List berikut adalah berdasarkan PayScale (the creator of the world’s largest compensation database). PayScale mengidentifikasi the most common jobs untuk jurusan bisnis dengan jenjang sarjana dan bekerja penuh waktu. Setelah itu mereka mengurutkanpekerjaan-pekerjaan tersebut.
Setelah itu, keluarlah hasil 20 pekerjaan tersebut yang bayarannya terbesar. Berikut listnya:
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com










Coba kamu bayangkan yang satu ini. Kamu berada di suatu tempat asing saat malam telah begitu larut, bingung harus bagaimana dan tidak tahu harus pergi kemana. Ditambah lagi kamu sedang sakit parah. Apa yang harus kamu lakukan?
Tenang, jangan panik dulu. Kamu bukan satu-satunya kok yang pernah mengalami situasi gawat darurat saat di negeri orang. Seperti Daniel Crutchfield, misalnya. Setelah lulus dari Hull University dan bekerja di Sorbonne, ia pernah didiagnosa sakit tumor. Daniel bilang kalau ia mendapat perawatan yang sangat bagus dari rumah sakit Perancis.
Tapi, Daniel toh dapat masalah juga. Ia mendapati kalau tak seorangpun tahu bagaimana cara mengurus administrasi rumah sakitnya.
Sementara itu, Lousie Glover—seorang mahasiswa University of Birmingham—mendapati masalah saat dia harus di rawat di rumah sakit swasta di Moskow. Katanya dokter di rumah sakit itu tidak akan melakukan apapun tanpa adanya bukti dari asuransi kesehatan. Tak hanya itu, Louise juga harus menghadapi kenyataan bahwa ternyata nyaris semua staf rumah sakit tidak bisa bahasa Inggris!
Selanjutnya ada Helen Ward, seorang mahasiswa dari University of Manchester, yang terpaksa dirawat di rumah sakit yang menurutnya agak kuno. Ia bahkan bilang kalau ia merasa seperti terjebak di tahun 60-an, meskipun semuanya efisien, bersih dan gratis karena kartu tanda penduduknya.
Nah, bagaimana caranya agar kamu bisa mengatasi masalah darurat seperti orang-orang di atas? Simak lima tips berikut ini:
Jika kamu sudah mutusin untuk kuliah di luar negeri, biasanya universitas akan memberikan fasilitas asuransi perjalanan untuk jaga-jaga jika ada situasi gawat darurat terjadi selama perjalanan. Karenanya pastikan bahwa asuransi sudah benar-benar ada dan valid.
Satu hal yang perlu diingat, mayoritas universitas asing hanya menanggung hingga proses penjurusan saja. Selanjutnya, kamu harus usaha sendiri untuk dapat asuransi kesehatan.
Biasanya saat di negeri asing, orang jadi segan pergi ke dokter karena takut tidak cocok obatnya atau karena alasan lainnya. Jangan begitu. Positive thinking saja, kalau tidak bisa-bisa situasi jadi semakin runyam ‘kan?
Seperti pepatah, malu bertanya sesat di jalan, kamu mungkin akan benar-benar dalam kesulitan kalau malu bertanya. So, jangan malu bertanya jika memang kamu tidak tahu atau ragu-ragu. Jangan lupa untuk memerhatikan etika bertanya yang sopan lho ya?

Cari tahu rumah sakit terdekat dan bagaimana cara paling praktis menuju ke sana. Pastikan kamu memiliki nomor daruratnya di ponsel atau buku telponmu. Berjaga-jaga seperti ini sangat berguna lho. Orang kan tak tahu kapan sakit atau kena musibah. Tentu saja harapan kita yang baik-baik, tapi yah, kamu tahu ‘kan hal-hal seperti ini tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga tips ini berguna 🙂