Lembaga tersebut menyarankan kepada para penderita HIV untuk tidak mengaku jika menderita HIV. Hal ini dikarenakan agar mereka tidak mendapatkan perlakuan diskriminasi. Perkumpulan ini adalah tempat dimana para penderita bisa saling berbagi cerita dan saling memberi bantuan. Di lembaga ini kurang lebih 10 persen penderita HIV adalah golongan pelajar.
Meskipun demikian, bukanlah suatu alasan seseorang tidak dapat menjadi dokter bedah hanya karna ia menderita HIV. Walaupun pada awalnya ada kekhawatiran seandainya ahli bedah itu terluka saat opersi pasti bisa menularkan penyakitnya. Tapi itu dulu sebelum ditemukan obat yang mampu menekan virus HIV seccara signifikan, sehingga virus ini tak lagi bisa dideteksi dalam darah. Oleh karena itu penderita HIV tidak akan lagi menularkan virusnya setelah mengkonsumsi obat ini selama setengah tahun.
Dengan adanya teknologi seperti itu, seorang penderita HIV tak lagi dibatasi dalam memilih jurusan kuliahnya. Dan apabila ada mahasiswa yang terjangkit HIV tidak mampu menyelesaikan kuliahnya, orang tersebut dapat datang dan meminta bantuan pada yayasan AIDS Jerman. Yayasan ini akan memberikan bantuan keuangan kepada penderita yang mambutuhkan.
Carl Duisburg Centren, Langkah Awal Buat Kamu Yang Pengen Kuliah di Jerman
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .Email: info@konsultanpendidikan.com

