5 Jenderal di Indonesia Lulusan Luar Negeri

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan kepada wartawan usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Presiden Joko Widodo melantik Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Berkarier di dunia militer maupun kepolisian ternyata bukanlah halangan bagi beberapa tokoh di Indonesia untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Beberapa jenderal berpangkat di Indonesia bahkan bisa lulus di kampus luar negeri.

Tidak tanggung-tanggung, kampus terbaik di Asia seperti Nanyang Technological University (NTU) Singapura hingga kampus Harvard menjadi almamater para jenderal. Berikut rangkumannya dikutip dari lembaga bimbingan kuliah di luar negeri:

1. Susilo Bambang Yudhoyono

Jenderal bintang 4 Susilo Bambang Yudhoyono menempuh pendidikan militernya di Airborne and Ranger Course, dan Infantry Officer Advanced Course di Georgia, Amerika Serikat, serta kursus Anti Tank Weapon di Belgia dan Jerman.

Presiden Indonesia ke-6 ini kemudian meraih gelar Master of Arts in Business Management, Webster University, Amerika Serikat.

2. Letnan Jenderal TNI (Purn.) Agus Widjojo

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Agus Widjojo merupakan gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sejak 15 April 2016 dan mantan wakil ketua MPR tahun 2001-2003.

Jenderal Bintang 3 ini meraih 3 gelar S2 dari Amerika serikat, di antaranya:

– Master of Military Arts and Science (MMAS) US Army Command and General College Fort Leavenworth, USA (1988).

– Master of Science in National Security (MSCNS), National Defense University, Fort Myers, Washington DC, USA (1994)

– Master of Public Administration (MPA), George Washington University, Washington DC, USA (1994)

3. Tito Karnavian

Jenderal Pol. (purn.) Tito Karnavian pernah mengenyam pendidikan Magister Ilmu Kepolisian di University of Exeter, Inggris pada 1993 dan menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996.

Menteri Dalam Negeri di pemerintahan Joko Widodo ini meraih gelar S3-nya di Nanyang Technological University, Singapura dengan predikat Magna Cum Laude pada 2013.

4. Luhut Binsar Panjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan 1970 dan mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa. Jenderal TNI Luhut juga mendapatkan gelar Masters in Public Administration di The George Washington University, Amerika Serikat.

5. Andika Perkasa

Panglima TNI yang baru dilantik November 2021 lalu ternyata berhasil meraih tiga gelar S2 dan satu gelar S3 dari kampus top di Amerika. Gelar tersebut di antaranya adalah:

– M.A.dari The Military College of Vermont, Norwich University, Amerika Serikat (1999)

– MSc dari National War College, National Defense University, Amerika Serikat (2003)

– MPhil dari Harvard University, Amerika Serikat (2004)

– PhD dari The George Washington University, Washington D.C., AS (2005).

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Negara Favorit Mahasiswa Indonesia melanjutkan sekolah di Luar Negeri

ctfimages.intoglobal.jpg

Mahasiswa Indonesia rupanya memiliki negara tujuan paling difavoritkan dan paling tidak diminati untuk kuliah di luar negeri. Ketersediaan kesempatan untuk kuliah di luar negeri kini memang terbuka lebar. Ada banyak jenis beasiswa yang calon mahasiswa sarjana maupun pascasarjana dapat pilih.

Beberapa lembaga penyedia beasiswa luar negeri misalnya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementerian Keuangan RI, Fulbright Commission, Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) University, dan lain sebagainya.

Negara mana sajakah yang dipilih mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi ke luar negeri?

Berikut ini merupakan daftar negara-negara yang paling diminati mahasiswa Indonesia untuk kuliah. Data yang dikutip dari UNESCO Institute of Statistics ini juga berisi jumlah mahasiswa Indonesia.

1. Australia: 13.880
2. Malaysia: 8.440
3. Amerika Serikat: 7.984
4. Jepang: 4.722
5. Inggris Raya: 3.087
6. Jerman: 2.460
7. Arab Saudi: 1.551
8. Belanda: 1.373
9. Turki: 1.218
10. Kanada: 1.101
11. Korea Selatan: 1.087
12. Prancis: 840
13. Selandia Baru: 765
14. Hong Kong, China: 669
15. Thailand: 410
16. India: 238
17. Italia: 176
18. Swedia: 175
19. Yordania: 168
20. Hongaria: 108
Keseluruhan jumlah mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di luar negeri adalah 53.604 orang. Jumlah ini termasuk pada negara-negara yang tidak masuk dalam daftar di atas.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Tempat Kuliah di Luar Negeri yang Murah

media.istockphoto.jpeg

Beberapa negara dikenal sebagai tempat kuliah yang murah untuk para pelajar. Umumnya biaya yang terjangkau tersebut dihitung berdasarkan rata-rata anggaran yang dikeluarkan untuk akomodasi, program kuliah, hingga transportasi umum.

Berikut 8 negara yang dikenal sebagai tempat kuliah di luar negeri paling murah menurut Quacquarelli Symonds (QS) Top Universities:
1. Norwegia
Negara ini dikenal sebagai tujuan studi yang relatif terjangkau. Negara ini juga dikenal dengan kualitas hidup yang tinggi dan keindahan alam yang menakjubkan.

Di Norwegia juga tersedia program pengajaran bahasa Inggris di semua tingkat studi, ditambah banyaknya penduduk lokal yang mahir berbahasa Inggris. Hal ini akan memudahkan para pelajar yang ingin belajar bahasa Inggris di sini.

Untuk biaya hidup, rata-rata anggaran yang akan membutuhkan sekitar USD 17.200 atau Rp 240 juta (kurs 14.000) per tahun.

2. Taiwan
Menuju ke Asia ada Taiwan yang dikenal sebagai salah satu negara termurah untuk belajar di luar negeri. Misalnya, di National Taiwan University yang dikenal sebagai universitas terkemuka di negara ini dengan peringkat ke-72 dalam QS World University Rankings 2019.

Taiwan menawarkan kualitas hidup yang baik dengan biaya hidup yang relatif rendah. Rata-rata biaya akomodasi di sana sekitar USD 2.900 atau Rp 41 juta per tahun.

3. Malaysia
Negara tetangga Malaysia juga juga menjadi salah satu negara termurah untuk belajar di luar negeri, terutama dalam hal biaya hidup. Ibukotanya, Kuala Lumpur, menempati urutan pertama dalam hal keterjangkauan dalam QS Best Student Cities 2016.

Sebagian besar siswa di sana hanya membutuhkan sekitar USD 3.550 atau Rp 50 juta per tahun untuk hidup nyaman di Malaysia. Dalam hal biaya kuliah, rata-rata membayar USD 4.000 atau Rp 50 juta per tahun akademik, tetapi beberapa kursus bahkan lebih murah.

Malaysia juga merupakan rumah bagi sejumlah kampus cabang universitas internasional, seperti Universitas Nottingham Inggris atau Universitas Monash Australia, yang menawarkan kesempatan untuk memperoleh gelar yang diakreditasi oleh lembaga-lembaga ini dengan biaya lebih rendah.

4. Jerman
Jerman sangat terkenal di kalangan mahasiswa internasional karena banyak menawarkan universitas terkemuka dengan biaya yang relatif rendah dan kualitas hidup yang tinggi.

Di Jerman tidak ada biaya kuliah yang dibebankan di tingkat sarjana dan PhD di semua universitas negeri, tidak termasuk yang ada di Baden-Württemberg.

Untuk menutupi biaya hidup, rata-rata membutuhkan setidaknya USD 11.950 atau Rp 171 juta per tahun, tergantung pada gaya hidup, lokasi, dan kebiasaan belanja.

5. Prancis
Biaya kuliah di Prancis untuk siswa domestik dan internasional adalah sama. Biaya untuk program sarjana (lisensi) berkisar Rp 2,8 juta per tahun, program master sekitar Rp 4 juta per tahun, dan program doktor hanya berkisar 6 juta per tahun.

Sama dengan negara lain, biaya hidup akan menjadi yang tertinggi ketika di ibu kota. Meski begitu, Paris pernah dinobatkan sebagai kota pelajar nomor satu dunia empat kali berturut-turut (dan saat ini berada di urutan kelima).

6. Meksiko
Penuh dengan budaya yang menarik dan unik untuk dijelajahi, Meksiko adalah salah satu negara yang paling banyak dikunjungi di Amerika Latin, dan memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada siswa internasional.

Biaya kuliah di sana bervariasi, dengan universitas swasta mengenakan biaya lebih besar, dan rata-rata sekitar USD 6,300 atau Rp 90 juta per tahun.

Sementara untuk biaya hidup, rata-rata berkisar Rp 92 juta tapi untuk di di ibu kota, Mexico City biaya hidup bertambah hingga sekitar Rp 132 juta.

7. India
Di Asia ada lagi tempat kuliah dengan biaya hidup sangat terjangkau yakni India. Perjalanan sekali jalan menggunakan transportasi umum di sana dikenal murah.

Untuk biaya kuliah bervariasi tergantung pada tingkat studi dan universitas. Tetapi biasanya tidak lebih tinggi dari Rp 112 juta per tahun.

8. Argentina
Argentina juga dianggap sebagai salah satu negara teraman di kawasan ini dan dikenal karena budayanya yang menyenangkan dan identitas nasionalnya yang penuh gairah.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Pertukaran Mahasiswa ke Luar Negeri Indonesian International Student Mobility Awards

io.ub.ac.png

Ketua Project Management Officer Kampus Merdeka Kemendikbudristek Erwin Tobing menyampaikan, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dilanjutkan pada 2022. Salah satunya yakni program beasiswa pertukaran mahasiswa ke luar negeri Indonesian International Student Mobility Awards atau IISMA 2022. Pendaftaran IISMA 2022 akan dibuka tanggal 1-31 Maret 2022 dan keberangkatan mulai Agustus 2022.

Penerima program IISMA 2022 akan mendapat uang saku dan tunjangan lainnya selama studi di luar negeri.

“Komponen beasiswa IISMA 2022 mencakup studi 4-6 bulan di kampus tujuan, biaya pendaftaran dan uang kuliah, tunjangan kedatangan dan uang saku, dana darurat, ongkos perjalanan PP, asuransi kesehatan, biaya karantina, dan biaya PCR.”

Kepala Center of Independent Learning UI F. Astha Ekadiyanto mengarakan, mahasiswa tidak jarang mengaku butuh waktu untuk mendapatkan dokumen-dokumen tersebut. Diketahui, salah satu syarat dokumen IISMA di antaranya yakni surat rekomendasi dari dekan, transkirp nikai terakhir, dan sertifikat TOEFL iBT/Paper-based/IELTS/Duolingo.

Pada IISMA 2022 UI menerapkan prosedur internal IISMA dengan jadwal tersendiri mulai Ferbuari 2022. Beberapa tahap internal di antaranya yakni mendaftar daring di sistem UI, mengisi formulir dan melengkapi aplikasi rekomendasi, seleksi internal, pembuatan surat rekomendasi oleh Wakil Rektor 1, lalu aplikasi ke platform IISMA.

Agar tidak terburu-buru menyiapkan persyaratan IISMA 2022, mahasiswa bisa mengecek prosedur internal yang berlaku di kampus masing-masing serta melengkapi syaratnya dari sekarang. Berikut syarat dan jadwal IISMA.

Syarat dan Jadwal IISMA 2022
– Mahasiswa S1 semester 4-6 aktif dan terdaftar di pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti)
– IPK minimal 3.0, dibuktikan dengan transkrip akademik terakhir
– Warga negara Indonesia, tidak memiliki dua kewarganegaraan
– Belum pernah mengikuti program pertukaran
– Sertifikat kecakapan bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL iBT 78, Duolingo 100, atau IELTS 6.0
– Direkomendasikan kampus asal dengan bukti dokumen:
Surat rekomendasi dari wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan
Surat rekomendasi dari pembimbing akademik.

Jadwal IISMA 2022
– Sosialisasi: November 2021 – Maret 2022
– Pendaftaran: 1 – 31 Maret 2022
– Seleksi: April 2022
– Pengumuman awardee: April 2022
– Persiapan keberangkatan: Mei – Agustus 2022
– Keberangkatan ke kampus tujuan: Agustus – September 2022
– Kembali ke kampus asal: Desember 2022 – Januari 2023

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami