Beasiswa Pemerintah Azerbaijan S1-S3

scholarsofficial.jpg

Pemerintah Azerbaijan membuka beasiswa fully funded yang tersedia untuk warga negara Organisation of Islamic Cooperation (OIC) dan warga negara Gerakan Non Blok (GNB). Salah satu negara yang mendapat tawaran beasiswa ini adalah negara Indonesia. Dengan begitu, para calon pendaftar di jenjang Sarjana, Magister, Doktoral dan program kedokteran umum/residensi bisa mengikuti program beasiswa ini.

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Azerbaijan, ada 22 kampus pilihan, yang bisa dipilih mahasiswa internasional yang tertarik untuk mendapatkan gelar universitas di berbagai bidang yang tersedia di institusi pendidikan tinggi di Azerbaijan. Cakupan beasiswa:

  • Biaya kuliah
  • Penerbangan internasional (setahun sekali, kelas ekonomi)
  • Tunjangan bulanan sebesar 800 AZN atau Rp 6,7 juta termasuk makan, akomodasi, dan biaya utilitas
  • Asuransi kesehatan
  • Biaya visa dan pendaftaran

Persyaratan:

  • Merupakan warga negara OIC dan negara anggota GNB (termasuk Indonesia)
  • Khusus program sarjana dan kedokteran umum pendaftar harus berusia kurang dari 25 tahun
  • Sementara program pascasarjana dan residensi pendaftar harus berusia di bawah 30 tahun
  • Untuk program doktor pendaftar harus berusia di bawah 40 tahun
  • Memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik secara tulis maupun lisan

Persyaratan dokumen:

  • Formulir pendaftaran
  • Fotokopi Ijazah dan Transkrip Pendidikan sebelumnya
  • Fotokopi Paspor
  • Surat keterangan sehat yang menunjukkan hasil negatif HIV dan semua jenis hepatitis
  • CV atau Resume
  • Motivation letter
  • Bukti kemampuan bahasa Inggris

Klik tautan untuk info lebih lanjut.

Sumber: kompas.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Beasiswa di University of Oulu Finlandia

unic.eu.jpg

University of Oulu di Finlandia memiliki beasiswa menarik yang ditujukan bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan S1 atau S2 di University of Oulu dengan program beasiswa. Namanya The University of Oulu International Scholarship Scheme. Sasaran utama beasiswa ini adalah pelamar internasional (selain Uni Eropa dan Kawasan Ekonomi Eropa), salah satunya Indonesia. Untuk tahun akademik 2022 – 2023, pelamar bisa memilih berbagai jurusan baik jenjang sarjana maupun master di University of Oulu. Ada cukup banyak beasiswa yang disediakan University of Oulu. Di periode sebelumnya misalnya sekitar 320 kursi beasiswa dari berbagai jurusan.

Cakupan beasiswa S1 dan beasiswa S2 University of Oulu ini berupa pembebasan biaya kuliah sebesar 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen (setelah tahun pertama kuliah). Tergantung program studi yang dipilih. Potongan biaya kuliah 50 persen diberikan bagi pelamar yang mendaftar ke Oulu Business School Programmes dengan jurusan EconomicsFinanceFinancial and Management AccountingInternational Business Management, dan Marketing. Selain daripada jurusan tersebut, beasiswa potongan biaya kuliah di University of Oulu diberikan sebesar 75 persen.

Program master yang ditawarkan:
▪ Architecture
▪ Biomedical Engineering

▪ Business Analytics

▪ Chemistry of Sustainable Processes and Materials
▪ Computer Science and Engineering

▪ Digitalization, Computing and Electronics  (5-year programme)
▪ Environmental Engineering
▪ Ecology and Population Genetics
▪ Mineral Resources and Sustainable Mining
▪ Economics
▪ Education and Globalisation

▪ Epidemiology and Biomedical Data Science

▪ Electronics and Communications Engineering
▪ Finance
▪ Financial and Management Accounting

▪ Intercultural Teacher Education (5-year programme)
▪ International Business Management 
▪ Learning, Education and Technology
▪ Marketing
▪ Product management
▪ Software, Systems and Services Development in Global Environment

▪ Wireless Communications Engineering

Dokumen aplikasi:
1. Copy ijazah sarjana dalam bahasa asli dan terjemahan resmi dalam bahasa Inggris
2. Copy transkrip akademik sarjana dalam bahasa asli dan terjemahan resmi dalam bahasa Inggris
3. Bukti kemampuan bahasa Inggris (iBT TOEFL 92, atau IELTS 6.5)
4. Copy paspor atau KTP
5. Curriculum vitae (CV)
6. Motivation letter

7. Hasil tes GRE/GMAT (opsional)

8. Portofolio (khusus program master Arsitektur)

Pendaftaran:
Pendaftaran beasiswa di University of Oulu 2022 – 2023 sepaket dengan pendaftaran program studi. Tidak perlu pengajuan aplikasi terpisah. Saat mengisi formulir aplikasi mahasiswa, di formulir tersebut juga sudah tercantum formulir beasiswa di bagian bawahnya. Anda hanya perlu merampungkan keduanya.

Formulir aplikasi online tersebut sudah bisa diakses di laman University of Oulu saat pendaftaran program master resmi dibuka. Yaitu pada 5 Januari  – 19 Januari 2022.

Dokumen aplikasi yang diminta bisa diperiksa kembali di aplikasi online program studi bila ada perubahan, dan sudah harus diterima di rentang jadwal pendaftaran yang tersedia.

Keputusan hasil seleksi penerimaan mahasiswa dan beasiswa akan diputuskan di waktu yang sama. Mereka yang terpilih beasiswa akan diberitahukan bersamaan dengan surat penerimaan mahasiswa yang dikeluarkan University of Oulu. Kriteria seleksi didasarkan pada performa dan potensi akademik yang telah dicapai sebelumnya.

Sumber: beasiswapascasarjana.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Beasiswa Cargill Global 2022 – 2023

tp.ub.ac.jpg

Cargill Global Scholars Program menawarkan penerimanya dukungan biaya kuliah hingga dua tahun di jenjang S1. Tidak hanya itu, kandidat terpilih juga akan memperoleh kesempatan mengembangkan potensi kepemimpinannya melalui kegiatan seminar, sesi pengembangan jaringan profesi, serta kegiatan pendampingan dari Pemimpin Cargill selama masa pemberian beasiswa.

Beasiswa Cargill bertujuan untuk membangun jaringan global pemimpin masa depan yang suatu saat akan memberikan kontribusi penting untuk memajukan bisnis, pertanian dan ketahanan pangan.

Dana beasiswa yang diberikan sebesar $2.500 per tahun (± Rp 34 juta) dan diberikan hingga 2 tahun, untuk membantu pendanaan biaya studi pada 2 tahun terakhir masa kuliah S1. Kegiatan seminar yang diikuti nantinya berlangsung selama 3 hari dan didanai sepenuhnya melalui Cargill Global Scholars Program.

Selain itu, penerima beasiswa S1 Cargill juga akan mengikuti seminar kepemimpinan global selama seminggu yang dilaksanakan di salah satu perusahaan Cargill. Kegiatan ini akan mempertemukan semua penerima beasiswa Cargill Global Scholars dari seluruh negara peserta.

Manfaat lainnya adalah penerima beasiswa akan menjadi anggota komunitas alumni Cargill Global Scholars. Untuk periode 2022 – 2023, beasiswa Cargill akan diberikan kepada 10 (sepuluh) orang mahasiswa di Indonesia yang terpilih.

Persyaratan:
1. Warganegara Indonesia
2. Terdaftar di salah satu universitas berikut:
   ▪ Institut Pertanian Bogor (IPB)
   ▪ Institut Teknologi Bandung (ITB) – hanya mahasiswa Biologi
   ▪ Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – hanya mahasiswa Biologi dan Teknik Lingkungan
   ▪ Universitas Brawijaya (UB)
   ▪ Universitas Diponegoro (UNDIP)
   ▪ Universitas Gadjah Mada (UGM)
   ▪ Universitas Hasanuddin (UNHAS)
   ▪ Universitas Lampung (UNILA)
   ▪ Universitas Sebelas Maret (UNS)
   ▪ Universitas Sriwijaya (UNSRI)
3. Pada saat periode pendaftaran, mahasiswa berada di tahun kedua kuliah S1 di salah satu jurusan berikut:
   ▪ Akuntansi (hanya bagi mahasiswa UNHAS, UNILA, UNSRI)
   ▪ Teknologi Pertanian dan yang berhubungan
   ▪ Peternakan dan yang berhubungan
   ▪ Biologi
   ▪ Manajemen Bisnis (hanya bagi mahasiswa UNHAS, UNILA, UNSRI) 

   ▪ Ilmu Komputer (hanya bagi mahasiswa UNHAS, UNILA, UNSRI)
   ▪ Teknik (bagi mahasiswa UNHAS, UNILA, UNSRI saja)
   ▪ Teknik Lingkungan

   ▪ Perikanan dan yang berhubungan
   ▪ Kedokteran hewan
4. Memiliki prestasi akademik yang baik dengan IPK minimal 3.0 (skala 4.0) pada pada semester 1–3
5. Aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemahasiswaan dan menunjukan potensi kepemimpinan
6. Memperlihatkan kebutuhan keuangan
7. Terdaftar sebagai mahasiswa penuh waktu
7. Perempuan dan penyandang cacat sangat disarankan untuk mendaftar

Pendaftaran:
Permohonan Beasiswa Cargill Global Scholars 2022 – 2023 dilakukan secara online. Buat akun terlebih dahulu di laman Cargill Global Scholars. Jangan lupa mengkonfirmasinya melalui email yang didaftarkan. Selanjutnya unggah dokumen aplikasi yang diminta di atas di dalam akun yang sudah dibuat.

Dokumen aplikasi bisa dibuat dalam format doc/docx/pdf/jpeg. Dokumen aplikasi tersebut sudah harus diajukan paling lambat 20 Mei 2022 pukul 23.59 WIB.

Peserta yang lolos akan mengikuti tahap seleksi wawancara yang akan diberitahukan kemudian dan bakal digelar pertengahan Agustus 2022. Selanjutnya pengumuman pemenang beasiswa akan disampaikan pada September 2022. Jika terpilih sebagai finalis, Anda harus mengikuti seminar kepemimpinan yang akan dijadwalkan kemudian.

Sumber: beasiswapascasarjana.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Tips Sukses Menghadapi Wawancara Beasiswa

ristretto.black.jpg

Merangkum dari laman instagram Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti), Berikut tips sukses menghadapi wawancara beasiswa.

Tips Sukses Menghadapi Wawancara Beasiswa:

1. Lakukan Riset

Hal yang harus kamu perhatikan sebelum menghadapi wawancara beasiswa adalah melakukan riset untuk mengetahui hal mendasar, keunggulan, dan prestasi kampus maupun jurusan yang dituju. Pengetahuan kandidat akan bisa menunjukkan antusiasme sehingga bisa meningkatkan nilai lebih di mata pewawancara.

2. Berpakaian rapi dan formal

Selanjutnya, hal penting lain untuk menghadapi wawancara beasiswa adalah dengan mempersiapkan penampilan. Pilihlah pakaian yang rapi dan formal untuk menciptakan impresi atau kesan awal yang baik bagi pihak yang menyelenggarakan beasiswa.

3. Postur tubuh tegap

Memperhatikan sikap tubuh ketika wawancara merupakan hal penting. Untuk membuat kesan tegas dan semangat kamu harus bersikap tegap dengan posisi duduk yang tegak. Hal ini akan membuat pewawancara terkesan dengan sikap sopan dan disiplin dari para kandidat dalam meraih beasiswa.

4. Usahakan berkontak mata secara alami

Tidak bisa dipungkiri rasa gugup biasanya muncul saat hal-hal penting seperti wawancara beasiswa. Meski gugup, kamu harus berusaha berkontak mata dengan cara yang alami. Dengan begitu, pewawancara akan tetap fokus dengan jawaban yang diberikan dan kamu akan lebih lancar berkomunikasi.

5. Ajukan satu atau dua pertanyaan

Antusiasme atau semangat sebagai calon peraih beasiswa bisa kamu tunjukkan dengan mengajukan satu atau dua pertanyaan untuk pihak kampus. Hal ini penting karena pihak kampus akan melihat rasa ingin tahu lebih terhadap jurusan dan universitas yang diincar sebagai nilai lebih.

6. Percaya diri

Hal terakhir yang harus dimiliki setiap kandidat peraih beasiswa adalah kepercayaan diri. Dalam hal ini, percaya diri ditunjukkan dengan menyampaikan jawaban yang komprehensif dan terinci. Hal tersebut berguna untuk menarik pihak kampus atau pewawancara terkait beasiswa yang ingin dituju.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

Tips Kuliah di Luar Negeri dari Alumni Universitas Bremen

platform.edu.jpg

Kuliah di luar negeri menjadi salah satu keinginan banyak pelajar di Indonesia. Namun, tak sedikit yang merasa kurang percaya diri karena persyaratan yang dibutuhkan.

Umumnya, kuliah di luar negeri membutuhkan kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris. Persyaratan ini menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pelajar Indonesia yang berkeinginan melanjutkan studi di luar negeri.

Selain itu, ada juga persyaratan lain yang kerap membuat pelajar kurang percaya diri yakni prestasi dan pengalaman organisasi.

Menurut alumni penerima beasiswa Universitas Bremen, Jerman, Joko Pamungkas, agar bisa meraih keinginan kuliah negeri, pelajar harus terus belajar dan berusaha.

“Kebanyakan orang agaknya memandang bahwa kuliah ke luar negeri dengan beasiswa itu hanya untuk “kaum terpilih” alias khusus bagi mereka yang cemerlang otaknya, cas cis cus bahasa Inggrisnya, seabrek prestasinya, dan lain sebagainya. Padahal, nggak juga. Kita yang biasa-biasa saja juga bisa mendapatkan beasiswa tersebut sepanjang kita mau dan terus berusaha,” ucapnya.

Untuk pelajar yang tidak percaya diri, Joko juga memberikan tipsnya agar keinginan kuliah di luar negeri bisa terus dicapai. Apa saja?

1. Meluruskan Niat

Joko mengatakan bahwa meluruskan niat adalah langkah pertama yang harus dilakukan. Pelajar perlu tahu niat untuk kuliah di luar negeri itu karena apa.

“Niat yang baik akan membuka berbagai pintu keajaiban, khususnya apabila kita tidak yakin dengan kemampuan diri kita sendiri,” katanya.

Lulusan S1 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini juga menceritakan kisahnya saat menerima e-mail resmi dari Universitas Bremen yang menyatakan bahwa dia gagal memperoleh beasiswa DAAD (Jerman).

Saat itu, Joko menyadari bahwa sertifikat bahasa Inggris yang dilampirkan memang tidak diakui secara internasional.

“Saya pakai TOEFL ITP, mereka minta IELTS atau TOEFL iBT yang sekali tes biayanya sekitar dua juta. Skornya juga kecil: 500 pas maka pantas apabila saya gagal,” terangnya.

Mendapatkan pengumuman tersebut, niat Joko tidak hilang. Dia terus berusaha dan membenahi diri agar bisa lebih maksimal.

Kemudian beberapa minggu kemudian, sebuah e-mail resmi dari Universitas Bremen kembali didapatkan. E-mail tersebut menyatakan bahwa slot beasiswa masih tersisa satu dan mereka tertarik wawancara dengan Joko.

“Usai wawancara via Skype yang boleh dibilang nyaris tanpa persiapan karena waktu yang sangat mendadak, alhamdulillah saya lolos!” tuturnya.

2. Berusaha Meraih IPK yang Diperlukan

Jika pelajar memiliki keinginan kuliah di luar negeri maka harus dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Misalnya berusaha meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) yang diperlukan (biasanya minimal 3,00).

“Ini syarat administratif. Tipsnya saat kuliah, kerahkan seluruh usaha untuk mendapatkan nilai baik, meski mungkin kita tidak menyukai mata kuliah tersebut,” paparnya.

Selain itu, alumni Fakultas Biologi Unsoed juga menegaskan bahwa usaha yang dilakukan harus konsisten, terutama di bidang mata kuliah yang diminati.

3. Memiliki Kemampuan Bahasa Inggris beserta Pengalaman Kerja

Joko menyadari bahwa kemampuan bahasa inggris dan pengalaman kerja yang relevan adalah kunci untuk berkompetisi mendapatkan beasiswa ke luar negeri.

Menurutnya, pelajar tidak perlu merasa minder atau tidak percaya diri karena dengan terus berusaha konsisten, bisa mendapatkan hasil maksimal.

“Ingat, enggak harus jenius untuk bisa memiliki keempat hal tersebut. Cukup terus berusaha sambil percaya bahwa keunikan bidang yang kita geluti secara konsisten bisa menjadi modal untuk mengalahkan mereka yang jenius sekalipun,” pungkasnya.

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami

5 Jenderal di Indonesia Lulusan Luar Negeri

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan kepada wartawan usai dilantik menjadi Panglima TNI di area Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). Presiden Joko Widodo melantik Jenderal TNI Andika Perkasa menjadi Panglima TNI menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.

Berkarier di dunia militer maupun kepolisian ternyata bukanlah halangan bagi beberapa tokoh di Indonesia untuk menyelesaikan pendidikan tinggi. Beberapa jenderal berpangkat di Indonesia bahkan bisa lulus di kampus luar negeri.

Tidak tanggung-tanggung, kampus terbaik di Asia seperti Nanyang Technological University (NTU) Singapura hingga kampus Harvard menjadi almamater para jenderal. Berikut rangkumannya dikutip dari lembaga bimbingan kuliah di luar negeri:

1. Susilo Bambang Yudhoyono

Jenderal bintang 4 Susilo Bambang Yudhoyono menempuh pendidikan militernya di Airborne and Ranger Course, dan Infantry Officer Advanced Course di Georgia, Amerika Serikat, serta kursus Anti Tank Weapon di Belgia dan Jerman.

Presiden Indonesia ke-6 ini kemudian meraih gelar Master of Arts in Business Management, Webster University, Amerika Serikat.

2. Letnan Jenderal TNI (Purn.) Agus Widjojo

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Agus Widjojo merupakan gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sejak 15 April 2016 dan mantan wakil ketua MPR tahun 2001-2003.

Jenderal Bintang 3 ini meraih 3 gelar S2 dari Amerika serikat, di antaranya:

– Master of Military Arts and Science (MMAS) US Army Command and General College Fort Leavenworth, USA (1988).

– Master of Science in National Security (MSCNS), National Defense University, Fort Myers, Washington DC, USA (1994)

– Master of Public Administration (MPA), George Washington University, Washington DC, USA (1994)

3. Tito Karnavian

Jenderal Pol. (purn.) Tito Karnavian pernah mengenyam pendidikan Magister Ilmu Kepolisian di University of Exeter, Inggris pada 1993 dan menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996.

Menteri Dalam Negeri di pemerintahan Joko Widodo ini meraih gelar S3-nya di Nanyang Technological University, Singapura dengan predikat Magna Cum Laude pada 2013.

4. Luhut Binsar Panjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan 1970 dan mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa. Jenderal TNI Luhut juga mendapatkan gelar Masters in Public Administration di The George Washington University, Amerika Serikat.

5. Andika Perkasa

Panglima TNI yang baru dilantik November 2021 lalu ternyata berhasil meraih tiga gelar S2 dan satu gelar S3 dari kampus top di Amerika. Gelar tersebut di antaranya adalah:

– M.A.dari The Military College of Vermont, Norwich University, Amerika Serikat (1999)

– MSc dari National War College, National Defense University, Amerika Serikat (2003)

– MPhil dari Harvard University, Amerika Serikat (2004)

– PhD dari The George Washington University, Washington D.C., AS (2005).

Sumber: detik.com

Email:  info@konsultanpendidikan.com

Alamat Lengkap Kami