktu yang cukup untuk mendapatkan pengetahuan yang dalam. Bisakah kita mempelajari sesuatu dari Wikipedia? Tentu saja bisa. Bisakah kita menguasai sebuah subjek hanya lewat informasi di internet? Tidak. Terlebih, banjir informasi di internet dengan perspektif yang berbeda-beda akan membuat kita bagai minum air asin: makin diminum makin haus. Kata Gehl dan Douglas, alih-alih bisa membuat kita paham, justru bikin bingung, salah kaprah dan keblinger. Bukan sekali-dua kali kita menemukan orang yang (tampaknya) jadi lebih bodoh karena internet. “Internet is devolving us into mindlessness,” tulis Gehl dan Douglas. Tentu saja internet memberikan sangat banyak manfaat dan kebaikan. Tapi tulisan ini tak membahas itu, melainkan sisi gelapnya. Internet menyamaratakan kita. Ia adalah mesin demokrasi paling nyata yang memberikan kita hak dan kesempatan yang sama. Namun, psikologi transfer informasi 140 karakter ala Twitter justru bisa merusak kualitas demokrasi. Hal ini akan mempermudah pembawa pesan — pemimpin politik, figur, brand — menciptakan retorika dan slogan. Sebagai The Great Equalizer, internet memberikan kita hak dan kesempatan yang sama. Termasuk kesempatan sama-sama bodoh. (*) Sumber: http://www.kompasiana.com/hilmanfajrian/internet-membuat-makin-bodoh_559dee25b793733f048b4567 Tulisan ini cukup panjang tapi isinya sangat bagus dan memberikan pesan yang jelas bagi generasi masa kini. Be wise in using internet 😉 Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami