Banyak dari kita yang ingin melanjutkan kuliah di luar negeri, namun dengan semakin naiknya biaya pendidikan saat ini, makin banyak dari kita yang kesulitan untuk menempuh pendidikan tingkat lanjut di luar negeri.
Universitas-universitas baik yang swasta atau negeri semua memiliki biaya pendidikan yang sama-sama tinggi. Namun demikian kita tidak perlu putus asa, karena ada jalur pendidikan lain yang dapat kita tempuh untuk dapat mengurangi biaya yang harus kita keluarkan. Alternatifnya adalah melalui Community College guys, yang sekarang ini lagi jadi alternatif favorit bagi kebanyakan siswa Indonesia yang emang mau lanjut studi ke USA 🙂
Jalur pendidikan tingkat lanjut yang dapat menjadi alternatif adalah pendidikan diploma atau yang dikenal dengan nama community college. Dengan mengambil jalur pendidikan ini terlebih dahulu sebelum kita akhirnya masuk ke tingkat sarjana maka biaya pendidikan total yang harus kita keluarkan akan jauh lebih murah.
Jalur pendidikan diploma ini dapat ditempuh dengan waktu 2 tahun sehingga biaya pendidikannya pun dapat ditekan jika dibandingkan dengan jalur pendidikan sarjana yang ditempuh secara langsung selama 4 tahun di universitas.
Kita tidak perlu ragu-ragu dalam mengambil jalur pendidikan alternatif ini karena selain biaya pendidikan yang lebih murah kita juga mendapatkan berbagai keuntungan. Kita dapat mempertimbangkan beberapa hal jika kita masih ragu-ragu.
Pertimbangan biaya pendidikan dan mata kuliah yang didapatkan
Hal pertama yang pasti menjadi pertimbangan kita adalah biaya pendidikan, seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya biaya pendidikan yang harus kita keluarkan jauh lebih kecil. Namun bagaimana dengan mata kuliah yang akan kita dapatkan saat menempuh pendidikan di community college ini?
Sesungguhnya kita tidak perlu khawatir karena mata kuliah yang akan kita dapatkan sama dengan yang kita dapatkan di jalur pendidikan sarjana. Sebagai contoh untuk mahasiswa baru mata kuliah yang akan kita dapatkan yaitu kelas biologi, kelas bahasa Inggris 101, kelas matematika tingkat mahasiswa dan lain sebagainya.
Karena itulah kita sebaiknya mengambil jalur pendidikan diploma yang memiliki biaya pendidikan yang lebih rendah. Jika dihitung-hitung biaya pendidikan untuk jalur sarjana di universitas swasta di Amerika rata-rata adalah 36.000 dollar Amerika per tahun sehingga, dan kita harus mengeluarkan biaya 144.000 dollar Amerika untuk pendidikan selama 4 tahun.
Untuk universitas negeri di amerika biaya pendidikan pada jalur sarjana memang lebih murah rata-rata berkisar 9.000 dollar Amerika, namun untuk pendidikan selama 4 tahun berarti kita harus mengeluarkan biaya sebesar 36.000 dollar Amerika.
Sedangkan jika kita mengambil pendidikan melalui community college kita hanya akan mengeluarkan biaya sebesar 2.963 dollar setiap tahunnya yang jika dibandingkan dengan biaya pendidikan di universitas swasta atau negeri selama 4 tahun maka kita akan dapat menghemat biaya pendidikan kita.
Menaikkan transkrip nilai
Banyak dari kita yang mengandalkan beasiswa untuk menutup biaya pendidikan kuliah kita, namun sayangnya beasiswa tersebut hanya diberikan pada siswa yang memiliki nilai akademik yang luar biasa atau siswa yang memiliki prestasi di bidang olah raga.
Namun tidak semua orang memiliki hal tersebut, karena itulah dengan mendapatkan nilai A saat kita menempuh pendidikan di community college bisa menjadi jalan agar kita mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan kita di tingkat sarjana. Selain itu dengan transkrip nilai yang lebih baik kita dapat masuk di universitas terbaik yang sebelumnya tidak bisa kita ambil.
Biaya transport dan biaya hidup yang dikeluarkan
Untuk kuliah di luar negeri kita tentu membutuhkan biaya transport dan biaya hidup, biaya tersebut terhitung sangat mahal terutama jika kita tinggal di asrama dalam universitas kita. Jika kita mengambil pendidikan di community college kita dapat mencari tempat yang memiliki biaya hidup yang jauh lebih terjangkau sehingga kita dapat lebih berhemat. Tidak perlu khawatir karena community college terdapat di seluruh negara bagian Amerika.
Tahu lebih dalam mengenai jurusan dalam kuliah
Banyak dari kita yang tidak tahu jurusan apa yang cocok dengan diri kita karena itu banyak mahasiswa yang berganti-ganti jurusan saat kuliah karena merasa tidak cocok dengan jurusan yang telah mereka ambil.
Hal ini tentu saja akan menambah biaya pendidikan yang harus dikeluarkan karena saat berganti jurusan tidak semua mata kuliah sama dengan jurusan baru kita sehingga kita harus mengambil mata kuliah baru tersebut yang tentu saja menguras banyak waktu dan biaya.
Community college memiliki banyak sekali jurusan pilihan yang bisa kita tempuh sehingga kita bisa melihat apakah kita cocok di jurusan tersebut saat kita menempuh pendidikan di jalur diploma ini.
Masuk Ke Jenjang Bachelor Dengan Lebih Mudah
Tips untuk melanjutkan ke tingkat sarjana
- Saat menempuh pendidikan di community college kita harus mencari tahu mata kuliah apa saja yang dapat ditransfer saat kita akan melanjutkan ke tingkat sarjana. Biasanya kita dapat mentransfer nilai sebanyak 72 sks karena itu kita bisa mengambil seluruhnya di community college.
- Kita dapat melakukan kerja paruh waktu untuk menabung setidaknya 700 dollar setiap bulan dan jangan tergoda untuk memiliki kartu kredit.
- Cari beasiswa yang tepat untuk membantu biaya kuliah sarjana kita.
- Bayar biaya pendidikan secara langsung dan berusaha untuk tidak menggunakan pinjaman pendidikan. Jika kita terpaksa menggunakan pinjaman maka kita harus langsung mencicilnya saat kita menempuh kuliah.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .
Email: info@konsultanpendidikan.com
Sebenarnya setiap orang bisa dibilang punya masalah dengan psikologis, hanya saja kadarnya berbeda-beda pasa setiap individu.
Hal seperti ini juga berlaku pada mahasiswa. Dalam suatu studi yang diadakan the guardian, dimana peneliti meminta para mahasiswa untuk berbagi kisah tentang masalah psikologi, studi tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 200 cerita tentang masalah kesehatan mental dari para mahasiswa hanya dalam kurun waktu 5 hari!
Di sini beberapa kisah tersebut akan diungkapkan sehingga diharapkan akan membantu mereka yang memiliki masalah sama.
Percayalah, jika kamu merasakan memiliki masalah yang sama, kamu tak sendirian di dunia. Ada orang lain sepertimu. Dan akan ada yang bisa menolongmu.
Studi yang awalnya dijadwalkan dilakukan selama 2 minggu ini akhirnya diakhiri lebih cepat karena peneliti kewalahan akan data yang diterimanya.
Setiap pagi mereka mendapati kisah-kisah baru yang lebih banyak dari para mahasiswa yang membuka diri dan menceritakan masalah psikologis mereka.
Banyak mahasiswa yang berbagi cerita tentang depresi, kegelisahan, melukai diri sendiri (self-harm) dan bahkan pikiran untuk bunuh diri. Beberapa diantaranya membicarakan bahwa mereka mengidap penyakit mental seperti compulsive disorder dan bipolar disorder, serta akibat yang mereka dapatkan dalam hubungannya dengan pendidikan mereka.
Dan saat ada yang menyinggung masalah yang agak langka seperti borderline personality disorder, para mahasiswa ini menyampaikan kebingungan mereka tentang masalah kejiwaan yang satu ini dan apa yang sebenarnya mereka sedang alami.
Yang lainnya menyampaikan rasa malu yang mereka rasakan jika mereka meminta bantuan. Beberapa di antaranya masih belum terdiagnosa sejara jelas tapi dengan jelas menunjukkan tanda-tanda yang menjurus pada masalah psikologis juga.
“Setiap malam aku tak bisa tidur dan selalu menangis” adalah kalimat yang sering dijumpai dalam kisah dari banyak mahasiswa ini.
Tak ada seorangpun yang mengatakan kalau menjadi mahasiswa itu sulit. Yang kamu dengar justru semua kisah menarik dan kebebasan pertemanan dalam suasana yang menyenangkan—tak ada secuil pun kisah tentang kesepian atau kekecewaan.
Salah seorang mahasiswa yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa sebagai seorang yang baru masuk kuliah, mahasiswa tahun pertama selalu diingatkan bahwa tahun pertama kuliah merupakah sebuah momentum. Dan saat mereka merasa bahwa tahun-tahun pertama kuliah seperti moment terburuk dalam hidup maka mereka cenderung akan merasa tertekan oleh rasa bersalah dan akhirnya justru membuat diri berpikiran negatif.
Mahasiswa yang lainnya menyatakan bahwa dia menghabiskan beberapa minggu di universitas dengan bersembunyi di asrama sambil menangis hingga matanya bengkak. Dia begitu rindu rumah dan tak yakin bahwa dia telah mengambil keputusan yang benar dengan kuliah di universitas yang bersangkutan.
Masalah psikologis bisa berawal dari masa kanak-kanak, dan banyak mahasiswa yang mengungkapkan cerita tentang depresi atau self-harming yang kemudian bertahan hingga mereka memasuki bangku kuliah. Dan kehidupan baru di universitas menambahkan tekanan pada kondisi mental yang sejak awalnya sudah bermasalah itu.
Salah seorang di antara mahasiswa yang berpartisipasi dalam studi ini mengungkapkan bahwa depresi dan kegelisahannya telah bermula sejak ia belum masuk ke universitas, tapi tinggal jauh dari rumah, berada di lingkungan yang membutuhkan banyak biaya dan menjadi bagian sebuah universitas besar dengan berbagai tekanan yang ada membuatnya benar-benar seperti terhimpit.
Yang lainnya lagi mengatakan bahwa mereka merasa seperti terkucil dan serba tidak pasti. Ada yang merasa sesak dan tersiksa tapi tidak tahu bagaimana cara mengatasinya sementara orang-orang di sekitar mereka mengatakan bahwa mereka hanya gelisah biasa.
Berusaha untuk tetap belajar dengan baik sementara dalam diri mengalami masalah atau tekanan psikologis merupakan suatu hal yang sangat sulit. Kepanikan yang diikuti depresi sering mengakibatkan seseorang seperti kehilangan kendali. Dan saat tekanan ini memuncak, segalanya terasa menjadi sangat buruk.
Para mahasiswa mengungkapkan suatu kesamaan pendapat akan dukungan yang diberikan pihak kampus cukup membantu mereka –hanya jika mereka bisa menggunakan dukungan itu. Setelah menderita kegelisahan akut, salah seorang mahasiswa ada yang memutuskan untuk menghubungi pihak konseling yang disediakan universitas tempatnya belajar.
Mereka yang kemudian memberanikan diri untuk memanfaatkan jasa konseling kampus merasa jauh lebih baik setelah mereka mengungkapkan semua masalah psikologis yang mengganggu mereka kepada terapis.
Meskipun kesembuhan total tidak langsung secara cepat didapatkan, namun para mahasiswa yang telah memanfaatkan konseling kampus mengaku bahwa mereka sudah lebih merasa lega saat ada orang lain yang bisa mengerti keadaan mereka alih-alih menyuruh mereka untuk mengabaikannya.
Masalah psikologis bukanlah sesuatu yang memalukan. Jadi jika ada di antara kalian yang merasakan sindrom-sindrom atau gejala seperti kepanikan, kegelisahan atau kesedihan yang tak wajar, perubahan mood yang sangat tidak stabil, perasaan kesepian yang menyesakkan, merasa terkucil dan sebagainya yang berhubungan dengan emosi dan kejiwaan, jangan pernah merasa sungkan untuk berbagi cerita dengan pakarnya.
Adalah sesuatu yang awajar bagi setiap orang untuk merasa aneh atau bermasalah dengan dirinya sendiri. Jangan ragu untuk mendatangi konseling di kampus atau di tempat lainnya karena ini benar-benar diperlukan supaya kamu tidak makin tersiksa. Karena itu, kenali dirimu lebih baik dan yakinlah bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .








Banyak mitos yang beredar luas di kalangan masyarakat kita seputar kuliah di luar negeri. Dan tak sedikit di antaranya berkonotasi negative—bahkan mungkin sedikit mematahkan semangat.
Dalam sebuah debat online yang digelar New York Time baru-baru ini, ada sebuah pertanyaan yang dilontarkan mengenai penting tidaknya kuliah di luar negeri. Dan kamu tahu, pertanyan tersebut memicu banyak sekali netizen untuk menyumbangkan pendapat mereka.
Terlihat sekali antusiasme publik mengenai hal yang satu ini. Sayangnya, tak sedikit pula yang sepertinya miskonsep tentang kuliah di luar negeri.
Dan inilah sedikitnya 10 mitos yang sudah seharusnya tak perlu kamu percayai kalau kamu ingin kuliah di luar negeri.
Faktanya, kuliah di luar negeri itu tak selalu mahal kok.
Biaya yang kamu perlukan untuk kuliah ke luar negeri sangat bervariasi tergantung pada tipe program kuliah dan tempat dimana kamu ingin kuliah, berapa lama proses kuliah yang ingin kamu ambil dan apakah program tersebut dikelola oleh universitas atau organisasi lainnya.
Suatu program studi di luar negeri bisa jadi lebih murah, lebih mahal atau kurang lebih sama.
Kuliah di luar negeri bisa lumayan terjangkau lho. Banyak perguruan tinggi dan universitas yang menarik biaya pendidikan lebih terjangkau, ada kuliah di luar negeri yang biaya kuliah per semesternya sama besarnya dengan biaya kuliah di dalam negeri.
Malah, tak sedikit program studi di luar negeri yang jauh lebih murah daripada di dalam negeri dikarenakan program tersebut adalah program khusus untuk negara berkembang. Bantuan keuangan juga kadang diberikan kepada mahasiswa yang berbakat dan berprestasi khusus.
Mendaftar sendiri langsung ke sebuah universitas internasional seringkali bisa menghemat pengeluaran, akan tetapi kamu juga harus hati-hati dan tentunya banyak mencari informasi mengenai kampus yang bersangkutan sehingga kamu bisa menyiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Faktanya adalah kuliah di luar negeri merupakan kesempatan untuk belajar, bekerja dan membangun keahlian yang sangat berharga.
Memang sih, ada orang-orang yang menganggap kalau kuliah di luar negeri itu seperti liburan, berpesta pora, minum dan bergaul dengan banya orang saja.
Beberapa program studi juga tampak seperti liburan yang tersusun, dari satu tempat ke tempat lainnya. Akan tetapi seiring dengan waktu yang terus berganti, kuliah di luar negeri lebih dari sekedar bersenang-senang.
Jadi, meskipun memang menyenangkan dan memperluas pergaulan, kuliah di luar negeri juga banyak membuat orang menjadi lebih berpengetahuan, terdidik dan kritis.
Hal ini membuat banya lulusan dari universitas luar negeri menjadi pemimpin dan agen perubahan sekembalinya ia ke tanah airnya.
Kenyataannya, semua mata kuliah bisa kamu dapati di luar sana. Kuliah di luar negeri terbuka lebar untuk semua jurusan dari berbagai bidang. Dan yang menjadi nilai lebihnya adalah kamu akan bisa mendapatkan pengalaman internasional.
Dulu memang kebanyakan program tak jauh-jauh dari bidang humaniora, tapi sekarang hanya sedikit saja yang kuliah di luar negeri untuk bidang humaniora dan lebih sedikit lagi yang belajar ke luar negeri hanya untuk mengambil jurusan bahasa. Jurusan yang paling banyak diambil adalah jurusan bisnis.
Faktanya hampir setiap program sarjana dan pascasarjana bisa di-apply oleh siapapun dan kapanpun. Jadi kamu bisa saja ambil transfer ke salah satu universitas luar negeri favoritmu jika memang kamu bisa memenuhi syarat-syarat yang mereka ajukan.
Jadi, kuliah di luar negeri tak hanya berlaku untuk program regular saja. Akan tetapi perlu diingat bahwa untuk program transfer mungkin agak sedikit rumit prosesnya apalagi jika ada kesenjangan yang cukup besar dalam kualitas atau level pendidikan dari negara asalamu ke negara tujuanmu.
Tak menutup kemungkinan kamu akan diminta mengikuti program adaptasi selama waktu tertentu.
Kalau ada yang bilang kuliah di luar negeri hanya cocok di Eropa, maka orang itu bisa dibilang sudah ketinggalan zaman. Karena apa, sudah banyak negara di luar Eropa yang menjadi tujuan kuliah.
Faktanya, 4 dari 10 negara favorit untuk kuliah berasal dari luar benua biru, yaitu: China, Australia, Kosta Rika dan Argentina.
Semakin banyak orang yang memilih negara-negara di luar Eropa sebagai tujuan mereka menuntut ilmu. Apa kamu salah satunya?
Mitos yang satu ini klasik sekali ya?
Setelah tahu kalau kuliah di luar negeri tak selalu mahal, tentu kamu bis amenyimpulkan dong kalau mitos yang mengatakan kuliah luar negeri hanya untuk mereka yang kaya raya adalah salah besar.
Siapapun kamu bisa kuliah ke luar negeri jika kamu bisa memenuhi persyaratan dan tes yang diberikan.
Apalagi banyak sekali beasiswa diberikan kepada mereka yang bertalenta dan berprestasi sehingga tak peduli status sosial, agama, bangsa atau ras mereka, semuanya bisa kuliah di luar negeri dengan bebas.
Hmm, sepertinya mitos yang ini hanya cocok bagi mereka yang malas browsing dan mencari info beasiswa deh.
Karena faktanya nih, ada ratusan dan mungkin lebih dari itu jumlah beasiswa yang disediakan oleh berbagai lembaga atau universitas baik pemerintah ataupun swasta yang memfasilitasimu untuk bisa terbang ke negara favoritmu dan belajar di jurusan yang kamu sukai.
Ingat, memang benar akan banyak kegiatan travelling yang dilakukan saat kamu kuliah di luar negeri.
Tapi ingat bahwa intinya adalah belajar, jadi kamu tentu akan memahami bahwa di dalam setiap kegiatan ada nilai-nilai pembelajaran yang kamu dapatkan.
Kuliah di luar negeri membuatmu bisa bertemu dan berinteraksi dengan orang dari berbagai belahan dunia, dengan pandangan dan pola piker yang sangat berbeda. Hal ini akan membuatmu menjadi seorang yang berwawasan luas dan lebih objektif dalam memandang segala sesuatu.
Mitos yang ini terdengar agak aneh?
Hmm, memang aneh. Lama atau cepat waktu kuliahmu di luar negeri tergantung dirimu sendiri. Tak jauh beda dengan sistem perkuliahan di dalam negeri, program S-1 normalnya ditempuh dalam waktu 4 tahun.
Bahkan jika kamu mampu, ada S-1 yang bisa kamu selesaikan dalam waktu kurang dari 4 tahun. Sementara untuk S-2 malah bisa jauh lebih singkat lagi. Semuanya kembali kepada individual masing-masing.
Jurusan yang diambil dan level studi juga memengaruhi.
Fakta justru membuktikan kalau banyak perusahaan besar dan bergengsi mencari lulusan internasional, terutama perusahaan-perusahaan asing.
Nah, tentunya dengan perkembangan perekonomian dimana terdapat banyak sekali perusahaan asing di negara kita, kamu tentu jadi bisa memperkirakan sendiri dong bagaimana prospek lulusan luar negeri.
Sudah jelas pastinya, lulusan luar negeri akan makin banyak dicari. Tentu saja semuanya harus diimbangi kualitas yang setara.
Ada hal yang ingin anda tanyakan ? Jangan ragu , silahkan hubungi kami . Konsultasi dengan kami gratis .







Ketemu program yang kalian mau? Sekarang kita beralih ke syarat untuk kuliah di Bay State College ini~
Sudah jelas jika kalian ingin kuliah di Amerika, bahasa Inggris merupakan hal wajib.
Nah syarat general untuk kuliah di Bay State College adalah~