Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Konsultan Pendidikan Luar Negeri Terbaik Empower Education
Kuliah ke Luar Negeri Anti Ribet
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com

Menteri Kesehatan Federal Greg Hunt telah mengunjungi Institut Kirby di UNSW Sydney untuk mengumumkan peningkatan dana sebesar $70 juta untuk membangun kapasitas peneliti medis generasi berikutnya di Australia.
Investasi dalam program lima tahun “Peneliti Klinis Generasi Berikutnya” – bagian dari Dana Masa Depan Penelitian Medis Pemerintah Federal – bertujuan untuk meningkatkan tenaga kerja dengan meningkatkan skala skema beasiswa yang ditawarkan oleh Dewan Riset Kesehatan dan Medis Nasional (NHMRC) .
Tahap pertama dari $8 juta diumumkan bulan lalu, dan pada hari Kamis Mr Hunt mengumumkan alokasi $1,79 juta untuk kelompok berikutnya dari Medical Research Future Fund Fellows.
Di antara mereka adalah Dr Fiona Shand dari Black Dog Institute, yang penelitiannya tentang perawatan setelah percobaan bunuh diri didanai, serta penelitian oleh Associate Professor Meg Jardine dari The George Institute, tentang mengurangi kesenjangan praktik bukti pada penyakit ginjal kronis dan diabetes.
Mr Hunt mengatakan dana tersebut akan mendukung gelombang besar peneliti medis Australia berikutnya.
“Kirby Institute, UNSW dan profesi peneliti medis di Australia berada tepat di garis depan terobosan tersebut,” katanya, merujuk pada kemajuan HIV dan Hepatitis C.
“Tugas kami sekarang adalah memperluas kapasitas penelitian medis itu.”
Penjabat Dekan Kedokteran UNSW dan Kepala Program Institut Kirby Profesor Anthony Kelleher menyambut baik beasiswa ini, dengan mengatakan bahwa mereka akan memungkinkan para peneliti untuk menanamkan penelitian ke dalam praktik klinis dengan cara yang akan membuat perbedaan di semua komunitas.
sumber : newsroom.unsw.edu.au
Email: info@konsultanpendidikan.com

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia kesehatan dan ingin melanjutkan S2 di bidang kesehatan baik di dalam negeri maupun luar negeri, namun minim pengalaman penelitian, program beasiswa S2 kesehatan yang ditawarkan Wellcome ini bisa dijadikan pertimbangan. Wellcome adalah sebuah yayasan amal global independen yang berbasis di Inggris dengan salah satu tujuannya meningkatkan kesehatan bagi semua orang. Tahun ini mereka kembali membuka beasiswa melalui program International Master’s Fellowships dalam dua periode.
Pelamar yang berkesempatan mengikuti program beasiswa S2 tersebut adalah warganegara dengan penghasilan rendah dan juga menengah, salah satunya Indonesia. Pelamar dapat memilih program S2 di bidang kesehatan pada perguruan tinggi unggulan, baik dalam negeri maupun luar negeri. Beasiswa Wellcome ini diberikan selama 30 bulan, di mana 12 bulan pertama ditujukan untuk menjalani perkuliahan master dan 18 bulan berikutnya adalah kegiatan penelitian berdasarkan usulan penelitian yang diajukan.
Beasiswa S2 kesehatan dari Wellcome meliputi uang saku yang nilainya disesuaikan. Jika perkuliahan dan penelitian dilakukan di Inggris (selain London), uang saku yang diberikan sebesar £16,000 per tahun, jika program S2 kesehatan tersebut berlangsung di London uang saku diberikan sebesar £18,000 per tahun. Namun jika perkuliahan dan penelitian tersebut berlangsung di luar Inggris, misalnya di tanah air, maka uang saku yang diberikan menyesuaikan kebutuhan hidup di dalam negeri atau dapat ditanyakan pada organisasi yang menaungi kegiatan penelitian bersangkutan.
Selain tunjangan hidup, beasiswa yang diberikan juga mencakup biaya perjalanan, misalnya tiket pesawat untuk keberangkatan dan kepulangan, dan biaya kuliah dan penelitian sesuai dengan tarif masing-masing kampus.
Nilai total tiap beasiswa yang diberikan Wellcome bagi kandidat terpilih sebesar £120,000 (± Rp 2,1 Miliar).
Persyaratan:
1. Warganegara dari negara ekonomi berpenghasilan rendah atau menengah (salah satunya Indonesia)
2. Penelitian yang diajukan berfokus pada prioritas kesehatan di negara berpenghasilan rendah atau menengah
3. Anda memiliki sponsor dari organisasi tuan rumah yang memenuhi syarat di negara berpenghasilan rendah atau menengah.
4. Memegang gelar sarjana klinis atau non-klinis dalam mata kuliah yang relevan
5. Berada di tahap awal karir dengan pengalaman penelitian yang terbatas (tetapi Anda harus menunjukkan minat, atau bakat untuk penelitian).
Pendaftaran:
Pendaftaran beasiswa S2 kesehatan dari Wellcome untuk periode April 2021 dibuka hingga 13 April 2021 pukul 17.00 waktu Inggris. Pelamar dapat mendaftarkan diri secara online terlebih dahulu di laman Wellcome Trust Grant Tracker dengan melengkapi formulir aplikasi online yang disediakan. Kemudian mengirimkan aplikasi tersebut ke pemberi persetujuan dari organisasi resmi yang ingin dituju.
Berikutnya organisasi yang menjadi host tersebut nantinya akan memberikan aplikasi Anda serta mengajukannya langsung ke Wellcome sesuai batas deadline yang ditetapkan.
Selanjut aplikasi yang telah dikirim tersebut akan direview oleh International Interview Committee dari Wellcome dan menetapkan keputusan akhir pada Juni 2021. Tidak ada wawancara. Jika berhasil, pelamar akan diberitahu serta diminta untuk memulai program beasiswa tersebut dalam waktu satu tahun sejak penetapan.
sumber : beasiswapascasarjana.com
Email: info@konsultanpendidikan.com

Jika Anda berencana untuk masuk sekolah kedokteran setelah lulus kuliah, Anda mungkin bertanya-tanya jurusan mana yang paling baik mempersiapkan Anda. Yang benar adalah bahwa sekolah kedokteran akan menerima gelar sarjana apa pun dengan IPK yang kuat. Mereka hanya mensyaratkan calon mahasiswa telah mengambil mata kuliah prasyarat tertentu dalam studi sarjana mereka.
Hal ini umumnya Biologi, Kimia, Fisika, Kalkulus, Statistik, dan Humaniora. Secara teknis, Anda dapat mengambil jurusan apa saja, tetapi perlu mengambil kursus tersebut untuk dipertimbangkan penerimaannya. Namun, ada jurusan yang akan menggabungkan banyak dari prasyarat ini dan lebih mempersiapkan Anda untuk sekolah kedokteran.
Berikut adalah jurusan utama yang perlu dipertimbangkan untuk calon mahasiswa kedokteran:
4. Teknologi medis
Gelar dalam teknologi medis akan sangat bagus untuk masuk ke sekolah kedokteran. Anda dapat mengambil hampir semua mata kuliah prasyarat yang Anda perlukan sebagai bagian dari persyaratan gelar untuk jurusan tersebut. Selain itu, gelar ini akan mempersiapkan Anda untuk berkarir sebagai ahli teknologi medis.
Secara umum, akan sangat membantu untuk memilih program gelar yang akan memasukkan banyak mata kuliah prasyarat ke dalam kurikulum. Hal ini akan memungkinkan Anda memiliki lebih banyak kebebasan saat memilih pilihan yang akan bermanfaat dalam karier Anda sebagai dokter. Namun, aspek terpenting dari aplikasi sekolah kedokteran Anda adalah IPK Anda dan nilai Anda dalam prasyarat yang disyaratkan. Pastikan Anda mempertahankan IPK yang bagus – 3.5 atau lebih baik – dan peluang Anda untuk diterima pasti akan lebih baik. Semoga berhasil dalam persiapan sekolah kedokteran Anda!
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Salah satu profesi tenaga kesehatan yang mulai mendapat perhatian adalah perawat. Tidak heran apabila banyak sekali universitas yang menyediakan beasiswa keperawatan dari berbagai negara.

United States
Kanada
United Kingdom
Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.
Email: info@konsultanpendidikan.com
Curtin University Menyambut baik persetujuan Federal Government untuk Medical School. Seperti yang sudah kita ketahui Curtin Medical School adalah kampus penghasil tenaga-tenaga medis yang handal dan juga profesional. Dengan adanya the five-year direct-entry medical degree akan membantu untuk memenuhi jumlah tenaga medis yanag kurang.
Curtin Vice-Chancellor Professor Deborah Terry mengatakan bahwa gelar sarjana kedokteran akan memiliki penekanan kuat pada perawatan utama. Berarti para lulusan nanti dapat diposisikan di pedesaaan, tempat terpencil serta lokasi pinggiran kota dimana tempat-tempat tersebut mengalami kekurangan tenaga medis.
Hasil riset menunjukkan bahwa rumah sakit di wilayah Timur dan Selatan akan sangat menyambut para mahasiswa sekolah medis Curtin University yang datang kesana. Disana mereka akan didukung oleh penempatan di perawatan lansia dan fasilitas kesehatan pada umumnya.

Dr Felicity Jefferies menguraikan akibat bagi masyarakat jika masalh kekurangan tenaga medis ini tidak diselesaikan. Beberapa akibatnya adalh biaya pelayanan medis yang semakin mahal kemudian waktu tunggu yang bertambah lama khususnya saat musim dingin. Selain itu tekanan pada bagian UGD di rumah sakit akan meningkat dan jugabagi para pekerja medis akan menambah tekanan bagi mereka. Apa lagi untuk daerah pedesaan, terpencil dan pinggiran kota akan sulit untuk mendapatkan akses kesehatan bagi mereka.
Dengan adanya program Medical School Curtin University ini akan membantu jumlah tenaga medis yang kurang. Selain itu hal ini tentu akan meningkatkan peran Curtin University dalam dunia medis.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
WhatsApp us