Raih Beasiswa Oxford untuk Siswa Negara Berkembang

scholars4dev.com

Sejumlah perguruan tinggi Oxford menawarkan Beasiswa Reach Oxford kepada siswa dari negara yang berkembang , karena alasan politik atau keuangan, atau karena fasilitas pendidikan yang tidak memadai,sehingga tidak dapat belajar untuk mendapatkan gelar di negara mereka sendiri.

Pelamar harus warga negara dari negara yang menerima bantuan pembangunan resmi dari Development Assistance Committee (DAC) dari Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Skema ini hanya cocok untuk kandidat yang telah menerima tawaran dan yang memiliki kemampuan akademis tertinggi. Kebutuhan finansial dan komitmen sosial juga merupakan kriteria utama dalam pemilihan. Pelamar harus berniat untuk kembali ke negara tempat tinggal biasa mereka setelah studi mereka. Prioritas akan diberikan kepada siswa yang belum pernah belajar di tingkat sarjana sebelumnya.

Aplikasi beasiswa untuk 2020 sekarang ditutup. Rincian tentang cara mendaftar masuk 2021 akan tersedia di situs web resmi pada Januari 2021. http://www.ox.ac.uk/admissions/undergraduate/fees-and-funding/oxford-support/reach-oxford-scholarship

Untuk beasiswa, Anda harus sudah mengajukan aplikasi ke Universitas melalui UCAS paling lambat 15 Oktober 2020. Anda kemudian perlu melengkapi formulir aplikasi beasiswa terpisah. Batas waktu pendaftaran beasiswa sekitar Februari 2021.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Ilmuwan di MIT dan Oxford telah menciptakan Sistem Lampu Lalu Lintas

social distancing
businessinsider.com

Pada akhir tahun 1800-an, ilmuwan Jerman Carl Flügge memiliki firasat: Mungkin jika Anda menjaga jarak yang cukup antara orang yang sakit dan yang sehat, Anda dapat mencegah penyebaran patogen dari orang ke orang.

Pada awal 1940-an, para ilmuwan akhirnya melihat bersin orang-orang yang meluncur di udara, dengan kecepatan penangkapan 30.000 frame per detik, membenarkan bahwa memang sebagian besar barang yang kita buang ke udara saat kita bersin, batuk , atau berteriak cenderung akan menetap di tanah dalam jarak sekitar satu kepak sayap atau lebih (katakanlah, 3 sampai 6 kaki).

Saat ‘dogma lahir’

Saat itu, para ilmuwan bersikukuh bahwa sebagian besar dari orang-orang bersenjata yang menular mengeluarkan (katakanlah, sekitar 90% dari patogen mereka) melakukan perjalanan kurang dari 6 kaki jauhnya.

Pengukuran studi mereka tidak pernah dimaksudkan untuk dianggap sebagai aturan keras dan cepat tentang seberapa jauh kita harus berdiri dari orang lain selama pandemi.

Namun demikian, aturan praktis setinggi 3 hingga 6 kaki ini telah menjadi protokol yang mudah diikuti untuk menjaga jarak dari orang yang berpotensi sakit selama wabah virus corona.

Saat itu, para ilmuwan bersikukuh bahwa sebagian besar dari orang-orang bersenjata yang menular mengeluarkan (katakanlah, sekitar 90% dari patogen mereka) melakukan perjalanan kurang dari 6 kaki jauhnya.

Pengukuran studi mereka tidak pernah dimaksudkan untuk dianggap sebagai aturan keras dan cepat tentang seberapa jauh kita harus berdiri dari orang lain selama pandemi.

Namun demikian, aturan praktis setinggi 3 hingga 6 kaki ini telah menjadi protokol yang mudah diikuti untuk menjaga jarak dari orang yang berpotensi sakit selama wabah virus corona.

“Dogma telah lahir,” kata profesor Lidia Morawska, seorang ilmuwan aerosol terkemuka di Australia, tentang aturan setinggi 6 kaki yang berusia 80 tahun. “Seperti dogma lainnya, sangat sulit untuk mengubah pikiran orang dan mengubah dogma.”

Tetapi ketika pandemi virus corona berlarut-larut selama berbulan-bulan, Morawska dan para ilmuwan dan insinyur udara dan virus terkemuka lainnya mulai memimpin dakwaan untuk membongkar aturan jarak 6 kaki dan mengambil pendekatan yang lebih bernuansa untuk mengelola penyebaran virus corona baru.

Alih-alih selalu waspada, atau berasumsi bahwa jarak 6 kaki (atau memakai masker, atau mencuci tangan) membuat kita 100% aman sepanjang waktu, kata mereka, kita harus belajar bagaimana menilai situasi kita dengan lebih baik. Setiap hari lepaskanlah kewaspadaan kita sekarang.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

10 Universitas Terbaik di Dunia 2020 Versi Times Higher Education

Ilustrasi University of Oxford.
kompas.com

Times Higher Education (THE) kembali merilis daftar peringkat universitas terbaik di dunia atau World University Rankings 2020.

Dalam pemeringkatan itu, sejumlah universitas di Inggris mengalami penurunan karena adanya kesenjangan pendanaan antara berbagai sektor dan cakupan sistem pendidikan tinggi yang semakin meluas.

Meski demikian, University of Oxford tetap menduduki peringkat teratas pada 2020 selama empat tahun berturut-turut.

Sementara University of Cambridge, Imperial College London, UCL, London School of Economics and Political Science, dan University of Edinburgh menjadi universitas berperingkat tertinggi berikutnya di Inggris. Namun, semuanya mengalami penurunan satu peringkat.

Secara keseluruhan, sebanyak 18 dari 28 perguruan tinggi di Inggris yang berada di peringkat 200 teratas telah menurun posisinya sejak tahun lalu. Adapun Jepang memperkuat dominasinya terhadap Inggris dalam hal keterwakilan. Hal itu ditunjukkan dari yang tadinya hanya 5 kini menjadi 10 universitas. Jumlah itu menunjukkan pengambilalihan dominasi Inggris sebagai negara yang paling terwakili di dunia. Secara keseluruhan, saat ini Inggris memiliki 100 universitas yang masuk dalam peringkat dunia, sedangkan Jepang mempunyai 110 universitas.

Berikut ini daftar 10 universitas terbaik di dunia versi THE 2020:

1. University of Oxford, Inggris (tahun lalu peringkat 1)

2. California Institute of Technology, Amerika Serikat (tahun lalu peringkat 5)

3. University of Cambridge, Inggris (tahun lalu peringkat 2)

4. Stanford University, Amerika Serikat (tahun lalu peringkat 3)

5. Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat (tahun lalu peringkat 4)

6. Princeton University, Amerika Serikat (tahun lalu peringkat 7)

7. Harvard University, Amerika Serikat (tahun lalu peringkat 6)

8. Yale University, Amerika Serikat (tahun lalu peringkat 8)

9. Universiy of Chicago, Amerika Serikat (tahun lalu peringkat 10)

10. Imperial College London, Inggris (tahun lalu peringkat 9)

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Revealed! Oxford Interviews: Penjelasan Tentang Pertanyaan yang Sulit

Mendaftar di Oxford atau Cambridge University memerlukan kerja keras dan usaha yang lebih ekstra dari biasanya, namun begitu proses pada saat interview tidak terlalu memiliki perbedaan yang berarti.

ox1

Biasanya, untuk mendaftar di sebuah universitas diperlukan dokumen-dokumen penting seperti: transkrip nilai, sertifikat TOEFL, surat rekomendasi, dan lain-lain. Namun, disamping dokumen-dokumen penting yang harus dilampirkan, para pelamar pun akan melalui tahap wawancara yang diadakan oleh pihak universitas. Wawancara ini pun tak jarang menjadi penentu apakah seorang kandidat akan diterima di universitas yang dituju.

“Interview di desain untuk memberi kesempatan pada para kandidat untuk menunjukan kemampuan asli dan potensial yang mereka miliki,” kata Mike Nicholson, seorang Direktur Pendaftaran Sarjana di Oxford University. “Ini berarti para kandidat akan didorong untuk menggunakan pengetahuan dan mengaplikasikan pemikiran mereka terhadap permasalahan baru melalui berbagai tantangan dan bagaimana mereka menghadapinya. Interview di desain untuk para siswa menggunakan pikirannya, tidak penting apapun jawabannya.”

Berikut ini beberapa pertanyaan yang diajukan dalam wawancara yang diajukan di Oxford University yang langsung diajukan oleh dosen Oxford:

  1. Subjek: Sejarah

Pewawancara : Stephen Tuck, Pembroke College

Q: Orang seperti apa di masa lalu yang sangat ingin kamu wawancara? Dan kenapa?

ox5“Kandidat tentu tahu ini tipe pertanyaan yang jawabannya bukan benar/salah. Pertanyaan ini juga bukan tentang seseorang yang benar-benar ingin ditemui para kandidat, tetapi mengenai masalah apa yang kandidat ingin cari tahu dari orang yang ingin diwawancarai tersebut. “Terkadang kami memberi keberanian pada para kandidat untuk  berpikir melalui orang-orang yang mereka pilih untuk ditemui dan mencari informasi dari orang yang ingin ditemui tersebut (dan kami memberi sedikit waktu untuk mengubah isu yang mereka inginkan dan memikirkan ulang mengenai orang yang mereka akan temui),” ucap Stephen Tuck.

  1. Subjek : Filosofi, Politik dan Ekonomi

Pewawancara : Dave Leal, Brasenose College

Q: Saya memiliki masalah dengan arti dari tiga kata: “Lie, Deceive, Mislead”. Ketiga kata tersebut terlihat memiliki arti yang mirip namun tak sepenuhnya sama. Bantu saya untuk menguraikan arti dari ketiga kata tersebut.

“Ketika saya mengajukan pertanyaan seperti ini, kandidat akan mulai menggunakan strateginya. Terdapat banyak definisi dari mereka. Seseorang akan beranggapan pertanyaan ini tidak mudah, sementara yang lain akan berpikir tidak perlu menggunakan kata apapun untuk mendefinisikan ketiga kata yang ditanyakan tersebut.”

“Pertanyaan tipe ini membantu kita menguji kapasitas kandidat untuk menggambarkan nuansa berbeda diantara konsep, dan akan menguji langkah pertama apa yang mereka lakukan yang memiliki relasi tentang filosofi pikiran dan bahasa.” Jelas Dave.

  1. Subjek : Modern Languages

Pewawancara : Helen Swift, St Hilda’s College

Q: Apa yang membedakan cerita pendek dengan novel?

“Pertanyaan ini untuk mengetahui bahwa program Modern Languages cocok untuk para kandidat.Kandidat diberi tantangan untuk mencoba membaca beberapa literatur dalam bahasa lokal. Kami tahu banyak orang yang tidak belajar studi literatur secara formal sebelum mempelajari bahasa untuk program yang mereka tuju.”

“Kami mencari kandidat yang bersedia mencoba cara baru dalam berpikir dan sebuah bakat untuk berpikir secara hati-hati dan imajinatif melalui masalah yang tidak familiar,” ucap Helen.

  1. Subjek : Ilmu Biologi

Pewawancara : Martin Speight, St Anne’s College

Q: Lebih mudah mana bagi organisme untuk hidup di laut atau darat?

ox6“Pertama-tama kandidat harus mendefinisikan arti kata “lebih mudah” – yang memiliki arti tidak sulit, tidak banyak energi,  tidak banyak tingkatan, dan lain-lain? Selanjutnya kandidat akan berpikir mengenai masalah tentang hidup di laut, seperti tekanan tinggi, kurangnya cahaya, dan lain-lain. Selanjutnya adalah masalah hidup di darat, yang berarti harus membutuhkan tambahan lainnya seperti kaki, tangan, dan lain-lain. Setelah selesai, Aku akan bertanya lagi mengenai dimana dari kedua ekosistem tersebut dimana binatang dan tumbuhan bisa hidup secara sukses? Nah sekarang para kandidat harus mendefinisikan kata “sukses”.

  1. Subjek : Experimental Psikologi

Pewawancara : Miles Hewstone, New College

Q: Apakah interview harus digunakan untuk proses seleksi?

ox4“Pertanyaan ini akan memicu diskusi dari eror dan bias pernyataan manusia. Ketika kita mencari sebuah informasi lalu menggabungkan terlalu banyak informasi dengan informasi lainnya, terkadang kita terlalu percaya diri terhadap keputusan yang kita buat. Contohnya, informasi tentang siswa Oxford? Mengapa kita memilih itu? Bagaimana kita tahu informasi tersebut valid atau tidak? Apa sebenarnya validitas itu? Apa yang kita lakukan untuk memprediksi sesuatu (apa kriterianya?)? ketika mencari informasi yang kita inginkan dan menemukannya, bagaimana kita mengkombinasikannya? Dan seterusnya yang akan melatih psikologi seseorang dalam menjawab pertanyaan yang bersangkutan.

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami