Tahap pengurusan Visa
- Datang ke Perwakilan/Kedubes/Konsulat Negara tujuan.
- Mengisi formulir yang di sediakan. Formulir permohonan visa biasanya gratis.
- Melengkapi dokumen-dokumen (paspor, surat keterangan dari instasi yang mengirim, pasfoto, surat sponsor dari Negara yang dituju, jaminan keungan). Untuk perwakilan Negara tertentu ada wawancara.
- Membayar biaya visa. Biaya visa ini bervariasi antara satu Negara dengan Negara lainnya, juga tergantung jenis visa yang kamu minta, pemberitahuan, apakah visa diterima atau di tolak, apabila visa diterima, kamu bisa mengambil visamu sesuai jadwal yang diberikan pihak kedutaan atau konsulat jendral Negara tujuan. Pengambilan bisa dengan menunjukan resi pengajuan permohonan visa.
Interview Visa: Nggak Perlu Grogi!
Beberapa Negara mensyaratkan interviu sebagai bagian dari pengajuan permohonan visa. Interviu ini menjadi salah satu tahap penting yang menentukan apakah permohonan pengajuan visamu disetujui atau nggak.
Nggak sedikit jumlah surat permohonan pengajuan visa ditolak permohonannya karena gagal di tahap ini. well, kadang, kita juga nggak tahu denga pasti apa alasan mereka menolak memberikan visa. Dan memang, nggak ada keharusan mereka memberitahu apa pun alasannya kepada si Pemohon. Jadi, sebaiknya kamu persiapkan dirimu untuk semua pertanyaan yang bakal di ajukan pada saat interviu.
Kalau semua persyarataan administrasi permohonan pengajuan visamu sudah lengkap, baisanya pihak kedutaan atau konsulat jendral akan mengeluarkan jadwal interviu. Ingat, jangan sampai telat! Jangan lupa untuk membawa kartu identitas mu, dalam hal ini KTP, karena ketika diizinkan masuk ke dalam wilayah kedutaan atau konsulat jendral, kamu harus meninggalkan kartu identitasmu di bagian keamanan.
Interviu visa sebenarnya nggak sulit. Pertanyaan yang mereka ajukan pun terbilang biasa-biasa aja. Nggak perlu grogi! Jawab semua pertanyaan yang diajukan dengan jelas dan gamblang. Kalau kamu menjawab dengan bertele-tele dan mengambang, justru ini yang menyebabkan kamu gagal mendapatkan visamu.

Jawaban dari formulir yang kamu isiakan menjadi acuan pertanyaan si Pewawancara. Pastikan kamu ingat semua yang kamu tulis. Kevalidan data adalah penting buat si Pewawancara. Informasi yang berbeda akan menimbulkan kecurigaan dan ini akan membuat mereka ragu memberikan visa. Pertanyaan yang umum di tanyakan adalah tujuan kamu ke Negara mereka. berapa lama kamu akan tinggal dan di mana. Kalau kamu mengajukan permohonan visa pelajar atau J-1, Pewawancara juga biasanya akan menanyakan nama college dan universitasmu, jurusan yang kamu ambil, berapa lama kamu akan menempuh pendidikan di sana, dan kenapa kamu memilih sekolah itu. Mereka juga akan bertanya siapa yang kan membiayai sekolahmu, apakah orangtua atau beasiswa.
Kadang, Pewawancara menanyakan pertanyaan iseng yang kamu nggak pernah bayangkan akan ditanyakan. Misalnya, kebiasaan mu di malam hari. Apakah kamu suka clubbing atau minum. Bagaimana kalau kamu punya pacar penduduk asli dan ia mengajak mu menikah. Hati-hati, jangan terjebak, kadang pertanyaan yang nggak ada hubungannya itu sebenarnya bertujuan untuk mencari tahu, habit atau kebiasaanmu. Apakah kamu punya peluang melanggar peraturan di sana dan membuat keonaran. Mereka juga berusaha menyelidiki apakah kamu berpeluang overstay atau akan pulang tepat waktu ke Indonesia. Bagaimanpu, sikap tegas kalau kamu akan pulang ke Indonesia tepat waktu akan menjadi nilai tambah tersendiri terhadap kelancaraan mendaptkan visa.
|
Perpanjangan visa, gampang kok!
Visa melekat pada paspor. Apabila permohonan pengajuan visamu dikabulkan, maka halaman paspor mu akan diisi dengan visa. Visa bisa berbentuk cap dinas atau lembaran kertas yang dilampirkan pada paspor. Bisa juga berbentuk kartu biasa ataukartu elektronik.
Setelah berhasil mendapatkan visa, ingat baik-baik mu masa berlaku visamu. Masa berlaku visa umumnya satu sampai dua tahun. Misalnya, Jerman, masa berlaku visa yang diberikan ketika aplikasi di Indonesia adalah tiga bulan. Kamu harus memperpanjang visa tersebut ke lembaga imigrasi di Jerman (Auslander Behorde). Masa berlaku visa yang di berikan akan sangat tergantung pada lembaga imigrasi tempat dia memperpanjang visa tersebut di Jerman, umumnya antara satusampai dua tahun.
Kalau visa habis pada saat masih berdomisili di Jerman maka perpanjangan visa dapat di lakukan dengan membuat surat verplichtung erklarung baru di kedutaan Jerman di Indonesia atau uang sejumlah €7020 di rekening bank yang ada di Jerman. Setelah itu baru menuju ke Auslander Behorde untuk memperpanjang visa.
Berbeda pula dengan Australia. Umumnya, masa berlaku visa pelajar sangat tergantung dengan lamanya course yang kamu ambil. Masa berlakunya lebih lama satu sampai dua bulan dari kelulusan. Kalau visa pelajar kamu habis masa berlakunya sebelum graduation—kelulusan, kamu bisa mengajukan permohonan visitor visa ke pihak imigrasi di sana.
Hal ini harus kamu perhatikan. Jangan sampai kamu nggak ngurus perpanjangan visamu ketika masa berlakunya habis padahal kamu masih berada disana. Hati-hati, hukum dan aturan internasional sangat ketat, loh! Kamu nggak mau kan di anggap imigran gelap atau illegal tinggal di sana hanya gara-gara lupa memperpanjang visa.
Apabila visa mu habis, kamu bisa datang ke kantor imigrasi setempat di kota kamu tinggal. Sangat nyaman dan cepat proses pengurusannya. Hanya butuh waktu yang kurang dari sepuluh hari. Langsung selesai dan bisa sambil ditunggu. Tentunya, ada sejumlah biaya yang harus kamu bayar sesuai dengan ketentuan di Negara tersebut. Well, everything has its cost, guys! Termasuk waktu dan kemandirian kamu mengurus semuanya. Gampang, kok!
Email: info@konsultanpendidikan.com
Visa adalah dokumen yang di keluarkan oleh Negara bersangkutan sebagai izin masuk dan tinggal di sebuah Negara dalam jangka waktu terntentu. Untuk mendapatkan visa, kamu harus memiliki paspor terlebih dahulu. Kamu nggak bakalan bisa masuk atau tinggal di Negara lain tanpa adanya visa di paspor kamu. Paspor berfungsi sebagai dokumen perjalanan yang di keluarkan oleh Negara asal kamu, sedangkan visa adalah izin masuk atau tinggal di Negara lain. Visa diberikan atas dasar permintaan oleh Negara tujuan.


Adapun SAT Reasoning Test sendiri mulai dipublikasikan pada tahun 2005. Butuh waktu sekitar 3 jam 45 menit untuk menyelesaikan tes ini dengan biaya US$51 (US$91 untuk peserta internasional), belum termasuk biaya jika terlambat. Sementara jumlah nilai yang diperoleh dari tes ini adalah antara 600 – 2400, yang merupakan gabungan dari 3 tes (Mathematics, Critical Reading and Writing) yang skor maksimalnya masing-masing 800 poin. Mengikuti tes SAT ataupun ACT adalah persyaratan wajib bagi banyak calon mahasiswa baru yang akan kuliah di sebagian besar universitas di US, meskipun ada beberapa yang tidak mewajibkannya.
Menurut College Board, SAT berfungsi untuk mengukur tingkat literasi dan kemampuan menulis yang mana sangat diperlukan bagi calon mahasiswa agar bisa sukses dalam kuliahnya. SAT menguji seberapa baik individu yang bersangkutan dalam menganalisis dan memecahkan suatu masalah. Pada umumnya SAT diikuti oleh anak-anak SMA kelas 2, 1 dan 3.
College Board mengatakan kalau hasil tes SAT yang digabungkan dengan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) siswa merupakan indikator yang lebih baik dalam keberhasilannya dalam bidang akademis di kuliahnya nanti dibandingkan jika ia hanya memiliki nilai dari SMA-nya saja. Banyak penelitian menunjukkan bahwa SAT ini memang efektif dan sangat berguna bagi para calon mahasiswa untuk lebih mempersiapkan diri dalam kuliah.
Seperti yang disebutkan di atas, SAT terdiri dari 3 macam tes: Mathematics, Critical Reading dan Writing. Masing-masing tes memiliki skor dengan nilai antara 200 – 800. Semua nilai dikalikan 10. Nilai total dikalkulasikan dengan menjumlahkan nilai-nilai dari ketiga bidang tersebut.
Masing-masing bidang dibagi menjadi tiga bagian. Ada 10 sub bagian, termasuk sebuah tambahan sesi percobaan atau ‘equating’ 25-menit yang mungkin ada di dalam 3 bidang tersebut. Sesi percobaan ini digunakan untuk menormalkan pertanyaan-pertanyaan untuk administrasi SAT selanjutnya yang akan ditempuh dan tidak akan dimasukkan ke dalam nilai akhir. Tes intinya sendiri memiliki waktu 3 jam 45 menit. Kebanyakan pelaksanaan SAT (setelah termasuk waktu orientasi tes, distribusi materi, pengisian biografi dan 15 menit istirahat) membutuhkan waktu sekitar 4 ½ jam. Sementara itu pertanyaan-pertanyannya memiliki range dari mudah, sedang hingga sulit tergantung dari nilai pada sesi percobaan. Pertanyaan yang lebih mudah umumnya muncul pada bagian awal sementara pertanyaan yang lebih sulit muncul di akhir tes. Ini tidak berlaku untuk semua sesi (sesi Critical Reading dibuat urut secara kronologis), tapi peraturan ini merupakan aturan utama yang dijumpai pada matematika, grammar dan melengkapi 19 kalimat pada sesi Reading.
Sesi Critical Reading pada SAT terdiri dari 3 bagian: 2x 25 menit dan 1x 20 menit dengan berbagai macam pertanyaan termasuk melengkapi kalimat dan pertanyaan pendek dan panjang dari bacaan. Sesi Critical Reading ini biasanya diawali dengan pertanyaan berbentuk melengkapi kalimat dan sisanya fokus pada pertanyaan bersumber dari bacaan yang disajikan. Melengkapi kalimat merupakan tes untuk menguji kosakata dan pemahaman struktur kalimat peserta tes dengan memberikan pilihan satu atau dua kata yang paling tepat untuk melengkapi bagian kalimat yang kosong. Sebagian besar dari sesi Critical Reading adalah membaca bacaan yang diberikan dan menjawab pertanyaan berdasar bacaan. Adapun jenis bacaan yang diberikan berkaitan dengan ilmu sosial, humaniora, fisika dan naratif. Kadang ada soal yang meminta peserta tes untuk membandingkan dua bacaan pendek. Sementara itu jumlah pertanyaan berdasar bacaan tergantung pada panjang pendeknya bacaan. Tak seperti pada sesi Mathematics yang mana pertanyaan diurutkan berdasar tingkat kesulitannya, di sesi Critical Reading diurutkan berdasar bacaan.
Sesi Mathematics pada SAT dikenal sebagai Quantitative Section atau Calculation Section. Sesi ini terdiri dari tiga bagian yang dinilai. Ada dua bagian yang masing-masing berdurasi 25 menit dan 1 bagian berdurasi 20 menit seperti berikut ini:
Dalam SAT, tes writing terdiri dari soal pilihan ganda dan esai. Nilai esai memiliki kontribusi sebesar 28% dari total nilai Writing, sementara soal pilihan ganda sebesar 70%.
Bagian soal pilihan ganda terdiri dari identifikasi kesalahan, pengembangan kalimat dan pengembangan paragraf. Identifikasi kesalahan dan pengembangan kalimat ditujukan untuk mengetahui pengetahui peserta tes akan grammar. Sementara pengembangan paragraf bertujuan untuk mengetes pemahaman peserta tes akan penyusunan ide secara logis.
Sementara itu sesi esai, yang mana selalu didahulukan berdurasi 25 menit. Semua esai harus merupakan respons/jawaban terhadap topik yang diberikan. Topik untuk esai ini bisa sangat luas dan seringkali filosofis dan dibuat sedemikian rupa agar bisa diterima oleh semua peserta tes.
Itulah sekilas tentang SAT yang sebaiknya kamu ketahui jika kamu berminat untuk kuliah di US.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
1. Tinggal diasrama membuat kamu nggak dipusingkan dengan biaya gas, listrik, dan air, maupun biaya jaminan (deposit money) yang wajib dibayar dimuka. Kalau kamu memang merasa lebih nyaman tinggal di apartemen atau rumah, sebaiknya mencari teman untuk tinggal bersama sehingga bisa patungan untuk biaya sewa dan pengeluaran setiap bulannya.


Kalkulasi angka di atas untuk makan 3 kali sehari dengan porsi yang relative sama. Namun, banyak juga diantara siswa yang memilih makan paginya berupa roti dan susu. Tentu saja ini lebih murah. Roti dan susu bisa dibeli dengan harga sekitar ¥150-180 dan bisa konsumsi empat kali makan pagi. Kalau masak sendiri, tentu lebih murah, tetapi kamu juga perlu mempertimbangkan waktu dan energi: listrik dan gas. Walaupun begitu, masak sendiri tetap lebih murah, loh.
Pelajar bisa membeli satu tiket terusan untuk satu bulan dengan harga sekitar ¥8000-9000, tergantung rute yang di tempuh. Kalau tidak punya tiket terusan, sekali naik untuk jarak stasiun terdekat sekitar ¥200.
3. Bus
Jarak jauh dekat, tarifnya sama, yaitu ¥200
Umumnya, siswa di Jepang menggunakan ketiga model transportasi tersebut. Bila dihitung secara kasar, maka besar biaya yang kamu keluarkan untuk biaya transportasi diperkirakan sekitar ¥15000.
Biaya untuk akomodasi di Jepang mungkin lebih mahal dari pada rata-rata biaya akomodasi di Negara lain. Hold on, jangan buru-buru panic dulu! Siswa masih punya kesempatan untuk mencari yang lebih murah. Biasanya siswa internasional yang baru datang di Jepang diberi kesempatan tinggal dalam domitory kampus (asrama kampus) untuk jangka waktu satu semester. Masa tinggal di asrama ini bisa diperpanjang maksimal satu semester berikutnya. Dalam asrama kampus, rata-rata siswa internasional (single)harus membayar sekitar ¥12000-15000 per bulan. Biaya tersebut sudah termasuk listrik, gas, dan air.
Setelah paling lama satu tahun tinggal di asrama kampus, siswa harus keluar dan mencari asrama non-kampus yang jauh lebih mahal. Rata-rata biaya apartemen biasa (di Jepang dikenal dengan nama ‘apato’) sekitar ¥40000-50000 per bulan. Biaya tersebut belum termasuk listrik, gas, dan air. Kamar yang disewakan pun dalam keadaan kosong tanpa isi. Dengan harga tersebut, siswa bisa memperoleh apato dengan dua kamar plus dapur dan kamar mandi. Untuk menghemat, siasati dengan berbagi apato bersama teman.
Bagi yang sudah berkeluarga, ada pilihan yang lebih murah ketika keluar dari asrama kampus. Public housing (jyuutaku) bisa menjadi pilihan. Biaya sewa lebih murah, sekitar ¥10000 perbulan (tidak termasuk gas, listrik, dan air). Untuk pemakaian listrik, gas, dan air perbulan untuk satu orang sekitar ¥6000-8000. Bagi siswa yang tinggal di jyuutaku, biasanya memiliki tiket bus dan subway terusan satu bulan.
Nggak beda jauh dengan dinegara lain. Biaya makan bisa kamu hemat dengan memasak sendiri. Di negeri kincir angin ini, sekali makan akan merogoh kocek €5-7 (€1= Rp 16.000) sedangkan kalau masak sendiri sekitar €150.
Di Belanda, transportasi yang umum di gunakan adalah bus. Dengan menggunakan transportasi public jenis ini, kamu harus menyiapkan biaya minimal €60 per bulannya.
Biaya rata-rata yang harus dikeluarkan untuk makan dan minum sebulannya mencapai €200. Kalau memasak sendiri, biaya bisa ditekan hingga sekitar €150/bulan. Makan diluar sangat mahal. Restoran tergolong biasa-biasa saja bisa menghabiskan biaya €50 sampai €100 sehari (tiga kali makan). Kalau makan di restoran yang agak mewah, wah, biayanya bisa membengkak hingga €300/hari.
Biaya tempat tinggal di Italia setiap bulannya menghabiskan biaya sekitar €300-400 untuk satu orang. Biaya sebesar itu sudah termasuk peralatan dan air. Untuk penggunaan gas, sebulannya menghabiskan €200. Umumnya, satu unit rumah hanya memiliki satu kamar tidur, tetapi ada juga apartemen yang lebih besar dengan kapasitas tiga sampai empat kamar. Apartemen sebesar itu dikarenakan biaya sekitar €2500 setiap bulannya.
Transportasi yang sangat umum di Italia adalah bus, metro, dan tram. Harga tiketnya pun bervariasi tergantung jauh dektany jarak. Harga tiket harian €3 dan bisa dibeli di mesin-mesin tiket yang berada di stasiun metro atau kios majalah di dalam stasiun. Membeli tiket untuk sekali jalan akan terasa lebih mahal. Lebih baik berlangganan. Untuk siswa Internasional, biasanya ada diskon khusus. Kamu harus menganggarkan biaya untuk transportasi €70-110 setiap bulannya.