Swinburne University of Technology di Australia

international.istts.ac.jpeg

Swinburne University of Technology (Swinburne) adalah universitas negeri Australia yang berbasis di Melbourne. Didirikan pada tahun 1908 sebagai perguruan tinggi teknik, lembaga ini menerima status universitas resmi pada awal 1990-an. Sering berkinerja baik di peringkat universitas di bawah 50 tahun, Swinburne memiliki reputasi untuk mempersiapkan lulusan untuk kehidupan di dunia kerja serta penelitiannya di bidang sains dan teknologi.

Universitas membina hubungan dekat dengan industri, bisnis dan organisasi pemerintah untuk memastikan bahwa penelitian yang dilakukan di Swinburne menemukan aplikasi praktis. Universitas menawarkan kursus lebih dari 17 bidang studi yang luas memberikan kualifikasi di tingkat sarjana dan pascasarjana serta kursus singkat untuk pengembangan profesional.

Swinburne tersebar di tiga kampus di perkotaan Melbourne dan satu lagi di Sarawak, Malaysia. Dari tiga kampus Australia, Hawthorne adalah yang terbesar dengan gedung akademik dan administrasi modern yang berkerumun di sekitar ruang hijau yang menyenangkan hanya 10 menit dari jantung pusat kota Melbourne. Hawthorne juga merupakan rumah bagi Pusat Teknologi Lanjutan bernilai jutaan dolar yang baru dan Pusat Manufaktur dan Desain Lanjutan.

Kampus Wantrina yang terletak di pinggiran timur Melbourne adalah rumah bagi kompleks hortikultura universitas, sekolah perawat, dan pusat layanan anak-anak. Situs ini juga menampilkan Knox Innovation, Opportunity and Sustainability Centre. Kampus Croydon adalah rumah bagi Kompleks Perdagangan Hijau Fleksibel senilai $10 juta dan menyediakan pelatihan praktis untuk berbagai jenis perdagangan.

Kampus Swinburne Malaysia berada di kota Kuching, ibu kota negara bagian Sarawak dan menyediakan fasilitas canggih, layanan olahraga dan rekreasi dan pengajaran di bidang sains, bisnis dan teknik antara lain.

Sumber: timeshighereducation.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Dewi Nur Aisyah S3 di Inggris dan Bawa Anak Tanpa Pengasuh

images-tm.tempo.jpg

Peran seorang ibu rumah tangga (IRT) tentu enggak mudah. Tapi bagi Dewi Nur Aisyah, S.KM, M.Sc, PhD, DIC, seorang perempuan yang kemudian jadi IRT tetap bisa berdaya dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kini, Dewi sudah memiliki tiga anak, Bunda. Saat menjabat sebagai Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVID-19, lulusan S3 di Inggris ini hamil anak ketiga dan tetap bekerja hingga melahirkan.

Dewi masuk gugus tugas sejak awal Satgas terbentuk, tepatnya 25 Maret 2020. Saat tiga bulan pertama, anak keduanya baru berusia 1,5 tahun. Karena panggilan negara yang menyangkut nyawa banyak orang, ia minta izin dulu ke orang tua, suami, dan anak-anak.

“Izinkan Dewi untuk mengabdi untuk negara. Karena konsekuensinya pada saat itu, datang pagi dan pulang bisa jam 12 malam, atau jam 1 malam,” kenang Dewi Nur Aisyah, dalam seminar online Awesome Mom: Bertumbuh, Berkarya, dan Bermakna.

Dalam acara yang digelar oleh Komunitas Bunda 1011 itu, Dewi juga bercerita bahwa kondisi Satgas saat itu hectic banget, Bunda. Pekerjaan yang biasanya diselesaikan dalam tempo sebulan, mereka harus selesaikan dalam sehari.

Tugas Dewi dan tim antara lain membuat Instruksi Menteri hingga Surat Edaran Ketua Satgas. Di tengah bertugas, ternyata Dewi hamil anak ketiga dan tetap bekerja. Bahkan, lima hari setelah melahirkan, ia sudah presentasi di rapat koordinasi nasional.

“Saya paham pasti lelah. Tahu lah rasanya bagaimana habis melahirkan, stres, capek banget, bayinya masih nangis, malam tidurnya sedikit. Tapi, itu adalah bagian dari komitmen saya,” tuturnya.

Ya, Dewi menganggap bahwa itu adalah bagian dari semangat dan dedikasi terhadap tugas negara. Saat berkomitmen memberikan yang terbaik untuk bangsa, dalam kondisi apapun pasti ia lakukan, Bunda.

“Ketua Satgas pasti meminta saya paparan di depan semua gubernur. Bisa tiba-tiba, Presiden meminta data dadakan dan dua jam harus selesai. Mau tidak mau, tetap kita kerjakan,” ucapnya.

Wah, ternyata sesibuk itu ya tugasnya. Selain pengalaman bertugas di Satgas, Dewi juga menceritakan perjuangan menyelesaikan studi S3 di Inggris. Ia ditemani sang suami dan membawa anak pertama mereka. Tanpa pengasuh lho.

Sumber: haibunda.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Beasiswa di NTU Singapura

pbs.twimg.jpg

Beberapa beasiswa yang dikelola langsung oleh NTU. Beasiswa tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni untuk warga negara Singapura dan penduduk tetap Singapura serta warga negara non Singapura.

Beasiswa di NTU Singapura:
Beasiswa Nanyang diberikan kepada mahasiswa baru berprestasi yang mengambil program sarjana. Untuk mendapatkannya, mahasiswa harus memenuhi persyaratan sebagai berikut

-Harus mempertahankan Cumulative Grade Point Average (CGPA) minimal 3,5
-Harus mengambil peran sebagai duta mahasiswa atau mewakili universitas untuk ceramah, menerima tamu
-Beasiswa bisa ditarik sewaktu-waktu bila mahasiswa dinilai tidak memuaskan

Dengan beasiswa ini, mahasiswa bisa mendapatkan:

-Pembiayaan kuliah penuh
-Tunjangan hidup S$ 6.500 per tahun akademik atau Rp 68 juta (kurs Rp 10.500)
-Tunjangan akomodasi S$ 2.000 per tahun atau Rp 21 juta
-Hibah perjalanan S$ 5.000 untuk program luar negeri yang sesuai syarat dan ketentuan
-Tunjangan komputer S$ 1.750 atau Rp 18 juta (satu kali)
-Tidak ada ikatan yang melekat pada Beasiswa Nanyang selain dari ikatan tiga tahun

Beasiswa ASEAN
Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang memegang kartu penduduk di negara ASEAN, kecuali Singapura. Untuk mendapatkan beasiswa berikut syaratnya:

-Memiliki CGPA minimal 3,5
-Beasiswa bisa ditarik sewaktu-waktu jika menurut universitas kemajuan atau perilaku mahasiswa tidak memuaskan

Setelah mendapatkan beasiswa ini, mahasiswa akan mendapatkan beberapa manfaat, seperti di bawah ini

-Pembiayaan kuliah penuh
-Tunjangan hidup sebesar S$ 5.800 per tahun atau setara dengan 60 juta (kurs Rp 10.500)

Klik tautan berikut untuk Daftar

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Universitas Teknologi Queensland di Australia

scholarship-positions.png

Queensland University of Technology (QUT) adalah salah satu universitas terkemuka di Australia dengan pandangan yang benar-benar global dan fokus untuk menyediakan siswa dengan keterampilan praktis dan relevan yang dapat mereka terapkan di dunia nyata.

QUT menawarkan ratusan pilihan studi sarjana dan pascasarjana yang mencakup program penelitian ekstensif. Akademisi terkemuka kami, fasilitas pengajaran mutakhir, dan pendekatan pembelajaran yang terfokus memberikan hasil dunia nyata bagi siswa dan lulusan.

7000 staf dan 50.000 siswa kami berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama, termasuk siswa internasional dari lebih dari 140 negara.

Hal ini tidak hanya tentang kualifikasi. Ini tentang berkolaborasi, berinovasi, dan berpikir di luar kotak. Kursus kami mengajarkan siswa untuk beradaptasi, memberikan pengalaman industri langsung dan menghubungkan siswa dengan peluang masa depan.

Gelar dan koneksi kami dengan industri diakui secara internasional, yang berarti siswa kami dan program penelitian kami memiliki dampak global. QUT secara aktif terlibat dengan perwakilan bisnis dan profesional industri yang berkontribusi pada pengembangan kursus dan memberikan perspektif praktis untuk pendidikan teoretis siswa.

Pilihan studi sarjana dan pascasarjana QUT meliputi:

QUT terus berinvestasi dalam teknologi dan fasilitas pembelajaran bagi siswa. QUT mengakomodasi Pusat Sains dan Teknik yang dianugerahkan secara internasional dan nasional yang menggabungkan salah satu ruang pembelajaran dan tampilan interaktif digital terbesar dan tercanggih di dunia, Cube. Education Precinct yang baru, dibuka pada tahun 2019, menyediakan ruang pengajaran yang dilengkapi teknologi dan menampilkan satu-satunya tampilan digital dari jenisnya di dunia, Sphere.

Investasi $80 juta menghasilkan ekspansi besar dari Kawasan Industri Kreatif, yang dirancang untuk menyinari proses kreatif. Kawasan ini memiliki ruang belajar dan mengajar yang dirancang khusus untuk membuat proses kreatif lebih terlihat, dengan jendela dan panel tampilan yang memungkinkan siapa saja untuk menonton pekerjaan saat itu terjadi.

Lulusan QUT membuat perbedaan nyata di seluruh dunia. Alumni QUT termasuk astrobiolog NASA terkemuka dunia dan Co-leader untuk Mars 2020 Rover Mission, Dr Abigail Allwood, dan Tashi Chhozom, wanita pertama yang ditunjuk sebagai Hakim Mahkamah Agung di Bhutan.

Selama berada di QUT, empat alumni QUT, Josh Cameron, Alex Ghiculescu, Jake Phillpot dan Tasmin Trezise, ​​mendirikan TANDA, perusahaan manajemen tenaga kerja global yang sangat sukses. Ini digunakan saat ini oleh lebih dari 5000 perusahaan di berbagai industri. Keempat pengusaha tersebut mendapatkan penghargaan Young Alumni of the Year pada tahun 2019.

Pada tahun 2020 QUT menduduki peringkat ke-14 (menjadikannya universitas dengan peringkat tertinggi di Australia) dalam Times Higher Education Young University Rankings yang menampilkan universitas-universitas muda yang telah mencapai kesuksesan besar dalam penelitian dan pengajaran.

QUT memiliki sekolah bisnis pertama di Australia yang mencapai tiga akreditasi internasional (AACSB, EQUIS, AMBA), suatu penghargaan yang dipegang oleh kurang dari 1% sekolah bisnis di seluruh dunia.

Sumber: timeshighereducation.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Apa yang dimaksud dengan Magister Ilmu & Profesi Terapan?

images3.content-hci.jpg

Ilmu & Profesi Terapan adalah sekelompok disiplin ilmu yang membantu Anda mengembangkan keterampilan khusus yang diperlukan untuk mempraktikkan profesi tertentu. Meskipun kursus teoretis disertakan, Ilmu & Profesi Terapan menonjol melalui pengetahuan praktis dan pendekatan langsung mereka. Mereka adalah jenis gelar yang mengubah siswa menjadi spesialis setelah lulus. Itu sebabnya siswa yang mendaftar untuk gelar Profesi Terapan sebenarnya menjalani pelatihan untuk pekerjaan dan panggilan mereka di masa depan, sebagai bagian dari program mereka.

Beberapa disiplin dalam Profesi Terapan adalah Pekerjaan Sosial, Mode, Manajemen Darurat & Bencana, Ilmu Pangan, dan lain-lain. Dalam Ilmu Terapan, bidang yang paling populer adalah Kesehatan, Teknologi, dan Teknik.

Kursus dalam Ilmu dan Profesi Terapan akan berfokus pada membantu siswa menemukan solusi untuk masalah kehidupan nyata tertentu yang akan mereka hadapi dalam pekerjaan mereka di masa depan. Mereka akan sangat bervariasi tergantung pada spesialisasi Anda. Misalnya, jika Anda memilih Pekerjaan Sosial, Anda perlu mengembangkan soft skill, seperti komunikasi, empati, dan kerja sama. Anda juga harus tahu cara bekerja dan berinteraksi dengan orang lain dan senang membantu mereka mengatasi masalah mereka.

Jika Anda memilih gelar Darurat & Manajemen Bencana, kelas akan fokus pada pemahaman, pencegahan, dan persiapan untuk keadaan darurat. Anda akan belajar bagaimana merespons dan menjaga ketenangan Anda selama keadaan darurat dan mendidik orang-orang tentang bagaimana bereaksi dalam situasi seperti itu.

Gelar Sarjana atau Master dalam Ilmu & Profesi Terapan akan membantu Anda menemukan pekerjaan di subbidang yang telah kami sebutkan sebelumnya, serta dalam Ilmu Perpustakaan, Studi Museum, Ilmu Militer, Manajemen Real Estat & Properti, Ilmu Keluarga & Konsumen, dan lainnya .

Sumber: mastersportal.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Riwayat Pendidikan ‘Pangeran Vaksin dari India’

awsimages.detik.net.jpeg

Adar Poonawalla dijuluki sebagai ‘Pangeran Vaksin dari India’. Julukan ini bukan tanpa alasan. Apa sebabnya?
Pria yang juga CEO Serum Institute of India (SII) ini rela mengeluarkan jutaan dolar ke fasilitas manufakturnya di India. Dikutip dari detikHealth, ia berkomitmen menghasilkan jutaan dosis vaksin COVID-19 yang waktu itu masih belum pasti keberhasilannya. Pasalnya saat itu vaksin yang dibuat oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca (AZN) masih dalam tahap uji klinis.

Sosok yang disebut dapat mengakhiri pandemi COVID-19 ini mengatakan bahwa komitmen itu adalah risiko yang diperhitungkan. “Tapi saya tidak melihat pilihan pada saat itu, jujur saja. Saya hanya merasa menyesal jika tidak melakukan satu atau lain cara.”

Perusahaan miliknya, SII berjanji membantu pasokan vaksin untuk negara-negara miskin. Dan setelah vaksin AstraZeneca disetujui oleh regulator Inggris pada Desember 2020, Poonawalla menggelontorkan US$800 juta untuk membeli botol kaca, bahan kimia, bahan-bahan mentah, dan meningkatkan kapasitas produksi di pabriknya yang ada di Kota Pune, India Barat.

Namun, saat gelombang ketiga COVID-19 melanda India, perusahaan Poonawalla berhenti sejenak memasok vaksin untuk negara-negara miskin dan hanya menyediakan untuk India. “Saya selalu menjadi patriot untuk negara saya, dan jika negara saya membutuhkan fasilitas saya, saya akan melakukan yang mereka katakan,” terang Pangeran Vaksin dari India itu.

Kini SII tengah memproduksi ratusan juta dosis vaksin untuk dikirimkan ke berbagai negara miskin.

Melansir situs Universitas Westminster Inggris, Poonawalla lulus dari kampus tersebut pada 2002. Dia dulunya adalah mahasiswa Westminster’s Business Studies-Services.

Universitas Westminster adalah politeknik pertama di London dan salah satu yang paling awal berdiri di Britania Raya. Kampus ini didirikan 183 tahun yang lalu pada 1838. Statusnya sebagai universitas diresmikan pada tahun 1992.

Poonawalla mengaku sejak muda selalu memiliki hasrat dalam bidang sains dan teknologi. Pasca lulus, dia langsung bergabung dengan SII yang dulu dipimpin oleh ayahnya, Cyrus Poonawalla. Di tahun 2011, Adar Poonawalla resmi menjadi CEO.

Tak hanya berkiprah dalam pembuatan vaksin COVID-19, Poonawalla memimpin perusahaannya untuk memproduksi vaksin pneumonia, rotavirus, dan HPV. Pria kelahiran 14 Januari 1981 itu juga berkolaborasi dengan Universitas Oxford untuk membuat vaksin malaria terbaik di dunia.

Dikutip dari India Times, lulusan Cathedral & John Connon School of Mumbai itu pernah menginisiasi dan merilis vaksin oral untuk polio di tahun 2014.

Dalam daftar 100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia versi TIME, Pangeran Vaksin dari India menjadi salah satunya. Dia berjajar dengan dosen dan peneliti Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Adi Utarini.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami