Beasiswa Penyandang Disabilitas LPDP Dalam Negeri dan Luar Negeri

Keterbatasan fisik bukanlah hambatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan berbagai peluang beasiswa disediakan bagi mereka yang mengalami keterbatasan fisik ini. Sebut saja LPDP yang pada 2021 kembali membuka Beasiswa Penyandang Disabilitas

atau Beasiswa Kelompok Berkebutuhan Khusus /Difabel 2021. Tidak saja kesempatan studi di dalam negeri yang disediakan, tapi juga di luar negeri. Dengan Beasiswa Penyandang Disabilitas LPDP ini, pelamar bisa melanjutkan pendidikan untuk jenjang magister (S2) maupun doktoral (S3).

Durasi beasiswa yang diberikan berlangsung maksimal 24 bulan untuk jenjang S2 dan paling lama 48 bulan untuk jenjang S3. Penyandang disabilitas dapat memilih 3 (tiga) perguruan tinggi tujuan yang berbeda sesuai dengan tujuan Dalam Negeri atau Luar Negeri dengan program studi yang sama/sejenis/serumpun bila belum memiliki LoA Unconditional.

Apa saya yang ditanggung dari Beasiswa Kelompok Berkebutuhan Khusus LPDP 2021? Seperti halnya Beasiswa Reguler dan Beasiswa Daerah Afirmasi LPDP lainnya, Beasiswa Penyandang Disabilitas juga merupakan beasiswa penuh yang menanggung kebutuhan studi peraih beasiswanya. Beasiswa yang diberikan mencakup dana pendidikan serta biaya pendukung.

Dana pendidikan yang diberikan meliputi dana pendaftaran, dana SPP, dana tunjangan buku, dana bantuan penelitian tesis/disertasi, dana bantuan seminar internasional, serta dana bantuan publikasi jurnal internasional.

Selain itu disediakan juga dana pendukung yang meliputi dana transportasi, dana aplikasi visa, dana asuransi kesehatan, dana hidup bulanan, dana kedatangan, dana tunjangan keluarga (khusus doktoral), serta dana keadaan darurat.

Skema Beasiswa:
1. Beasiswa Kelompok Berkebutuhan Khusus/Difabel disediakan untuk jenjang pendidikan:
   • Magister satu gelar (single degree) dengan durasi studi paling lama 24 (dua puluh empat) bulan; dan
   • Doktor satu gelar (single degree) dengan durasi studi paling lama 48 (empat puluh delapan) bulan.
2. Pendaftar BPI Kelompok Berkebutuhan Khusus/Difabel yang telah mempunyai dan mengunggah LoA Unconditional (Letter of Acceptance) atau surat diterima di perguruan tinggi tujuan dengan tanpa syarat wajib memilih 1 (satu) Perguruan Tinggi Tujuan Dalam ataupun Luar Negeri sesuai dengan daftar Perguruan Tinggi LPDP.
3. Pendaftar BPI Kelompok Berkebutuhan Khusus/Difabel yang belum memiliki LoA Unconditional wajib memilih 3 (tiga) Perguruan Tinggi Tujuan Dalam Negeri atau Luar Negeri yang ada dalam daftar Perguruan Tinggi LPDP dengan program studi yang sama/sejenis/serumpun.
4. Pendaftar BPI Kelompok BerkebutuhanKhusus/Difabel yang ditetapkan lulus seleksi sebagai Calon Penerima Beasiswa dapat mengikuti Program Pengayaan.

Sasaran Beasiswa Penyandang Disabilitas:
1. Penyandang Tuna Netra
2. Penyandang Tuna Rungu
3. Penyandang Tuna Wicara
4. Penyandang Tuna Daksa
5. Penyandang Tuna Laras

Dokumen aplikasi:1. Biodata Diri (diisi online)
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
3. Surat keterangan berkebutuhan khusus/difabel dari rumah sakit atau klinik tumbuh kembang
4. Ijazah S1/ S2 atau SKL (Surat Keterangan Lulus) (Asli atau Legalisir)
5. Transkrip Nila S1/S2 (Asli atau Legalisir)
6. Sertifikat Bahasa Asing yang dipersyaratkan dan Masih Berlaku (Asli)
7. Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang masih berlaku dan sesuai dengan Perguruan serta Program studi yang dipilih
8. Surat Pernyataan sesuai format LPDP (bermaterai)
9. Surat Rekomendasi dari Atasan atau Akademisi
10. Surat izin mengikuti seleksi dari unit yang membidangi sumber daya manusia bagi yang sedang bekerja
11. Profil Diri (diisi online)
12. Personal Statement (diisi online)
13. Komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi di Indonesia pasca studi (diisi online)
14. Proposal Penelitian (khusus Doktor) (diisi online)

Pendaftaran:
Pengajuan Beasiswa Penyandang Disabilitas LPDP dilakukan secara online melalui laman resmi LPDP: beasiswalpdp.kemenkeu.go.id selanjutnya pilih “Beasiswa S2/S3 LPDP” pada pilihan beasiswa yang tersedia. Kemudian klik untuk daftar. Sebelum bisa login, Anda harus memiliki akun terlebih dahulu. Buat akun di laman tersebut jika belum punya, kemudian login untuk melengkapi formulir pendaftaran yang disediakan.  Selanjutnya unggah dokumen aplikasi yang diperlukan berdasarkan keterangan dokumen di atas. Anda bisa menscan dokumen terlebih dahulu. Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.

Setelah melakukan pendaftaran online, siapkan juga dokumen fisiknya (hard copy) dan juga dokumen asli yang biasanya wajib dibawa ketika mengikuti seleksi wawancara bila dinyatakan lulus seleksi administrasi dan seleski substansi akademik dan kebangsaan.

Pengajuan Beasiswa Penyandang Disabilitas LPDP  2021 – 2022 dibuka dua tahap. Pendaftaran online beasiswa Tahap 1 dibuka mulai 4 Mei 2021 s/d 4 Juni 2021. Kemudian pendaftaran Tahap II dibuka mulai 1 Agustus 2021 s/d 8 September 2021.

Sumber: beasiswapascasarjana.com

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Whatsapp  :  0812 5998 5997

Line           :  accesseducation

Telegram   :  0812 5998 5997

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Published by

melpadia

ig: @melpadia

Tinggalkan Balasan