Kuliah AI tingkat S2 dan S3 Gratis Termasuk Akomodasi, Uang Saku dan asuransi kesehatan di Universitas Pertama di Dunia Khusus AI Artificial Intelligence Kecerdasan Buatan

Beasiswa penuh diberikan termasuk akomodasi , uang saku dan asuransi kesehatan untuk yang berhasil diterima kuliah S2 dan S3 di universitas pertama di dunia khusus Artificial Intelligence AI.  Semua mahasiswa di universitas ini mendapatkan beasiswa penuh.

Universitas pertama AI-focused university di Abu Dhabi, yang dibuka pada Januari 2021 dan akan menawarkan beasiswa penuh kepada semua siswa.

Universitas pertama di dunia yang didedikasikan untuk bidang kecerdasan buatan akan membuka pintunya bagi mahasiswa di Abu Dhabi pada Januari 2021.

Universitas Mohamed bin Zayed of Artificial Intelligence adalah bagian dari rencana 50 poin negara kota Emirat untuk diversifikasi ekonominya untuk masa depan. Para Pengawas termasuk Dr Kai-Fu Lee, sebelumnya dari Google China, dan Sir Michael Brady, mantan direktur di MIT’s AI Lab.

Setelah penundaan tiga bulan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, universitas pertama di dunia yang didedikasikan untuk studi AI bersiap-siap untuk menyambut mahasiswa pertama di Abu Dhabi.

Universitas Mohamed bin Zayed of Artificial Intelligence (MBZUAI), dinamai sesuai nama putra mahkota negara bagian itu, akan dibuka pada Januari 2021. Sebagai universitas baru, mahasiswa akan memasuki suatu eksperimen. Namun, universitas mengatakan akan memilih 85 mahasiswa Master dan PhD setelah mengurangi mereka dari lebih dari 1.400.

Sekolah pascasarjana bagian spesialis adalah bagian dari upaya diversifikasi yang lebih luas di Abu Dhabi, karena berupaya untuk beralih dari ekonomi berbasis minyak dan gas untuk lebih fokus pada pengetahuan dan keterampilan.

AS dan China terus mendominasi perkembangan AI, berkat sejumlah besar modal yang mereka miliki. Laporan tahun 2019 oleh Center for Data Innovation menemukan bahwa AS memiliki startup AI paling banyak dan modal terbanyak yang mengalir ke sektor ini. China, menurut penemuannya, dengan cepat menyusul.

Siswa di MBZUAI mengambil berbagai studi tentang komponen inti AI, termasuk “Dasar Matematika untuk Kecerdasan Buatan”, “Pemrosesan Data Besar”, “Visi Manusia dan Komputer”, dan “Bahasa yang Alami dan Proses Kemampuan Bicara”.

Business Insider memahami bahwa silabus lengkap masih diselesaikan.

Semua siswa yang diterima di universitas akan menerima beasiswa penuh, ditambah manfaat termasuk tunjangan bulanan, asuransi kesehatan, dan akomodasi.

Dewan pengawas universitas termasuk Dr Kai-Fu Lee, mantan presiden Google China, dan Sir Michael Brady, satu kali direktur asosiasi Laboratorium AI di MIT.

Berbicara kepada Business Insider, Sir Michael mengatakan MBZUAI “terikat bersama” dengan visi pemerintah daerah untuk masa depan.

“Kami tidak mencoba membangun Stanford di tepi laut,” katanya. “Abu Dhabi telah menyusun strategi 50 poin untuk versifikasi ekonominya, mereka tahu mereka ingin pindah ke sejumlah industri baru, dan ada celah mencolok dalam AI – begitulah perguruan tinggi ini terbentuk.”

Bulan lalu, MBZUAI menandatangani kesepakatan dengan divisi Hyperloop Virgin untuk berkolaborasi dalam meneliti aplikasi AI untuk industri transportasi.


Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

TIPS AND TRIK MEMBIAYAI HIDUP SAAT BELAJAR DI LUAR NEGERI

     coy Kuliah di luar negeri merupakan impian semua orang, apalagi remaja Indonesia pada umumnya yang haus akan ilmu. Cuma, yang jadi persoalan penting adalah bagaimana caranya cari uang untuk menutup biaya kuliah di sana yang tergolong besar. Menurut kalian bagaimana ya caranya? Beasiswa? Yap benar. Hampir semua orang yang ingin kuliah di luar negeri mempertanyakan hal ini. ‘Ada gak ya beasiswa ke Amrik? Beasiswa ke UK? Beasiswa ke Aussie?’ Dan lain sebagainya. Dan tentu saja jawabannya, ‘pasti ada’ Sebut saja salah satunya seperti ‘Fulbright’ untuk kuliah ke Amrik, ‘Chevening’ untuk kuliah ke Inggris, dan ‘Australia Awards Scholarship’ buat ke Aussie. Well, kalau kita ngomongin soal beasiswa, pastilah ada terbesit dibenak kita bahwa kita harus berprestasi, harus nilainya bagus, ga boleh ada catatan rekor akademik buruk, dan tentu saja harus berjibaku dengan para pesaing yang memperebutkan beasiswa yang sama. Ga cuma itu, kalian juga harus memperhatikan jadwal penerimaannya. Jangan malah setelah tenggat waktu yang ditentukan baru apply. Jadi sia – sia deh. So, jadi jangan berpaku pada aturan baku beasiswa. Ada juga lho tips and trik yang lain. Mau tau? Ini dia

1. Jangan terlalu fokus sama standard baku

2 Kadang banyak dari pelamar yang terpaku pada standard baku beasiswa. Entah tenggat waktunya kah, entah requirementnya kah, dan lain sebagainya. Tapi, tahukah kalian, bahwa banyak beasiswa ke luar negeri, terutama dari department pendidikan (nasional punya) justru bangku kosongnya itu melimpah. Notice that? Itu artinya, jangan bergantung sama  standard baku, tetaplah apply beasiswa yang kalian fokuskan pada sekolah / universitas luar negeri tujuan kalian

2. Fokus pada sekolah / universitas yang kalian tuju

3 Ini juga penting, jangan karena ga dapet beasiswa lantas semangat kalian mendulang ilmu sampai ke negeri Jiran malah ngedrop. Don’t let it happen ya guys! Masih banyak lho jalan agar kalian bisa membiayai kuliah di luar negeri. Salah satunya adalah keterima dulu baru cari beasiswa. Hal ini penting, soalnya kalau kalian udah ada jaminan keterima di salah satu univ luar negeri, tinggal mencari sponsor deh. Kalian bisa ajak perusahaan – perusahaan besar / institusi pemerintahan untuk membantu memberangkatkan kalian.

3. Masuk univnya dulu, beasiswa bisa di cari

4 Kalau yang ini lebih menantang lagi. Mungkin kalian bilangnya gambling? But it is so natural, you know. Banyak kok pelajar Indonesia yang mengambil jalur ini. Sebut saja Afgan dan Alisya Subandono. Kedua artist terkenal kita ini awalnya masuk univ dulu, kemudian setelah beberapa bulan berjalan, barulah apply beasiswa internal kampusnya. Intinya sih, ketika sudah masuk jangan sampai nilai kalian jeblok. Justru sebaliknya, tunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia itu bonafit. So pasti, beasiswa manapun rela ngantri.

4. Kerja paruh waktu

5 Kalau yang ini lebih greget lagi. Okelah capek sedikit, tapi hasil yang didapat ada lho. Lumayan untuk tambahan uang saku. Udah gitu, pengalaman kerja yang kalian dapatkan bisa dijadikan portofolio (misal pernah bekerja di perusahaan A). For your information, untuk negara – negara seperti UK, Australia, dan Amerika, rata – rata mahasiswa internasional paling maksimal boleh bekerja selama 20 – 24 jam / minggu. Disini kalian bisa pilih beberapa opsi pekerjaan yakni : waiters, asisten dosen, jaga toko, sebar brosur, cashier, bartender, jualan online dll. Yang jelas jangan sampai menyita waktu belajar kalian lho ya.

5. Pinjaman (student loan)

6 Beberpaa universitas menyediakan fasilitas ini, yakni pinjaman uang kuliah (student loan). Gunanya antara lain untuk; bayar sks, beli buku, projek penelitian, bayar akomodasi, dan kebutuhan sehari – hari. Kalian boleh menggunakan fasilitas ini. Cuma, yang namanya pinjaman harus dikembalikan donk ya, kalau tidak nanti dosa donk jatohnya? Untuk mengembalikannya bisa setelah kerja atau setelah kalian mendapatkan standar gaji minimal (katakanlah $5.000 perbulan, baru deh ditagih). Lagi – lagi untuk bisa memakai fasilitas ini, kalian kudu bisa meyakinkan pihak admisionnya bahwa kalian adalah pelajar yang menjanjikan. Jangan sampai gara – gara melihat nilai kalian jeblok, admision universitas malah enggan memberikan pinjaman. Nah, sudah menyimak kan bagaimana tips and trik mendapatkan supply biaya kuliah di luar negeri? so pasti tidak ada keraguan lagi donk ya tinggal di perantauan? Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami