PSL Research University di Perancis

jeduka.jpg

Terletak di jantung kota Paris, PSL menginspirasi dialog di antara dan di antara semua bidang pengetahuan, inovasi, dan kreativitas. Dengan 17.000 mahasiswa dan 2.900 peneliti, ini adalah universitas skala manusia.

PSL mencakup 9 Sekolah Komponen dan 2 Anggota Asosiasi dan bekerja sama dengan 3 entitas penelitian. Ini mengacu pada kekuatan ilmiah dari semua sekolahnya untuk mendorong peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi komunitasnya dalam pendidikan, penelitian, transfer teknologi, dan kemitraan industri dan akademik baik secara nasional maupun internasional.

Dengan 28 pemenang Nobel, 10 pemenang medali Fields, 3 pemenang Abel, 50 César, dan 79 penerima penghargaan Molière, ini mewakili sekitar 10% penelitian Prancis dan telah menerima lebih dari 150 hibah ERC sejak didirikan. Komunitas akademiknya memanfaatkan potensi penuh dari 140 laboratorium PSL, untuk menawarkan kepada mahasiswa dan peneliti berbagai program pascasarjana interdisipliner, di semua bidang ilmiah.

Dipilih dari seluruh dunia karena bakat mereka dan diawasi dengan cermat, siswa PSL memiliki akses ke penawaran kursus berbasis penelitian yang komprehensif. Apakah mereka menjadi peneliti, pengusaha, manajer atau seniman, siswa PSL belajar merumuskan jawaban dan solusi yang akan berdampak pada masyarakat kita. PSL adalah universitas negeri yang mempromosikan badan mahasiswa yang beragam, menyambut mahasiswa dari setiap status sosial, jenis kelamin, dan asal geografis.

Sebagai pusat utama seni dan budaya, PSL menyelenggarakan banyak debat, kuliah, pameran, pertunjukan, dan konser sepanjang tahun. Ini membentuk kemitraan strategis dengan universitas-universitas top dunia. Sebagai pemimpin dalam inovasi, PSL mendukung aplikasi penelitiannya dengan menciptakan sekitar 50 perusahaan rintisan dan mengajukan hampir 70 paten setiap tahun. Pada tahun 2017 meluncurkan dana benih sendiri, Dana Inovasi PSL.

Berbagai peluang program PSL:

  • 9 gelar sarjana: 1 program Sarjana multidisiplin CPES, 1 sarjana Ilmu Keberlanjutan, 6 gelar generalis dalam Manajemen, Ekonomi Terapan, Ilmu Sosial, Hukum, Matematika Terapan dan Ilmu Komputer Organisasi dan 1 program pelatihan aktor
  • 48 gelar master di semua disiplin ilmu, sekitar 20 di antaranya diajarkan dalam bahasa Inggris
  • 18 program pascasarjana

Sumber: timeshighereducation.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Cerita Mahasiswa Asal Indonesia yang Bekerja di Tesla Jerman

pramborsfm.jpeg

Tesla merupakan perusahaan otomotif paling bernilai di dunia saat ini. Di salah satu pabrik Tesla terbaru di Jerman, ada orang Indonesia yang bekerja, dia adalah Kevin Nizam Nabila. Ia berhasil menjadi salah satu pegawai yang bekerja di Gigafactory Tesla di Berlin, Jerman, yang baru resmi beroperasi pada Maret 2022 yang lalu.

Pabrik Gigafactory yang terletak di kota kecil Grunheide ini merupakan pabrik yang memproduksi Tesla Model Y dan baterai.

Keberhasilan Kevin bukan hanya diterima di perusahaan milik orang terkaya di dunia saja. Namun ia juga menjadi orang Indonesia pertama yang bekerja di pabrik Tesla Jerman tersebut.

Di Tesla Jerman, posisi Kevin adalah sebagai junior production engineer yang memiliki tanggung jawab dalam Manufaktur serta Mengoperasikan robot produksi dan menjaga kualitas produksi Mobil Tesla model Y.
Kevin tercatat telah merampungkan gelar sarjana di Technical University Brandenburg, Jerman pada tahun 2021 setelah kuliah kurang lebih 4 tahun.

Jurusan yang ia ambil adalah Wirtschaftsingenieurwesen Vertiefung im Elektrotechnik atau spesialisasi teknik elektro dan manajemen.

Setelah itu, ia melanjutkan studi Master di University of Applied Science Brandenburg, Jerman dengan spesialisasi Energi Efisiensi Teknik. Kevin melanjutkan studi magister sembari bekerja di pabrik perakitan mobil Tesla.
Kevin mengaku, proses seleksi untuk menjadi pegawai Tesla cukup sulit dan merasa beruntung bisa menjadi bagian dari perusahaan listrik terbesar di dunia tersebut.

Setelah lulus S1 pada Juni 2021, ia mulai melamar menjadi pegawai Tesla pada Agustus 2021 dengan mengirimkan CV serta essay dan pengalamannya selama ini. Baru pada Semptember awal, ia mendapatkan appointment interview via telepon.

“Beruntung saya kemudian terpilih untuk mengikuti interview kedua yang dilakukan pada bulan September,” terang Mahasiswa kelahiran 7 April 1997 ini. Pada tahap selanjutnya yakni interview kedua, Kevin diuji pengetahuannya tentang dasar-dasar elektro dan produksi mobil.

Menurut Kevin, tahap yang dilakukan secara offline itu berhasil dilalui karena bekal magang yang pernah ia jalani sebelumnya.

“Saya dapat melaluinya dengan baik karena memiliki pengalaman magang sebelum masuk kuliah di Mercedes Benz di kota Rastaat, Jerman. Eh.. Saya dikabarin lulus tapi masih nunggu kontrak kerja yang lama tidak kunjung datang sampai sebelum puasa awal April 2022 Alhamdulillah kontrak datang. Alhamdulillah saya mulai bekerja sejak 16 Mei 2022 lalu.”

Dengan kariernya di Tesla, Kevin berharap ke depan akan menjadi seorang ahli teknik dan bisa membantu membangun Indonesia.

“Harapan saya kedepan setelah nantinya menjadi ahli di Tesla, saya ingin pulang ke tanah air untuk membantu membangun indonesia. Saya akan mencoba untuk mengambil program lanjutan dari perusahaan untuk menjadi tenaga ahli di bidang baterai mobil listrik.”

Mahasiswa yang sedang menjalani S2 ini juga memberi saran bahwa untuk memajukan teknologi Indonesia perlu kolaborasi hingga penambahan anggaran untuk riset teknologi.

“Perlu kolaborasi perusahaan luar negeri dan tenaga ahli untuk mengintegrasikannya dalam mengembangkan modernisasi industri di Indonesia, serta menambahkan anggaran lebih untuk melakukan riset di bidang teknologi,” ungkapnya.

Sumber: detik.com

Alamat Lengkap Kami

Email:  info@konsultanpendidikan.com