Beasiswa Australia 2020 – 2021 Program S2, S3

Australia Awards - Indonesia
beasiswapascasarjana.com

Australia adalah salah satu negara paling rutin menyediakan beasiswa bagi pelamar Indonesia. Anda mungkin sudah sering mendengar atau bahkan mendaftar beasiswa ini: Australia Awards Scholarship. Ya, pendaftarannya sudah dibuka kembali. Beasiswa Pemerintah Australia 2020 – 2021 tersebut siap menerima aplikasi beasiswa S2 atau beasiswa S3 untuk studi di sejumlah universitas terkemuka Australia. Ada persamaan beasiswa Australia Awards dengan beasiswa NZS dari New Zealand. Yakni keduanya merupakan beasiswa penuh yang menawarkan beragam pilihan tujuan universitas. 


Beasiswa Australia Awards 2020 – 2021 memberi kesempatan bagi kandidat Indonesia yang memiliki kualitas pribadi maupun profesional, kompetensi akademik, dan yang paling penting potensi untuk memberikan pengaruh bagi tantangan pembangunan di Indonesia. Sangat dianjurkan bagi pelamar dari kalangan perempuan, penderita disabilitas, dan mereka yang berasal dari fokus area berikut, yakni Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. 


Beasiswa yang disediakan mencakup biaya kuliah penuh, biaya hidup, tiket perjalanan pp ke Australia, asuransi kesehatan, pelatihan di Indonesia sebelum keberangkatan plus uang saku, serta program pengenalan akademik Australia. Selain itu disediakan pula dana penunjang saat kedatangan, biaya pemeriksaan kesehatan dan rontgen untuk pengajuan visa, dukungan penunjang akademik, visa pelajar, serta tunjangan kerja lapangan jika program master yang diambil mewajibkan kerja lapangan tersebut. 


Bidang studi prioritas: Trade, Small and medium enterprise development, Economics, Infrastructure Planning, Transport Safety, Water and Sanitation, Mining, Livestock management, Animal Husbandry, Agriculture, Aquaculture/fisheries, Forestry, Natural Resource Management, Climate Change, Rural Growth, Disaster Prevention and Management, Development Studies, International Studies, Communicable Disease Prevention, Health Management, Health Services, Maternal and Child Health, Public Health, Education and Training, Education Management, Human Resource Development, Law, legal and judicial systems, Political Science and Government, Public administration, Public expenditure management, Public Sector Reform, Environmental Law, Anti-corruption, Decentralisation, Monitoring and Evaluation, Transnational Crime Prevention, Conflict Resolution, Women and Gender Studies, Disability Services.

Persyaratan Umum: 1. Usia minimum 18 tahun 2. Warganegara Indonesia dan mendaftar beasiswa dari Indonesia
3. Tidak berkwarganegaraan Australia, memiliki izin tinggal permanen di Australia, atau mengajukan permohonan visa untuk tinggal di Australia secara permanen 4. Tidak menikah/bertunangan dengan warganegara atau penduduk tetap Australia dan Selandia Baru
5. Tidak bertugas di kemiliteran
6. Tidak mengajukan permohonan Australia Awards jangka panjang lainnya (jika sudah menerima) kecuali telah berada di luar Australia selama dua kali waktu ketika berada di Australia. Misalnya, sebelumnya memperoleh beasiswa Australia Awards dengan durasi empat tahun, maka baru bisa mengajukan bila telah berada di Indonesia atau luar Australia selama delapan tahun.  7. Memenuhi persyaratan Pemerintah Australia untuk mahasiswa asing di Australia (kesehatan, karakter, dll)  8. Tidak mengajukan permohonan visa menetap di Australia  9. Telah memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia  10. Dapat memenuhi semua persyaratan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan (DIBT) untuk visa pelajar DFAT.  11. Dapat memenuhi persyaratan masuk di universitas Australia di mana beasiswa akan dijalankan.

Persyaratan khusus:  1. Mendaftar untuk bidang studi yang masuk dalam area prioritas pembangunan (lihat “Bidang Studi Prioritas” di atas)
2. Mempunyai IPK minimal 2,9 (dengan skala maksimal 4) di jenjang pendidikan terakhir. Untuk pelamar dari Area Fokus Geografis dan pelamar dengan disabilitas mempunyai IPK minimal 2,75 (dengan skala maksimal 4)  di jenjang pendidikan terakhir
3. Untuk pelamar program Master – mempunyai kemampuan bahasa Inggris minimal 5,5 untuk IELTS (atau 525 untuk TOEFL ITP atau 69 untuk TOEFL iBT atau 46 untuk PTE akademik)*. Untuk pelamar program Master dari Area Fokus Geografis dan pelamar dengan disabilitas – memiliki skor IELTS 5,0 (atau 500 untuk TOEFL ITP atau 59 untuk TOEFL iBT atau 38 untuk PTE akademik)*
4. Untuk pelamar program PhD – mempunyai kemampuan bahasa Inggris minimal 6,0 untuk IELTS (atau 550 untuk TOEFL ITP atau 79 untuk TOEFL iBT atau 54 untuk PTE akademik)*
5. Sudah menerima gelar sarjana, jika mendaftar untuk program Master, dan memegang gelar Master apabila mendaftar untuk program PhD (gelar jenjang pendidikan spesialis ataupun profesi tidak dikategorikan sebagai gelar Master)*
6. Bagi pelamar PhD, melampirkan bukti komunikasi dengan kandidat pembimbing di universitas Australia terkait bidang studi dan proposal penelitian yang diajukan
7. Bagi pelamar PhD sebaiknya telah menyelesaikan program Master dengan minimal 25% komponen penelitian.
8. Bagi pelamar PhD, diprioritaskan bagi yang berprofesi sebagai staf di universitas, institusi pendidikan tinggi, institusi penelitian, pembuat kebijakan, dan yang bekerja di lembaga mitra Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Pemerintah Australia.

* Hanya hasil IELTS, TOEFL dan PTE akademik terbaru yang diterima. Hasil tes yang diperoleh dalam jangka waktu 2 tahun terakhir dianggap baru
* Rincian kontak dari pusat tes bahasa harus diberikan untuk verifikasi hasil tes TOEFL
* Sertakan minimal satu hasil tes bahasa Inggris yang asli
* Tidak ada tes bahasa Inggris lainnya (termasuk tes prediksi TOEFL) yang diterima.Ciptakan Perubahan

Dokumen aplikasi:  1. Salinan akta kelahiran atau yang setara
2. Bukti kewarganegaraan seperti KTP atau halaman informasi pada paspor
3. Daftar riwayat hidup terbaru
4. Salinan ijazah perguruan tinggi resmi (yang dilegalisir*)
5. Salinan transkrip nilai perguruan tinggi resmi (yang dilegalisir*)
6. Hasil tes bahasa Inggris IELTS atau TOEFL atau PTE akademik terbaru (dokumen asli) – hasil tes yang diperoleh dalam jangka waktu 2 tahun terakhir dianggap baru
7. Pelamar beasiswa Master harus melampirkan salinan ijazah/transkrip DIII yang dilegalisir jika menggunakan ijazah/transkrip DIV atau Sarjana Ekstensi
8. Pelamar beasiswa PhD harus melampirkan salinan ijazah/transkrip Sarjana yang dilegalisir
9. Referensi akademis dari pembimbing Master bagi pelamar program PhD; dan
10. Pelamar program PhD dan Master yang studinya akan mencakup sekurang-kurangnya lima puluh persen penelitian wajib melengkapi rincian proposal penelitian di formulir aplikasi

* Harus dilegalisir oleh lembaga yang menerbitkan dokumen atau notaris publik.

Rincian dokumen aplikasi yang harus dilampirkan juga tertera di formulir aplikasi tambahan.


Pendaftaran: Siapkan semua dokumen aplikasi (sebagian bisa discan) sebelum diunggah, kemudian lakukan pendaftaran online di: https://oasis.dfat.gov.au/
Setelah melakukan pendaftaran dan mengajukan dokumen apliksai di laman Oasis tersebut, lengkapi juga formulir aplikasi online tambahan di laman Australia Awards.


Pelamar akan diseleksi berdasarkan aplikasi yang diajukan dan hanya mereka yang masuk pemeringkatan yang akan dihubungi untuk mengikuti tahap seleksi wawancara dan tes IELTS. 

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Tantangan universitas di Abad ke-21

See the source image

Universitas Australia adalah pilar utama masyarakat sipil kita. Selain memberikan pendidikan tinggi di tingkat Sarjana, Magister dan Doktoral, mereka berkontribusi secara signifikan terhadap basis penelitian dan inovasi negara, memberikan dukungan masyarakat di banyak bidang upaya intelektual dan bertindak sebagai salah satu repositori budaya nasional kita. Oleh karena itu, sektor universitas yang dinamis akan menjadi sangat penting bagi keberhasilan Australia sebagai negara yang pintar di tahun-tahun mendatang.

Manfaat yang diberikan universitas dapat ditelusuri ke sejarah unik mereka. Universitas pertama didirikan lebih dari seribu tahun yang lalu dengan institusi seperti Bologna, Padua, Oxford dan Cambridge. Pada abad-abad awal mereka, universitas-universitas ini berhubungan erat dengan gereja Kristen. Peran lembaga Katolik seperti Sorbonne dan di abad yang lebih baru lembaga Gereja Inggris seperti Oxford dan Cambridge adalah untuk mendidik pria muda dengan baik dalam dasar pengetahuan pada saat itu. Pada awal abad kesembilan belas Wilhelm von Humboldt mendirikan Universitas Berlin dengan etos yang berbeda, yaitu kebebasan mengajar dan kebebasan belajar kemanapun ilmu membawa Anda.

Humboldt berpikir bahwa universitas harus menjadi bagian integral dari asimilasi pengetahuan baru dan harus mengajar kaum muda bagaimana berpikir dan menganalisis informasi dari perspektif yang lebih luas. Doktrin ini – yang kemudian dikenal dengan singkatan ‘kebebasan akademik’ – sangat sejalan dengan pencerahan tinggi yang terjadi di Eropa utara pada saat itu dan telah menempati tempat di pusat kehidupan universitas sejak saat itu.

Universitas berpenampilan baru adalah lembaga akademis besar yang memberikan pelatihan di berbagai disiplin ilmu profesional serta memiliki basis penelitian yang mendalam dan integrasi yang luas dengan komunitas. Institusi semacam itu, saran pendidik Amerika terkemuka, Clark Kerr, lebih baik digambarkan sebagai ‘multiversitas’. Ini menjadi model bagi hampir semua universitas Australia dan terbukti berhasil.

Di Amerika Serikat setelah sekitar waktu yang sama ada investasi besar-besaran dalam basis penelitian universitas. Kapasitas penelitian baru memungkinkan perguruan tinggi semakin menjadi sumber inovasi dan perkembangan ilmu pengetahuan baru di negara tersebut. Universitas kemudian berperan dalam mendorong pembangunan ekonomi secara langsung serta mendidik kaum muda sebagai pemikir dan pemimpin lateral yang hebat. Perkembangan seperti Silicon Valley di sekitar Universitas Stanford dan perkembangan spin-off besar-besaran di sekitar MIT di Boston yang telah terbukti menjadi teladan dalam hal bagaimana ekonomi yang cerdas dapat berkembang dan telah mendukung ekonomi paling dinamis yang pernah ada di dunia.

Bagi universitas pada umumnya dan untuk negara bagian seperti Victoria, pasar pelajar internasional juga merupakan aset ekonomi yang sangat penting. Pendidikan adalah industri jasa terpenting yang dimiliki Australia selatan, dan tentunya merupakan industri pintar terpenting yang telah dikembangkan Australia. Ini adalah saat dimana ada lebih banyak permintaan untuk pendidikan tinggi di Asia daripada sebelumnya. Jelas bahwa dengan akal sehat dan dengan pendekatan bersama oleh Pemerintah Federal dan oleh sektor universitas kami dapat memastikan bahwa kami memiliki kehadiran mahasiswa internasional yang berkembang dan kuat di universitas kami di masa depan. Hasil seperti itu akan baik untuk universitas kita dan negara kita.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Tindakan Universitas di Australia terhadap pemasukan dari siswa internasional

Sebagian besar universitas Australia memiliki dana tunai dan cadangan investasi yang memadai untuk menghadapi dampak langsung dari penurunan pendapatan siswa internasional pada tahun 2020. Namun prospek jangka panjangnya suram.

Tujuh universitas paling berisiko kehilangan pendapatan siswa internasional mereka melebihi kas dan cadangan investasi yang tersedia. Ini adalah: Monash University, RMIT, University of Technology Sydney, La Trobe, Central Queensland dan Southern Cross University, dan The University of Canberra.

1 Dekade dari 2009 hingga 2018 menyaksikan universitas Australia menikmati ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pendaftaran siswa internasional. Pendapatan dari aktivitas ini meningkat 260% – dari A $ 3,4 miliar menjadi A $ 8,8 miliar.

Hal ini telah menciptakan ancaman yang signifikan bagi universitas, yang semakin bergantung pada pendapatan biaya mahasiswa internasional untuk mendanai program-program pengajaran, penelitian, dan infrastruktur modal.

Pemodelan oleh Universitas Australia menunjukkan bahwa sektor ini akan kehilangan A $ 16 miliar pada tahun 2023. Hal ini serupa dengan perkiraan kerugian pendapatan biaya siswa internasional sebesar A $ 18 miliar pada tahun 2024.

Tujuh universitas (seperti dikutip di atas) memiliki cadangan kas dan investasi yang tidak mencukupi untuk mengimbangi kerugian yang diperkirakan dalam pendapatan biaya internasional untuk tahun 2020. Hal ini juga berlaku untuk skenario jangka panjang yang pesimis dan optimis.

Untuk Central Queensland dan Southern Cross University, pendapatan biaya internasional sebagai bagian dari total pendapatan berada di atas rata-rata sektor – masing-masing 33% dan 27% pada tahun 2018.

Secara absolut, dua dari tujuh universitas yang paling berisiko – Southern Cross dan Canberra – memiliki tingkat cadangan kas dan investasi yang sangat rendah. Ini yang menambah kerentanan finansial mereka.

Dalam jangka panjang, 13 universitas lainnya – termasuk UNSW intensif penelitian dan Universitas Queensland, serta Universitas Adelaide, Australia Selatan, dan Universitas Flinders – menghadapi risiko manajemen keuangan menengah karena tidak memiliki cadangan yang cukup untuk menangani hasil yang diprediksi. untuk skenario pesimis.

Dari universitas penelitian intensif yang besar, The University of Melbourne adalah satu-satunya universitas dengan cadangan yang cukup untuk mengimbangi kerugian pendapatan yang diprediksi dalam skenario jangka pendek dan jangka panjang.

Mengingat jumlah mahasiswa internasional mereka yang relatif lebih kecil, mayoritas universitas regional diperkirakan kurang terekspos secara finansial.

Ada hal yang ingin anda tanyakan? Jangan ragu, silahkan hubungi kami. Konsultasi dengan kami gratis.

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami