Nasihat Untuk Wanita Generasi Berikutnya Di STEM

Karena perempuan secara dramatis kurang terwakili di semua studi dan karier STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics), bagaimana kita membuat langkah-langkah untuk menutup kesenjangan gender dan mendorong generasi inovator perempuan berikutnya? Pada saat teknologi terus mengubah cara hidup, bekerja, dan belajar kita, kebutuhan untuk menutup kesenjangan gender STEM menjadi semakin penting.

Dengan mengingat misi itu, Forbes bermitra dengan Audi of America pada bulan Maret 2019 untuk menjadi tuan rumah “Idea Inkubator” tahunan kedua, sebuah program yang didedikasikan untuk menginspirasi para pemimpin STEM masa depan dengan menyatukan bakat yang muncul untuk memecahkan tantangan dunia nyata melalui lensa STEM. Siswa dari New York University Tandon School of Engineering ditugaskan untuk mengembangkan solusi inovatif di sekitar dampak kendaraan listrik pada mobilitas perkotaan. Dua tim siswa terbaik yang menang berjalan dengan penghargaan dari “Audi Drive Progress Grant,” beasiswa gabungan $ 50.000 untuk studi mereka.

Nyamanlah saat kamu merasa tidak nyaman.

Saran saya untuk wanita yang ingin memasuki bidang STEM adalah jangan takut untuk merasa tidak nyaman. Sering kali, Anda mungkin menemukan peluang yang menurut Anda tidak bisa dilakukan, tetapi kenyataannya adalah Anda benar-benar bisa. Boleh saja merasa tidak nyaman dan mencoba hal-hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya, karena Anda tidak pernah tahu, mungkin Anda benar-benar menyukainya. Sebagai contoh, saya tidak pernah menjadi penggemar coding atau ilmu komputer. Saya mengambil kelas coding di sekolah menengah dan saya benar-benar tersesat, saya tidak percaya bahwa saya benar-benar bisa melakukan ini sebagai karier.

Sampai saya menjadi bagian dari program-program seperti Women in Technology, di mana saya benar-benar membayangkan wanita di industri teknologi, dan Kode dengan Klossy, di mana saya harus belajar coding dan berkolaborasi dengan wanita muda lain yang tertarik dalam coding. Saya benar-benar menyadari bahwa pengkodean tidak terlalu buruk, dan sekarang saya sedang mengejar ilmu komputer! Nyamanlah dengan mencoba hal-hal baru, dan jangan takut untuk mencoba hal lain! “- Vidya Gopalakrishna, Mahasiswa Baru, Jurusan Ilmu Komputer.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Punya Mimpi Jadi Fashion Designer? Check this Out~ “The Top 50 Fashion Schools” Dunia – Part 1

Jika kamu tertarik dengan dunia mode dan akan memasuki perguruan tinggi, mencari sekolah yang tepat bisa menjadi tugas yang sulit. Sebagai lembaga konsultasi pendidikan luar negeri yang sudah melanglang buana sejak tahun 1979, kami ingin membantu kalian dalam hal ini. Jadi kami sudah mengumpulkan info tentang 50 sekolah mode terbaik di dunia yang layak untuk menjadi pilihanmu.

1. Central Saint Martins (London – Inggris)

images (4)

ü  Program: Fashion, Textile, dan Jewelry Design ü  Jumlah mahasiswa: 1.200 mahasiswa fashion ü  Biaya kuliah: £ 9,500 – £ 12,700 ($ 14.900 – $ 20.000) ü  Alumni terkenal: Stella McCartney, John Galliano Alexander McQueen, Phoebe Philo, Christopher Kane, Hussein Chalayan, Zac Posen, Hamish Bowles, Paul Smith, Giles Deacon, Luella Bartley, Jenny Packham, Jonathan Saunders, Marios Schwab, Alice Temperley, Riccardo Tisci, Matthew Williamson Central Saint Martins ada di posisi pertama, karena program fashionnya adalah yang terbaik untuk saat ini. Semua programnya ditangani oleh staf-staf pengajar yang legendaris, termasuk Profesor Louise Wilson yang telah mendidik dan melahirkan talent-talent yang luar biasa dari McQueen hingga Giles Deacon. Saat ini, Louise Wilson telah menjadi tokoh mode yang sangat diakui di kancah internasional.

2. Parsons, The New School For Design (New York – Amerika Serikat)

images (5) ü  Program: Fashion Design, Fashion Studies, Fashion Marketing ü  Jumlah mahasiswa: sarjana: 4.100; pascasarjana: 500; fashion desain: 1.400 ü  Biaya kuliah: $ 36.800 ü  Alumni terkenal: Donna Karan, Marc Jacobs, Tom Ford, Narciso Rodriguez, Alexander Wang, Anna Sui, Jason Wu, Jenna Lyons (J.Crew), Jack McCollough dan Lazaro Hernandez (Proenza Schouler), Behnaz Serafpour, Doo Ri Chung, Sophie Buhai dan Lisa Mayock (Vena Cava), Flora Gill dan Alexa Adams (Ohne Titel), Prabal Gurung, Steven Meisel, Thakoon Panichgul, Carmen Marc Valvo Saat ini, Parsons dapat diibaratkan sebagai pembangkit tenaga listrik di dunia fashion, mereka telah melahirkan nama-nama berbakat, khususnya dalam sepuluh tahun terakhir. Banyak lulusan terkenal dari Parsons dan menjadi bagian dari fakultas. Dikritik oleh Donna Karan dan Schouler Proenza? Ini hal yang biasa yang akan kamu alami disini XD Terlebih lagi, Parsons telah bermitra dengan banyak retailer dan perusahaan (seperti LVMH) dengan tujuan agar hasil karyamu dapat dilihat dan dikritik hohoho~

3. Bunka Fashion College / Bunka Women’s University (Tokyo – Jepang)

17154 ü  Program: Fashion Design, Fashion Creation and Technology, Marketing, Accessories and Textiles. ü  Jumlah Mahasiswa: Jumlah di kedua perguruan tinggi: 8.000 Desain: 4.000 ü  Biaya kuliah: ¥ 1.045.000 – ¥ 1.570.000 ($ 12.677 – $ 19.030) ü  Alumni terkenal: Kenzo Takada, Junya Watanabe, Yohji Yamamoto, Hiroko Koshino, Chisato Tsumori Didirikan pada tahun 1919, Bunka selalu berada di ujung tombak mode. Bunka menjadi sangat terkenal di tahun 1960-an, ketika alumninya mulai menunjukkan taringnya di Paris. Bunka sekarang identik dengan garda terdepan dalam desain di Jepang. Program pemasaran dan teknologi Bunka mendapatkan kedudukan tertinggi di Jepang.

4. Antwerp Royal Academy of Fine Arts (Antwerp – Belgia)

300px-AntwerpenAcademie ü  Program: Fashion Design ü  Jumlah mahasiswa: 140 ü  Biaya kuliah: € 6.000 ($ 8.000) ü  Alumni terkenal: Ann Demeulemeester, Dries Van Noten, Dirk Bikkembergs, Walter Van Beirendonck, Dirk Van Saene, Marina Yee (The Antwerp Six), Martin Margiela, Veronique Branquinho, Haider Ackermann, Peter Pilotto, Bruno Pieters. The Royal Academy adalah sebuah sekolah desain elit di Belgia. Sekolah ini juga terkenal akan keseriusannya dalam mendidik mahasiswa, banyak mahasiswa di DROP OUT karena mereka tidak mampu menangani tekanan pendidikannya XD Sejak The Antwerp Six mengenyam studi fashion pada awal tahun 1980, Royal Academy terus melahirkan desainer-desainer terkenal. Jika kamu sangat berdedikasi, eksperimental, inovatif, dan sensibilitas tinggi, ini mungkin tempat tepat untuk kamu.

5. Fashion Institute of Technology (FIT) (New York – Amerika Serikat)

fit01

ü  Program: Design, Business, Marketing, Illustration, Styling, dll ü  Jumlah Mahasiswa: 10.000 ü  Biaya kuliah: $ 6,775 per semester ü  Alumni terkenal: Reem Acra, Francisco Costa, Nina Garcia, Carolina Herrera, Calvin Klein, Michael Kors, Nanette Lepore, Ralph Rucci Selain desain fashion, FIT menawarkan pemasaran fashion, bisnis, tekstil, seni visual, dan banyak program lainnya yang terkait dengan fashion. Pengalaman kuliah dan museum FIT adalah hal yang luar biasa. Valerie Steele, sebagai Kepala Kurator dari Museum FIT, memberikan kredibilitas sekolah ini sebagai sekolah yang cerdas.

6. Ecole de la Chambre Syndicale (Paris – Perancis)

Ecole-de-la-Chambre-Syndicale-de-la-Couture-Parisienne

ü  Program: Fashion Design and Technique ü  Jumlah mahasiswa: 240 ü  Biaya kuliah: € 10.450 ($ 13.230) ü  Alumni terkenal: André Courrèges, Issey Miyake, Valentino, Yves Saint Laurent, Nicole Miller Inilah sekolah bergengsi di Perancis yang menawarkan kelas “couture” terkenal di dunia. Mereka menawarkan program sarjana muda, sekolah ini sering menolak calon mahasiswa yang telah menyelesaikan kursus desain sebelumnya di tempat lain. Cuma 6? Lanjutannya nih~  \(‾▿‾\)┌(_o_)┐(/‾▿‾)/┌(_o_)┐

Punya Mimpi Jadi Fashion Designer? Check This Out~ “The Top 50 Fashion Schools” Dunia – Part 2

Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami