Birmingham merupakan sebuah kota dan distrik di West Midlands, Inggris dan kota terbesar kedua di Britania Raya dengan populasi lebih dari 1.000.000 jiwa.
Pada tahun 1889 Ratu Victoria memberikan status kota untuk Birmingham di mana selain menjadi kota terbesar, Dewan Kota Birmingham menjadi otoritas pendidikan lokal terbesar di Inggris yang bertanggung jawab secara langsung atas 25 taman kanak-kanak, 328 sekolah dasar, 77 sekolah menengah dan 29 sekolah khusus dan menyediakan lebih dari 3500 pendidikan kursus setiap tahun.
Banyaknya lembaga pendidikan yang ada di Birmingham menjadi ketertarikan tersendiri bagi para pelajar untuk menimba ilmu di sana, khususnya para mahasiswa.
Walau secara pesona, Birmingham kalah dari London. Tapi harus diakui, disana tak kalah menarik dari London. Ada banyak toko, restoran, club dan tempat musik sedangkan keberagaman budaya dari kota itu sendiri terpancar di beberapa seni seperti SAMPAD (South Asian Music Performance and Dance company). Di sana ada festival jazz tahunan, komedi, puisi,film dan sastra.
Bagaimana kehidupan malam di Birmingham?
Banyak mahasiswa yang mempertimbangkan kehidupan malam sebuah kota sebelum mereka memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di suatu kota. Kehidupan malam sepertinya sudah menjadi hal yang penting bagi anak muda Eropa.
Di Birmingham sendiri ada Symphony dan Town Hall yang menjadi tempat keren untuk melihat beberapa pertunjukan musik ataupun komedi secara live. Band dan Fairport Convention, PJ Harvey dan Laura Marling pernah tampil di tempat itu.
Selain itu masih ada The Brammal Music Building yang sering menjadi tuan rumah beberapa acara besar yang terbuka untuk umum seperti sebuah pertunjukan komedi dengan The Noise Next Door, Matt Richardson dan Black Voices, grup akapela yang tampil selama Bulan Sejarah Gelap.
Apabila ada yang tidak suka dengan musik modern, pop dan musik mainstream lainnya, Snob mungkin bisa menjadi tempat alternatif yang cocok. Di sana banyak pertunjukan musik live dari band indie sampai Motown klasik dan Rainbow Warehouse dimana Groove Armada, Fourtet, Gentlemen’s Dub Club pernah tampil di sana.
Ketika kamu mempunyai waktu luang kuliah dan mempunyai pikiran untuk jalan-jalan, kamu tidak perlu khawatir untuk mencari hiburan di siang hari. Ada banyak tempat yang dapat membuatmu terhibur dan rileks seperti Barber Institute of Fine Arts dimana banyak eksibisi seni baik tradisional maupun kontemporer sehebat konser musik klasik.
Tak hanya itu, kamu juga bisa pergi ke luar dari pusat kota, Digbeth. Di sana banyak terdapat toko vintage dan retro seperti Urban Village dan Mr Birds Emporium di Custad Factory. Kamu bisa menonton film terbaru dan ada Dome Club dimana kamu bisa menonton film di derajat 360.
Unik kan? Mungkin banyak mahasiwa yang sudah bosan dengan konser dan pertunjukan seperti para kutu buku yang tidak tertarik dengan hal-hal yang berbau konser maupun film. Selain menghindari keramaian, mereka pasti akan tetap menyalurkan hobi membacanya untuk sekedar rileks. Di Birmingham banyak perpustakaan yang sengaja dibangun untuk umum.
Bahkan ada perpustakaan yang menyediakan kelas yoga bernama Feel Good Fiction. Yoga merupakan salah satu cara terbaik untuk menyegarkan pikiran dan tubuh. Kamu diajak untuk sekedar rileks dan merefresh semua kepenatan selama di kampus atau kegiatan lain. Kamu hanya butuh waktu untuk mendapatka ketenangan dalam melakukan Yoga. Selain membuat kamu lebih fresh, kamu juga akan lebih siap untuk menjalani aktifitas selanjutnya dengan tenaga yang baru.
Adakah tempat yang cocok untuk mahasiswa kelas menengah?
Kehidupan malam dan belanja mungkin menjadi hal yang asing bagi mahasiwa kelas menengah yang harus menekan budget dengan sangat hati-hati dan tidak tergoda untuk menghambur-hamburkan uang.
Selly Oak adalah tempat dimana kebanyakan mahasiswa tinggal di Birmingham karena harganya murah dan dekat dengan kampus. Menjadi hemat bukan berarti tidak mendapatkan hiburan bukan?
Justru terkadang para mahasiswa yang suka irit ini mempunyai hiburan yang lebih kreatif dari belanja-belanja dan nonton konser. Di sana juga ada beberap pub yang terletak di seberang Bristol Road seperti Bristol Pea..
Menurut mahasiswa seperti ini, terhibur tidak harus mahal. Kamu cukup berpikir untuk mendapatkan hiburan yang tak kalah menarik dari pertunjukan drama klasik mahal ataupun konser internasional. Pub seperti Bristol Pear menjadi tempat kreatifitas mahasiswa untuk memb buat hiburan yang cerdas tanpa harus mengeluarkan uang yang banyak yaitu dengan mengadakan acara stand up comedy dan open mic nights dan dikoordinasi oleh beberapa mahasiswa.
Komedi cerdas dan menghibur akan selalu disajikan di sana. Selain pub, di Selly Oak ada beberapa outlet Fast Food seperti Chick Inn dan Rooster House yang menyediakan makanan yang sangat terjangkau oleh mahasiswa menegah ke bawah.
Birmingham City University International College Inggris, Jalur Masuk ke Birmingham City dari Navitas
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com
Kamu juga harus bisa menjelaskan alasan apa yang membuat kamu nggak mengonsumsi daging babi. Kadang kala, budaya, dan suku bangsa, membutuhkan selera humor tersendiri untuk menyikapi apa pun yang mereka lakukan berkaitan dengan kebiasaan masing-masing.
Namun, lain hal nya dengan kawan saya yang berasal dari Estonia. Rupanya, ia penasaran kenapa saya nggak juga makan babi selama tinggal di Amerika. Alasan Agama ternyata nggak cukup buat dia. Lalu, suatu hari, ia mengajak kami makan malam bersama dengan masakan khas negaranya. Ketika acara makan malam berlangsung, nggak ada salah seorang dari kami pun yang menanyakan terbuat dari daging apa makanan yang disajikannya. Saya pikir, dia tahu saya nggak makan babi. Kawan Amerika saya yang biasanya paling rewel urusan makan saya pun nggak bertanya. Dia malah yang mengambilkan makanan untuk saya. Selesai makan, salah seorang teman Polandia saya berkata, “Congratulation, Windy! You just eat pork!”
Ketika berbicara dengan kawan internasionalmu, maka hindari kontak tubuh yang nggak perlu kalau kamu nggak teralalu mengenal mereka. kadang, kita suka berbicara dengan menyentuh lawan bicara untuk menunjukan bahwa kita terbuka atau sekedar bersikap ramah. Nggak semua dari mereka suka di sentuh ketika sedang berbicara. Kontak fisik, misalnya dengan mendorong tubuh mereka, bisa dianggap tindakan lancang. Namun, orang Amerika, kalau sudah merasa cukup akrab dengan kita, suka memegang kepala. Jangan tersinggung kalau tiba tiba mereka memegang kepalamu. Mereka suka berbicara dengan menatap mata lawan bicara, namun nggak terlalu menyukai kontak fisik.
O, ya ada perbedaan antara kebiasaan menerima undangan di Indonesia dengan di luar. Kalau di Indonesia, ketika menerima undangan pesta, kita umumnya cukup bawa badan doang. Tapi kalau di sana, kemungkinan kamu juga harus membawa makanan dan minumanmu sendiri. Tuan rumah biasanya hanya menyediakan tempat. Ketika menerima undangan, tanyakan, apakah kamu harus datang dengan membawa makanan-minuman sendiri, atau mereka yang menyediakan.
Kita sering menganggap teraktir adalah salah satu tindakan ramah. Kalau kamu ingin melakukannya, sebaiknya sedari awal kamu sampaikan hal ini kepada kawan yang berkaitan. Jangan sampai tindakan yang awalnya kamu maksudkan baik, justru disalahartikan oleh kawanmu dan membuat ia tersinggung.
Begitu pula sebaliknya. Kalau kamu makan direstoran atau menginap di hotel, jangan lupa memberi tip kepada para pelayanannya. Coba perhatikan bill yang disodorkan kepada kamu. Kalau harga didalamnya belum termasuk uang service, maka kamu wajib memberi tip. Namun, kalau jumlah total yang kamu bayarkan sudah termasuk uang pajak dan service, maka kamu nggak harus memberikan tip kepada pelayan.



Misalnya nih, masalah pergaulan bebas. Di Negara-negara Barat, tinggal bersama sebelum menikah bukan sebuah persoalan dan nggak dianggap bertentangan dengan norma yang ada. Sementara, di Negara kita, persoalan seperti itu jelas bertentangan dengan norma. Ini yang dimaksud membedakan dengan tepat mana adaptasi, mana yang terseret arus westernisasi. Nggak melakukan hal itu, nggak lantas membuat kamu di cap kuno, kok. Begitu pula sebaliknya. Melakukan hal itu, nggak bikin kamu dianggap modern juga. Ini hanya masalah pilihan.
Kawan-kawan internasional pernah bertanya apakah saya lesbian. Tentunya saya kaget dengan pertanyaan itu. Namun, setelah ngobrol, saya paham kenapa mereka menyakan hal tersebut. Bagi mereka, perempuan tinggal sekamar dengan perempuan itu aneh, dan mengarah dengan indikasi homoseksual. Lalu, saya menjelaskan kepada mereka kenapa saya memilih roommate berjenis kelamin sama. Bukan karena saya lesbian, tetapi karena persoalan agama dan norma kebudayaan yang ada di Negara saya. Mereka pun bisa memahami alasan saya tersebut.
Baru menyadari hal ini ketika tinggal di Amerika. Pelajar Indonesia yang perempuan, punya kecendurangan suka jalan sambil bergandengan tangan. Hati-hati kalau melakukan hal ini diruang publik. Mereka bisa menganggap kamu homoseksual! Jadi, sebaiknya hindari jalan bergandengan tangan ditempat umum dengan teman yang memiliki kelamin yang sama.
Kalau kamu muslim dan termasuk pelajar yang berencana akan mencari kerja sampingan sambil sekolah nanti, sebaiknya kamu juga memerhatikan hal yang satu ini: waktu sholat. Sebaiknya, dari awal kamu menerangkan kepada bosmu ada jam-jam tertentu di mana kamu minta izin untuk melakukan ibadah. Kalau kamu nggak memberitahu mereka, lalu tiba-tiba menghilang waktu sholat tiba, hal ini bisa menimbulkan penilaian negative. Kamu dianggap mangkir. Upah kerja di luar negeri umumnya di hitung berdasarkan per-jam. Jadi jangan sampai kamu dianggap mencuri jam kerja buat bermalas-malasan.
Untuk menghemat biaya penginapan, saya menyewa satu kamar hotel. Ketika menjelang tidur, ketiga teman saya meninggalkan pakaian yang mereka kenakan. Teman perempuan saya yang berasal dari Polandia dengan cuek melepas semua pakaian hingga yang tersisa hanyalah pakaian dalam. Dua teman lelaki saya juga melakukan hal serupa. Mereka hanya mengenakan celana dalam. Saya memilih mengganti pakaian main saya dengan pakaian tidur—kaus dan celana pendek—di kamar mandi. Ketika saya keluar dari kamar mandi, kawan saya bertanya, “where will you go?”
Membuat catatan tentang betapa bangsa kita pada beberapa sisi unggul dibandingkan bangsa lain. Entah itu Amerika atau Eropa. Dan ini harus nya membuat kita nggak perlulah merasa minder bergaul dengan mereka. Memang, terkadang, kita menerima perlakuan dan sikap meremehkan dari mereka. hal itu terjadi hanya karena mereka kurang memiliki wawasan internasional dan jarang berhadapan dengan orang asing. Teman-teman yang sering kali bergaul dengan siswa internasional justru memiliki penilaian tersendiri tentang pelajar-pelajar dari Indonesia ataupun Asia pada umumnya. Mereka sering berkagum-kagum dengan kita yang sekolah sampai jauh dan memiliki pengetahuan yang sebenarnya luas. Luas karena sistem pendidikan kita memaksa kita belajar banyak hal. Walaupun terkadang, setelah itu kita juga nggak tahu apa gunanya mempelajari hal itu. Well, kegunaannya: agar bisa membuat bule-bule itu terkagum-kagum ketika kita bisa menjelaskan banyak hal.
Orang-orang asing yang berbahasa Inggris sering kali kagum dengan kemampuan kita berbicara menggunakan bahasa mereka. kita bisa berbicara menggunakan bahasa Inggris, sebaliknya belum tentu mereka bisa bicara dengan bahasa kita. Itu sudah jadi poin plus buat kita,loh, di mata mereka. belum lagi ternyata kita juga meguasai bahasa lain selain Inggris. Karena merasa bahasa mereka bahasa internasional, orang-orang asing itu seringkali menganggap nggak perlu mempelajari bahasa lain. Toh, orang dari Negara lain mempelajari bahasa mereka. Hal itu disadari mereka membuat mereka kurang memerhatikan kemampuan berbicara dengan bahasa selain Inggris.
Pelajar Indonesia juga dikenal ulet dan rajin. Pekerjaan yang biasanya dikerjakan tiga orang, mampu diselesaikan seorang pelajar Indonesia dengan sangat baik dan tepat waktu. Waktu, di Holiday Inn, hotel tempat bekerja selama musim panas, pemiliknya pernah menjamu semua pelajar Indonesia yang bekerja di hotelnya makan siang di restoran cina. Dalam kesempatan itu juga, Mr. Cooper bilang, undangan makan siang ini sebagai bentuk penghargaan dan terima kasihnya kepada pelajar-pelajar Indonesia yang bekerja dengan sangat baik selama musim panas. Padahal, selain pelajar dari Indonesia, masih ada pelajar dari Negara lain yang bekerja disana. Acara hari itu pun, pertama kalinya dalam sejarah holiday Inn, Cherokee, seorang pemilik menjamu pelajar internasional yang bekerja di hotelnya sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih.
Orang Indonesia juga terkenal kreatif. Di Amerika, orang-orangnya terbiasa menggunakan barang yang mereka beli hanya satu kali. Kalau rusak ya dibuang dan beli baru lagi. Misalnya, ban sepeda. Kalau ban sepeda mereka bocor, biasanya mereka akan membeli ban baru dan menggantinya. Mereka nggak mengenal sistem tambal ban. Kawan saya yang asli Amerika pernah terlongo-longo waktu mendapati saya dan kawan saya yang juga berasal dari Indonesia sedang memperbaiki ban sepeda saya yang bocor. Begitupula ketika mereka mendapati, pelajar Indonesia bisa memperbaiki radio atau alat listrik yang rusak. Buat mereka, kalau sudah nggak bisa berfungsi, buang dan beli yang baru. Orang kita? Kalau masih bisa dibenerin dan dipakai, kenapa harus dibuang. Lumayan kan duitnya bisa dihemat!





