7 Karya Seni Publik Paling Keren di Tokyo

01-e1375435761465 Tidak ada habisnya jika kita ingin mengulas tentang hal-hal menarik yang ada Tokyo, Jepang. Karena faktanya ada begitu banyak hal menarik untuk diulas disana. Nah kali ini kita akan mengulas sedikit tentang 7 karya seni paling keren yang ada di Tokyo. Penasaran? Check this out guys!
  1. Steampunk Clock oleh Hayao Miyazaki

hayao-miyazaki-nittele-really-big-clock-27-big Para pecinta anime dijamin deh suka dengan karya seni yang satu ini. Tahukah kamu ternyata bangunan Nippon Television yang ada di Shiodome merupakan rumah bagi jam terbesar di dunia? Hebatnya lagi jam ini juga di desain langsung oleh Hayao Miyazaki lho! Seperti yang kamu bayangkan, jam ini tidak hanya populer di kalangan anak-anak lho, orang dewasa pun cukup banyak yang sangat tertarik dengan jam yang satu ini. Walaupun memang tidak bisa dipungkiri beberapa bagian di jam ini cukup banyak mendapat pengaruh dari budaya pop dengan tidak memiliki gravitasi, sebut saja Prague’s astronomical clock, tapi tetap saja jam ini memiliki semua kriteria untuk menjadi sebuah karya seni publik yang sukses yaitu indah, fungsional dan juga memberikan banyak inspirasi untuk masyarakat sekitar.
  1. Senaka Awase no Maru oleh Felice Varini

th_img_0710-785x522 Tahukah kamu ternyata seorang seniman Swiss bernama Felice Varini memiliki kemampuan untuk bermain-main dengan pikiranmu? Ini serius lho, dia menggunakan proyektor dan stensil untuk membuat gambar geometris yang keluar dari diri kamu dengan cara presepsi kedalaman yang lebih menantang saat kamu berdiri di posisi yang tepat. Sama seperti Whispering Galerry di Grand Central Station, ia sempat menciptakan semacam telur paskah untuk mereka yang mengetahui tentang kota. Jadi lain kali jika suatu saat kamu sedang berada di Tachikawa buatlah teman-tamanmu terkesan dengan mengetahui posisi berdiri yang tepat untuk membuat garis hitam secara random di jalan layang atau di  tangga yang nantinya akan berubah menjadi lingkaran raksasa yang mengambang.
  1. Fossils of 20th Century Civilization by Shoichiro Higuchi

edo_kiyo_20c3 Sebuah tempat di mana Tokyo benar-benar unggul dalam hal seni publik berbentuk kereta api dan stasiun kereta bawah tanah, khususnya jalur Toei. Perusahaan tersebut berhasil merubah seluruh bagian stasiun menjadi sebuah proyek-proyek seni! Tapi ada satu bagian paling rapi yang bisa kamu temukan di seluruh peregangan panjang platform di Stasiun Kiyosumi-Shirakawa. Seorang seniman bernama Shoichiro Higuchi menggunakan segala macam peninggalan industri logam seperti paku, link ranta, dan roda gigi untuk membuat sebuah lukisan dinding raksasa dengan pola geometris yang indah. Setiap kali kamu melihatnya, kamu pasti akan menemukan sesuatu yang baru. Lukisan ini pastinya tidak seperti karya-karya seni stasiun yang biasanya ada di trotoar, posisinya terletak di tempat yang pas sehingga kamu memiliki cukup waktu untuk menikmatinya.
  1. Figure of Underground Railroad oleh Akira Yamaguchi

chikatetsu2 Mungkin banyak orang menganggap trotoar subway hanyalah sebuah tempat gelap dan hampa, tapi ditangan beberapa orang pintar di Stasiun Nishi-Waseda yang menyadari bahwa karyaseni backlighting kaca patri akan menghasilkan ilusi cahaya matahari saat berada di bawah tanah dan pastinya itu akan mengubah seluruh suasana yang ada di stasiun. Waseda terkenal dengan kekayaan lembaga pendidikannya, salah satu yang paling terkenal adalah Waseda University. Nah, bagian tersebut membuat referensi untuk mencerdaskan kehidupan lingkungan secara detil, menunjukan kepada anak-anak sekolah dasar tentang seragamnya, mengerjakan besama-sama pekerjaan rumah, para mahasiswa yang sedang menunggu kereta dengan alat musik yang diikat dipunggung mereka, atau profesor yang sedang bergegas menuruni anak tangga. Ada juga beberapa hal menarik yang sedikit ketinggalan jaman, beberapa orang menggunakan pakaian era-Showa sementara yang lain berbicara dengan lantang melalui ponselnya.
  1. Myth of Tomorrow oleh Taro Okamoto

219-785x588 satu lagi sebuah karya seni stasiun yang menarik untuk kamu ketahui, siapapun yang pernah berkunjung ke pusat budaya pemuda di Shibuya mungkin akan mengenali lukisan dinding besar yang ada di dekat pintu masuk ke jalur Inokashira. Lukisan dinding tersebut dibuat oleh seorang Japanese avant-garde bernama Taro Okamoto, dengan gaya tanda tangannya yang abstrak dan warna primer. Lukisan tersebut menggambarkan tentang kejadian pengeboman Hiroshima dan Nagasaki, tapi detail-detail lainnya menggambarkan tentang bahaya nuklir seperti Fukuryu-maru 5, sebuah kapal nelayan yang krunya  tidak sadar telah terpapar radiasi dalam dosis yang besar dari sebuah pengujian nuklir di Bikini Atoll. Lukisan tersebut sangat mewakili gerakan anti-nuklir para kolektor seni Tokyo yang secara diam-diam menambahkan panel yang menggambarkan tentang reaktor Fukushima Dai-ichi yang lumpuh pada tahun 2011 lalu.
  1. Duality oleh ART+COM

duality_main_01 Sebuah karya seni publik terbaik yang sesuai dengan lingkungan, memberikan layanan tujuan fungsional sementara dan juga menyediakan sebuah pengalaman artistik bagi mereka yang ingin berhenti sejenak emnikmatinya. Karya seni tersebut dinamai Duality, baru-baru ini bagian di Shinagawa diam-diam menggunakan layat LED dan sensor berat untuk membuat karya seni interaktif dari sebuah jalanan sederhana di stasiun. Sebuah lantai kaca yang diatasnya dilengkapi dengan layar LED dengan sel beban yang mengukur posisi secara tepat dan dengan kekuatan langkah kaki masing-masing, nah hal tersebut akan memicu gelombang virtual pada layar secara terus menerus sebagai gelombang yang sebenarnya ada di kolam yang berdekatan. Ini sebenarnya adalah sintesis memikat diantara dunia maya dan nyata dengan kamu sebagai penghubungnya.
  1. Showa Rainbow Hammock oleh Toshiko Horiuchi MacAdam

cd2f1484 Seorang seniman bernama Toshiko Horiuchi MacAdam menciptakan sebuah karya seni yang unik berbentuk jaring-jaring dengan kreasi warna pelangi. Saat dirinya sedang membuat karya seni tersebut ada seorang anak yang bertanya apakah itu aman untuk menyentuh pekerjaannya? Toshiko berpikir daripada mencoba melindungi karya seninya dari tangan anak-anak kecil tersebut, dia justru memilih untuk membiarkan anak-anak tersebut naik di atas karya seni buatannya. Nah, sejak saat itu ia bekerja dengan insinyur struktur Jepang untuk menciptakan sebuah karyaseni yang aman dan menyenangkan untuk anak-anak. Okay guys, apa yang sudah disebutkan diatas hanyalah beberapa potongan kecil dari hal-hal menarik yang ada di Tokyo (belum termasuk hal asik lainnya di daerah yang ada di Jepang lhoo :D). Kalo kamu emang tertarik banget buat belajar design langsung di Jepang (biar handal kayak maestro seni di atas :D) bisa coba meluncur ke Yokohama Design College, yang emang lulusannya banyak terlibat di event kesenian kece 🙂 Selain itu gak akan kalah seru jika kamu mau coba belajar kesenian linguistik alias belajar bahasa Jepang+terlibat di banyak kegiatan cultural seru. Mungkin kamu bisa coba cek di Nishinihon International Education Institute dan Marioka Japanese Language School 🙂 Semoga bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi kamu ya, terutama bagi yang berniat meluncur ke Jepang 🙂 screen-shot-2014-04-14-at-10-28-42-am Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Tertarik Bekerja di Industri Fashion? Yuk Intip Gimana Caranya!

Adakah yang tertarik bekerja di Industri Fashion? Nah , jika kamu tertarik untuk bekerja di industri fashion pastinya kamu tidak bisa jauh-jauh dari beberapa aktivitas berikut ini ya guys misalnya membaca majalah atau blog dan mengikuti perkembangan fashion-fashion terbaru. Namun , untuk bisa masuk ke dunia fashion yang sesungguhnya ternyata tidaklah semudah membalikan telapak tangan lho guys! Diperlukan banyak usaha dan juga tekad yang kuat untuk bisa sukses di bidang yang satu ini. Salah satunya adalah melalui pendidikan fashion. Tentu saja jika kamu bisa lulus dari sekolah fashion maka jalanmu untuk masuk industri fashion akan semakin terbuka lebih luas. Nah , berikut ini ada 5 jalur pendidikan yang bisa kamu pertimbangan jika kamu ingin lebih fokus di bidang fashion. Check this out guys!
  1. Ambil gelar sarjana

sBelajar di sebuah universitas bisa menjadi salah satu cara terbaik jika kamu benar-benar serius untuk melanjutkan karier di industri tertentu. Di sana kamu akan memperoleh pengetahuan sejarah dan kontekstual tentang dunia fashion yang mungkin tidak diberikan oleh jalur pendidikan lainnya. Tentu saja ini akan memberikan pengalaman berharga selama kamu belajar di sana. Melalui jalur universitas ini nantinya kamu memiliki kesempatan yang lebih luas untuk bisa masuk ke industri-industri fashion global guys. Seperti yang dikatakan Willie Walters, seorang direktur program fashion di Central Saint Martins  “Melalui skema penempatan kami, para siswa bisa lulus dan bekerja dalam sebuah industri fashion dengan perusahaan-perusahaan ternama seperti Louis Vuitton , Celine dan Gucci. Kami juga melakukan kerjasama dengan Grayson Perry” Nah, belajar di universitas juga bisa menjadi saat yang tepat untuk berinteraksi dengan siswa dan dosen-dosen disana.  Selain untuk menambah pengetahuan , kamu juga bisa menambah link dalam dunia fashion lho. “Di universitas, kamu akan belajar dengan beberapa orang-orang terbaik dunia, sehingga kamu berkesempatan untuk bertukar ide yang menakjubkan.” Lanjut Walter.
  1. Perguruan tinggi swasta

conde_nast_college_of_fashion_design_135_643x447Seperti universitas yang mengkhususkan diri di bidang seni, ada juga lho beberapa perguruan tinggi swasta yang membuka dan menawarkan sebuah kuliah fashion. Bagi mahasiswa yang bermimpi menjadi editor Vogue, Conde Nast College of Fashion and Design tampaknya jalur ini akan menjadi tempat yang ideal untuk belajar. Kamu akan dikenakan biaya sertifikat dari Vague Fashion sebesar £6600 dan biaya diploma dasar selama setahun sebesar £ 19.560 (belum termasuk PPN). Susie Forbes, pimpinan dari Conde Nast College of Fashion and Design mengatakan “Perkuliahan kami dirancang sebagai jalur cepat yang memungkinkan para mahasiswa Conde Nast College of Fashion lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan karena kami memiliki jaringan yang unik, tidak hanya melalui peer group yang mengesankan tetapi juga dengan para pembicara industri besar yang datang untuk berbicara secara langsung dengan mereka” Nah, bagi kamu yang tertarik untuk bekerja di ritel fashion, Fashion Academy Retail menawarkan perkuliahan fulltime dan cepat yang bisa mengarahkan kamu ke dalam karier di dunia ritel fashion.
  1. Mengambil spesialisasi di tingkat pascasarjana

Master-of-Fashion-DesignKamu bisa mendaftarkan diri di program fashion untuk mengambil gelar sarjana atau gelar yang lebih umum baru kemudian mengkhususkannya di pascasarjana. Seperti yang dikatakan oleh Christoper Moore, Direktur British School of Fashion di Flasgow Caledonian University “Para mahasiswa pascasarjana yang belajar bersama kami biasanya datang melalui dua jalur yaitu mereka yang memang sudah fokus mengambil gelar sarjana fashion untuk strata 1 dan mereka yang berasal dari gelar sarjana yang lebih umum seperti bisnis, manajemen bahkan hukum, akuntansi dan geografi yang kemudian dikonversi ke program fashion. “ Gelar pascasarjana memberikan kamu kesempatan untuk mengkhususkan dan mengembangkan keterampilanmu. Hal ini juga memungkinkan kamu untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar saat kamu akan mencari pekerjaan. Moore menambahkan “… Jika kamu meninggalkan universitas dan mencoba untuk langsung terjun  ke industri ini, kamu harus menyadari bawa persaingan pasar saat ini begitu kompetitif, sehingga kebanyakan perusahaan fashion hanya memilih kandidat-kandidat terbaik yang sudah matang dan paling terdidik, alhasil , tidak banyak kesempatan kerja bagi para fresh graduated.”
  1. Cobalah untuk magang

fashion-intern-barbieJika kamu merasa terlalu lelah untuk belajar dan hanya ingin langsung bekerja , maka magang bisa menjadi pilihan.  Contohlah Ada Anoje yang meninggalkan studinya saat sudah berada di level-A untuk melakukan magang di perusahaan penjahitan Savile Row, Gieves dan Hawkes. Ia mulai sebagai tenaga penghias hingga akhirnya diangkat  menjadi pembuat mantel. Fashion-InternshipsAnajoe mengatakan “… Saya pikir segalanya itu tergantung dengan kekreatifan, maka dari itu akan lebih baik jika mencobanya secara langsung dengan terjun langsung lapangan melalui perusahaan yang berbeda. Saya merasa cukup kasian dengan teman-teman yang memiliki banyak hutang hanya untuk bisa menyelesaikan pendidikannya di universitas, namun mereka tetap belum mendapatkan pekerjaan yang mereka cari” Walaupun begitu, mendapatkan pekerjaan magang tidaklah mudah guys, namun peluang untuk mendapatkan kesempatan pasti selalu ada.
  1. Lakukan sendiri

fKaltrina Sopa mencoba untuk menyelesaikan gelar sarjana fashionnya di sebuah universitas, namun dirinya tidak merasa menikmati proses belajarnya sehingga ia memutuskan untuk mencari peluang bekerja langsung sebagai gantinya. Sopa melakukan berbagai pengalaman kerja di kantor-kantor pusat di berbagai perusahaan fashion seperti Marks and Spencer, House of Fraser, Topshop. Dan kemudian mendapat pekerjaan temporer di River Island. Hingga akhirnya posisi fulltime datang dan ia kini bekerja sebagai seorang asisten pembeli. Sopa mengatakan “Saya tidak memiliki uang sehingga saya tidak membayar uang kuliah, hingga akhirnya saya memilih untuk meninggalkan universitas. Tapi lihat sekarang, saya sudah mendapatkan pekerjaan yang diinginkan banyak orang tanpa perlu gelar” Walaupun memang tidak mudah untuk menemukan peluang, namun memiliki pengalaman kerja yang baik bisa menjadi pijakan untuk memulai sesuatu. Saat orang lain menjual gelar yang mereka miliki, maka kamu bisa menjual pengalaman yang belum tentu mereka punya. Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Hamilton College, Amerika

Campus (aerial view), Hamilton CollegeHamilton College merupakan sebuah perguruan tinggi swasta di Clinton, New York City (NYC), Amerika Serikat (AS). Perguruan tinggi ini pada awalnya, sekitar tahun 1793, adalah sebuah sekolah khusus laki-laki. Hingga kemudian pada tahun 1812, disahkan sebagai Hamilton College. Di Hamilton College, mahasiswa diharapkan memiliki tanggung jawab penuh atas setiap jurusan yang diambilnya. Karenanya, sebagai bentuk dukungan dan bantuan dari pihak kampus menyediakan konsultan dan penasihat yang akan membantu mahasiswa dalam menetapkan pilihan. Tentu saja semuanya diserahkan kepada mahasiswa sendiri. Pihak kampus hanya memfasilitasi agar mahasiswa tidak sampai salah mengambil jurusan. Karena alasan tersebut, Hamilton College tidak mengadakan yang namanya syarat distribusi, yang mana hampir selalu ada di seluruh universitas atau perguruan tinggi di Amerika. Hamilton College percaya pada pilihan yang diambil mahasiswa yang bersangkutan dengan memberikan kebebasan untuk memilih program studi yang sesuai dengan tingkat intelektual mereka. Sebagai hasilnya, mahasiswa yang kuliah di Hamilton College akan masuk kuliah dengan senang hati karena mereka memang benar-benar tertarik kepada mata kuliah yang diajarkan, bukan karena sekedar untuk memenuhi persyaratan untuk meraih gelar. 12185319-passion

Program Studi di Hamilton College

  • Africana Studiesdownload
  • American Studies
  • Anthropology
  • Art
  • Art History
  • Asian Studies
  • Astronomy
  • Biochemistry/Molecular Biology
  • Biology
  • Chemical Physics
  • Chemistry
  • Chinese
  • Cinema and New Media Studies
  • Classics
  • Communication
  • Comparative LiteratureHamilton-sign
  • Computer Science
  • Dance and Movement Studies
  • Digital Arts
  • Economics
  • Education Studies
  • English and Creative Writing
  • Environmental Studies
  • Foreign Languages
  • French
  • Geoarchaeology
  • Geosciences
  • German Studies
  • Government
  • Hispanic Studies
  • History
  • Interdisciplinary Concentration
  • Japanese
  • Jurisprudence, Law and Justice Studies
  • Latin American Studies3836702274_d268dcc254
  • Linguistics
  • Mathematics
  • Medieval and Renaissance Studies
  • Middle East and Islamic World Studies
  • Music
  • Neuroscience
  • Philosophy
  • Physics
  • Psychology
  • Public Policy
  • Religious Studies
  • Russian Studies
  • Sociology
  • Spanish
  • Theatre
  • Women’s Studies
  • World Politics

Preprofessional Advising

120928_hml_muirhead_056web Sebagai tambahan dari pengarahan akademik kepada calon mahasiswanya, Hamilton College juga menawarkan pengarahan bagi para pelajar yang tertarik mengambil kuliah profesi setelah kelulusan mereka. Jurusan kuliah profesi yang ada di perguruan tinggi ini adalah business, education, engineering, government service, health professions dan law.

Proses Pendaftaran

list_669Komite Penerimaan Hamilton College menginginkan kandidat yang memiliki rasa ingin tahu tinggi dalam konteks intelektual, akademik dan berbagai macam bakat dan latar belakang. Masing-masing aplikasi pendaftaran yang masuk akan direview dan dievaluasi berdasarkan kualitas yang dimiliki calon mahasiswa. Tujuan akhir dari proses pendaftaran ini adalah untuk mencari kandidat mahasiswa yang paling mampu dan menjanjikan kontribusi berarti bagi komunitas Hamilton Community dan berbagai bidang yang bermanfaat. Meskipun kriteria utama penerimaan mahasiswa baru adalah pencapaian potensi akademik dan intelejensi, Hamilton College juga menghargai faktor leadership dan komitmen calon mahasiswa terhadap ekstrakurikuler dan kegiatan masyarakat. Dalam pembentukan kelas, staf penerimaan mahasiswa mencari mahasiswa yang mewakili daerah, status ekonomi dan latar belakang budaya yang berbeda-beda yang mana perspektifnya dianggap akan memperkaya komunitas pembelajaran di masing-masing kelas. Hamilton juga mencari kandidat mahasiswa yang cocok dan sesuai dengan program dan pelatihan yang ditawarkan oleh perguruan tinggi dari kota Clinton ini. Selanjutnya mengenai deadline penyerahan aplikasi pendaftaran, waktunya berbeda-beda sesuai dengan tipe aplikasi program seperti di bawah ini:
  1. Early decision applicants
Program Early Decision dirancang khusus bagi calon mahasiswa yang menjadikan Hamilton College sebagai tujuan utama mereka. Mahasiswa yang diterima dari program ini bisa menyimpulkan penelitian mereka lebih awal pada tahun akhir kuliah. Jika kamu masuk program ini, maka kamu bisa memilih salah satu dari dua deadline-nya sebagai berikut: –      Plan I : 15 November, pemberitahuan hasil tanggal 15 Desember (bagi yang mengalami kesulitan dengan Common Application, jika terpaksa menyerahkan aplikasi pada tanggal 18 November, maka tidak akan dianggap terlambat). –      Plan II: 1 Januari. Pemberitahuan hasil tanggal 15 Februari.
  1. Regular decision applicants
Deadline: 1 Januari Pemberitahuan hasil: 1 April Syarat:
  • Biaya pendaftaran $70 atau surat bebas bayar yang diperoleh dari Common Application
  • Transkrip resmi dari sekolah sebelumnya (transkrip nilai SMA)
  • Counselor Evaluation
  • Teacher Evaluation dari guru mata pelajaran yang relevan dengan jurusan yang diambil
  • Personal Essay (Common Application Essay)
  • Standardized Test Scores (transkrip resmi dari sekolah atau institusi pendidikan lainnya)
  • Skor TOEFL or IELTS kecuali kalau kamu (a) telah belajar di skeolah berbahasa Inggris sedikitnya 4 tahun; (b) nilai SAT verbal-mu di atas 700; (c) kamu sedang menempuh A-1 IB English; or (d) kamu mengambil ujian level A.
  • Laporan peringkat tengah tahun (paling lambat Februari atau secepatnya)
  • Terjemahan dokumen resmi yang diperlukan (jika aslinya bukan bahasa Inggris)
  • Informasi keuangan untuk Financial Aid Applicants (bantuan keuangan)
  • Sertifikat keuangan
  • Kode CEEB Hamilton College 2286
Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Perjuangan Mitch Dunay Untuk Masuk Princeton University

Dunia ini banyak kisah yang indah, termasuk juga kisah yang bersangkutan dengan diterimanya seorang siswa ke universitas unggulan di Amerika ini. Ini adalah kisah dari keluarga Dunay, tentang perjuangan Mitch Dunay untuk masuk ke Princeton University mewujudkan keinginan almarhum ibunya. Pagi itu, Joe dan Bonnie Dunay menyelesaikan sarapannya dan segera meninggalkan meja makan yang berada satu ruangan dengan dapur mereka. Sebagaimana rutinitas setelah makan, Joe membantu istri yang telah mendampinginya selama 29 tahun itu ke ranjang sakit yang terletak di ruang keluarga yang letaknya beberapa langkah dari ruang makan mereka. Hari itu, sudah hampir delapan tahun Bonnie berjuang melawan kanker otak. Wanita itu kemudian menoleh pada suaminya dan berkata, “Aku bermimpi tadi malam, bahwa Mitchell diterima di Princeton dan itu sungguh mengagumkan.” Bonnie Dunay akhirnya meninggal pada tanggal 24 Januari. Dan Sabtu, tanggal 29 April sebuah paket FedEx dari Kantor Penerimaan Mahasiswa Princeton tiba di rumah Dunay di Cicero. 2014-04-01-gw-dunay0010Mitch Dunay, siswa tahun terakhir di Cicero-North Syracuse (CNS) High School dan juga running back serta linebacker All-CNY, secara resmi diterima sebagai mahasiswa dan pemain football di Princeton. Hal ini merupakan kebahagiaan sekaligus kesedihan bagi Mitch dan ayahnya. Mereka yakin jika Bonnie masih hidup, pasti wanita itu akan menggelar pesta untuk mensyukuri diterimanya anaknya di universitas elit Amerika itu. Dengan keadaan mereka yang sekarang, mereka hanya bisa merayakannya dengan makan steak di Outback. “Ini bukan sekedar seorang anak yang masuk ke Princeton,” ucap Joe Sindoni, kepala pelatih football C-NS. “Ini adalah semua tentang kerja keras yang telah lama ia lakukan, apa yang telah ia hadapi dan bagaimana ia bekerja keras untuk itu. Itulah bagian terbaiknya.” Mitch Dunai bermain football di tahun terakhir sekolahnya sementara kesehatan ibunya terus menurun. Ketika musim berakhir, ibunya telah lumpuh tapi tetap datang menyemangatinya dari atas kursi rodanya. Ibunya selalu hadir di setiap pertandingannya kecuali satu kali, dan itu adalah saat di harus opname di rumah sakit karena infeksi dan menjalani operasi. Mitch menyatakan bahwa ibunya sangat gigih untuk menyemangatinya meskipun para dokter melarang ibunya itu untuk berada di luar ruangan di tengah keramaian seperti itu. Game yang dilewatkan Bonnie adalah kemenangan pertama C-NS musim itu melawan Corcoran pada tanggal 29 September. Ibu dari quarterback C-NS Owen Dziados, memberikan kabar kemenangan itu pada Bonnie melalui sms. Inilah sepintas kisah Mitch Dunay akan bagaimana ia berjuang agar diterima di Princeton. Mitch memasuki tahun terakhir football di SMA-nya dengan pelatih kepala yang telah membimbingnya selama 3 tahun. Sindoni mengatakan pada Mitch sejak musim pertamanya bahwa hal pertama yang harus dilakukan Mitch adalah menurunkan berat badannya sampai 20 pon (sekitar 10 kg). Mitch melakukannya dan kemudian berkembang menjadi fullback dan linebacker tangguh. Setahun setelah menjadi pemain football, Mitch memimpin Northstars dengan 1313 yard rushing dan 19 touchdown. Dalam hal pertahanan lapangan, dia mencetak rekor 150 tackle. Dan dia melakukan semua ini sambil berkompromi dengan cedera pundak, masalah kram serta ketidakpastian akan kesehatan ibunya. Mitch berniat untuk masuk ke tim universitas dan untuk hal itu dia perlu menarik perhatian pelatih tim dari universitas yang dia minati. Sebelumnya tidak ada yang melirik Mithc, tapi performanya yang terus meningkat di lapangan mengubah semuanya. Pelatih Princeton datang ke sekolah. Dua dianataranya pernah bekerja di Syracuse University—Dennis Goldman dan Jim Salgado. Para pelatih Syracuse University, mengundang Mitch untuk bergabung dengan The Orange. Selain itu ada juga yang menginginkan Mitch bergabung di Bentley College. Semuanya merupakan pilihan yang bagus, tetapi Mitch mulai bertanya-tanya apakah ia tidak sebaiknya kuliah yang dekat rumahnya agar ia bisa dekat dengan ibunya. Ia menanyakan hal ini pada ayahnya, sekolah mana yang harus ia pilih. Tanpa ragu ayahnya menyarankan pada Mitch untuk memilih Princeton. Mengatakan pada Mitch bahwa adalah suatu kebanggan bagi setiap orang tua jika anaknya sampai diterima di universitas sepresitisius Princeton. Masalah bagi Mitch adalah waktu dan mendapatkan poin dalam hal ACT. Universitas-universitas yang tergabung dalam The Ivy League memiliki band system yang terbatas untuk jatah atlit di kampus mereka. Bagi Mitch, ia perlu mencetak nilai 27 agar diterima Princeton. Dan dalam tes ketiganya di bulan Desember, Mitch mencetak nilai 26. Karenanya Mitch merasa bahwa ia tak akan pernah bisa kuliah di Princeton. Akan tetapi pelatih Princeton masih menginginkan Mitch untuk datang ke Princeton. Mereka meminta Mitch untuk mengikuti tes ACT sekali lagi pada bulan Februari. Masalahnya adalah bahwa tes tersebut tak ada di New York pada bulan itu. Tetapi, Pennsylvania menawarkan tes tersebut di bulan Februari. Mitch mendaftar di Kings College di Wilkes-Barre untuk menjalani tes ACT untuk yang ke-4 kalinya.
JimandBonnieDunay-sized
Joe dan Bonnie Dunay
Dan seolah belum cukup berat yang dirasakan Mitch, ibunya meninggal pada Jumat berikutnya, dua minggu sebelum ia mengikuti tes ACT di Pennsylvania. Dan itu adalah akhir pekan yang sama dimana Mitch dijadwalkan ke Bentley College dengan Sandoni. Mengingat bagaimana sifat ibunya semasa hidup, Mitch kekeuh untuk pergi meskipun masih dalam keadaan berduka cita. Karena Mitch dan ayahnya sadar, Bonnie pasti ingin Mitch mengikuti tes itu. Mitch pun pergi ke Massachusetts sebelum kembali ke rumah untuk menghadiri pemakaman ibunya. Dia belajar tanpa henti setiap malamnya untuk tes ACT, sebuah ujian masuk perguruan tinggi yang memakan waktu hingga 5 jam. Dan Mitch harus sangat bekerja keras khususnya pada bagian bahasa Inggris dimana ia pikir ia bisa mendapatkan poin lebih dari bagian ini. Dua minggu setelah tes, Mitch menunggu hasilnya. Pada hari dimana hasilnya akan diumumkan, ia mengecek komputernya pada jam 6:30 pagi. Selama jam pertama di sekolah, Mitch terus berada di lab komputer. Dia kembali mengeceknya lagi. Kali ini, ia dibuat terkejut. Ada notifikasi “viwe score now” di e-mailnya. Terlalu berdebar untuk mengetahui hasilnya, Mitch meminta temannya untuk mengecek email tersebut. Temannya dengan singkat hanya menjawab angka 28 dari pertanyaan Mitch soal scorenya. Setelah memastikan sendiri, ia dapat nilai 28 maka Mitch pun langsung heboh dan berlari menemui gurunya, mengatakan bahwa ia ingin menelpon beberapa orang sesegera mungkin. Mitch menelpon ayahnya, pelatih football di Princeton dan Sindoni. Dan berikutnya yang terjadi adalah hal-hal sebagaimana yang dialami mahasiswa yang diterima masuk universitas, termasuk diterimanya surat tanda diterima dari Princeton. Surat itu langsung diletakkan dalam figura sebagai apresiasinya. Seorang pelatih dari princeton mengatakan pada keluarga Mitch bahwa apa yang terjadi pada Mitch adalah karena campur tangan Tuhan. Dan hal itu tentu mengingatkan Mitch dan keluarganya akan perkataan ibunya tak lama sebelum ia meninggal dan juga sebelum Mitch pergi ke Princeton. Itulah sepenggal kisah dari seorang individu yang berusaha untuk masuk ke universitas tujuannya di Amerika. Bagaimana dengan kalian? Ada hal yang ingin anda tanyakan ?  Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami