4 Tipe mental orang yang mau kuliah keluar Negeri

Banyak diantara kita ingin kuliah keluar Negeri, entah mungkin karna melihat teman yang sudah terlebih dahulu kesana dan kelihatannya sangat seru dari postingan di sosmed, jalan-jalan kuliner dll, tapi jangan hanya berhenti sampai disana yuk cek apakah kamu punya sifat-sifat ini yang jadi penghalang kamu wujudkan mimpimu.

4 Hal yang Harus Kamu Pegang agar Tak Patah Semangat Mengejar Cita-Cita  Kuliah di Luar Negeri - EduCenter
  • Mental tempe
    Orang yang harus di motivasi, banyak keluhan ada aja alasan misalnya , sekolah dari daerah terpencil, ga pintar ga punya fasilitas dll. Yang sebenarnya tidak masalah kamu lahir dimana, berasal darimana asal kamu punya punya niat pasti ada jalannya. Karna sudah banyak contoh yang bisa kita lihat orang yang kurang mampu, atau sekolah yang tidak elit bisa kuliah diluar negeri.
  • Mental Instan
    Ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang malas mencari informasi, dikit-dikit Tanya hal yang sebenarnya bisa di google di website kampusnya. Tidak punya usaha sendiri, pengennya di suapin terus
  • Mental Ningrat
    orang yang sudah nyaman dari kecil apa yang dibutuhkan semua tersedia, padahal kalau kuliah di luar negeri kamu dituntut untuk mandiri, Mau pergi kemana harus naik public Transport, Urus diri sendiri.
  • Mental Pejuang

Orang yang mempunyai mental pejuang pasti sudah mempersiapkan segala sesuatu sedini mungkin, mulai dari nulis essay , ketemu kakak alumni dan mencari informasi sebanyak mungkin. Dapat dipastikan kamu sudah siap kuliah diluar negeri.

Nah buat kamu yang masi punya mental yang tidak mendukung kuliah diluar negeri sebaiknya kamu ubah ya sedini mungkin.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

College ini menyediakan Program Kerja dan Kuliah “Five Colleges for Co-Op Programs and Career Services”

Co-Op (atau Cooperative Program) adalah metode terstruktur yang menggabungkan pendidikan sekolah dengan pengalaman kerja praktis Hal ini dilakukan untuk transisi dari kuliah ke dunia kerja Kerjasama dan pusat layanan karir dari universitas membantu siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja yang berharga saat masih di sekolah, mempersiapkan mahasiswa ke dunia kerja yang kompetitif setelah lulus. Berikut ini kampus yang menyediakan Program “Co-Op Programs and Career Services”

Co-op Education – Co-op, Career and Experiential Education


1. University of Florida, Gainesville, FL
Meskipun banyak perguruan tinggi terkenal akan sumber daya yang mempuni, University of Florida dikenal karena memberikan dukungan karier kepada siswa baik sebelum maupun setelah kelulusan.

2. Northeastern University, Boston, MA
Sekitar 90% siswa berpartisipasi Melalui program ini, Selama satu semester siswa belajar akademik dan 1 semester bekerja penuh waktu di posisi yang terkait dengan minat akademik atau karir mereka. Karena itu, sebagian besar siswa berada di Northeastern selama lima tahun, memperoleh pengalaman kerja profesional hingga 18 bulan saat masih kuliah.

3. Rensselaer Polytechnic Institute, Troy, NY
Seiring dengan menjadi salah satu universitas riset terkemuka di negara itu, RPI menawarkan kepada siswa Pusat Karir dan Pengembangan Profesional. Di sini siswa bisa mendapatkan bantuan dengan pengembangan profesional, penempatan magang, dan peluang kerja sama. Perusahaan besar, termasuk Boeing, IBM, dan GE, datang ke RPI untuk merekrut talenta terbaik.

4. Elon University, Elon, NC
Sekitar 87% siswa Elon memilih untuk memenuhi ELR mereka melalui program co-op atau magang sebagai cara untuk memenuhi persyaratan kelulusan sekaligus mendapatkan pengalaman kerja yang berharga. Tapi bukan hanya pengalaman kerja yang diperoleh siswa koperasi Elon – sekitar setengah dari magang Elon dibayar.


5. University of Cincinnati, Cincinnati, OH
Pekerjaan bersama ditawarkan dalam berbagai bidang, termasuk teknik, desain grafis, arsitektur, dan akuntansi, dan masih banyak lagi. Beberapa siswa bahkan dapat berpartisipasi dalam program kerjasama internasional untuk mempelajari bahasa kedua dan mendapatkan pengalaman kerja internasional. Kerja sama internasional di UC ditawarkan bagi siswa yang belajar bahasa Jerman, Jepang, Spanyol, dan Prancis.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

15 Hal Penyebab Membengkaknya Biaya Kuliah di Luar Negeri

 taxis Berapa menurutmu biaya kuliah untuk program S1 di luar negeri? Ratusan juta pastinya. Well, jumlahnya tentu bervariasi berdasar kampus tempat kamu kuliah dan jurusan yang kamu ambil. Tapi, jika kamu menanyakan soal biaya kuliah pada mereka yang menyebut diri sebagai ahli pendidikan, maka kamu akan mendengar dari mereka kalau biasanya biaya kuliah S1 di universitas negeri berkisar antara 160 juta sampai dengan 200 juta rupiah. Dan untuk universitas swasta jumlahnya bisa melebihi 300 juta rupiah. Tentu saja, sekali lagi, itu semua tergantung tempat kamu kuliah. Semakin tinggi kualitas universitas tempatmu kuliah, biasanya biayanya pun semakin mahal. Kalau dirata-rata, mahasiswa S1 yang bisa menyelesaikan kuliahnya dalam 4 tahun harus membayar biaya kuliah sebesar 240 juta rupiah. Jumlah ini terdengar banyak sekali ‘kan? Tetapi asal kamu tahu, jumlah ini belum seberapa jika dibandingkan dengan jumlah total yang harus dibayar oleh para orang tua yang menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi. Jika kamu mau melihat lebih jeli jumlah biaya kuliah sebenarnya—yaitu jumlah biaya kuliah di balik label harga yang dipatok kampus yang bersangkutan—kamu akan mendapati bahwa total biaya kuliah S1 itu sangatlah mahal. Karenanya tak mengejutkan jika banyak perguruan tinggi memberikan informasi ‘sekilas’ tentang detail biaya kuliah mereka yang sebenarnya atau bahkan ada juga yang tak mencantumkannya sama sekali. 09-06-12-US-INDICATORS-CATALYSTS-DI-EDUCATION--Cost_Comparisons Dalam 30 tahun terakhir, biaya kuliah S1 telah naik sampai 3 kali lipat. Alasan kenaikan itu beragam mulai dari inflasi sampai uang gedung dan asrama yang naik sekitar 6,5% per tahunnya. Tetapi di atas semuanya itu, ada puluhan—kalau tidak ratusan—juta yang dibayar secara tidak tertulis oleh para orang tua untuk biaya kuliah anak-anak mereka. Jika banyak mahasiswa yang kuliah di universitas negeri berakhir dengan hutang kuliah yang cukup besar, sebenarnya penyebab utamanya bukan karena biaya kuliahnya, melainkan biaya hidup mahasiswa itu sendiri selama masa kuliah. Mahasiswa yang tinggal di asrama karena letaknya yang jauh dari rumah mereka, misalnya. Tak tanggung-tanggung, biaya hidup ini bisa jadi 3 sampai 4 kali lipat lebih banyak dari biaya kuliahnya sendiri lho.

Bebearapa Hal Yang Harus Dicermati Pengeluarannya

Jika dihitung-hitung, rata-rata biaya kuliah mencakup 15 macam kebutuhan para mahasiswa, termasuk di dalamnya kebutuhan transportasi (mungkin membeli mobil), maka akan didapat bahwa 600 juta rupiah yang harus dibayar untuk 4 tahun kuliah di universitas negeri bisa berubah menjadi lebih dari 1 milyar. Jadi, ada sekitar 400 juta lebih pembengkakan biaya kuliah. Nah apa saja sih yang menyebabkan biaya kuliah membengkak sampai sebesar itu? Berikut adalah hal-hal yang berpotensi untuk membuat biaya kuliahmu membengkak dengan hebatnya.
  • Buku teks wajib
$_35 Rata-rata mahasiswa membayar sebesar sekitar 10 juta rupiah per tahun untuk buku teks wajib perkuliahan. Jumlah ini naik sekitar 40% sejak tahun 200. Dengan begini, total biaya buku selama tahun ada sekitar 40 juta rupiah.
  • Biaya praktikum (laboratorium)
home_hero Bagi yang mengambil jurusan ilmu pasti, rata-rata biaya praktikum di lab berkisar sekitar 500 ribu rupiah per sesi. Jika kamu mengikuti praktikum sebanyak 3 kali dalam 1 semester maka dalam setahun kamu perlu membayar sekitar  3 juta rupiah atau 12 juta rupiah selama 4 tahun.
  • Biaya tutor
3674533_Psycho 20 Jika kamu menggunakan jasa tutor tambahan untuk membantumu menghadapi tes-tes yang sangat sulit seperti tes matematika, misalnya, maka biaya yang perlu kamu keluarkan bisa berkisar antara 300 ribu rupiah per jam sampai 2 juta rupiah per jam. Jika kamu membayar seorang tutor dengan bayaran medium maka jumlahnya sekitar 750 ribu per jam. Jika 1 semester kamu memerlukan 10 jam jasa tutor tersebut maka kamu pun perlu membayar sekitar 15 juta rupiah dalam setahun dan menjadi 60 juta rupiah untuk 4 tahun.
  • Dekorasi asrama
dorm1 Menurut majalah TIME, setiap mahasiwa menghabiskan 10 ribu dari 100 ribu miliknya untuk mendekorasi kamar mereka. Mereka bisa jadi menggunakan uang itu untuk membeli pakaian, buku sampai seperangkat komputer dan sound . Seorang mahasiswa bisa menghabiskan 15 juta sementara lainnya ada yang menghabiskan biaya sampai 30 juta untuk urusan membuat tempat tinggal mereka selama kuliah ini senyaman mungkin.
  • Ongkos pulang pergi
trolleyatnight Ongkos pulang pergi dari rumah ke kampus pun ternyata berpeluang untuk membuat anggaran biaya kuliahmu membengkak lho. Seorang mahasiswa bisa menghabiskan sampai sekitar 9 juta rupiah untuk ongkos pulang pergi selama 4 tahun ia kuliah.
  • Mobil
car-insurance-007 Kebutuhan mobil bisa dihindari sebenarnya. Tentu saja ini tergantung dirimu sendiri. Untuk mobil Honda Civic standar, misalnya, kamu mungkin perlu membayar sebesar 160 juta rupiah untuk mendapatkannya.
  • Ongkos parkir
cityofhamiltonparking Kedengarannya sepele, tapi ongkos parkir pun memengaruhi total biaya kuliahmu lho. Di beberapa kampus, ongkos parkir ini bisa mencapai 5 juta rupiah per semester atau 40 juta rupiah selama 4 tahun.
  • Laptop
MacorPC Kebutuhan akan laptop sepertinya tak terhindarkan dari dunia kuliah, iya ‘kan? Nah, untuk yang satu ini, biasanya laptop yang dipilih adalah yang memiliki kualifikasi cukup tinggi untuk menunjang tugas-tugas kuliah yang sering membludak. Untuk biaya membeli laptop bisa berkisar sekitar 10 juta rupiah.
  • Software dan aksesoris komputer
27771-45355_Electronics_Computers_POV_806x335 Banyak software dan aksesoris komputer perlu dibeli untuk meningkatkan kinerja komputermu. Jumlahnya bisa mencapai 3 juta rupiah.
  • Laundry
bachelor-laundry-615x461 Sekitar 10 juta rupiah perlu dibayarkan untuk ongkos laundry selama 4 tahun kuliah. Tentunya jumlah ini tergantung dengan selera berpakaianmu juga.
  • Layanan telpon selular
54d59da36e3d3def_shutterstock_106688465_1_.preview Yang satu ini—seperti halnya laptop—juga tak terhindarkan. Jika kamu menginginkan telpon seluler yang bagus, maka kamu pun harus siap membayar sekitar 2 juta rupiah. Dan ongkos operator telpon sendiri sekitar 800 ribu per bulan. Dengan jumlah seperti ini, dalam 4 tahun kamu perlu membayar sekitar 40 juta rupiah untuk layanan telpon selular saja.
  • TV Kabel/Internet
tv-hand-remote-shutterstock Layanan internet juga tak dapat dielakkan meskipun sudah ada layanan Wi-fi atau HotSpot di area kampus. Seperti yang mungkin kamu ketahui, kamu mungkin tak bisa benar-benar menggantungkan pada layanan internet gratis itu karena koneksinya yang tidak stabil. Nah untuk layanan internet pribadi kamu perlu membayar sekitar 18 juta rupiah selama 4 tahun, itu pun jika kamu patungan dengan teman sekamarmu.
  • Tiket
P4240077 Biaya tiket untuk mengunjungi orang tua atau menonton pertandingan olahraga entah untuk urusan tugas kuliah atau bukan, kamu mungkin perlu menganggarkan sebesar 17 juta rupiah.
  • Biaya kesehatan
442x295 Kamu juga perlu menganggarkan biaya sebesar 90 juta rupiah selama 4 tahun kuliah jika kamu tidak mempunyai asuransi kesehatan sendiri.
  • Biaya perkumpulan mahasiswa
12-bachelor-social-work-mark-gregory Tentunya kamu tak mau terkucil dari teman-temanmu ‘kan? Jadi, kamu mungkin perlu menyisihkan sekitar 80 juta rupiah untuk biaya perkumpulan mahasiswa selama 4 tahun kuliahmu. Itulah hal-hal yang berpotensi untuk membuat biaya kuliahmu membengkak berkali lipat. Perlu kamu ingat kelima belas hal tersebut masih dalam kategori umum. Mungkin masih ada biaya tambahan lainnya yang tidak terduga. Jadi, sebaiknya kamu pun perlu berhati-hati soal anggaran biaya kuliah S1 kamu, entah itu kuliah di luar negeri ataupun di dalam negeri. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

TIPS AND TRIK MEMBIAYAI HIDUP SAAT BELAJAR DI LUAR NEGERI

     coy Kuliah di luar negeri merupakan impian semua orang, apalagi remaja Indonesia pada umumnya yang haus akan ilmu. Cuma, yang jadi persoalan penting adalah bagaimana caranya cari uang untuk menutup biaya kuliah di sana yang tergolong besar. Menurut kalian bagaimana ya caranya? Beasiswa? Yap benar. Hampir semua orang yang ingin kuliah di luar negeri mempertanyakan hal ini. ‘Ada gak ya beasiswa ke Amrik? Beasiswa ke UK? Beasiswa ke Aussie?’ Dan lain sebagainya. Dan tentu saja jawabannya, ‘pasti ada’ Sebut saja salah satunya seperti ‘Fulbright’ untuk kuliah ke Amrik, ‘Chevening’ untuk kuliah ke Inggris, dan ‘Australia Awards Scholarship’ buat ke Aussie. Well, kalau kita ngomongin soal beasiswa, pastilah ada terbesit dibenak kita bahwa kita harus berprestasi, harus nilainya bagus, ga boleh ada catatan rekor akademik buruk, dan tentu saja harus berjibaku dengan para pesaing yang memperebutkan beasiswa yang sama. Ga cuma itu, kalian juga harus memperhatikan jadwal penerimaannya. Jangan malah setelah tenggat waktu yang ditentukan baru apply. Jadi sia – sia deh. So, jadi jangan berpaku pada aturan baku beasiswa. Ada juga lho tips and trik yang lain. Mau tau? Ini dia

1. Jangan terlalu fokus sama standard baku

2 Kadang banyak dari pelamar yang terpaku pada standard baku beasiswa. Entah tenggat waktunya kah, entah requirementnya kah, dan lain sebagainya. Tapi, tahukah kalian, bahwa banyak beasiswa ke luar negeri, terutama dari department pendidikan (nasional punya) justru bangku kosongnya itu melimpah. Notice that? Itu artinya, jangan bergantung sama  standard baku, tetaplah apply beasiswa yang kalian fokuskan pada sekolah / universitas luar negeri tujuan kalian

2. Fokus pada sekolah / universitas yang kalian tuju

3 Ini juga penting, jangan karena ga dapet beasiswa lantas semangat kalian mendulang ilmu sampai ke negeri Jiran malah ngedrop. Don’t let it happen ya guys! Masih banyak lho jalan agar kalian bisa membiayai kuliah di luar negeri. Salah satunya adalah keterima dulu baru cari beasiswa. Hal ini penting, soalnya kalau kalian udah ada jaminan keterima di salah satu univ luar negeri, tinggal mencari sponsor deh. Kalian bisa ajak perusahaan – perusahaan besar / institusi pemerintahan untuk membantu memberangkatkan kalian.

3. Masuk univnya dulu, beasiswa bisa di cari

4 Kalau yang ini lebih menantang lagi. Mungkin kalian bilangnya gambling? But it is so natural, you know. Banyak kok pelajar Indonesia yang mengambil jalur ini. Sebut saja Afgan dan Alisya Subandono. Kedua artist terkenal kita ini awalnya masuk univ dulu, kemudian setelah beberapa bulan berjalan, barulah apply beasiswa internal kampusnya. Intinya sih, ketika sudah masuk jangan sampai nilai kalian jeblok. Justru sebaliknya, tunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia itu bonafit. So pasti, beasiswa manapun rela ngantri.

4. Kerja paruh waktu

5 Kalau yang ini lebih greget lagi. Okelah capek sedikit, tapi hasil yang didapat ada lho. Lumayan untuk tambahan uang saku. Udah gitu, pengalaman kerja yang kalian dapatkan bisa dijadikan portofolio (misal pernah bekerja di perusahaan A). For your information, untuk negara – negara seperti UK, Australia, dan Amerika, rata – rata mahasiswa internasional paling maksimal boleh bekerja selama 20 – 24 jam / minggu. Disini kalian bisa pilih beberapa opsi pekerjaan yakni : waiters, asisten dosen, jaga toko, sebar brosur, cashier, bartender, jualan online dll. Yang jelas jangan sampai menyita waktu belajar kalian lho ya.

5. Pinjaman (student loan)

6 Beberpaa universitas menyediakan fasilitas ini, yakni pinjaman uang kuliah (student loan). Gunanya antara lain untuk; bayar sks, beli buku, projek penelitian, bayar akomodasi, dan kebutuhan sehari – hari. Kalian boleh menggunakan fasilitas ini. Cuma, yang namanya pinjaman harus dikembalikan donk ya, kalau tidak nanti dosa donk jatohnya? Untuk mengembalikannya bisa setelah kerja atau setelah kalian mendapatkan standar gaji minimal (katakanlah $5.000 perbulan, baru deh ditagih). Lagi – lagi untuk bisa memakai fasilitas ini, kalian kudu bisa meyakinkan pihak admisionnya bahwa kalian adalah pelajar yang menjanjikan. Jangan sampai gara – gara melihat nilai kalian jeblok, admision universitas malah enggan memberikan pinjaman. Nah, sudah menyimak kan bagaimana tips and trik mendapatkan supply biaya kuliah di luar negeri? so pasti tidak ada keraguan lagi donk ya tinggal di perantauan? Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami