Kalau kamu nggak tahu jurusan apa yang harus kamu pilih pas kuliah nanti, atau kamu nggak tau mau kerja apa nantinya setelah lulus kuliah, tak perlu panik.
Kenapa? Simpel, karna kamu bukan satu-satunya yang mengalami masalah seperti itu. Dan, tentu saja karna semua ada solusinya.
Jadi, jika sampai sekarang kamu masih bingung akan jurusan apa yang mau kamu ambil di universitas atau kamu bingung karna seperti ditekan orang tua untuk masuk jurusan pilihan mereka, tetaplah tenang—stay calm …
Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk mencapai suatu tujuan. Begitu pun dengan yang namanya mendapatkan pekerjaan. Ada banyak sekali cara untuk mewujudkan pekerjaan yang kamu inginkan.
Tak banyak kok pekerjaan yang menuntut orang dengan spesifikasi khusus. Dan jika memang ada, seperti pekerjaan dalam bidang kesehatan misalnya, kamu tetap bisa mengalihkan diri belajar hal lainnya lalu ikut pelatihan khusus jika memang kamu benar-benar ingin bekerja di bidang itu.
Kalau kamu sama sekali nggak ada bayangan tentang jurusan apa yang harus kamu pilih atau pekerjaan apa yang bakal kamu ambil, maka yang perlu kamu lakukan cukuplah memilih bidang studi yang benar-benar kamu sukai, satu bidang yang membuatmu merasa nyaman dan kamu yakin bisa mengerjakannya dengan baik. Kemudian, sambil kamu belajar bidang kesukaanmu itu, cobalah untuk magang di beberapa tempat, ikut organisasi mahasiswa, kegiatan amal atau proyek-proyek lainnya.
Ingat, perusahaan lebih mengutamakan lulusan yang punya inisiatif dalam pengembangan diri lho.
Cara mengoptimalkan diri dalam jurusan yang sudah kamu pilih
Begitu kamu sudah bisa menentukan daftar pilihan bidang studi, maka kamu perlu tahu sebanyak mungkin tentang mata kuliah yang kamu ambil, dosen pengajar, orang-orang yang akan satu jurusan denganmu, fasilitas yang disediakan, universitasnya dan kota tempat universitas itu berada.
Jangan segan mengunjungi universitas-universitas yang sudah masuk daftar pilihanmu pada saat event open days mereka. Tak perlu malu banyak bertanya pada staf kampus, karna hal ini akan banyak membantumu dalam mengumpulkan informasi dengan lebih akurat.
Biasanya di setiap universitas ada staf khusus yang bertugas melayani publik. Kamu bisa menghubungi bagian ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Jangan sampai ada pertanyaan seputar universitas bersangkutan yang sampai terlewat. Pastikan kamu telah mendapatkan informasi selengkap mungkin.
Kamu juga bisa menanyai beberapa mahasiswa yang mungkin kamu jumpai pada masa kunjungan. Cari tahu tentang siapa dosen yang mengajar subjek favoritmu, durasi kelas dan fasilitas lainnya.
Lokasi universitas juga penting untuk diketahui. Pastikan kamu tahu benar letak kampus dan asrama atau seberapa jauh jarak antara kampus dengan kosmu jika kamu lebih suka tinggal di luar asrama.
Selain mencari tahu secara manual, tentu saja kamu bisa mencari tahu dengan cara favoritmu yaitu via online. Baca dengan cermat prosedur pendaftaran, review setiap jurusan, review alumni, reputasi universitas dan lain-lainnya.
Pilih jurusan yang lebih memotivasi
Meskipun kamu masih belum yakin akan jurusan yang kamu pilih, kamu bisa mulai memikirkan bidang apa yang kamu sukai. Dan jika kamu punya kesukaan pada lebih dari satu bidang studi, kamu bisa mencari subjek yang menghubungkan bidang-bidang favoritmu itu. Misalnya kamu suka kimia, fisika, geografi dan sejarah, kamu bisa mencoba memilih jurusan geologi.
Hal terpenting saat kuliah S1 adalah meyakinkan diri bahwa jurusan yang kamu pilih itu akan bisa menginspirasimu lebih lanjut. Pilihlah satu jurusan yang benar-benar klik di hatimu, yang saat kamu mengenalinya hatimu seolah berbisik, “Ini dia yang aku cari!”.
Jadi, temukan ‘api’ dalam bidang studi pilihanmu karna dengan ‘api’ itulah kamu akan lebih bersemangat dalam kuliah nantinya.
Mau Kuliah di Luar Negeri Tapi Takut Ga Betah? Cobain Dulu Summer School di Inggris – Brooke House College Sebelum Memutuskan Berangkat Kuliahnya
Kenapa Kamu Sebaiknya Masuk Ke Community College Dulu Kalau Kuliah di Amerika
BEASISWA Kuliah di Malaysia, KBU International College
BEASISWA KULIAH DI AUSTRALIA, CURTIN UNIVERSITY TAHUN 2015
Royal Prince Sholarships, BPP University – Inggris
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com




Pastikan kamu memiliki semua informasi yang tim seleksi pinta dari kamu dalam aplikasi kamu. Aplikasi dengan hal yang hilang engga bikin kesan pertama yang terbaik, terutama jika ini adalah hal-hal yang mereka minta secara khusus. Lihat daftar di bagian bawah artikel ini untuk melihat apa yang kamu perlu sertakan.
Daftarbeasiswa ini mirip dengan wawancara kerja.
Kamu ingin memberikan kesan baik tapi kesalahan ejaan atau menulis engga terlihat baik. Jika kamu mengisi formulir dengan cara tertentu, maka lakukanlah. Dan sebelum kamu mengirimkannya, mintalah anggota keluarga atau teman untuk mengoreksinya. Mereka mungkin menemukan kesalahan yang engga kamu sadari.
Bukan hanya harus berikan semua informasi yang tim seleksi minta, pastikan kamu memberikan informasi yang benar juga. Detil-detil kecil seperti alamat lengkap dan benar, atau nomor telepon baru jika kamu kehilangan ponsel kamu, itu akan menghindari penundaan yang tidak perlu, serta membuat kamu terlihat profesional.
Dalam beberapa kasus, kamu mungkin perlu untuk memberikan referensi atau rujukan. Pilihlah orang-orang ini dengan hati-hati.
Kamu juga harus membiarkan setiap orang rujukan kamu tau kapan kamu melamar beasiswa, dan memberitahu mereka tentang jenis keterampilan dan pengalaman yang kamu perlu tunjukkan. Dengan cara itu mereka akan dapat memastikan memuji kamu dengan cara yang paling efektif!
Selalu sediakan beberapa hari bebas ekstra saat melamar beasiswa. Kamu mungkin perlu ini jika kamu mendapatkan aplikasi kamu secara profesional tercetak, atau jika kamu menunggu konfirmasi dari orang rujukanmu. Ingat, aplikasi terlambat tidak dipertimbangkan.
Checklist Beasiswa:










