Kuliah Gratis di Eropa Lewat Program IISMA

Yosua Putra Iskandar, mahasiswa Unair yang lolos beasiswa IISMA di Eropa.
akcdn.detik.jpeg

Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Yosua Putra Iskandar, tengah menjalani kuliah di luar negeri secara gratis. Ia berkesempatan menempuh pendidikan di University of Pécs, Hungary melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
IISMA merupakan program beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di luar negeri selama satu semester.

Pada tahun ini, Yosua terpilih menjadi satu dari 970 awardee yang berasal dari 98 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unair mengatakan, awardee IISMA diperbolehkan mengikuti mata kuliah yang tidak linear dengan jurusan asal.

Dikasih kebebasan untuk ambil mata kuliah non-linear jadi membuat aku bisa explore ke hal-hal lain, seperti ekonomi, dan personality psychology, asiknya semua course multidisiplin, jadinya seru dan dapat international exposure.

Yosua mengatakan, awardee akan mendapatkan pendanaan penuh, baik dari Kemendikbudristek maupun pihak universitas. “Semua didukung dan diakomodasi sama kemendikbud dan universitas, khususnya Airlangga Global Engagement (AGE), dan pihak fakultas, juga diingetin mengenai dokumen dan cukup sering di-briefing untuk tips saat berangkat,” tutur mahasiswa yang ingin berkarir di organisasi internasional tersebut.

Bagaimana cara Yosua bisa lolos program IISMA?

Sejak awal, mahasiswa asal Surabaya ini memang sudah berkeinginan untuk merasakan studi di luar negeri. Dengan kuliah di luar negeri, kata Yosua, akan ada banyak pengalaman serta pengetahuan baru yang dapat diperoleh.

“Dari awal masuk kuliah, emang ingin ikut exchange program, karena menarik dan jadi satu kesempatan yang bagus untuk mengembangkan diri. Yang pertama bisa belajar education system di negara lain, lalu dapat education experience, sekaligus dapat networking,” jelasnya.

Diakui Yosua, kultur penggunaan bahasa di Eropa sempat menjadi hambatan baginya. Yosua menceritakan, mayoritas orang di sana lebih menyukai menggunakan bahasa Hongaria daripada bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

“Sebab di Eropa, kebanyakan orang nggak pakai bahasa Inggris tapi pakai bahasanya masing-masing, sehingga waktu di supermarket pun untuk bahasa tulisnya tetap memakai bahasa Hungaria,” sebut mahasiswa yang aktif dalam organisasi International Law Student Association (ILSA) tersebut.

Selain itu, adaptasi rasa makanan di Hungaria yang lebih hambar dari Indonesia, dan cepatnya perubahan cuaca juga dihadapi oleh Yosua.

Bagi mahasiswa lain yang ingin merasakan kuliah gratis di luar negeri melalui program IISMA selanjutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Yosua menekankan pentingnya memiliki relasi dengan peserta IISMA batch sebelumnya.

Kalau menurutku selain persiapan esai ataupun dokumen, juga harus punya kenalan yang pernah ikut batch sebelumnya. Karena memang di Tiktok atau Youtube banyak rekomendasi atau info, tapi kalau langsung dengan orangnya, kita bisa dapat insights personal yang memang penting untuk diperhatikan.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Mahasiswa Unair Peraih Beasiswa Inggris

Mahasiswa Unair
akcdn.detik.jpeg

Naufalluthfi Widodo mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) merasa senang karena mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di Inggris melalui program Indonesian International Student Mobility Award (IISMA).
Selama berkuliah di Inggris, mahasiswa kedokteran tersebut mengaku merindukan masakan Indonesia dan dirinya merasakan perbedaan berkuliah di Inggris dan Indonesia.

Yang paling berkesan adalah terkait dengan cuaca di Inggris yang cukup dingin. Selain itu, durasi waktu berkuliah yang hanya 8 jam per minggunya dan makanan yang lebih hambar dari Indonesia adalah perbedaan berkesan yang saya rasakan.

Naufal sendiri berkesempatan berkuliah di salah satu universitas terbaik dunia yakni University of Sussex. Walaupun merasakan perbedaan waktu yang cukup banyak, Naufal sangat bersyukur karena berhasil mewujudkan impiannya untuk berkuliah di luar negeri dan mempelajari budayanya.

Ia juga bercerita kesibukannya sebagai mahasiswa Kedokteran tidak menyulitkan dirinya untuk mempersiapkan program tersebut.

Karena banyak pihak yang membantu, sehingga saya tidak merasa terbebani dan proses seleksi sangat mudah saya jalani.

Di University of Sussex, Naufal mengambil program studi Psikologi. Ia memiliki ketertarikan pada program tersebut. Sebabnya, prodi Psikologi memiliki relevansi dengan kuliahnya di Unair yaitu Kedokteran.

Materinya sedikit serupa dengan kedokteran dan University of Sussex adalah salah satu yang terbaik di United Kingdom.

Naufal sendiri membutuhkan dua bulan untuk melalui proses seleksi. Awal mulanya dengan pendaftaran pada bulan Juni 2021 hingga jadwal keberangkatan di bulan Agustus pada tahun yang sama.

Adapun, Naufal sempat mengalami kesulitan karena masalah visa. Beruntungnya banyak pihak yang membantu sehingga dapat terselesaikan dengan baik.

Selain persiapan administrasi, Naufal mengaku pentingnya untuk mempersiapkan mental dan niat yang kuat.

Utamanya juga harus mempersiapkan mental dan kemauan untuk mengikuti program tersebut. Saya juga mempersiapkan dokumen lain seperti nilai transkrip akademik dan sertifikasi bahasa Inggris yang menjadi hal penting dalam program ini.

Naufal juga berpesan kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti IISMA agar tetap percaya diri.

Terus mencoba, adalah hal yang terpenting. Sertai dengan proaktif untuk bertanya mengenai program tersebut dan tingkatkan kemampuan diri.

Mahasiswa Unair tersebut juga berharap agar dapat melanjutkan studi di luar negeri.

IISMA menjadi langkah awal saya dalam menggapai mimpi saya tersebut.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Pertukaran Pelajar di Kampus Mirip Hogwarts

University of Glasgow
akcdn.detik.jpeg

Siapa bilang kuliah di Hogwarts hanya ada di khayalan saja? Berkuliah di kampus mirip Hogwarts berhasil diwujudkan oleh salah satu mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Dina Rizqyatuzzahra merupakan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Unsoed angkatan 2018. Dia lolos mengikuti seleksi Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Di Unsoed sendiri ada enam mahasiswa yang lolos dalam seleksi IISMA.

Dina lolos seleksi dan mendapatkan kesempatan satu semester berkuliah di kampus mirip Hogwarts yaitu University of Glasgow, Inggris.

Dina memilih University of Glasgow tentu bukan tanpa alasan. Menurutnya, University of Glasgow adalah salah satu universitas top dan tertua ke 4 di UK. Dina menganggap kampus ini seperti di film Harry Potter.

Bangunannya antik dan unik seperti cerminan Hogwarts dalam serial Harry Potter.

Dina juga menyampaikan, kampus ini juga terletak di kota Glasgow yang indah dan aman bagi pelajar.

Menurut Dina, dengan adanya program beasiswa IISMA kerjasama Kemendikbud dan LPDP dapat memberikan kesempatan berharga bagi para mahasiswa yang ingin memperoleh pengalaman baru. Ia juga mengatakan jika belajar di luar negeri akan menambah wawasan dan teman baru.

Dengan mengikuti program ini, kita dapat menambah wawasan mengenai negara yang kita kunjungi dan menambah ilmu pengetahuan yang tidak diajarkan di kampus tempat kita belajar di Indonesia.

Adapun, Dina juga memberikan tips agar dapat lolos seleksi program IISMA. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dikarenakan seleksinya ketat dan memiliki banyak pesaing.

Dina mengungkapkan salah satu syarat utamanya adalah memiliki kemampuan bahasa Inggris.

Kemudian yang tak kalah penting tentunya adalah tekad, mental, dan doa yang kuat untuk dapat mengikuti seleksi dengan menonjolkan keunggulan yang dimiliki di diri masing-masing dan berdoa semoga selalu diberikan kelancaran.

Selain itu, program ini juga dapat menjadi motivasi bagi saya untuk mengikuti program beasiswa lain untuk studi lanjut dan memotivasi teman-teman khususnya dari Unsoed untuk mengikuti program IISMA sehingga mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang tidak didapatkan di tempat lain.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami