Seringkali disebut sebagai kota paling sinting di tanah Britania Raya, Brighton merupakan salah satu kota terbaik bagi para mahasiswa yang ingin menuntut ilmu di dalamnya. Antara University of Sussex dan Brighton University ada sekitar 24.000 mahasiswa. Satu-satunya masalah dengan Brighton adalah , seperti halnya kota besar lainnya, biaya hidup di kota ini bisa menjadi cukup mahal.
Untuk kamu yang berniat untuk tinggal di Brighton, berikut adalah tips-tips yang bisa kamu lakukan untuk menyiasati mahalnya kehidupan di kota besar satu ini. Dengan begini kamu akan bisa tinggal di Brighton dengan lebih efisien tapi tetap menyenangkan.
Mendapatkan harga murah saat belanja
Soal belanja memang tak ada matinya. Setiap hari, kebanyakan dari kita pasti membeli sesuatu. Belum lagi belanja bulanan atau mingguan seperti belanja kebutuhan makanan, belanja sabun, beli pakaian, sepatu dan keperluan lainnya.
Nah, sebagai kota besar, tentu Brighton ini dipenuhi dengan pusat belanja mulai dari toko-toko barang antik sampai toko pakaian gaya retro yang sekarang kembali populer. Dan banyak di antara toko-toko mengijinkan pembelinya untuk menawar banyak lho.
Intinya jangan ragu untuk menjelajah sampai ke pelosok-pelosok di area perbelanjaan yang ada di kota ini. Kamu mungkin akan menemukan sesuatu yang yang sangat menyenangkan di sini. Dan area belanja yang paling bagus untuk dijadikan tempat tujuan adalah The North Laines dan pasar yang tergabung dengan dengan deretan toko di sini. Tapi hati-hati juga karena di sini pun tetap ada butik-butik yang sangat mahal.
Makan enak tapi murah
Brighton terkenal dengan fish and chips-nya, jadi dipastikan setiap orang yang pernah tinggal atau berkunjung di atau ke Brighton tak akan pernah melewatkan makanan satu ini. Tapi karena terkenalnya fish and chips dari kota inilah maka para penjualnya dengan seenaknya mendongkraknya hingga jadi mahal sekali.
Tipsnya nih, berjalanlah agak jauh dari pinggir laut ke pusat kota, agar kamu juga mendapatkan posisi yang pas untuk menikmati pemandangan. Dari tempat inilah, jika kamu berjalan lebih jauh lagi fish and chips akan bisa kamu dapati dengan harga yang murah. Jika kamu bukan tipe orang yang suka dengan kacang polong lembek atau kentalnya saus kari, maka banyak sekali restoran dan kafe yang bisa kamu temukan di pusat kota ini, yang mana banyak di antaranya lumayan bisa menyesuaikan dengan budget mahasiswa, jadi jangan pernah lupa untuk membawa kartu pelajar saat kamu mau keliling di sini bahkan untuk urusan mengisi perut sekali pun.
Salah satu tempat yang paling terkenal di kalangan para mahasiswa yang kuliah di Brighton adalah Kensingstons, yang terletak di tengah-tengah The North Laines. Restoran satu ini katanya memberikan diskon yang sangat menyenangkan bagi para pelajar tanpa mengurangi tingkat kelezatan makanannya yang terkenal di seantero negeri.
Jalan-jalan asyik yang tak menguras isi kantong
Sebagai sebuah kota besar, maka tentu tak heran jika Brighton sangat menggiurkan untuk tempat clubbing bersama dengan teman-teman. Dengan banyaknya jumlah bar dan klub malam yang ada, kamu akan punya banyak sekali pilihan di sini. Mulai dari musik indie sampai jazz, trance sampai pop, semuanya ada. Klub malam paling populer di kota ini adalah Oceana. Dan yang membuat klub malam satu ini tambah praktis adalah lokasinya yang bersebelahan dengan sebuah bioskop dan bar-bar lainnya.
Selain klub malam ini, banyak juga tempat-tempat lainnya yang lebih menyenangkan untuk dijelajahi sepanjang pinggir laut. Satu hal yang perlu kamu catat saat kamu pergi jalan-jalan di Brighton nih, kota ini adalah kota yang tak pernah tidur jadi kamu bisa keluar malam jam berapa saja dan dipastikan kamu akan selalu mendapati yang namanya keramaian.
Jangan lupa untuk mengenakan baju hangat. Bagaimanapun berjalan-jalan saat musim dingin dengan baju seadanya dan hak tinggi saat musim dingin bukanlah sesuatu yang menyenangkan.
Budaya di Brighton
Sebagaimana di kebanyakan kota besar lainnya, ada banyak sekali galeri, gedung pertunjukan dan musium yang bisa dikunjungi di kota Brighton. Well, tapi memang tak bisa dipungkiri, harganya cukup mahal.
Tetapi, ada satu tempat yang sangat menarik dan terkenal bernama Pavillion (sangat mirip dengan Taj Mahal di India) yang harga tiket masuknya hanya £5 untuk mahasiswa lokal dan tempat ini sungguh sangat menakjubkan. Dengan banyaknya artefak dan karya seni peninggalan zaman kolonial, kamu bisa meluangkan sejenak waktu luangmu dengan mengunjungi bangunan ini.
Hal lainnya yang murah tapi menakjubkan adalah menghabiskan waktu libur dengan pergi ke Komedia di North Laines. Baik pergi ke bioskop The Picture House atau melihat komedi secara live, kamu bisa mendaftar untuk menjadi member dan membayar dengan harga pelajar/mahasiswa yang berdiskon lumayan banyak.
Pemandangan laut yang menawan
Dengan pantainya yang indah, tentunya tidak mungkin kamu tidak akan mengunjungi tempat yang satu ini saat kamu tinggal di Brighton. Pinggir laut yang menawan ini pun difasilitasi dengan akses wifi sehingga kamu tak perlu khawatir kalau kamu mau berfoto ria dan mau kamu unggah ke Fb langsung.
Jadi tempat ini memang sungguh sangat menarik deh. Dermaganya juga bisa untuk berjalan-jalan dengan gratis, yang mana banyak konter dan permainan seru tersedia untuk dimanfaatkan. Tapi hal yang sama tak berlaku untuk restoran di sepanjang pantai ini, karena semuanya sangat mahal.
Hmm, tapi sebenarnya nih, kalau kamu mau sedikit jalan lagi hingga ke penghujung pantai, ada kedai mi dan nasi yang harganya terjangkau tapi rasanya sangat enak.
Itulah sekilas tentang kota Brighton yang menarik dengan pemandangan lautnya dan kehidupan metropolisnya.
Jika kamu berminat untuk coba belajar di sini, kamu bisa coba cek artikel:
Kampus-kampus Stafford House (Wilayah Inggris)
English Language and Activity Courses At Stafford House
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com
Istana kerajaan yang di dirikan oleh Raja Taejo, pendiri dinasti Joseon, tahun 1394 ini berdiri megah di antara Gunung Bugaksan dan Gwanghamun Square. Saat ini istana menjadi objek wisata utama baik wisatawan asing maupun lokal.
Gyeongbokgung merupakan kota mandiri yang terdiri atas rumah tinggal, kantor pemerintahan, kuil-kuil, dan taman-taman. Areanya sangat luas, Istana ini adalah lambing kebanggan bangsa. Oleh sebab itu pada saat invasi Jepang pertama di Korea tahun 1592, istana ini di bumi hanguskan. Selama beberapa abad Gyeongbokagung rata dengan tanah sampai ada usaha untuk merestorasinya pada abad ke-19. Saat itu, kemegahan Istana Gyeongbokagung yang merupakan kediaman dinasti Joseon dipulihkan. Bangunan yang sudah roboh dan hangus terbakar di dirikan kembali. Proyek ini membutuhkan usaha dan dana yang tidak kecil, namun untuk mengembalikan apa yang dulu menjadi kebanggaan bangsa, pengorbanan itu tidak seberapa.
Setelah kemerdekaan Korea tahun1945, pemerintah kembali melakukan pemugaran. Saat ini pemugaran telah memakan waktu hampir tujuh puluh tahun, namun masih 40% persen dari seluruh bangunan yang bisa diselesaikan. Lamanya waktu untuk melakukan pemugaran pada dasarnya di sebabkan oleh keinginan pemerintah mempertahankan keaslian bangunan-bangunan tersebut. Satu per satu bangunan dibangun kembali secara detail dan akurat mendekati bangunan asli sbelumnya. Gerbang utama Gwanghamun baru selesai dibangun tahun 2010.
Di pulau itu pengunjung seperti dimanjakan oleh pelayan khusus, pepohonan tertata indah, binatang-binatang jinak berkeliaran, dan bangunan-bangunan dengan konsep kuno tapi alami, membuktikan bahwa manusia dan alam bisa hidup dengan harmoni. Setiap musim palau ini menyuguhkan pemandangan spektakuler. Pada musim gugur, setiap pohon menampilakan jamuan terbaik mereka, pohon gingko yang berdaun seperti kaki bebek akan akan menjadi kuning menyala. Daun-daun pohon mapel tidak kalah dengan warna daunnya yang merah darah. Sementara phon-pohon deciduous lainnya berwarna cokelat keemasan dan pohon cemara tetap hijau. Ini adalah simfoni alam yang tidak dapat dinilain dengan uang.
Di luar negeri, Nami Island mungkin dikenal karena menjadi tempat pembuatan drama Winter Sonata. Beberapa site pembuatan film itu masih ada sampai saat ini. ada patung dan foto dari kedua sejoli Bae Young-joon dan Choi Ji-woo, tempat pertama kali mereka berciuman, bahkan sepeda yang mereka pakai berdua dipamerkan disana.
Kesuksesan Nami membuat iri salah seorang menteri saat itu, Yu Ja-gwang. Ia menumukan penggalan puisi Jendral Nami dan mengganti kata yang berarti “membawa damai” menjadi “menguasai”. Dengan demikian Nami dibawa kehadapan Raja dengan tuduhan pengkhianatan. Saat itu Korea diperintah oleh Raja Yejong, anak Raja Sejo, yang memang tidak menyukai Jendral Nami. Ia menyetujui eksekusi Jendral Nami dan mengangkat Yu Ja-gwang menjadi petinggi negeri dan memberinya pangkat Pengeran. Raja Yejong hanya memerintah Korea selama empat belas bulan, ia meninggal karena penyakit.
Sementara itu bagi Jendral Nami dibangun kuburan selayaknya pahlawan serta kuil untuk menghormatinya di Hwaseong. Geyonggi-do. Namun, legenda rakyat percaya bahwa tubuh Jendral Nami berada di pulau kecil di Chungceon yang sekarang dikenal dengan Pulau Nami tersebut. Oleh karena itu jika berkunjung ke sana, kita akan menemukan kuburan Jendral Nami beserta batu yang berukiran penggalan puisi tersebut. Menurut legenda, Jendral Nami kala itu dihukum dengan cara diikat tangan, kaki, dan kepalanya ke lima kuda kemudian ditarik sampai terputus-putus. Menurut perinta Jendral Yu, tidak ada yang boleh mengumpulkan apalagi menguburkan sisa-sisa tubuhnya tersebut. Tapi satu keluarga petani yang mengenal perjuangan Jendral Nami mengumpulkan potongan tubuhnya dan membawanya ke pulau di Chungceon yang sejak saat itu disebut Pulau Nami. Mereka menguburkannya di sana dan secara turun-temurunmengadakan penghormatan kepadanya. Ada kepercayaa rakyat bahwa orang yang mengambil batu dari kuburan Jendral Nami akan mengalami sial.
Bukan Cuma itu, Divisi 5 dari tentara Korea Selatan masih berada di seberang jembatan. Mereka juga tidak tahu-menahu tentang perintah ledakan tersebut. Banyak dari mereka yang kemudian menjadi tawanan tentara Korea Utara dan tewas sebagai POW (Prisoner of War).
Korea Utara tidak beruntung seperti Korea Selatan baik dalam hal kemajuan ekonomi maupun politik. Paham komunis ditambah sikap tutupnya terhadap dunia luar telah menyengsarakan rakyatnya. Tidak ada yang tahu persis keadaan masyarakatnya, tetapi banyak penduduk Korea Utara yang menyelundup masuk ke Korea Selatan meskipun dengan resiko bayaran nyawanya sendiri dan keluarganya jika terangkap. Banyak informasi kehidupan di Korea Utara berasal dari mereka. kehidupan kedua negeri ini, jika dibandingkan, seperti langit dan bumi jauhnya.
Tapi apakah seperti itu sebelumnya? Dalam War Museum Memorial, Yongsan, terdapat posisi kekuatan kedua partai sebelum pecah perang. Dalam hal jumla tentara, perlengakapan perang seperti senjata, pesawat tempur, kapal laut, Korea Selatan kalah dari Korea Utara. Dalam hal asset, sumber daya alam, bahkan luas area alam juga demikian. Inilah yang memberikan keberania Korea Utara yang didukung superpower Rusia menyerang Korea Selatan dan bertekad menundukkannya di bawah bendera komunis. Perang korea sering disebut Perang Dunia III karena melibatkan Rusia dan China di pihak Korea Utara sementara Amerika dan PBB ada di pihak Korea Selatan.
Perang tersebut menelan korban tiga juta orang dan memisahkan banyak keluarga. Saat ini dibawah perjanjian gencatan senjata, kedua Negara memelihara kebersamaan yang pahit hanya melalui daerah DMZ. Daerah tempat penduduk dari kedua Negara hidup bersama dengan penjagaan ketat tentara kedua belah pihak. Daerah DMZ ini disebut sebagai “daerah yang paling berbahaya di dunia”, di tempata itu berajaga-jaga sekitar 500 ribu tentara Korea Utara dan 200 ribu tentara Selatan lengakap dengan tank-tank dan misil yang siap diluncurkan. Sewaktu-waktu ada perintah untuk meluncurkan perang maka daerah ini lah yang akan menjadi garis depan.
Saat ini DMZ dijadikan salah satu tempat kunjungan wisata. Mereka yang tertarik akan sejarah Perang korea ditambah yang senang dengan petualangan yang mendebarkan akan memilih tempat ini. hanya berjarak sekitar 50 KM dari pusat kota Seoul, DMZ dengan mudah dicapai dalam waktu satu jam. Dari RMZ ini pengunjung dapat melihat Korea Utara baik dengan telanjang mata maupun dengan teropong. Yang menarik, kita akan meliha gedung-gedung megah namun kosong tanpa penghuni dibagian Korea Utara. Konon dibalik gdeung-gedung itu telah ditanam bom yang akan diledakan jika Korea Selatan mencoba melakukan invasi ke Utara. Pemerintah Korea Selatan juga menemukan beberapa terowongan yang digali oleh Korea Utara yang berujung di Korea Selatan, sarana yang akan mereka pakai untuk menyerang atau untuk menyelundupkan mata-mata. Ada tujuh terowongan yang sudah ditemukan, nau dicurigai ada banyak lagi terowongan sejenis yang belum ditemukan.
Sampai saat ini kabar mengenai perang dingin antar kedua Negara sering dibesar-besarkan oleh media. Faktanya penduduk Korea Selatan jauh lebih tenang dan lebih percaya diri. Selain mendapat dukunga dari tentara Amerika yang ditempatkan di Seoul, mereka juga memiliki persiapan sendiri. Setiap pria di Korea yang berusia diantara 18-35 tahun harus menjalani wajib militer selama dua tahun sehingga pada dasarnya setiap penduduk pria tahu bagaimana berperang dan membela negaranya.
Gyeongju adalah ibu kota kerajaan Shilla kuno yang memerintah di semenanjung Korea antara 57SM-935M. lokasi ini adalah salah satu peninggalan budaya Korea yang terbaik. UNESCO mengklaim paling tidak tiga tempat sebagai World Heritage Sites: Biara Buddha Bulguksa tempat Seokuram Grottoo yang indah, Gyeongju National Park yang menyimpan tak terhitung koleksi relic Shilla, dan Yang-dong Village yang memberi gambaran kehidupan di zaman Dinasti Joseon. Pada musim semi tempat-tempat ini memberikan gambaran keindahan alam yang menakjubkan.
Pada abad ketujuh, dengan bantuan DInasti Tang China, Shilla mengalahkan Baekje dan Geoguryeo lalu mendirikan kerajaan Shilla Bersatu (Unified Shilla). Saat itu tentara Shilla dipimpin oleh jendral yang brilian bernama Kim YU-sin. Setelah membantu Shilla mencaplok Baekje dan Geoguryeo, Dinasti Thang China ingin menjadikan Shilla sebagai koloninya, tetapi melalui perang enam tahun, Shilla dan para prajurit tangguhnya bertahan dan berhasil mengusir Dinasti Tang kembali ke China. Pada masa aman itu Unified Shilla mengalami banyak kemajuan dan Berjaya dalam seni serta kebudayaan. Dari zaman inilah semua peninggalan yang dapat kita saksikan di Gyeongju sekarang.







Untuk jarak jauh, baik jarak antara kota dan provinsi di layani oleh korail. Misalnya dari Seoul menuju Busan, kota nomor dua terbesar, orang dapat menumpang Korail atau bullet train yang di beri nama KTX (Korea Train Express). Perjalanan yang biasanya memakan waktu 5-6 jam dipercepat menjadi 3 jam. Hal ini mempermudah dan mempercepat transportasi antara dua kota besar itu atau dengan kota-kota lainnya.
Di Seoul, penggunaan transportasi umum memiliki banyak keuntungan. Pertama mereka tidak harus membayar biaya pemilikan seperti gas, pajak, asuransi, dan parkir. Kedua, mereka bisa menhindari macet terutama pada saat pulang-pergi kantor. Dengan subway waktu tempuh perjalanan lebih akurat dan bisa diprediksi. Ketiga, mereka meningkatkan aktivitas fisik. Karena kebanyakan orang kota terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk berolahraga, berjalan kaki adalah sarana untuk membakar kalori. Keempat, sambil berjalan kaki kita bisa menikmati banyak pemandangan, jualan kaki lima, atau pertokoan bawah tanah yang biasanya ada setiap stasiun kereta.
Salah satu stasiun subway yang paling padat adalah Sindorim. Sepuluh tahun sebelumnya kompleks apartemen terbaru saat itu adalah Tae Young Apt yang kelihatan megah dan mewah. Tahun 2000, salah satu apartemen berkamar tiga harganya 600 juta won. Sekarang, Sindorim menjadi distrik yang di penuhi oleh gedung pencakar langit, apartemen, kondominium, perkantoran, hotel, dan mal modern. Kompleks Tae Young sudah kelihatan ketinggalan zaman. Tumbuhnya gedung-gedung tinggi seperti jamur ini tidak disertai dengan hiruk-pikuk, semerawut, atau kekotoran jika ada konstruksi besar. Semuanya berlangsung tenang, dalam hitungan bulan satu gedung baru tiba-tiba berdiri didepan mata.
Technomart tidak kalah populer, tapi karena di bangun pada tahun 2007, dengan desain yang lebih sederhana, maka ini bukanlah tempat santai keluarga. Para penduduk sekitar dan pengunjung dari distrik lain berkunjung untuk berbelanja. Pusat belanja bawah tanah, supermarket (E-Mart), food court, pusat elektronik, dan playground bagi anak-anak semuanya menawarkan harga yang lebih murah dari mal tetangganya.
Hanya dengan berjalan kaki, kita akan menjumpai Cheonggychon atau dalam bahasa Korea berarti Sungai Cheonggye. Tempat ini sangat indah terutama di malam hari dan ada even khusus. Sungai kecil tersebut dialiri sungai yang jernih, sementara koridor ditepinya menjadi tempat orang berjalan kaki, dan banyak juga pasangan muda-mudi yang berpacaran di situ. Dulunya Chenggyechon memang sungai kecil tapi selama lima puluh tahun, ketika pembangunan kota Seoul membutuhkan jalan, sungai itu ditimbun dan dijadikan jalan raya. Di masa Lee Myun Bak menjadi walikota di Seoul ia mengembalikan Chenggyechon menjadi sungai. Kebijakannya banyak dikecam karena dianggap pemborosan dan ia di tuduh pemimpin yang terobsesi dengan air. Tapi saat ini Chenggyechon menjadi objek wisata penduduk Seoul dan wisatawan asing; itu membuktikan bahwa kebijakan Lee Myun Bak membawa keuntungan. Setelah menjadi walikota Seoul, Lee Myun Bak menjadi Presiden Korea untuk periode 2008-2013.











